
Setelah acara sambutan selesai mereka pun bertepuk tangan.
Kemudian mereka diminta untuk segera berkumpul di lapangan.
Keyla yang sudah akrab dengan Maylan pun langsung berjalan bersama menuju lapangan tersebut.
Mereka berbaris sesuai dengan Prodi masing masing.
"Tugas pertama kalian adalah mengumpulkan tanda tangan senior sekaligus namanya, bukankah tadi para senior sudah berkenalan jadi saya harap kalian masih mengingat wajah wajahnya" ucap Joy yang berbicara dengan alat pengeras.
"Key, aku tidak suka acara seperti ini. Rata rata para senior akan mengerjai kita" kata Maylan berbisik.
"Benarkah?" Tanya Keyla.
"Iya benar, jika kita bertanya pasti mereka akan menjawab tidak tahu" jawab Maylan.
"Huhh aku belum mengingat semua senior senior itu...." Kata kata Keyla berhenti saat ia melihat seseorang yang sekilas lewat di depan ruang dekan.
Keyla mencoba memperhatikan dengan benar, namun karena banyaknya mahasiswa membuat ia tidak bisa sepenuhnya jelas dengan orang yang baru saja di lihatnya.
"Seperti Noah, tapi untuk apa Noah disini? Apa aku salah lihat" gerutu Keyla.
"Bahkan di hari pertama saja wajah Noah terus terbayang bayang" ucap Keyla.
Kini acara pun dimulai.
Para mahasiswa dan mahasiswi itu di bagi menjadi beberapa kelompok.
Mereka harus mendapatkan tanda tangan para senior dalam waktu satu jam.
"Key kita coba cari ke sebelah sana" ucap Maylan.
"Iya baiklah" jawab Keyla setuju.
Karena para senior itu melepas almamaternya jadi Keyla dan Maylan cukup kesulitan mengenali mereka.
"Bukankah itu ketua BEM kita mulai dari dia yuk" ucap Maylan.
"Oke" sahut Keyla.
Mereka berjalan mendekati Joy yang sedang duduk bersama teman temannya
Saat ini Keyla seperti ingin menutup wajahnya menggunakan tas, Keyla merasa malu karena Joy sedang berkumpul bersama teman temannya.
"Permisi kak" ucap Maylan.
Joy hanya menengok dan memperhatikan mereka berdua.
Maylan menyikut Keyla seolah memberi isyarat bahwa Keyla lah yang harus memulai berbicara.
"Bolehkan aku meminta tanda tangan kakak?" Tanya Keyla malu malu.
"Boleh, tapi kalian jawab siapakah namaku" kata Joy.
"Bukankah dia tadi tidak memperkenalkan diri, mana aku tau siapa namanya" bisik Maylan kepada Keyla.
**Aku tau siapa namanya, tapi aku malu.. astaga sebegini beratnya awal kuliah** batin Keyla.
Mereka semua terdiam sambil terus saling tatap. Sedangkan Joy sedikit heran karena mereka tidak ada yang menjawab.
Bukankah Keyla sudah tau namanya pikir Joy.
"Hallo apa kah kalian mendengarku??" Tanya Joy.
"Iya kak maaf tapi aku tidak tau siapa nama kakak" jawab Maylan.
__ADS_1
"Kalau kamu? Siapa namamu?" Tanya Joy karena tadi ia belum sempat mengetahui nama Keyla.
"Keyla kak" jawab Keyla.
"Oke, sekarang cepat jawab siapa namaku?" Tanya Joy lagi.
"Maaf aku juga tidak tau kak" jawab Keyla.
**Tidak tau? Bukankah tadi pagi aku sudah mengenalkan namaku, apa dia lupa** batin Joy.
Sebenarnya Keyla tau dan masih mengingat nama pria itu, hanya saja ia merasa tidak enak dengan Maylan.
Ia takut teman barunya itu akan bertanya bagaimana ia bisa tau nama Ketua BEM.
"hahaha baiklah serahkan buku kalian" ucap Joy.
Mereka berdua pun memberikan bukunya, dan Joy segera memberikan tanda tangan serta menuliskan namanya disana.
"Ingat ingat namaku, jangan sampai lupa" kata Joy.
"Baik kakak terima kasih kami permisi" jawab Maylan. Sebelum pergi Keyla hanya membungkukkan tubuhnya kemudian mereka pergi.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 mereka pun beristirahat.
Keyla dan Maylan menuju kantin yang berada di kampus tersebut.
Mereka duduk di salah satu kursi dan memesan makanan.
"Aku lelah sekali Key, semoga tiga hari ini segera berakhir" ucap Maylan.
"Iya aku juga May, ini saja kita lari kesana kesini hanya mendapatkan 10 tanda tangan. Sedangkan senior ada 50 lebih" jawab Keyla sambil meneguk minuman.
"Key bagaimana dengan ketua BEM tadi, namanya Joy dia sangat tampan ya" kata Maylan.
"Hmmm biasa saja" jawab Keyla.
"Tapi aku pernah bertemu dengan pria yang lebih tampan darinya" jawab Keyla.
"Woww benarkah" dan Keyla mengangguk.
Tidak lama makanan mereka pun datang, mereka segera menghabiskan makanan tersebut.
Setelah selesai mereka kembali berkumpul, tepat jam 2 siang acara pun selesai dan Keyla pun bersiap untuk pulang.
"Key kamu pulang dengan siapa?" Tanya Maylan.
"Aku akan memesan taxi" jawab Keyla.
"Apa perlu aku antar" tawar Maylan karena kebetulan Maylan membawa mobil.
"Terima kasih May kamu pulang saja dulu" tolak Keyla dengan sopan.
Akhirnya Maylan pun memutuskan untuk pulang, namun sebelumnya mereka bertukar nomer ponsel agar bisa saling berkomunikasi.
Keyla berjalan ke halaman kampus tersebut, ia hendak memesan taxi online namun sebuah mobil sport berwarna silver berhenti tepat di depan Keyla.
"Hai Key, mau pulang bersamaku" kata seorang pria saat ia membuka kaca mobilnya.
"Kak Joy" ucap Keyla saat ia tau siapa yang berada di dalam mobil sport tersebut.
"Terima kasih kak, tapi aku akan memesan taxi saja" jawab Keyla.
Joy pun turun dari mobilnya dan manghampiri Keyla.
"Sudah lebih baik aku antar saja" ajak Joy.
__ADS_1
Saat Keyla akan menjawab, berhenti sebuah mobil mewah berwarna hitam.
Sepertinya Keyla mengenali mobil tersebut.
Seorang pria turun dari mobil itu.
"Noah" ucap Keyla.
"Ayo cepat pulang!" Kata Noah dengan nada yang dingin.
Joy dan Noah saling bertatapan.
"Iya Noah" jawab Keyla.
"Kakak aku permisi ya" kata Keyla.
"Ohh baiklah" jawab Joy.
Keyla segera berlari kecil menghampiri Noah.
Tanpa berkata apapun Noah langsung masuk ke dalam mobilnya, begitu pun juga dengan Keyla.
Noah segera melajukan mobilnye meninggalkan kampus tersebut.
Didalam mobil tidak ada pembicaraan di antara mereka, sampai beberapa menit Keyla pun membuka suaranya.
"Kenapa kamu tiba tiba menjemputku?" Tanya Keyla.
"Searah" jawab Noah singkat.
"Searah? Bukankah kampusmu berbeda jalur dengan kampusku, bagaimana kita bisa searah?" Tanya Keyla.
Namun Noah tidak menjawab.
"Bagaimana kuliahmu?" Tanya Noah.
"Lancar, kamu sendiri?" Keyla bertanya balik.
"Selama di kampus jangan sok sok dekat dengan pria manapun, kamu belum tau siapa mereka" bukannya menjawab Noah malah mengingatkan Keyla.
Tentu itu membuat Keyla bingung, untuk apa Noah berbicara seperti itu dan siapa yang ia maksud.
"Apa kamu mendengarku" ucap Noah lagi.
"Hmmm" jawab Keyla.
"Kenapa hanya Hmmm??" Tanya Noah dengan sedikit menaikkan nada suaranya.
"Iya Noah" sahut Keyla.
"Aku tidak boleh berkata hmm, sedangkan dia.. menyebalkan" gerutu Keyla namun masih bisa di dengar oleh Noah.
Mendengar Keyla mengomel sontak membuat Noah tersenyum Kecil.
Noah menghentikan mobilnya di sebuah mall yang berada di pusat kota tersebut.
"Untuk apa pergi kesini"? Tanya Keyla.
"Menabung" jawab Noah.
"Sejak kapan kita menabung di mall?" Tanya Keyla lagi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Masuklah, jangan banyak bertanya" ucap Noah. Kemudian Noah segera masuk ke dalam mall tersebut di ikuti Keyla dari belakang.
_____
__ADS_1
happy reading🥰🥰