
Beberapa bulan kemudian....
Waktu berlalu begitu cepat, bulan berganti bulan.
Selama itu pun hubungan yura dan elard baik baik saja, ibu el juga jarang menemui mereka. namun siapa yang tau dengan rencana ibu el bersama sifanya.
Kini usia kandungan yura sudah memasuki 7 bulan.
Dirumah besar itu sedang sibuk mempersiapkan acara 7bulanan untuk yura, para pelayan sibuk memasak dan menata dekorasi di halaman belakang.
Karena banyak yang belum mengetahui pernikahan elard dan yura itu sebabnya tidak banyak tamu undangan yang hadir.
Hanya orang orang tertentu yang elard undang di acara tersebut termasuk axel.
Karena yura sudah tidak bekerja di perusahaan axel maka elard tidak perlu mencemaskan apapun lagi.
"Kamu sudah siap?" tanya elard.
Yura yang memakai baju khusus siraman dengan bunga melati yang melingkar di bahunya.
Serta rambut yang di biarkan terurai dan juga terdapat bunga melati yang melingkar di kepalanya.
"Sudah" jawab yura.
Elard segera menuntun yura untuk menuju halaman belakang, dimana acara akan di selenggarakan. seluruh tamu undangan sudah berada disana, termasuk ibu el dan sifanya.
Tak lupa elard juga membawa dokter pribadinya lengkap dengan peralatannya.
karena setelah prosesi siraman elard akan langsung memeriksakan kandungan yura sekaligus memperlihatkan hasil USG di hadapan tamu undangan melalui layar yang cukup besar.
Semua sudah dipersiapkan sematang mungkin tanpa ada kekurangan.
Elard dan yura kini sudah memasuki halaman belakang, yura yang memang terlihat nampak cantik membuat beberapa orang disana tercengang.
"Istri tuan elard sangat cantik ya"
"Iya. sayang sekali pernikahannya belum di publikasikan"
"Mereka sangat cocok"
Begitulah beberapa pujian yang di lontarkan dari tamu undangan.
Acarapun segera di mulai, ada juga MC yang memandu acara tersebut.
Setelah acara sambutan sambutan selesai kini waktunya prosesi siraman dimulai.
Beberapa orang berbaris untuk mendapatkan giliran memandikan yura.
Dimulai dari Elard, ia menyiram pucuk kepala yura dengan air bunga.
Setelah itu mencium kening yura.
"Semoga kebahagian selalu menyertaimu istriku" ucap elard setelah mencium kening yura.
Mereka yang mendengar itu langsung bertepuk tangan.
kecuali ibu el dan sifanya, mereka hanya terdiam dengan wajah masam.
Dan lagi lagi elard mencium kening pipi dan beralih ke bibir yura yang memang masih basah terkena air.
Dengan lembut elard menghisap bibir yura, mereka semua menundukkan kepalanya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya yura saat elard sudah melepaskan ciumannya.
"Menciummu" jawab elard enteng.
__ADS_1
Sedang yura masih mengatur jantungnya yang mulai tidak beraturan, perasaan malu menyelimutinya. karena moment itu harus di saksikan banyak orang.
**Sepertinya kalian sudah mulai saling mencintai** batin axel.
pria itu merasakan panas dalam tubuhnya, namun ia tidak ingin egois.
Baginya kebahagian yura adalah yang utama.
Kini beralih kepada ibu el, ia menyiram pucuk kepala yura sebanyak 3x.
setelah itu tiba tiba ibu el mengetukkan gayung yang terbuat dari batok kelapa itu di kepala yura.
"Apa yang ibu lakukan!!" ucap elard yang refleks memegangi kepala istrinya.
"Itu adalah adat el, memang seperti itu" jawab ibu el.
"Tapi tidak untuk istriku bu, ibu menyakitinya" sahut elard yang tidak terima dengan tindakan ibunya.
"Tidak apa apa, jika memang itu bagian dari adat aku menerimanya el" sahut yura setenang mungkin.
Kini berganti sifanya yang hendak memandikan yura.
"Kamu tidak perlu melakukannya" sahut elard seraya menahan tangan sifa.
"Biarkan el tidak apa apa" kata yura.
"Baiklah sekali saja" sambung elard.
Sifa pun mengambil segayung air dan menyiramkan kepada yura.
**Andai tidak ada el disini, sudah ku masukkan kepalamu kedalam air** batin sifanya.
Sifanya pun berlalu duduk di samping ibu el.
"Hai el" sapa axel yang menghampiri mereka.
"Tentu silahkan" jawab elard.
Axel pun turut mengambil air dan dengan pelan pelan menyiram pucuk kepala yura.
"Semoga lancar ya" ucap axel yang mengusap kening yura.
"Terima kasih" ucap yura.
"Ehemm..." elard bersuara seolah memberi isarat agar axel menurunkan tangannya.
Acara demi acara pun selesai, elard segera membawa yura untuk berganti pakaian.
Kini yura memakai dres berwarna biru muda dan rambutnya di tata keatas yang semakin menambah kecantikan yura.
Elard kembali membawa yura kembali ke halaman belakang.
Kini saatnya elard mengetahui perkembangan bayi yang masih ada di dalam kandungan yura.
Karena selama 5 bulan terakhir mereka sengaja tidak melakukan USG.
"Ini akan menjadi kejutan untuk kita" kata elard.
"Tuan apa sudah siap?" tanya dokter.
"Sudah" jawab elard.
Yura pun duduk di kursi kusus, ia merebahkan sedikit tubuhnya. dan beberapa pelayan menutupi yura dengan kain agar tubuhnya tidak dilihat banyak orang.
Monitor pun di nyalakan, semua orang disana juga turut penasaran dengan jenis kelamin penerus keluarga Desmon.
__ADS_1
Tidak berapa lama nampaklah sebuah gambar dimana memperlihatkan anak mereka.
"Wow!! apa itu?" tanya salah seorang di antara mereka.
Elard memperhatikan dengan seksama gambar USG tersebut. elard juga tidak paham dengan hasil gambar tersebut.
"Bisa tolong jelaskan?" tanya elard.
Yura pun kembali terduduk dan turut ingin mendengarkan penjelasan dokter.
"Tuan selamat!! Istri anda mengandung bayi kembar" ucap dokter Shania.
"Apa!!" Mereka semua yang berada di sana terkejut.
Elard tiba tiba ambruk, ia terduduk di lantai matanya berkaca kaca seolah tidak percaya akan mendapatkan dua malaikat kecil.
Dengan segera ibu el berlari menghampiri putranya.
"Ibu... ibu dengar tidak? aku akan memiliki dua anak bu" ucap elard yang mulai menitihkan air matanya karena bahagia.
"Iya sayang" ucap ibu el memeluk tubuh putranya.
Yura pun tidak kalah bahagianya, wanita itu turut bersyukur.
"Apa jenis kelaminnya?" tanya ibu el kepada dokter shania.
"Ini sangat luar biasa nyonya, cucu kembar anda berjenis kelamin laki laki dan perempuan, sangat sempurna" jawab dokter shania.
Elard beranjak dan langsung memeluk tubuh istrinya.
"Terima kasih yura, terima kasih kamu sudah menjaga anak kita" ucap elard dengan suaranya yang bergetar.
Sangking bahagianya yura pun turut membalas pelukan suaminya.
Mereka semua larut dalam kebahagian dan juga haru.
Satu persatu tamu undangan bersalaman dan memberikan ucapan selamat kepada yura dan elard.
"Nak selamat ya" ucap ibu el dan memeluk tubuh yura.
"Te..terima kasih bu" ucap yura tidak percaya.
Ibu el memberikan sebuah kotak berwarna merah kepada yura.
"Terimalah ini hadiah dari ibu" ucap ibu el.
Yura membuka kotak tersebut dan sungguh ia terkejut melihat apa isi kotak itu.
Satu set perhiasan yang sangat cantik dan mewah, soal harga tidak perlu di ragukan lagi.
"Ibu ini untukku?" tanya yura.
"Iya nak, itu untukmu" jawab ibu el.
Sebenarnya ibu el ragu ragu memberikan kotak itu, namun setelah mendengar kabar yang sangat membahagiakan ia pun menghilangkan keraguannya. dan memberikan perhiasan itu kepada yura.
"Tante, apa yang tante lakukan?" tanya sifanya setelah mengetahui apa isi kotak tersebut.
"Aku hanya memberinya hadiah, karena sebentar lagi dia akan menjadi ibu dari dua orang anak" ucap ibu el.
Sifanya seolah tak percaya dengan jawaban ibu el.
Pasalnya perhiasan itu adalah perhiasan turun temurun yang sangat mahal dan berharga.
**Seharusnya itu menjadi milikku, apa yang terjadi dengan tante hera?** batin sifanya dengan kesalnya.
__ADS_1
*****
happy reading🥰🥰