
Beberapa hari kemudian.
Pagi ini keadaan Rangga sudah lebih baik, ia pun di ijinkan untuk pulang.
Karena sudah menikah, tentu Rangga akan tinggal bersama Nara di rumah keluarga Desmon.
Kebetulan kakek dan nenek Rangga juga sudah pulang ke kampung halamannya.
Nara mengemasi barang barangnya selama ia menemani Rangga di rumah sakit.
"Nara, apa kamu butuh bantuanku?" Tanya Rangga.
"Tidak perlu Ga, kamu cukup duduk saja disana" jawab Nara sambil terus mengemasi barang barang tersebut.
Akhirnya Ranggapun hanya bisa menyaksikan istrinya itu mondar mandir sendirian.
Tidak lama Elard dan Yura datang.
"Apa semua sudah siap nak?" Tanya Yura kepada Nara.
"Sedikit lagi bunda, dimana kakak?" Tanya balik Nara, karena ia hanya melihat kedua orang tuanya saja yang datang.
"Noah sedang bekerja, sedangkan Keyla harus pergi kekampus jadi terpaksa hanya kami berdua yang menjemputmu" jawab Yura.
Kini semua sudah siap, Nara mendorong kursi roda Rangga melewati lorong rumah sakit.
Sepanjang berjalan Rangga terus saja memegangi tangan istrinya yang sedang mendorong kursi roda miliknya.
Rangga merasa tidak tega, karena setelah menikah Nara harus merawat dirinya yang sedang sakit.
Namun Nara tidak pernah mengeluh, ia merawat Rangga dengan tulus. Itulah yang membuat Rangga semakin hari semakin menyayangi Nara.
Sesampainya di parkiran Elard membantu Rangga untuk masuk ke dalam mobil.
"Terima kasih ayah" ucap Rangga.
Setelah menikahi Nara, Rangga pun tidak ragu ragu lagi untuk memanggil Elard dengan sebutan ayah.
Mobil pun melaju meninggalkan Rumah sakit.
***
Di kantor, Noah sedang sibuk dengan banyaknya dokumen di hadapannya.
Maklum saja, beberapa hari ini ia harus mengurus pekerjaannya hanya berdua dengan sekretaris pribadinya karena Rangga sedang sakit.
Biasanya Ranggalah yang selalu cekatan membantu pekerjaannya.
"Aagghh!!! Otakku hampir pecah, kenapa laporannya sama sekali tidak sesuai. Apa yang di lakukan Sisil selama ini!!" Kesal Noah, karena beberapa hari ini laporan yang di kerjakan Sisil banyak yang salah.
Noahpun segera menghubungi Sisil, dan meminta agar gadis itu segera ke ruangannya.
Terdengar dari nada suara Noah yang sedang marah, akhirny Sisil segera bergegas berjalan menuju Ruangan Noah.
"Permisi tuan" Sisil memasuki ruangan tersebut.
"Duduk!" Perintah Noah, dan Sisil pun segera duduk di kursi tepat di depan Noah.
Sisil tau jika Bossnya itu sedang marah, karena terlihat jelas di wajahnya.
__ADS_1
Jika dalam hal pekerjaan Noah selalu tidak pernah main main, sekalipun dia sekretaris pribadinya saat ia melakukan kesalahan maka dengen terang terangan Noah akan memarahinya.
Noah menyerahkan beberapa dokumen di depan Sisil.
"Lihatlah!!! Laporan ini semuanya salah, kenapa akhir akhir ini pekerjaanmu tidak ada yang beres!" Kata Noah.
"M...maaf tuan, saya akan segera memperbaikinya" kata Sisil tertunduk.
"Bukankah kemarin kamu juga mengatakan hal yang sama!" Sahut Noah.
Entahlah, akhir akhir ini Sisil seperti tidak fokus dalam pekerjaannya.
Biasanya ia sangat bisa di andalkan dengan kemampuannya.
Namun beberapa hari ini, pekerjaan Sisil cukup berantakan.
"Saya janji ini yang terakhir saya melakukan kesalahan tuan" kata Sisil.
"Pergi!! Dan perbaiki semua, aku ingin siang nanti laporan ini sudah ada di mejaku dan tidak ada lagi kesalahan" perintah Noah.
"Baik tuan, saya permisi" Sisil pun mengambil berkas berkas tersebut dan segera keluar dari ruangan Noah.
Noah menyandarkan punggungnya, dan ia melonggarkan dasi yang sedari tadi melingkar di lehernya.
Noah menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Huhhhf"
Tidak lama Sisil keluar dari ruangannya, terdengar pintu ruangan itu terbuka kembali.
"Bisakah sebelum masuk mengetuk pintu terlebih dahulu!" Sahut Noah.
Sedangkan Noah tidak melihat siapa yang baru saja membuka pintu tersebut.
"Maaf... Kalau begitu aku akan pergi" ucap seorang wanita yang berdiri di sampingnya.
Seketika Noah membuka matanya saat ia mengetahui siapa pemilik suara tersebut.
Noah menatap ke arah wanita yang berdiri di sampingnya.
"Baby kamu disini" kata Noah terkejut.
Noah melihat Keyla datang bersama Elena putri kecilnya itu.
"Iya, tapi sepertinya aku telah mengganggumu. Kalau begitu aku pulang saja" ucap Keyla dan langsung berbalik hendak keluar dari ruangan itu.
Noah langsung beranjak dan menahan istrinya.
"By tunggu!! Maaf aku tidak tau jika itu kamu, jangan pergi aku sangat membutuhkanmu" ucap Noah sambil memeluk tubuh Keyla dari belakang.
"Benarkah?? Lalu kenapa kamu terlihat kesal?" Tanya Keyla.
"Ini semua karena pekerjaan By, maafkan aku" jawab Noah.
Noah membawa istrinya duduk di sofa yang berada diruangan tersebut.
"Haii anak papa yang cantik" Noah menyapa Elena yang sedari tadi di gendong Keyla.
Pria itu pun mengambilnya dari gendongan sang istri.
__ADS_1
Setelah melihat istri dan anaknya, seketika rasa lelah Noah hilang.
Amarahnya pun mulai menyurut, Keyla benar benar datang di saat yang tepat.
"By, bukankah kamu kuliah? Kenapa kamu bisa kemari?" Tanya Noah.
"Tidak ada mata kuliah lagi sayang, jadi aku memutuskan untuk menemuimu dan membawa Elena kemari" jawab Keyla.
"Apa sopir yang mengantarmu?" Tanya Noah lagi dan Keyla mengangguk.
Noah sangat bahagia dengan kedatangan Elena di kantornya.
"Baby, aku ingin berjalan jalan bersama Elena di bawah. Apa kamu mau ikut?" Tanya Noah lagi.
"Tidak sayang, aku akan menunggu disini saja" jawab Keyla.
Akhirnya Noah pun hanya pergi bersama Elena, ia ingin memperkenalkan putrinya itu kepada seluruh staf di kantornya.
Kini Noah sudah mahir menggendong Elena yang masih kecil itu, ia sudah tidak takut lagi.
setelah keluar dari lift banyak pasang mata yang menatap ke arah Noah.
"Apakah itu putri tuan Noah?"
"Sepertinya begitu, lihat saja wajahnya sangat mirip dengan Nyonya Keyla"
"Kapan aku punya suami seperti tuan Noah, dia benar benar sempurna"
"Tuan Noah sangat cocok menjadi papa muda"
Begitulah bisik bisik para staf yang melihat Noah menggendong Elena.
Mereka sangat kagum dengan Noah, di usianya yang muda Noah mampu menjadi seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya.
Sepanjang Noah berkeliling di dalam kantor itu, seluruh staf wanita tidak bisa mengalihkan pandangannya kepada Noah.
terutama kepada Elena yang terlihat sangat menggemaskan.
"Tuan anda disini?" tanya Sisil.
Kebetulan Sisil baru saja selesai mengcopy beberapa laporan.
"Hmmm" jawab Noah, namun pandangannya masih fokus kepada Elena.
"Maaf tuan, apa anda butuh sesuatu?" tanya Sisil lagi.
"Tidak! aku hanya sedang berjalan jalan dengan putriku, lihatlah bukankah dia sangat lucu" ucap Noah.
**Apa aku tidak salah lihat? bukan kah tadi tuan Noah marah besar, kenapa tiba tiba berubah menjadi sangat baik dan tidak terjadi apa apa** batin Sisil heran.
"I...iya tuan, Nona kecil sangat cantik dan mirip dengan Nyonya Keyla" ucap Sisil memberikan pujian.
"Ahh iya aku hampir lupa, siapkan minuman dan beberapa cemilan. antarkan ke ruanganku dan berikan kepada istriku!" perintah Noah.
"Baik tuan, selain itu apakah ada lagi?" tanya Sisil.
"Tidak" jawab singkat Noah, kemudian berlalu meninggalkan Sisil.
"Hufhhh syukurlah tuan tidak marah marah lagi, sepertinya karena Elena suasana hati tuan berubah" gumam Sisil.
__ADS_1
______
happy readingš„°