Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
DF 09


__ADS_3

Freya menghentikan mobilnya mendadak.


Karena sebuah sepeda motor yang tiba tiba melintas di depan mobilnya, sehingga tanpa sengaja Freya menabraknya.


"Astaga!!!" Freya terkejut.


Dua pemuda yang mengendarai motor tersebut jalan ke arah mobil Freya dengan wajah marah.


"Woii keluar!!!" Pemuda itu mengetuk pintu mobil Freya dengan kasar.


"I...iya iya" dengan gugup Freya keluar dari mobilnya.


"Heh gadis kamu sudah menabrak kita, cepat ganti rugi" ucap pemuda itu dengan wajah sangar seperti preman.


"Kenapa aku harus ganti rugi? Jelas jelas kamu yang mendadak melewati mobilku" sahut Freya.


"Wahh wahhh enak saja tidak mau ganti rugi!! Cepat ganti rugi!" Wajah pria itu semakin menakutkan. Dua pemuda itu mendekati Freya.


Jalanan yang di lewati gadis itu cukup sepi, sehingga sekalipun ia berteriak tidak akan ada yang menolongnya.


"Oke oke berapa yang harus aku ganti?" Tanya Freya.


Pemuda itu menatap Freya dari atas sampai bawah, matanya berkeliaran melihat setiap inci tubuh gadis itu.


Bibirnya menyeringai saat melihat kaki mulus Freya.


"Cukup bayar pakai tubuhmu yang cantik, maka semua ganti rugi kami anggap lunas" ucap pemuda itu.


Freya membulatkan matanya saat mendengar jawaban pemuda itu.


"Dasar tidak tau malu" umpat Freya.


Freya segera membuka tasnya, dan ia mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan. Dan melemparkan kepada pemuda itu.


Tanpa mengatakan apa apa lagi, Freya bergegas hendak masuk ke dalam mobilnya.


Namun pemuda itu memegang tangan Freya dengan kasar.


"Gadis brengs*k!!! Beraninya kamu melempar uang itu di hadapanku" ucapnya.


"Lepas!!" Freya mencoba melepaskan tangan pemuda itu. Namun tidak berhasil.


Dua pemuda itu menarik tangan Freya, membawa gadis itu untuk ikut bersamanya.


Freya memberontak berusaha meloloskan diri, namun kekuatannya tidak sebanding.


"Tolong lepaskan aku!!! Lepaskan!!!" Teriak Freya.


Dari kejauhan sebuah motor sport terlihat mendekat.


Lampu motornya membuat silau, kemudian motor itu berhenti di samping mobil Freya.

__ADS_1


Seorang pria turun dari motor tersebut kemudian membuka helmnya.


"Lepaskan gadis itu" ucapnya.


"Kak Damar" ternyata pria itu adalah Damar.


"Jangan sok jagoan!!! Pergilah dan jangan ikut campur urusan kita" kata pemuda itu yang masih memegang tangan Freya kuat kuat.


Mata Damar menyorot kepada tangan pemuda itu.


"Dia kekasihku! Bagaimana bisa kalian memegang tangannya seperti itu" ucap Damar dingin.


"Gadis ini kekasihmu?? Apa kamu marah aku memegang tangannya? Hahahaha bagaimana jika begini" pemuda itu semakin bertingkah, ia berusaha memeluk tubuh Freya.


Freya mendorong pemuda itu agar tidak mendekatinya.


Namun pemuda itu semakin liar, dua pemuda itu bersikeras memeluk Freya.


"Sial!!" Damar tidak ingin diam saja.


Pria itu memberikan tendangan secara tiba tiba , membuat salah satu dari mereka tersungkur.


Damar menarik Freya, gadis itu masuk ke dalam pelukannya.


"Semua baik baik saja" ucap Damar kepada Freya, agar gadis itu lebih tenang.


"Aghhh" pekik Damar saat benda tajam menggores tangannya.


Perkelahian pun terjadi, Damar bukanlah pria lemah. Ia memberikan beberapa pukulan dan tendangan kepada dua pemuda itu, meskipun sebenarnya Damar juga terluka.


Freya menatap Damar dengan nanar, matanya tidak lepas memandangi Damar.


Damar terus menghajar pemuda pemuda itu, namun salah satu tangannya memeluk tubuh Freya.


Damar tidak ingin melepaskan gadis itu sekalipun ia sedang bertarung.



Sampai akhirnya dua pemuda itu tumbang, dengan terbirit birit mereka berlari sambil mendorong motornya.


Nafas Damar tersenggal senggal, keringat membasahi wajahnya.


"Apa kamu terluka?" Tanya Damar kepada Freya.


"Hmmm" Freya menggelengkan kepalanya.


"Syukurlah"


Mereka berdua saling bertatapan cukup lama.


"Tanganmu berdarah" kata Freya yang melihat lengan pria itu mengalirkan darah cukup banyak.

__ADS_1


"Aku baik baik saja, pria tidak akan lemah karena luka kecil ini" jawab Damar tersenyum.


"Luka kecil?? Itu luka yang cukup serius" Freya melepaskan pengikat kepalanya kemudian mengikatkan itu di tangan Damar yang terluka.


"Memang tidak membantu, setidaknya tidak terlalu banyak darah yang keluar" ucap Freya yang masih fokus mengikat.


Damar tersenyum dengan menatap wajah gadis kecilnya.


Terlihat sangat manis saat gadis itu khawatir.


"Pulanglah, aku akan mengikuti mu dari belakang"


"Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit kak?"


"Tidak perlu, akan aku obati setelah sampai di rumah. Masuklah" Damar meminta gadis itu untuk segera masuk ke dalam mobilnya.


Dengan tangan yang terluka, Damar mengemudikan motonya tepat di belakang Freya.


Freya tidak tenang, berkali kali ia melihat ke arah Damar melalui spion mobilnya.


"Dari mana datangnya kak Damar? Kenapa bisa dia datang tepat waktu" tanya Freya pada dirinya sendiri.


Mereka pun sudah sampai, dengan buru buru Freya keluar dari mobilnya.


"Kakak, masuklah aku akan mengobati lukamu" kata Freya.


"Aku baik baik saja, lebih baik kamu segera masuk dan beristirahat. Jangan khawatir aku tidak ingin membuatmu kesal" jelas Damar.


"Kakak..."


"Huss huss!!! Cepat masuk" Damar memaksa gadis itu untuk segera masuk ke dalam apartemen.


"Terima kasih karena sudah datang menolongku" kata Freya.


"Tidak masalah, aku selalu bersama mu" ucap Damar.


"Apa?"


"Sudah cepat masuk!"


Setelah kepergian Freya, pria itu pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya.


Sebenarnya Damar berada di sekolah itu, ia bersembunyi agar Freya tidak melihatnya.


Damar pun mengetahui jika Freya menghabiskan waktunya di bawah pohon untuk belajar.


Pria itu ingin memastikan jika Freya baik baik saja.


Sampai akhirnya Damar mengikuti Freya saat perjalanan pulang.


_____

__ADS_1


__ADS_2