Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Penculikan


__ADS_3

Terlihat Elard yang begitu kesal kepada Yura namun untuk sementara ia tidak ingin memperpanjang masalah ini, karena baginya mencari Noah adalah yang utama.


" Kalau begitu kita cari Noah sekarang" ucap Elard.


" Iya ayo El, pakai mobilku saja" Jawab Yura ia menyerahkan kunci mobilnya kepada Elard dan mereka berdua segera masuk ke dalam mobil.


Elard mengemudikan mobilnya secara perlahan dan matanya terus saja fokus menoleh ke kanan dan ke kiri, Seraya mencari Noah begitupun dengan Yura.


di sepanjang perjalanan mereka belum juga menemukan Noah.


KRING..!!!


Suara ponsel Yura berdering, Yura segera mengambil ponselnya yang berada di dalam tas.


Di lihatnya nama Axel tertera dilayar ponsel Yura.


" Axel" ucap Yura pelan.


" Siapa?" tanya Elard.


" Bukan siapa siapa hanya temanku" jawab Yura, wanita itupun menolak panggilannya.


Waktunya sangat tidak tepat jika Yura mengankat panggilan tersebut.


" Yura apa Noah tidak membawa ponsel?" tanya Elard kepada Yura, bagaimana Yura bisa lupa jika sebenarnya putranya itu membawa ponsel.


" Astaga aku lupa El jika Noah membawa ponselnya" ucap Yura.


Dengan cepat Yura kembali membuka ponselnya dan mencari nomor Noah di sana setelah itu Yura melakukan panggilan.


Yura mencoba menelpon nomor Noah namun sampai beberapa kali tidak ada jawaban.


" Bagaimana?" tanya Elard namun Ia tetap fokus menyetir dan memperhatikan sekitar.


" Nomornya aktif tapi lenapa dia tidak mengangkat panggilanku" jawab Yura.


kini wanita itu semakin khawatir dengan keadaan putranya.


Di saat mereka tengah fokus mencari Noah. lagi-lagi ponsel Yura berbunyi, ia langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya ia terkejut ternyata yang menelponnya adalah Noah.


" Noah menelpon" kata Yura sambil menunjukkan ponselnya kepada Elard.


" Cepat angkat" perintah Elard.


" Halo nak kamu ada dimana? Kenapa tiba-tiba menghilang? Bunda sangat mengkhawatirkanmu" ucap Yura saat ia baru saja mengangkat panggilan tersebut.


" Hallo nyonya Yura" jawab seorang pria dari seberang sana.


Yura menjauhkan ponselnya yang sedari tadi ia tempelkan di telinganya.


Yura terkejut mendengar suara seorang pria, dan tentu itu bukan suara putranya.


" Iya.. maaf ini siapa? kenapa ponsel putraku ada padamu?" tanya Yura

__ADS_1


" Nyonya jangan khawatir, putra anda aman bersama kita. tapi jika ingin putra anda kembali segera siapkan uang 500 juta" jawab pria itu yang tak lain adalah seorang penculik.


" Apa!!!" Yura berteriak histeris


" Ada apa?" tanya Elard. pria itu langsung menepikan mobilnya.


Tangan Yura bergetar, ia masih mengenggam ponselnya. karena penasaran Elard langsung mengambil alih panggilan tersebut.


" Hallo siapa ini?" tanya Elard.


Tutt......


Tiba tiba panggilannya terputus, penculik itu telah mematikan panggilannya.


" Yura katakan ada apa? siapa yang baru saja menelpon?" tanya Elard.


" El Noah diculik, yang baru saja menelponku adalah penculik itu ia mengatakan jika Sekarang Noah berada bersamanya dan penculik itu meminta tebusan 500 juta" jelas Yura kepada Elard.


flasback on


Noah sedang asyik memainkan game di ponselnya ia berada di dalam mobil sesuai perintah ibu nya, Noah akan menunggunya di sana.


kemudian Noah membuka jendela mobilnya Karena ia merasa sedikit panas berada di dalam mobil tersebut.


Tanpa disadarinya dua orang pria sedang mengawasinya, pria tersebut berada di dalam sebuah mobil berwarna putih dan terlihat mobil itu seperti mobil tua.


" Bos.. Bos coba lihat di seberang sana ada seorang bocah sendirian. Sepertinya dia anak orang kaya" ucap salah satu pria tersebut Sedangkan pria yang satunya fokus mencari di mana seorang bocah yang dimaksud temannya.


pria-pria tersebut sudah menyusun rencana agar ia bisa membawa Noah tanpa harus ketahuan banyak orang. salah satu pria itu turun dari mobil menghampiri Noah.


" Nak permisi" ucap pria itu.


Noah yang tengah asyik memainkan ponselnya langsung menatap ke arah pria tersebut.


" Ada apa? tanya Noah.


" Bisakah kamu membantu paman?" kata pria itu lagi.


" Maaf tidak bisa" jawab Noah, kemudian ia fokus memainkan ponselnya kembali.


" Tolong nak, anak paman disana sedang kesakitan" bujuk pria itu lagi.


Noah melihat ke arah mobil yang di tunjuk pria tersebut.


" Apa yang bisa kubantu?" tanya Noah.


" Anak paman sedang kesakitan ia berada di mobil saat ini, dia ingin menelpon ibunya tapi kami tidak membawa ponsel. bisakah paman meminjam ponselmu? kamu jangan khawatir kamu bisa ikut bersama paman kesana" ucap pria itu.


Tanpa menaruh curiga sedikit pun Noah langsung menyetujuinya.


" Baiklah" kata Noah.


Noah dan pria itupun berjalan menuju sebuah mobil butut berwarna putih.

__ADS_1


" Dimana anaknya?" tanya Noah saat sudah sampai.


" Didalam.. masuklah" ucap pria itu seraya membukakan pintunya.


Inilah saatnya para penculik itu beraksi, ia langsung merampas ponsel yang digenggam Noah kemudian mengikat tangan Noah ke belakang serta menutup mulutnya agar Noah tidak berteriak.


" Jangan nakal anak kecil, ikut dengan paman ya hahahaha" ucap penculik itu.


mobil butut itu pun melaju ke sebuah gubuk yang berada di tengah hutan sangat sulit dijangkau oleh orang-orang karena letaknya memang cukup terpencil.


Para penculik itu turun dari mobilnya kemudian salah satu dari mereka menggendong tubuh Noah diletakkan Noah di sebuah kursi kemudian kembali tangannya diikat namun kini penutup mulut Noah ia buka.


" Kenapa aku dibawa kemari?" tanya Noah yang sama sekali tidak tahu dimana ia sekarang berada.


" Ini adalah tempat tinggal paman, sekarang beritahu paman berapa nomor orangtuamu?" ucap penculik itu kepada Noah.


Bukannya ketakutan Noah terlihat biasa saja raut wajahnya pun menunjukkan bahwa ia sedang tidak takut pada saat ini.


" Cari saja disana nomer bundaku" jawab Noah.


Noah pun menunjukkan nomor telepon bunda nya, ia terlihat sangat santai dirinya menyadari bahwa pria itu adalah penculik. namun Noah tidak ingin terlihat panik apalagi sampai berteriak histeris karena Noah sangat sering melihat sebuah film yang berada di aplikasi ponselnya.


Iya mengingat suatu film para superhero di mana mereka yang tidak pernah takut melawan orang-orang jahat.


Dan penculik itupun menelpon Yura.


Flasback off.


" Bagaimana ini El?" tanya Yura.


" Rupanya dia ingin bermain main denganku, sudah lama sekali aku tidak menghabisi orang" ucap Elard.


" El kamu kenapa terlihat santai?" tanya Yura yang melihat wajah Elard.


Elard pun membenarkan posisi duduknya kemudian ia menatap kearah Yura.


" Kamu jangan khawatir sayang aku akan segera membawa Putra kita kembali sekarang aku akan mengantarmu pulang ke apartemen, dan tunggu aku disana" kata Elard nampak ia membelai rambut Yura


" Aku akan ikut bersamamu El, aku sangat khawatir" ucap Yura saat ini wanita itu tidak ingin kembali ke apartemennya karena ia sangat khawatir dengan kondisi putranya.


" Dengarkan aku baik-baik Yura, biarkan aku fokus mencari dan membawa Noah kembali kamu tunggu saja di apartemen dan Doakan kami" jelas Elard.


" Baiklah... tapi aku mohon selamatkan Noah".


" Tentu sayang" jawab Elard.


Yura setuju untuk menunggunya di apartemen, karena jika ia ikut bersama Elard itu tidak akan ada gunanya.


Akhirnya pria itu pun membawa Yura kembali ke apartemennya, Sesampai di apartemen Elard langsung pergi ia menelepon Leo dan beberapa anak buahnya. baginya penculik itu bukanlah suatu hal yang besar.


*****


happy reading

__ADS_1


__ADS_2