Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 11


__ADS_3

Mobil Mike tiba tiba berhenti di pinggir jalan, Mike turun dan segera berlari ke arah taman di pusat kota.


Tidak tinggal diam, Noah pun turut turun dari mobilnya dan segera berlari mengejar Mike.


Jarak mereka semakin dekat, Noah pun mengambil pistol dari belakang tubuhnya dan mengarahkannya kepada Mike.


Tidak pernah terpikirkan oleh Noah untuk melakukan hal ini.


Sekali saja Noah belum pernah menggunakan pistol terlebih lagi untuk menyakiti seseorang.


Dengan nafas yang sudah mulai tersenggal senggal akhirnya Noah pun melepaskan pelatuk tersebut.


Peluru itu berhasil mengenai Mike, seketika pria itu tersungkur di tanah.


Menahan rasa panas dan sakit yang melanda punggungnya.


"Apa aku harus menghabisi nyawamu sekarang juga?" Tanya Noah yang berdiri tepat di samping Mike.


Mike terkapar, ia sulit menggerakkan tubuhnya.


"Siapa kamu? Kenapa kamu ikut campur urusanku?" Bukannya menjawab, Mike malah bertanya balik.


"Aku Noah Desmon, putra dari Elard Desmon" jawab Noah dengan tatapan tajam.


Mike terbelalak saat mengetahui jika pria yang berdiri di dekatnya adalah anak dari musuhnya sendiri, pantas saja wajahnya begitu mirip dengan Elard.


"Hahahaha jadi kamu adalah putra dari pria payah itu, kamu sama saja dengan ayahmu. Sama sama pengecut!!" Kata Mike dengan nafas yang sudah mulai kesusahan.


"Ayahmu adalah pria bodoh yang pernah aku temui" sambung Mike.


"Hentikan!! Atau aku akan benar benar menghabisimu" sahut Noah.


"Hahahah lakukan saja nak, anak manis sepertimu belum berpengalaman. Habisi aku jika kamu bisa" tawa Mike membuat Noah semakin naik pitam.


Noah mengeratkan rahangnya, dan satu tangan ia kepalkan.


Namun sepertinya itu tidak membuat Mike takut.


Mike semakin tertawa, tawanya terdengar sangat mengerikan.


Tanpa Noah sadari, Mike pun mangambil pistol miliknya yang tergeletak di bawah kaki Noah.


Perlahan tapi pasti, pistol tersebut sudah berada di genggaman Mike.


"Jika bukan ayahnya, maka cukup putranya saja yang mati" gumam Mike.


DOORR!!!


Terlambat, lebih dulu Noah yang menarik pelatuk tersebut.

__ADS_1


Ia berhasil membuat jantung pria itu mulai berhenti berdetak.


"Apa yang sudah aku lakukan" ucap Noah.


Seketika pistol yang di genggamnya sedari tadi pun terjatuh.


Noah memeriksa denyut nadi Mike, tapi pria itu sudah tidak bernyawa lagi.


"Aku sudah menghabisinya" ucap Noah lagi.


Bagaimana jika Keyla tau bahwa dirinya telah menghabisi seseorang.


Tubuh Noah mulai lemas, ia terduduk di samping tubuh Mike yang terus mengeluarkan bayak darah.


"Kamu sudah melakukan hal yang benar nak" ucap seorang pria yang berdiri di belakang Noah.


"A...ayah" ucap Noah saat melihat ayahnya lah yang berada disana.


Elard terjongkok dan ia memeluk putranya.


"Kamu adalah putraku, apa yang kamu lakukan sudah benar nak. Jangan menyesalinya" kata Elard lagi.


**Kebodohanku adalah membiarkanmu hidup, seharusnya aku sudah mengirimmu ke neraka lebih dulu** batin Elard sambil terus melihat Mike yang sudah tidak bernyawa.


Elard menyesal karena hanya menjebloskan pria itu ke dalam penjara, entah kapan pria itu telah bebas.


Kini Elard harus memikirkan keadaan Rangga dan anak anaknya.


"Kalian urus pria ini, dan segera laporkan ke kantor polisi. Aku tidak ingin jika putraku harus di salahkan dalam kasus ini" perintah Elard.


"Baik tuan, kami akan segera mengurusnya" jawab salah satu dari anak buah Elard.


"Ayo nak kita kerumah sakit sekarang"


"Tapi ayah, bagaimana jika Keyla tau aku sudah menghabisi seseorang?" Tanya Noah.


Jujur saja Noah masih cemas dengan istrinya, ini adalah kali pertama Noah menghabisi nyawa seseorang.


"Ayah akan menjelaskannya, kamu tidak salah. Kamu sudah melakukan hal yang benar" jawab Elard.


"Baiklah ayah".


Akhirnya Elard kembali membawa Noah untuk pergi kerumah sakit bersamanya.


***


Di rumah sakit Nara terus saja menangis. bukan hanya Nara , Nenek Rangga pun juga menangis.


Rangga sedang di tangani oleh dokter, untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dadanya.

__ADS_1


Hari bahagianya kini berubah menjadi kesedihan.


Belum sempat melanjutkan ikatan sucinya, Rangga harus merelakan dirinya menerima serangan dari orang yang sama sekali tidak ia kenal.


"Bunda bagaimana jika Rangga tidak selamat?" Tanya Nara dengan tangisan yang terus mengalir.


"Jangan bicara seperti itu nak, sekarang tugas kita adalah mendoakan Rangga" jawab Yura sambil memeluk putrinya.


"Iya nak, apa yang di katakan bundamu benar. Tugas kita sekarang adalah mendoakan Rangga" sahut bibi Rangga.


Nara tidak memperdulikan penampilannya lagi, baju pengantin yg ia gunakan sudah penuh dengan air matanya.


Ia hanya berharap Rangga selamat dan segera membaik.


"Noah" ucap Keyla saat melihat suaminya berjalan bersama ayah mertuanya.


Keyla melihat beberapa noda darah yang menempel di kemaja Noah.


"Sayang, kamu baik baik saja kan? Beri tahu aku apa kamu terluka?" Tanya Keyla panik.


"Aku baik baik saja Baby, diamana Elena?"


"Dia bersama bibi Nita dirumah" jawab Keyla.


"Lalu... Darah siapa yang menempel di bajumu ini?" Tanya Keyla lagi.


Noah tidak langsung menjawab, ia masih menatap ke arah ayahnya.


"Key, ayah akan menjelaskannya di rumah nanti. Yang terpenting saat ini Noah baik baik saja" jelas Elard.


Ia tidak ingin menjelaskan lebih jauh lagi, karena yang terpenting saat ini adalah kondisi Rangga.


Keyla pun memeluk Noah, ia bersyukur kali ini suaminya baik baik saja.


Noah pun membalas pelukan itu, berada di pelukan Keyla membuat pria itu merasa lebih tanang.


Hampir 3 jam lamanya, dokter belum juga keluar dan memberikan kabar bagaimana kondisi Rangga.


Itu semakin membuat Nara merasa khawatir.


"Permisi Tuan dan Nyonya, operasi tuan Rangga sudah berjalan dengan lancar" ucap dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi tersebut.


Mereka semua segera beranjak dan menemui dokter tersebut.


"Apa saya bisa melihatnya?" Tanya nenek Tina.


"Kami akan memindahkan tuan Rangga terlebih dahulu, setelah itu kalian bisa melihatnya" jawab Dokter itu.


Mereka cukup lega setelah mengetahui operasi Rangga berjalan dengan lancar, dan dokter juga mengatakan jika saat ini kondisi Rangga sudah baik baik saja.

__ADS_1


_____


happy reading🥰🥰


__ADS_2