Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
DF 08


__ADS_3

Keesokan harinya Damar melakukan hal yang sama, setiap pagi pria itu akan berdiri di depan gerbang sekolah Freya, menunggu gadis itu datang.


Meskipun tidak ada respon dari gadis pujaan hatinya, dengan rutin Damar terus menemuinya.


Berharap Freya akan sedikit membuka hatinya.


Damar melakukan hal itu setiap hari, sampai di hari ketujuh pria itu kembali datang menemui Freya di sekolahnya.


"Tolong tutup gerbangnya" kata Damar kepada penjaga sekolah tersebut.


"Kenapa gerbangnya di tutup? Jam pelajaran belum di mulai" tanya penjaga itu.


"Sebentar saja" pinta Damar, kemudian penjaga itu menutup gerbangnya dan hanya memberikan sedikit cela.


Ternyata Damar melakukan itu agar Freya menghentikan mobilnya.


Dari kejauhan Damar melihat mobil Freya sudah tiba.


Freya menghentikan mobilnya.


"Kenapa gerbangnya di tutup?" Tanya Freya kepada penjaga sekolah.


Namun penjaga tersebut tidak menjawab.


"Selamat pagi" sapa Damar mengejutkan gadis itu.


"Kakak!!! Kenapa masih menemui ku?" Tanya Freya.


"Tidak ada larangan untuk aku tidak menemui mu".


"Aku yang melarang! Berhenti menemui ku".


"Kenapa? Kenapa kamu begitu dingin? Apa kamu belum bisa melupakannya?" Tanya Damar.


Freya langsung menatap Damar.


"Siapa yang kakak maksud?".


"Seorang pria yang mungkin sangat kamu cintai... Tidak bisakah kamu melupakannya?"


"Kakak sudah terlalu jauh ikut campur kehidupanku. Ini yang terakhir aku katakan, berhenti menemui ku! Berhenti melakukan ini semua. Aku mohon kak" kini Freya berbicara dengan menatap Damar.


Terlihat jika ucapannya benar benar serius.


**Mata itu... Menunjukkan jika ia benar benar meminta agar aku menjauh** batin Damar.


Damar tidak menjawab, pria itu hanya terdiam dan menatap sorot mata Freya yang tajam.


Namun di pelupuk matanya sudah menggenang air mata, yang sekali saja berkedip maka buliran bening itu akan mengalir.


Tidak bisa, Damar tidak bisa melihat Freya bersedih apa lagi menangis karenanya.


"Buka gerbangnya" perintah Damar kepada penjaga itu lagi.


Gerbang pun terbuka, Damar kembali melihat Freya dan tersenyum.


"Selamat belajar" ucap Damar sambil mengedipkan salah satu matanya.


Freya manarik nafasnya panjang, kemudian ia berbalik dan masuk ke dalam mobilnya.


Dan mobil itu pun berjalan memasuki halaman sekolah.


Damar tidak langsung pergi, ia masih berperang dengan pikirannya.


Baru kali ini Freya memohon kepadanya, memohon agar ia tidak lagi menemui Freya.


Jam pelajaran di mulai, semua murid fokus mengerjakan tugas yang di berikan.

__ADS_1


Namun tidak dengan Freya, gadis itu melamun sambil mencoret coret kertas yang ada di hadapannya.


"Freya! Kenapa kamu tidak mengerjakan soal yang ibu berikan?" Tegur guru yang mengajar di kelas itu.


Guru tersebut menyadari jika selama pelajaran Freya melamun itu sebabnya sang guru menegurnya.


"Ehh maaf bu, tapi saya sudah menyelesaikan semuanya" jawab Freya.


Jawaban Freya berhasil membuat teman-temannya terkejut, waktu masih tersisa banyak namun Gadis itu sudah menyelesaikan tugasnya lebih dulu.


"Benarkah?" Guru tersebut berjalan mendekati meja Freya dan melihat benarkah tugasnya sudah selesai.


Ternyata benar, gadis itu sudah menyelesaikan tugasnya.


"Frey!! Tumben kamu cepat menyelesaikan tugasnya?" Tanya Cindy.


"Mmm entah" jawab Freya sambil menaikkan bahunya tanda bahwa ia juga tidak tau.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 itu tandanya segala kegiatan di sekolah SMA Negeri XX sudah berakhir.


Selesai mengemasi buku bukunya Freya bergegas untuk pulang.


Tubuhnya sangat lelah, seharian mengerjakan tugas tugas sekolah membuat pikiran gadis itu semakin suntuk.


"Besok kita ujian, sepertinya aku akan sibuk belajar, belajar dan belajar" kata Lila mengeluh.


Ujian kelulusan sudah semakin dekat, Freya dan sahabatnya itu akan semakin sibuk dengan soal soal latihan.


Mereka tidak akan ada waktu untuk sekedar keluar bersama.


"Waktu kita sedikit lagi, jadi nikmati saja" sahut Freya.


"Seandainya aku punya otak sepintar dirimu. Pasti aku tidak perlu belajar" jawab Lila.


"Awwww!!!" Lila berteriak karena Cindy memukul kepalanya.


"Iya iya... Aku hanya bercanda" gerutu Lila sambil mengusap kepalanya.


Melihat tingkah ke dua sahabatnya membuat Freya tertawa.


Kemudian tawa itu memudar saat Freya menatap ke arah gerbang sekolahnya.


Biasanya Damar sudah berdiri di sana, memberikan senyuman termanis saat ia melewatinya.


Namun sore ini Freya tidak melihat adanya Damar disana.


"Baguslah, dia memenuhi permintaanku" batin Freya.


Namun sepertinya ada yang salah pada Freya, seharusnya ia senang Damar tidak lagi menemuinya.


Tetapi Freya merasa ada sesuatu yang hilang.


"Frey kita berdua pulang dulu ya" pamit Cindy dan Lila.


"Ehhh oke, sampai jumpa" jawab Freya.


Freya melihat kedua sahabatnya itu sudah pergi dengan mobilnya masing masing, tersisalah Freya sendirian di sana.


Gadis itu berjalan ke arah sebuah pohon yang berada di dekat area parkir.


Freya duduk di bawah pohon tersebut dan mengambil buku dari dalam tasnya.


"Sudah lama aku tidak membuka sosial mediaku" ucap Freya.


Freya melihat ponselnya.

__ADS_1


Astaga ribuan pesan sudah mengantri dan sama sekali belum ia baca.


Freya membuka pesan tersebut, membaca pesan satu persatu.


Ia tertawa saat membaca pesan dari Lila sahabatnya.


[Delapan hari yang lalu]


"Hei kamu dimana? Kenapa tidak ada kabar?? Setelah penjaga sekolah mengusirmu apa kamu langsung bunuh diri?"


"Apa kamu benar benar bunuh diri sehingga tidak membalas pesanku".


Freya tertawa saat membaca pesan tersebut.


"Hahahahaa apa dia sebodoh itu" ucap Freya.


Freya melanjutkan membaca pesan dari teman temannya.


Kemudian ada pesan dari nomer yang tidak di kenal.


Deg!!!!


Melihat nomer itu membuat jantung Freya berdegub kencang, ibu jarinya dengan ragu ragu membuka pesan tersebut.


[Delapan hari yang lalu]


"Apa kamu sedang beristirahat?"


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa tidak membalas pesanku? Apa orang tuamu marah karena kamu tidak sekolah hari ini?"


"Kamu membuatku khawatir"


[Tujuh hari yang lalu]


"Selamat pagi... Aku akan datang ke rumahmu dan bertemu orang tuamu, aku khawatir mereka memarahimu"


"Terima kasih, karena kamu mengijinkan aku untuk menikmati waktu bersama keluargamu".


[Enam hari yang lalu]


"Aku sedikit basah kuyup karena hujan, tapi jangan khawatir. Aku akan baik baik saja... Jadi jangan khawatir😅"


"Ternyata aku sedikit flu, tapi tenang saja aku akan tetap menemuimu".


Freya berhenti membaca pesan itu, ia yakin jika itu adalah Damar.


Freya tersenyum, pesan Damar terlihat sangat lucu baginya.


"Save" Freya menyimpan nomer tersebut, dan memberikan nama Damar disana.


Freya kembali meletakkan ponselnya, ia melanjutkan membaca.


Namun tiba tiba Freya menatap ke arah gerbang sekolahnya.


Hari sudah semakin sore, Freya tetap duduk di bawah pohon itu dengan membaca beberapa buku.


Beberapa jam kemudian.


Freya melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Astaga sudah jam 6, aku harus segera pulang" Freya mengemasi buku bukunya.


Mungkin seseorang yang ia tunggu tidak akan datang.


Freya segera melajukan mobilnya meninggalkan sekolah tersebut.


Jalanan sudah mulai gelap, orang tuanya pasti khawatir karena ia pulang terlambat.

__ADS_1


BRAAKK!!!


_____


__ADS_2