Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Pesona Asisten Leo


__ADS_3

Malam harinya setelah makan malam Yura bersama ibu El duduk di ruang keluarga, mereka saling bercerita.


Dan tak lupa ibu El memberikan sedikit nasehat kepada Yura mengenai kandungan dan bagaimana menjadi seorang ibu.


Yura bahagia akhirnya ibu mertuanya tak lagi memaksa dirinya untuk bercerai dengan Elard.


Semakin hari ibu El semakin perhatian kepadanya.


"Apa El belum mengabarimu?" tanya ibu El kepada Yura.


"Belum bu, sepertinya masih di pesawat" jawab Yura.


Tidak berapa lama terdengar suara wanita yang baru saja masuk ke dalam rumah itu.


"Selamat malam tante" sapa sifanya sambil berlari dan memeluk ibu El.


"Malam sifa" jawab ibu El.


Sifa pun melepas pelukannya dan duduk didekat ibu El.


"Tante ini aku bawakan martabak kesukaan tante" ucap Sifanya sambil menyerahkan kantung makanan kepada ibu El.


Ibu El menerima dan membuka kotak tersebut.


"Terima kasih ya sifa" kata ibu El, dan Sifanya tersenyum.


"Yura apakah kamu mau?" tawar ibu El.


"Untuk ibu saja" jawab Yura.


Sifa mencoba mengalihkan perhatian ibu El agar mengobrol dengannya.


Sedangkan Yura hanya diam dan mendengarkan mereka.


Beberapa menit kemudian seorang pelayan bernama Susi membawakan teh hangat untuk Sifanya, karena ibu El tadi sempat menyuruhnya.


Pada saat akan meletakkan teh tersebut, dengan sengaja Susi menyiramkan teh itu ke arah Yura.


"Aaawww..." teriak Yura karena kepanasan.


"Maaf nona saya tidak sengaja" ucap Susi.


"Kenapa kamu tidak hati hati!!" tegur ibu El.


"Maaf saya tersandung nyonya saya tidak sengaja" jelas Susi.


Yura membersihkan sisa sisa teh yang menempel di kakinya menggunakan tisu.


"Aku kekamar dulu bu" ucap Yura.


Akhirnya Yura segera pergi menuju kamarnya.


Wanita itu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


"Untung tidak terlalu panas" gumam Yura.


Setelah beberapa menit akhirnya Yura sudah selesai dengan aktifitasnya.


Ia keluar dari kamar mandi dan duduk di Sofa.


Yura terduduk dan melihat ke arah jendela.


"Malam ini aku merasa kesepian El" ucap Yura.


Ia kembali teringat akan keberadaan suaminya.


Baru tadi pagi Elard pergi kini Yura sudah merasakan rindu yang teramat sangat.


"Lebih baik aku tidur, semoga besok dia akan menelponku" Ucap Yura.


Yura langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia mengusap usap bantal milik suaminya.


Dan akhirnya Yura pun terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Di bawah Sifanya masih mengobrol dengan ibu El.


"Tante.. sepertinya tante sudah mulai dekat dengan wanita itu?" tanya Sifanya.


"Tentu, dia kan istri El dan ibu dari cucu cucuku" jawab ibu El, tanpa ia sadari itu membuat Sifanya merasa marah di dalam hatinya.


"Tapi tante tidak lupa kan. setelah bayi itu lahir tante akan menikahkan aku dengan El" kata Sifanya mengingatkan wanita paruh baya itu.


Ibu el nampak terdiam dan berfikir, saat ini wanita itu hanya memikirkan kebahagian anak semata wayangnya dan calon cucunya.


"Tante" ucap Sifanya, membuyarkan lamunan ibu El.


"Sifa.. tante minta maaf, tante tidak bisa memaksakan Elard lagi dia sangat mencintai Yura" jawab Ibu El berharap Sifanya akan ikhlas untuk menerimanya.


"Tapi kamu jangan khawatir, tante tetap akan menganggap kamu seperti anak tante, kamu bebas main kerumah tante kapanpun" sambung ibu El.


"Ucapan tante benar benar menyakitiku" sahut Sifanya.


Sifanya langsung beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ibu El.


Sifanya pergi dengan perasaan marah di hatinya.


"Lihat saja kamu perempuan ******. aku akan mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku" umpat Sifanya dan segera masuk ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah Elard.


**


Pagi hari yang cerah ini, Yura sudah membersihkan tubuhnya, ia sudah rapi karena akan segera bertemu dengan temannya, siapa lagi kalau bukan Jeny.


Yura dan Jeny akan bertemu di sebuah cafe.


Rencananya Jeny juga akan menemani Yura untuk berbelanja kebutuhan calon bayinya.


Yura segera turun dan menemui ibu mertuanya.


"Selamat pagi ibu" sapa Yura.


"Pagi nak" jawab ibu El.


Yura segera menghampiri ibu El dan duduk di sebelahnya.


"Kamu jadi keluar?" tanya ibu El.


"Jadi bu" jawab Yura.


Berhubung hari ini adalah hari minggu jadi Yura akan di antar Oleh Leo.


Setelah selesai sarapan Yura berpamitan kepada ibu El.


"Hati hati nak" ucap ibu El.


"Iya bu" jawab Yura.


Yura masuk kedalam mobil dan Leo menjalankan mobilnya menuju cafe MAX.


Sesekali Yura menatap ponselnya, melihat apakah ada kabar dari suaminya.


"Pak leo kira kira perjalan ke Amerika berapa jam ya?" tanya Yura.


"Kurang lebih 18 Jam nona" jawab Leo.


Yura mulai menghitung keberangkatan Elard.


"Seharusnya dia sudah sampai jam 3 dini hari tadi. sepertinya dia sedang tidur" Ucap Yura.


"Benar nona, bodyguard yang menjaga tuan mengatakan jika tuan sudah sampai dan langsung beristirahat" jelas Leo.


"Syukurlah dia sampai dengan selamat" sahut Yura.


Setelah 15 menit akhirnya mereka sudah sampai di cafe tersebut.


Leo membukakan pintu untuk Yura, wanita itu pun segera turun.


"Nona maaf tapi saya harus terus menemani anda" ucap Leo karena itu merupakan perintah dari Elard.

__ADS_1


"Iya tidak masalah" ucap Yura.


Yura dan Leo masuk ke dalam cafe tersebut, dan mencari keberadaan Jeny yang sudah menunggunya sedari 5 menit yang lalu.


Akhirnya Yura melihat Jeny tengah terduduk di meja bagian pojok dekat cendela, Jeny tengah sibuk memainkan ponselnya.


Yura pun menghampirinya.


"Hai Jeny" ucap Yura.


"Hai beb" jawab Jeny dan mereka saling berpelukan.


Sedangkan Leo duduk di meja lain namun tak jauh dari Yura, karena bagaimana pun Leo ingin menjaga privasi Yura.


Seorang pelayan datang menghampiri meja yura dengan membawa buku menu di tangannya.


"Silahkan nona" ucap Pelayan itu seraya memberikan buku menu kepada yura.


Setelah mencatat pesanan Yura dan Jeny pelayan itu pun pergi untuk menyiapkan pesanannya.


"Bagaimana usahamu?" tanya Yura memulai obrolannya.


"Alhamdulillah lancar beb, kamu tau tidak kemarin aku dendapatkan Big order" ucap Jeny sangat bersemangat.


"Wow benarkah?" tanya Yura lagi.


"Iya beb benar, dan lebih mengejutkan lagi ternyata yang memesannya ibu dari Axel" jawab Jeny.


"Axel? " tanya Yura memastikan.


"Iya Axel pria kulkas itu" jawab Jeny.


Yura pun tertawa mendengarkan ucapan temannya itu.


Jeny menceritakan semua mengenai Axel dan juga ibunya.


Sampai tidak terasa Pesanan mereka telah tiba.


Pelayan meletakkan minuman dan beberapa cemilan di atas meja yura.


Dengan sigap Leo langsung menghampiri dan memperhatikan minuman serta cemilan yang di bawa pelayan tersebut.


"Semuanya aman kan?" tanya Leo kepada pelayan itu.


"Tidak perlu khawatir tuan, semuanya aman" jawab pelayan itu.


Pelayan itu segera pergi meninggalkan mereka.


"Silahkan nona dilanjutkan" ucap Leo, pria itu kembali duduk di tempatnya lagi.


Sedangkan Jeny memperhatikan Leo.


"Dia siapa? kenapa begitu perhatian kepadamu?" tanya Jeny sedikit berbisik.


"Dia Asisten Elard, dia yang akan menjagaku selama suamiku pergi ke Luar Negeri" jawab Yura yang juga berbisik.


"Woww keren beb, dia sangat tampan lebih tampan dari pria kulkas itu. kamu sangat beruntung memiliki suami seperti tuan Elard" ucap Jeny.


Yura hanya tertawa kecil melihat tingkah temannya itu.


Sedangkan Jeny sekilas membayangkan ia menjadi seperti Yura.


Memiliki Suami tampan dan kaya, serta sangat mencintainya.


"Bahagianya...." ucap Jeny yang tidak sadar dengan apa yang baru saja di ucapkannya.


"Kenapa jen?" tanya Yura.


"Eh tidak tidak" sahut Jeny setengah malu.


*****


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2