Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Mengetahui Kebenaran


__ADS_3

"Syukurlah akhirnya Axel bisa bertindak bijak" ucap Yura.


"Iya nona benar, tapi bagaimana sekarang keadaan tuan Elard?" tanya Leo.


hampir saja Yura lupa jika Elard sudah sadar karena dia sedang asyik mengobrol dengan Leo.


" Elard sudah sadar kebetulan pesananku juga sudah siap, kita bisa menemuinya bersama" ucap Yura kepada Leo


" Baik nona" jawab Leo mereka berdua pun berjalan bersamamu menuju ruangan Elard.


Tapi sebelum mereka sampai di ruangan Elard tiba tiba ponsel Leo berdering.


"Nona maaf kan saya, hari ini belum bisa menemui tuan karena baru saja sekertaris Fira menelpon jika ada sedikit masalah dikantor. jadi saya harus segera mengatasinya" jelas Leo setelah mengangkat panggilannya.


"Tidak masalah Le, aku akan sampaikan kepada Elard" akhirnya Leo kembali ke kantornya, sedangkan Yura langsung masuk ke ruangan Elard.


Saat baru saja Yura memasuki ruangan Elard ia melihat pria itu seperti tertidur akhirnya Yura mendekatinya secara pelan-pelan Dan meletakkan beberapa bungkusan makanan di atas meja.


" Kenapa lama sekali?" tanya Elard membuat Yura terkejut karena ia pikir pria itu kembali tertidur.


" Iya tadi aku bertemu Leo di kantin" jawab Yura.


" Lalu dimana dia sekarang?"


" Ada urusan dikantor" jawab Yura.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi Elard pun sudah sarapan dengan disuapi Yura. berbeda dengan Noah yang masih tertidur pulas sengaja Yura tidak membangunkannya karena semalaman anak itu sulit tertidur.


"Yura kemarilah" kata Elard.


Yura pun duduk di dekat Elard.


"Ada apa?" tanya Yura.


" Ada yang ingin aku katakan kepadamu mengenai hubungan kita Aku harap kamu jujur kepadaku dan tidak ada lagi yang kamu sembunyikan" ucap Elard.


Yura merasa sangat canggung karena sekian lama mereka tidak bersama, momen ini membuatnya merasa tidak nyaman terlebih lagi Elard akan membicarakan mengenai hubungan mereka berdua.


"Ada apa?" tanya Yura gugup.


" Aku ingin kamu kembali Bersamaku dan kita tinggal bersama lagi, Bukankah permasalahan diantara kita sudah jelas ini semua karena kesalahpahaman diantara kita. aku ingin kita hidup bahagia seperti dulu bersama anak anak kita" jelas Elard.


" Bagaimana bisa aku tinggal bersamamu, sementara disana ada Sifa sebagai istrimu. terlebih ibu mertua tidak menyukaiku" Yura tertunduk lesu.


" Aku tidak mencintainya, dan mengenai ibu. beliau sudah meninggal Yura" ucap Elard.


"Apa!!" Yura terkejut saat Elard mengatakan jika Ibu mertuanya telah meninggal.


"Iya, ibu sudah meninggal beberapa bulan setelah kepergianmu. ibu menyesal dan ia ingin jika kamu kembali, namun dirimu tak kunjung kembali akhirnya Ibu memutuskan kan agar aku menikahi Sifa. itulah cara satu-satunya agar Nara memiliki seorang ibu" jelas Elard panjang lebar.


Yura tidak menyangka jika Ibu mertuanya begitu cepat meninggalkannya, Yura merasa Terpukul Karena bagaimanapun selama ia hamil ibu mertuanya lah yang menjaganya sampai akhirnya Elard pergi ke luar negeri.


Yura merasa menyesali dirinya sendiri karena di saat kepergian Ibu mertuanya ia sama sekali tidak ada di dekatnya.


" Aku tidak menyangka ibu pergi secepat itu" ucap Yura.

__ADS_1


"Akupun tidak menyangka, setelah kamu pergi. ibukupun pergi dan aku harus manikah dengan orang yang tidak aku cintai" sahut Elard.


Sejenak mereka terdiam, Yura sudah menetapkan keputusannya. ia berharap keputusan yang di ambilnya adalah yang terbaik.


" Bagaimana Yura Apakah kamu bersedia kembali lagi bersamaku?" tanya Elard penuh harapan.


Pria itu sangat mengharapkan jika Yura bersedia untuk kembali pulang bersamanya, kemudian setelah itu Elard berencana akan menyiapkan pernikahannya dengan Yura untuk yang kedua kalinya.


"Aku.."


"Katakan Yura" perintah Elard.


"Iya aku bersedia El, aku bersedia kembali pulang bersamamu" ucap Yura.


Senyum bahagia terukir di wajah Ella Dia sangat bahagia Karena Wanita itu bersedia kembali bersamanya saking bahagianya Ella memeluk tubuh Yura dengan sangat erat sampai ia melupakan jika punggungnya masih terluka.


"Terima kasih Yura, aku sangat mencintaimu" ucap Elard seraya mencium kening Yura.


"Aku juga mencintaimu El" balas Yura.


"Benarkah? boleh aku tau sejak kapan kamu mencintaiku?" tanya Elard.


"Sejak aku mengandung anakmu, sejak itulah aku mencintaimu El" jawab Yura setengah malu malu.


Mendengar itu Elard kembali memeluk tubuh Yura dia sangat bahagia ternyata Yura sudah lama Mencintainya dan akhirnya Elard mendengarkan ucapan itu langsung dari wanita itu.


Saat mereka tengah terhanyut dalam kebahagian, mereka tidak sadar jika Noah sudah terbangun dari tidurnya. dan menyaksikan mereka berpelukan.


"Bunda" panggil Noah.


"Noah"


"Kamu sudah bangun nak?" tanya Yura gugup.


"Apa yang bunda lakukan dengan uncle?" tanya Noah.


Yura dan Elard berdua saling melempar pandangan.


"Kamu harus menjelaskan kepadanya" bisik Elard di telinga Yura.


"Nak kemarilah" Elard memanggil Noah untuk mendekatinya, Noahpun beranjak dan menghampiri Elard.


Elard mengangkat tubuh Noah dan memangkunya.


"Ada apa uncle?" tanya Noah kepada Elard.


"Apakah Noah tidak merindukan ayah?" tanya Elard.


"El belum saatnya" Yura menghentikan Elard.


"Dia harus tau Yura"


"Katakan nak apakah kamu merindukan Ayah?" Elard mengulang pertanyaannya.


"Ayah... maksudnya daddy?" bukannya menjawab Noah balik bertanya karena bingung. yang ia tau selama ini hanyalah Axel yang ia panggil daddy.

__ADS_1


"El biarkan aku bicara dengan Noah berdua, aku akan menjelaskan kepadanya" kata Yura.


"Iya baiklah" akhirnya Yura membawa putranya keluar dari ruangan itu.


Yura menuju sebuah taman yang berada di rumah sakit, dan duduk disana bersama Noah.


"Ada apa sebenarnya bunda? Noah sangat bingung" tanya Noah.


***


Elard cukup lama menunggu Yura dan Noah.


hampir 1 jam meraka keluar meninggalkan Elard, namun belum juga kembali.


"Apa yang di katakan Yura kepada Noah? mungkinkah Noah membenciku?" gerutu Elard.


Pria itu sama sekali tidak tenang, ia cemas jika putranya tidak menerima dirinya sebagai ayah.


"Kenapa mereka lama sekali? jangan jangan Yura membawa Noah pergi lagi. dan mereka kabur" kini pikiran Elard mulai berkecamuk.


Sekuat tenaga Elard berusaha turun dari tempat tidurnya, ia ingin menyusul Yura.


Krekkk....


Pintu ruangan Elard terbuka.


Elard menatap ke arah pintu tersebut, di lihatnya Noah berdiri disana.


**ada apa ini, kenapa Noah menatapku seperti itu** batin Elard.


"Ayah......" Noah berteriak dan berlari memeluk Elard.


"Apa nak? apa yang kamu ucapkan baru saja?" tanya Elard.


"Ayah, bukankah kamu adalah ayahku" kata Noah.


Elard menatap ke arah Yura, dan wanita itu mengangguk dengan tersenyum.


itu artinya Yura sudah menjelaskan semuanya.


"Nak katakan sekali lagi" pinta Elard.


"Ayah, aku sangat merindukanmu" ucap Noah.


Elard pun memeluk tubuh Noah, kini kebahagiaan pria itu semakin bertambah.


bukan hanya mendapatkan Yura namun pria itu juga telah mendapatkan putranya kembali.


"Iya nak aku adalah ayahmu, ayah kandungmu" Elard menciumi setiap inci wajah anak laki laki itu.


dan Elard mulai menangis karena bahagia.


*****


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2