
Di dalam kamar Keyla mencoba kembali baju yang di pilihkan Noah, ia nampak memperhatikan dirinya di depan cermin.
"Bagus sekali pilihan Noah, aku memang tidak terlalu suka dengan pakaian yang terbuka" kata Keyla.
Senyuman itu tidak pudar dari wajah cantik Keyla. Kadang Keyla bingung kenapa Noah melakukan hal yang tidak terduga.
"Ehemm yang senyum senyum sendiri" suara Nara berhasil mengejutkan Keyla dan menyadarkan gadis itu dari lamunanannya.
"Nara, kamu dari kapan berdiri di sana?" Tanya Keyla malu.
"Dari tadi, saat kamu berputar di depan cermin itu" jawab Nara yang masih setia menggoda sahabatnya itu.
Nara mendekati Keyla yang tertunduk malu.
"Key jujur sama aku, kamu suka kan sama kak Noah?" Tanya Nara serius.
"Entah lah Ra, ini sebuah perasaan suka atau yang lain aku sendiri tidak mengerti" jawab Keyla.
Nara memegang pundak Keyla dan ia menatap wajah sahabatnya itu.
"Key, aku bisa lihat dari wajahmu jika kamu menyukai kak Noah. Hanya saja sikap dingin kak Noah membuat kamu bingung kan" kata Nara.
Benarkah dia menyukai Noah, mungkin saja apa yang di katakan Nara ada benarnya.
"Kalau kamu masih bingung kamu tanya sama perasaan kamu sendiri. Bagaimana saat kamu dekat dengan kak Noah" sambung Nara.
"Kadang aku merasa malu, kadang jantungku seperti akan lompat, kadang juga aku sangat kesal dengannya" jelas Keyla, tanpa ia sadari Keyla menjelaskan apa isi hatinya.
Nara tersenyum senang karena itu artinya Keyla memang benar menyukai kakak laki lakinya.
"Dengarkan aku Key, jika kamu menyukainya maka kejar dia. Buat dia mengerti perasaanmu, jangan menyerah Key!! Jika kamu mundur satu langkah akan banyak wanita yang maju untuk mendapatkannya" jelas Nara panjang lebar.
"Apa maksud kamu Ra?" Tanya Keyla.
"Kamu artikan sendiri, sudahlah aku mau mandi kita harus siap siap pergi ke pesta" jawab Nara, kemudian gadis itu meninggalkan Keyla dengan sejuta kebingungan.
Keyla termenung ia mencoba mencerna ucapan Nara.
"Benarkah aku menyukai Noah?" Keyla bertanya kepada dirinya sendiri.
Keyla melepas pakaian itu dan ia pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Saat tiba di dapur Keyla berpapasan dengan Noah.
**Apa ini!! Kenapa tiba tiba jantungku berdetak kencang, biasanya tidak seperti ini** batin Keyla.
"Keong!! Bisakah kamu menyingkir dari hadapanku" kata Noah.
"Bukankah masih ada celah, kenapa harus aku yang menyingkir" ucap Keyla gelagapan.
"Aku dulu yang berada disini, jadi kamu harus minggir" kata Noah sambil mendorong sedikit tubuh Keyla ke samping.
__ADS_1
"Aww kamu kasar sekali, dasar beruang kutub" sahut Keyla, karena tanpa sengaja kakinya terbentur meja makan.
"Kamu yang lambat, dasar keong!!" Balas Noah.
"Berhenti memanggilku keong" sahut Keyla yang tidak suka Noah terus terusan memanggilnya keong.
"Jika kamu pintar bahasa inggris aku akan berhenti memanggilmu keong" jawab Noah kemudian berlalu meninggalkan Keyla yang masih mematung.
"Cihh inikah yang Nara sebut Jodoh, setiap saat aku harus bertengkar dengannya" gumam Keyla sambil menuang minuman di dalam gelasnya.
Setelah itu Keyla kembali masuk ke dalam kamar Nara.
Disana Nara sudah selesai dengan aktifitasnya di kamar mandi, ia sedang bersiap mempercantik dirinya.
"Key kenapa wajahmu?" Tanya Nara.
"Beruang kutub itu selalu membuatku kesal" jawab Keyla.
"Beruang kutub? Siapa yang kamu maksud?" Tanya Nara penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan Noah kakakmu itu" jawab Keyla masih dengan wajah sebalnya.
"Hhahaha sudah sana mandi cepat, jangan cemberut lagi" pinta Nara.
"Hmmmm" dan Keyla pun segera masuk ke dalam kamar mandi.
***
Begitupun dengan Noah, ia sudah terlihat tampan dengan balutan Jas yang senada dengan Keyla.
Senada? Rupanya Noah sudah membeli pakaian yang senada dengan dress Keyla.
Ia pun tampil begitu tampan dan gagah, wajah dingin dan jutek tidak pernah lepas dari paras wajahnya itu.
"Ra bagaimana penampilanku aku tidak yakin dengan dress ini?" Tanya Keyla kepada Nara.
"Waw Key kamu terlihat sangat cantik" puji Nara setelah melihat penampilan Keyla.
"Tunggu ada yang kurang" Nara mengambil sepasang anting di dalam lacinya kemudian memasangkan di telinga Keyla.
"Perfect" ucap Nara sambil mengedipkan Sebelah matanya.
Keyla melihat dirinya di cermin, anting yang ia pakai begitu indah membuat penampilannya terlihat semburna.
"Terima kasih Ra sudah meminjamkan anting yang cantik ini" kata Keyla.
"Tidak masalah Key, kamu ambil saja antingnya aku tidak pernah memakainya" ucap Nara.
"Ra kamu baik sekali, terima kasih" Keyla memeluk tubuh sahabatnya itu, ia tidak menyangka memiliki sahabat sebaik Nara sikapnya tidak jauh berbeda dengan sang bunda.
"Oke oke sekarang kita temui kak Noah, dia pasti langsung terpanah melihat penampilan kita" ucap Nara.
__ADS_1
Mereka pun segera keluar dari kamar untuk menemui Noah yang sudah menunggu di ruang tamu.
"Kakak kita berangkat" ucap Nara.
Noah langsung menatap dua bidadari yang berdiri di hadapannya, Noah sampai lupa cara berkedip saat melihat dua gadis itu berubah menjadi sangat cantik terutama Keyla.
Noah menatap Keyla dari atas sampai bawah benar benar sempurna.
"Hallo kak, apa kamu sedang terpanah oleh pesonaku atau pesona gadis di sampingku ini" ucap Nara membuyarkan lamunan Noah.
"Nara hentikan" ucap Keyla sambil memukul pelan pundak Nara.
"Hahaha kamu malu Key?" Tanya Nara namun Keyla tidak menjawab karena memang ia sudah terlanjur malu.
"Biasa saja, kalian berdua adalah wanita tentu cantik" kata Noah mengalihkan pandangannya.
"Sudah cepat berangkat" Noah berjalan lebih dulu mendahului dua gadis itu.
"Kakak tunggu, temani putri cantik ini kak!!" Teriak Nara dengan nada menggoda.
"Astaga Nara hentikan" bisik Keyla yang menahan malu.
Di dalam mobil Keyla duduk di bangku bagian depan tepat di sebelah Noah, sedangkan Nara duduk di bangku belakang.
Tidak ada obrolan di antara mereka, semua terdiam dengan pikirannya masing masing.
**Jantungku kenapa lagi, hanya melihat Noah setampan ini aku bisa sesak** batin Keyla.
Keyla mengakui jika malam ini Noah terlihat begitu tampan.
Begitupun dengan Noah, pria itu sedikit mencuri pandang.
Ia senang karena Keyla terlihat sempurna dengan baju yang ia pilihkan.
Bagaimana dengan Nara? Dia sedang asik tersenyum menyaksikan kakak dan sahabatnya yang sedang malu malu kucing itu.
"Ehemm kakak kita ke tempat Damar dulu ya" kata Nara memecah keheningan.
"Oke" jawab Noah
Beberapa menit kemudian Noah berhenti disebuah rumah sederhana, itu adalah rumah yang di sewa Damar.
Terlihat Damar sudah menunggu di teras rumahnya.
"Damar" panggil Noah.
"Noah" balas Damar terkejut, karena memang Damar tidak tau jika Noah berada di Negara yang sama dengannya.
Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan.
_______
__ADS_1
happy readingš„°