
Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, Keyla dan Maylan akan bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing masing.
"Key yakin tidak ingin aku antar?" Tanya Maylan.
"Tidak perlu May, kamu pulang saja dulu" ucap Keyla sambil merapikan buku bukunya.
"Baiklah Key, sampai jumpa besok ya" setelah berpamitan Maylan pun pergi menuju parkiran meninggalkan Keyla.
Keyla masih membereskan buku bukunya.
"Perlu bantuanku?" Tanya seorang pria yang baru saja masuk ke dalam Kelas Keyla.
Gadis itu menatap ke arah sumber suara, dugaannya benar ternyata pria itu adalah Joy.
"Kak Joy, ada apa sampai datang ke sini?" Tanya Keyla.
"Aku menghubungimu tapi kamu tidak menjawabnya" jawab Joy.
"Benarkah?" Keyla langsung mengeluarkan ponselnya dan ia melihat notifikasi yang masuk kedalam ponselnya.
Memang benar Joy sudah menghubungi nya Hingga beberapa kali Namun karena mode hening sehingga Keyla tidak mengerti jika Joy menghubunginya, dan Keyla memang sengaja sampai saat ini belum memblokir nomor Joy Karena ia merasa tidak enak.
"Maaf kak, ponselku silent" kata Keyla.
"Tidak masalah, apakah kamu ingin pulang bersamaku?" Tanya Joy.
"Mmmmm" Keyla nampak berfikir, ia melihat jam yang melingkar di tangannya.
15 menit lagi Noah sudah selesai dengan kuliahnya.
Jika Noah sampai melihat dirinya pulang bersama Joy maka Noah pasti akan marah lagi.
"Maafkan aku kak, aku pulang bersama Maylan" kata Keyla berbohong.
"Bukankah May sudah pulang? Aku melihatnya ada di parkiran" kata Joy.
Gawat! Rupanya Joy sudah tau jika Maylan sudah pulang lebih dulu.
"Benarkah? Kenapa Maylan tidak mengatakan kepadaku" kilah Keyla.
Gadis itu bingung harus beralasan apa lagi.
"Kalau begitu apa kamu bersedia pulang bersamaku?" Tanya Joy lagi.
"Baiklah kak" akhirnya Keyla menerima tawaran Joy.
Nampak Keyla berjalan begitu cepat sehingga membuat Joy bingung Mengapa gadis itu terburu-buru.
"Kamu buru buru ya?" Tanya Joy.
"I..iya kak, aku sedang ada urusan" jawab Keyla.
Sesampainya di parkiran Keyla langsung masuk ke dalam mobil pria itu.
Keyla Mencoba memperhatikan sekitar ia memastikan jika tidak ada Noah.
**Kenapa aku jadi ketakutan seperti ini, rasanya aku sedang berselingkuh** batin Keyla.
"Ayo kak berangkat" ucap Keyla.
"Tunggu, kamu belum memakai sabuk pengamannya" Joy seketika membantu Keyla memasang sabuk pengaman tersebut.
Kemudian Joy langsung melajukan mobilnya meninggalkan kampus tersebut.
Beberapa menit kemudian mobil Joy berhenti di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti disini?" Tanya Joy.
"Tidak apa apa kak, rumahku sudah dekat. Kalau begitu terima kasih kak sampai jumpa" kata Keyla.
"Key tunggu!!" Ucap Joy.
Keyla sudah lebih dulu berlari meninggalkan Joy yang masih berada di dalam mobil.
Keyla ingin segera sampai di rumah karena ia takut jika Noah melihatnya nya pulang bersama dengan Joy.
Keyla sudah sampai dirumah Elard, ia membuka gerbang rumah tersebut.
Alangkah terkejutnya saat Keyla melihat mobil Noah sudah terparkir sangat cantik di halaman rumah mewah itu.
Glegg!!
Keyla menelan salivanya, Bagaimana bisa Noah sampai lebih dulu daripada dirinya. sedangkan pada saat ia berada di parkiran Keyla melihat mobil Noah masih ada di sana dan ia yakin jika Noah pulang terlambat.
__ADS_1
Keyla masuk ke dalam rumah itu pelan pelan dan mengendap.
"Selamat datang Nona" sapa Nita mengejutkan Keyla.
"Aghh bibi Nita mengejutkan aku" kata Keyla sambil mengelus dadanya.
"Nona pasti lelah mau minum apa?" Tanya Nita.
"Tidak perlu bi saya mau istirahat" jawab Keyla.
"Bibi, apakah Noah sudah pulang?" Tanya Keyla kepada Nita.
"Sudah nona, tuan muda Noah sudah sampai dirumah beberapa menit yang lalu" jawab Nita.
Beberapa menit yang lalu? Keyla berharap Noah tidak melihatnya pulang bersama Joy.
"Baik bi, Key naik dulu ya" kemudian Keyla berlari kecil menuju lantai dua.
Ia segera masuk kedalam kamarnya tanpa bersuara, Keyla terus memperhatikan kamar Noah yang tertutup.
"Aman" ucap Keyla saat baru saja menutup pintu kamarnya.
Keyla membalikkan badannya.
Dan lagi lagi Keyla terkejut saat melihat Noah berdiri di balkon kamarnya.
"No..noah sedang apa kamu?" Tanya Keyla gugup, keringat dingin bercucuran membasahi wajahnya.
"Melihat pemandangan" jawab Noah.
Noah menyandarkan tubuhnya di pagar balkon tersebut.
"Pergilah kekamarmu, tidak sopan masuk ke kamar wanita tanpa ijin" ucap Keyla.
"Cihh!! Kenapa kamu baru sampai? Apa pria itu menyetir sangat lambat??" Tanya Noah.
Pertanyaan Noah berhasil membuat jantung Keyla berdegup sangat kencang, Apakah pria itu tahu jika Keyla pulang bersama dengan Joy?? Keyla kebingungan harus menjawab apa.
"Maksudmu pria yang mana?" Tanya Keyla lagi.
Noah berjalan menghampiri Keyla dengan tatapan tajamnya seperti elang.
Keyla yang sedikit takut dengan tatapan itu pun langsung memundurkan tubuhnya mencoba menjauhi Noah.
"Aku menatap calon istriku yang sedang berbohong kepadaku"ucap Noah.
"Aku berbohong apa?" Tanya Keyla lagi.
"Sudahlah keong! Aku malas berdebat denganmu. Aku tau kamu pulang bersama pria yang bernama Joy kan. Kenapa kamu tidak menungguku?? Kamu pikir aku tidak tau hah? Aku mengikutimu" kata Noah panjang lebar dengan kesalnya.
"Mengikutiku? Kenapa kamu mengikutiku?" Tanya Keyla.
"Aghh sudahlah!!! Percuma bicara dengan gadis bodoh sepertimu. Terserah lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan" Noah pergi keluar dari kamar Keyla.
Pria itu menutup pintu kamar Keyla dengan sangat kasar.
"Ada apa dengannya, kenapa moodnya berubah ubah, tadi menyeramkan sekarang ia kembali menjadi beruang kutub" ucap Keyla.
Noah mengacak acak rambutnya, ia kesal kepada dirinya sendiri.
"Kenapa aku bodoh sekali, untuk apa aku mengatakan jika aku mengikutinya".
"Noah.. Noah.. ada apa denganmu!! Kenapa kamu harus marah kepadanya" gerutu Noah di dalam kamar.
"Tidak!! Tidak!! Aku hanya tidak ingin bunda tau jika Keyla pergi bersama laki laki lain. Pasti bunda akan marah dan menyalahkan aku tidak bisa menjaga Key" sambung Noah lagi.
Entah kenapa beberapa hari ini Noah seperti orang yang berbeda, ia merasa bodoh saat mengetahui Keyla bersama dengan pria lain.
Itulah Noah, dia akan sulit mengartikan perasaannya sendiri.
"Mungkinkah aku sudah berlebihan kepada keong bodoh itu?? Baiklah Noah Jangan lakukan tindakan yang membuat dirimu malu lagi" kata Noah pada dirinya sendiri.
***
Di tempat yang lain tepatnya di sebuah apartemen yang mewah seorang kurir mengantarkan sebuah paket di kediaman Axel.
"Terima kasih pak" kata Freya, kebetulan Freya yang membuka pintu tersebut Sedangkan Jeny dan Axel berada di kamarnya.
"Apa ini?" Tanya Freya saat melihat sebuah paket yang baru saja ia terima.
Freya membuka paket tersebut dan saat di buka ia melihat sebuah undangan pernikahan.
Dimana tertuliskan nama "Noah Desmon dan Keyla Eveline".
__ADS_1
Tangan Freya bergetar saat membuka undangan tersebut.
"4 hari lagi kak Noah akan menikah, dengan Keyla" ucap Freya lirih.
Ia sudah belajar mengikhlaskan pria yang sudah mengisi hatinya itu untuk menikah dengan gadis lain.
"Aku sudah ikhlas, tetapi mengapa mengetahui ini hatiku terasa sakit" ucapnya.
Freya mencoba membaca undangan itu sekali lagi dan ternyata memang benar itu adalah undangan pernikahan Noah dengan Keyla.
"Nak siapa yang datang?" Tanya Jeny.
"Kurir mom" jawab Freya.
"Kurir? Memangnya apa yang dikirimkan?" Tanya Jeny dan Freya memberikan undangan tersebut kepada Jeny.
Setelah membacanya Jeny menatap ke arah putrinya yang terdiam sambil menundukkan kepalanya.
Jeny turut serta duduk di dekat Freya dan ia membelai rambut putrinya itu.
"Nak, kamu tidak perlu datang jika ini menyakitkan bagimu" kata Jeny.
"Tidak mom, aku baik baik saja dan aku akan tetap datang. Mommy jangan khawatir oke!" Kata Freya yang raut wajahnya seketika berubah menjadi ceria.
"Freya masuk dulu ya mom" kemudian Freya masuk kedalam kamarnya.
Jeny tau jika putriya itu pasti sangat terluka. Inilah yang di takutkan Axel, di usia Freya yang masih muda gadis itu sudah mengenal kata cinta.
Dan pasti juga akan merasakan sakit jika cintanya tidak terbalaskan.
"Aghhhhh!!!!!!" Freya berteriak di dalam kamarnya.
Cettarr!!!
Freya pun membanting barang barang yang berada di kamarnya.
Jeny yang mendengar itu langsung memanggil suaminya yang berada di kamar.
"Xel, lihatlah putri kita ia marah di dalam kamarnya sambil membanting barang barangnya" kata Jeny.
"Kenapa? Ada apa Freya sampai marah?" Tanya Axel.
"Dia membaca undangan pernikahan Noah, dan sekarang di kamarnya ia membanting barang barangnya. Lihatlah Xel aku takut dia terluka" kata Jeny yang sudah khawatir dengan kondisi putrinya.
Axel dan Jeny langsung berlari menuju kamar Freya, namun rupanya kamar itu terkunci dari dalam.
"Freya sayang buka pintunya nak" kata Axel.
Freya tidak memperdulikan itu, Axel masih mendengar barang barang yang di lempar dari dalam.
Tidak ada pilihan lain, Axel memutuskan untuk mendobrak pintu tersebut.
BRAKK
Pintu terbuka dan Axel melihat putrinya terduduk di lantai dengan linangan air mata, dan terlihat sangat menyedihkan.
"Sayang apa yang terjadi kepadamu nak?" Axel langsung mendekap tubuh Freya dan membiarkan Freya menangis di pelukannya.
"Sayang jangan seperti ini nak" ucap Axel.
"Tidak dad, ini adalah bentuk kekesalanku kepada diriku sendiri" ucap Freya sambil terisak di pelukan sang daddy.
"Maafkan aku dad sudah banyak merepotkanmu, harusnya aku tidak melakukan hal ini. aku menyesal karena mencintai Noah" ucap Freya lagi.
"Sudahlah nak lupakan semua, daddy yakin kamu gadis yang kuat. sekarang fokuslah untuk kebahagianmu" ucap Axel.
Jenypun turut memeluk putrinya, di saat hati sang anak terluka hanya pelukan dan kasih sayang orang tualah yang membuatnya merasa tenang.
Cukup lama Axel dan Jeny menenangkan Freya, kini Freya sudah terlelap dipelukan sang daddy
Axel mengangkat tubuh putrinya, kemudian meletakkan di atas tempat tidur dan menyelimutinya.
"Aku akan menemaninya di sini Xel" kata Jeny.
"Baiklah sayang, bangunkan aku jika terjadi sesuatu kepada putri kita" kata Axel dan Jeny mengangguk.
Jeny memeluk putri satu satunya itu, ia berharap putrinya akan segera membaik dan kembali ceria seperti dulu.
_____
happy readingš„°
maaf jika banyak typo.
__ADS_1