
Terlihat tamu undangan sedang menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
Ada juga yang berfoto bersama mempelai yang sedang berbahagia itu.
Hari semakin malam, beberapa tamu undangan sudah mulai meninggalkan aula pernikahan tersebut.
"By aku tinggal sebentar ya, aku ingin menemui rekan kerjaku" ucap Noah.
"Iya Noah" kemudian Noah turun dari atas pelaminan untuk menemui beberapa rekan kerjanya.
Sedangkan Keyla ia duduk sendirian di atas pelaminan tersebut, sesekali gadis itu melihat suaminya yang sedang berbincang dengan rekan kerjanya.
"Aww...." Tiba tiba Keyla merintih kesakitan, ia merasakan sakit pada area perutnya. Keyla memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.
"Kenapa perutku tiba tiba sakit" gumam Keyla yang masih merintih kesakitan.
Bahkan pandangan Keyla sudah mulai buram
Ia mencoba memanggil Noah dengan suara lirihnya.
Namun suara lagu serta banyaknya tamu undangan membuat Noah tidak bisa mendengar teriakan istrinya itu.
"Dimana Noah, pandanganku buram sekali" kata Keyla.
Keyla tidak mempu lagi menahan sakit pada perutnya.
Gadis itu meringkuk di tempat duduknya.
Bruk...!!!
Keyla pinsan, dan Joy yang melihat itu langsung berlari menghampiri Keyla yang sudah tergeletak di tempat duduk panjangnya itu.
"Keyla..." Teriak Joy.
Semua orang yang berada di sana langsung mengalihkan pandangannya kepada Joy yang sudah berlari naik ke atas pelaminan.
Begitupun dengan Noah.
"Keyla... Bangun Key kamu kenapa?" Tanya Joy.
Joy mencoba membangunkan gadis itu, namun Keyla tak kunjung sadarkan diri.
Noah terbelalak melihat istrinya yang pingsan, di tambah lagi Joy yang berada di dekat istrinya dan berusaha menyadarkan gadis itu.
Noah pun segera berlari ia sedikit mendorong tubuh Joy untuk menjauhi Keyla.
"By... Kamu kenapa?? Baby bangunlah" ucap Noah.
Noah meletakkan kepala sang istri di pangkuannya.
"Nak kenapa dengan Key??" Tanya Yura yang juga panik.
"Aku tidak tau bunda, aku melihat Key sudah pingsan" jawab Noah.
Elard segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk menyiapkan mobil pribadi mereka.
__ADS_1
"Lebih baik kita bawa Key kerumah sakit sekarang!" Kata Elard.
Tanpa berpikir lagi, Noah langsung mengangkat tubuh mungil istrinya itu.
Joy yang masih berdiri di sana sesungguhnya sangat khawatir, namun ia bukan siapa siapa untuk Keyla.
tetapi Joy sangat khawatir, akhirnya Joy memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang.
Noah memasukkan tubuh istrinya di dalam mobil, tepatnya di bangku belakang bersama dirinya.
Dan Elard lah yang mengemudikan mobilnya.
Sedangkan Nara dan Yura naik ke mobil yang lain.
***
Mereka sudah sampai di rumah sakit, Noah kembali membawa tubuh istrinya itu masuk ke dalam rumah sakit.
Terlihat Noah sangat khawatir, karena wajah Keyla yang sudah benar benar pucat.
Kini Keyla sudah berada di ruang UGD, mereka semua menunggu di luar ruangan dengan perasaan gelisah.
"Noah... Apa sebelumnya Keyla mengeluhkan sakit atau semacamnya?" Tanya Yura.
"Tidak bunda, dia baik baik saja. Aku sendiri tidak tau kenapa tiba tiba Key pingsan seperti ini" jawab Noah.
Joy sudah sampai di rumah sakit yang sama, kemudian Joy duduk di bangku yang sedikit jauh dengan keluarga Noah.
Noah mondar mandir di depan ruangan tersebut.
Karena cukup lama namun belum ada satu dokterpun yang keluar dari ruangan tersebut.
"Dok bagaimana dengan istri saya, apa yang terjadi kepadanya?" Tanya Noah.
Dokter itu terlihat ragu untuk menyampaikan kabar mengenai Keyla.
"Jawab Dok!" Perintah Noah sedikit menaikkan nada suaranya.
"Begini tuan... Sebanarnya istri anda saat ini sedang hamil 2 minggu" tutur dokter tersebut. Semua orang yang berada di sana terkejut dengan penjelasan dokter itu.
"Apa!! Benarkah istri saya hamil??" Tanya Noah memastikan dan dokter tersebut mengangguk.
Noah sangat bahagia mendengar kabar jika istrinya itu sedang mengandung.
Noah memeluk kedua orang tuanya serta adiknya, pria itu sangat bahagia.
"Selamat ya nak" ucap Yura dan Elard bergantian.
"Selamat kakak! Akhirnya aku akan segera memiliki keponakan" ucap Nara antusias, semuanya merasa sangat bahagia pada saat ini.
"Tapi tuan ada kabar buruk tentang istri anda" sambung dokter itu lagi yang berhasil membuat Noah memudarkan senyumannya.
"Ada apa dengan menantu saya dok?" Tanya Yura.
"Kandungan istri anda sangat lemah, di usianya yang masih sangat muda membuat rahim nona Keyla belum siap menerima keberadaan janin tersebut. Jika terus di pertahankan maka itu tidak akan baik untuk kondisi nona"
__ADS_1
"Nona Keyla akan merasakan sakit setiap saat selama mengandung" sambung dokter tersebut.
Bagaikan di sambar petir, kebahagian Noah tiba tiba hilang seketika saat mengetahui kondisi sang istri.
"Lantas bagaimana solusinya? Adakah obat atau semacamnya?" Tanya Noah.
"Jalan satu satunya dengan cara operasi, dan tentu anda akan kehilangan calon bayi anda" jelas dokter tersebut.
"Tidak dok!!! Itu tidak mungkin" ucap Noah.
Tubuh Noah terasa lemas seketika, ia tidak mampu menopang kakinya sendiri setelah mendengar kenyataan pahit yang menimpa istrinya.
Yura membawa Noah untuk duduk di bangku yang berada disana dan mencoba menenangkan putranya itu.
"Tuan kalau begitu saya permisi, silahkan anda berfikir keputusan apa yang akan di ambil" ucap dokter tersebut kemudian berlalu pergi.
"Bunda bagaimana ini?? Aku tidak ingin kehilangan calon anakku, tapi aku juga tidak ingin melihat Key menderita" ucap Noah lirih.
Pria itu tidak mampu menahan air matanya, untuk pertama kalinya pria itu merasakan hancur dalam dirinya.
Elard tau bagaimana rasanya kehilangan, karena ia pernah merasakan hal itu saat Yura mengandung anak ke tiganya.
"Sabar nak, kita harus berfikir dengan keadaan tenang" ucap Yura yang terus memeluk tubuh putranya itu.
Di sudut lain Joy juga sangat terpukul mendengar keadaan Keyla saat ini.
Ia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Keyla, dan semoga saja Noah bisa mengambil keputusan yang tepat.
"Bunda aku ingin menemui Key sekarang" ucap Noah.
"Iya nak, masuklah" jawab Yura membiarkan putranya itu lebih dulu masuk dan melihat istrinya.
Dengan langkah gontai nya Noah memasuki ruangan tersebut.
Dilihat istrinya yang masih belum sadarkan diri serta baju pengantin yang masih menempel di tubuh istrinya itu. Selang infus yang menempel pada lengan Keyla serta beberapa peralatan yang lain membuat Noah tidak tega melihat istrinya tersebut.
Noah berjalan mendekati Keyla, dan ia duduk di bangku yang berada di sebelah ranjang tersebut.
Entah Key sudah tau atau belum jika dirinya sedang hamil.
"Baby sadarlah, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan saat ini. Apa kamu tahu di dalam rahimmu ini ada anak kita" ucap Noah.
Pria itu mengelus perut istrinya yang masih rata. bagaimana mungkin ia bisa memilih salah satu dari keduanya.
Kini mereka berdua sama sama sangat berarti untuk Noah.
Noah menitihkan air matanya berkali kali, kenapa di saat mereka bahagia selalu saja ada masalah yang melanda, membuat kebahagiaan itu sirna seketika.
"By bangunlah... Aku mohon bangunlah aku tidak tau apa yang harus aku lakukan" ucap Noah lagi.
Noah merasa marah kepada dirinya, seharusnya ia tidak terburu buru menanamkan benihnya di dalam rahim sang istri.
Noah sendiri tidak menyangka hal buruk ini terjadi kepadanya.
Noah beranjak dari duduknya dan ia memukul dinding ruangan tersebut berkali kali.
__ADS_1
Kemeja yang tadinya rapi kini terlihat lusuh, bahkan wajah Noah terlihat sangat menyedihkan.