
Waktu berlalu begitu cepat, di setiap pagi Elard akan menelpon Yura sekedar untuk melepaskan rasa rindunya.
Mereka akan mengobrol dan sesekali akan bercanda, sampai detik ini Elard tidak mengetahui tentang perihal masalah yang menimpa istrinya.
Ia terlalu sibuk bekerja bekerja dan bekerja, dan sama sekali tidak ada waktu untuk membuka sosial media. saat senggang Elard akan menelpon istrinya, melihat Yura baik baik saja Elard merasa tidak akan terjadi hal yang buruk.
Seharusnya Elard akan kembali hari ini juga, karena ia sudah berada 1 bulan lebih di Amerika.
Namun Elard harus menunda kepulangannya, karena lagi lagi bisnisnya berkembang dengan pesat.
Para investor berbondong bondong untuk mangajukan kerja sama dengannya.
"Tuan hari ini pihak dari perusahan XX ingin bertemu dengan anda" ucap Jose.
"Astaga sampai berapa lama aku disini?" tanya Elard yang sedikit kesal.
Elard tidak bisa mewakilkan kerja sama itu, karena memang asisten Leo tidak ikut bersamanya.
"Maaf tuan sepertinya anda butuh waktu beberapa hari lagi untuk tetap tinggal disini" jawab Jose.
"Tidak perduli. siapkan kepulanganku sekarang juga" perintah Elard.
"Maaf tuan jika kita membatalkan maka sangat disayangkan tuan" kata Jose.
"Ya pergilah siapkan semua!" perintah Elard.
"Baik tuan" kemudian Jose segera pergi dari ruangan Elard untuk menyiapkan semuanya.
Elard mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi Yura.
"Kemana dia?" gumam Elard.
Karena lebih 3 kali Elard menelpon istrinya, namun tetap saja wanita itu tak menjawab panggilan Elard.
Akhirnya Elard memutuskan untuk segera pergi ke tempat mitingnya.
Tepat pukul 11 siang waktu Amerika Serikat Elard mengakhiri mitingnya, dengan buru buru Elard kembali ke apartemennya.
Entah kenapa selama miting pikiran pria itu tidak tenang ia merasa gelisah.
Elard kembali menelpon istrinya.
"Apa dia sudah tidur ya" ucap Elard karena waktu di Indonesia menunjukkan pukul 10 malam.
Elard kembali menghubungi Ibunya namun sama saja tidak ada jawaban dari ibunya.
"Apa mereka semua sudah tidur? tapi aku sudah menghubungi Yura dari 4 jam yang lalu. kenapa dia tidak balik menelponku?" tanya Elard khawatir.
Akhirnya pilihan terakhir Elard menghubungi asistennya. berharap asistennya itu menjawab panggilannya.
__ADS_1
📞Leo : Selamat malam tuan.
Diseberang sana Leo sudah tertidur dengan pulasnya, ia terbangun karena ponselnya berdering. Setelah mengetahui siapa yang menghubunginya dengan terburu buru Leo menjawab panggilan tersebut.
📞El : Le apa yang terjadi di sana? mengapa keluargaku tidak bisa di hubungi?
📞Leo : Maaf tuan, tadi pagi saya pergi ke rumah anda untuk memastikan kondisi nona. dan nona baik baik saja
📞El : Malam ini juga pergi kerumahku, dan pastikan semua baik baik saja.
📞Leo : Tapi tuan....
Belum selesai berbicara Elard lebih dulu mematikan panggilannya.
"Baginikah jika orang yang sedang jatuh cinta tengah khawatir" ucap Leo sambil terkekeh.
Akhirnya Leo segera bersiap siap dan pergi menuju rumah Elard.
Tak butuh waktu lama Loe pun sampai di kediaman Elard.
Nampak beberapa penjaga sedang mondar mandir di gerbang utama.
Leo turun dari mobilnya dan menghampiri penjaga tersebut.
"Bagaimana apa semua aman?" tanya Leo.
"Tuan syukurlah anda datang" ucap penjaga itu kebingungan.
flasback on
Pagi hari biasanya Yura sudah bangun lebih dulu dan membersihkan tubuhnya kemudian sarapan bersama ibu mertuanya.
Namun pagi ini wanita itu berdiam diri di kamarnya.
Bukan tanpa sebeb, tiba tiba Yura merasakan sakit yang luar biasa di daerah perutnya, ia sama sekali tidak bisa membangunkan tubuhnya.
Yura hanya merintih kesakitan di atas tempat tidur.
Ibu mertuanya pagi pagi sekali sudah tidak berada di rumah karena harus pergi berbelanja bersama Sifa, entah apa yang akan di beli oleh dua wanita itu.
Tepat pukul 10 pagi Ibu mertuanya belum juga kembali, sedangkan Yura sudah cukup lama menunggu kedatangan ibu mertuanya.
"Aaaww" pekik yura di dalam kamarnya.
"Ada apa ini kenapa sakit sekali" ucap Yura sambil menahan air matanya.
Ia pun segera menelpon Axel untuk datang menemuinya, ia meminta agar Axel membantunya untuk membawa dirinya ke rumah sakit.
15 Menit Axel sudah tiba, sengaja ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Tuan anda tidak bisa masuk" kata penjaga yang sedari tadi berjaga di gerbang utama.
"Cepat buka pintunya, Elard baru saja menghubungiku untuk mengantar Yura ke rumah sakit" jawab Axel berkilah.
Penjaga itu nampak sedikit ragu ragu untuk mengijinkan Axel masuk.
"Huh baiklah jika kalian menahanku disini, jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu kepada majikan kalian" Ancam Axel.
Karena merasa dirinya terancam akhirnya penjaga itu mengijinkan Axel untuk masuk.
Axel kembali melajukan mobilnya memasuki pekarangan rumah Elard.
Pria itu segera keluar dari mobilnya dan berlari memasuki rumah Elard.
Tidak terlihat siapapun disana, karena para pelayan sedang sibuk di dapur dan sebagian berada di taman belakang.
Axel kembali berlari menaiki tangga menuju lantai dua.
"Yang mana kamarnya" ucap Axel kebingungan.
Akhirnya Axel membuka semua pintu ruangan yang berada di sana.
"Yura" ucap Axel saat ia membuka pintu yang terakhir.
Dilihatnya Yura sudah meringkuk di atas tempat tidur dan terus saja merintih kesakitan.
"Ada apa denganmu?" tanya Axel kemudian menghampiri Yura.
"Xel to..long aku, ini sangat menyakitkan" ucap Yura dengan terbata.
"Bagaimana ini" Axel mulai panik.
Tidak ada pilihan lain Axel segera menggendong tubuh Yura, dan dengan langkah cepat membawa Yura masuk ke dalam mobilnya.
"Kita ke Rumah sakit sakarang" ucap Axel kemudian memasangkan Seatbelt Yura.
Kemudian segera malajukan mobilnya.
"Aku akan membawanya ke rumah sakit" ucap Axel kepada penjaga.
"Baik tuan" jawab penjaga tersebut.
Diperjalanan Yura terus saja menangis merintih kesakitan sampai ia lupa untuk membawa ponselnya.
"Xel lebih cepat lagi.. Aww..." kata Yura.
"I..ya iya " jawab Axel panik.
Axel sudah menghubungi Dokter Pram untuk menyiapkan ruangan dan segela persiapan untuk menangani Yura, sehingga memudahkan Yura untuk segera mendapatkan penanganan.
__ADS_1
*****
happy reading, maaf jika masih ada typo bertebaran🙏🥰