Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Berbeda


__ADS_3

Setelah sarapan Keyla dan Noah segera berpamitan kepada ibu Rahma dan seluruh penghuni di panti tersebut.


Karena jam 8 mereka harus pergi ke kampus.


Sebelum ke kampus Keyla dan Noah kembali ke rumahnya untuk bersiap siap.


Sesampainya Keyla langsung mandi dan Noah kembali bersantai di atas tempat tidur empuknya.


Satu hari tinggal di panti membuat Noah merindukan kasur empuknya itu.


Setelah kurang lebih 15 menit Keyla sudah menyelesaikan aktifitasnya di kamar mandi.


Setelah keluar Keyla melihat suaminya tertidur.


"Apa dia masih mengantuk" gumam Keyla.


Keyla mendekati Noah dan ia berusaha membangunkan pria itu.


"Noah bangunlah!! Atau kamu akan terlambat" kata Keyla.


"Bawel sekali" sahut Noah.


Dengan rasa malas Noah segera bangun dan masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Keyla menuju meja rias untuk merias wajah cantiknya itu.


Keyla memoleskan makeup tipis seperti biasanya, tidak lupa liptint favorit ia poleskan di bibirnya.


"Kenapa Noah lama sekali" kata Keyla karena suaminya itu tak kunjung keluar dari kamar mandi.


Beberapa menit setelah itu Noah keluar dari kamar mandi lengkap dengan baju kuliahnya, namun ada yang berbeda.


Yaitu wajah Noah yang terlihat lesu tidak bersemangat.


"Kamu kenapa?" Tanya Keyla.


"Entahlah, badanku sakit semua" jawab Noah.


"Mungkin karena semalaman kamu tidur di lantai, aku akan mengambilkan obat untukmu" ucap Keyla kemudian ia berlalu mengambil kotak obat.


"Minumlah" Keyla memberikan obat masuk angin kepada Noah.


Ia takut jika suaminya itu masuk angin, meski dia pria tangguh tetap saja Keyla takut jika suami kutubnya itu akan jatuh sakit.


"Aku akan meminumnya di kampus, karena sebentar lagi aku harus mengemudi" kata Noah khawatir jika ia mengantuk saat di mobil.


Mereka pun berangkat ke kampus bersama.


***


Di perjalanan ponsel Noah berdering, Noah mengambil ponselnya dan melihat ternyata sang ayah yang menghubunginya.


"Hallo ayah, ada apa?" Tanya Noah.


"Kamu dimana Noah? Hari ini kamu harus pergi ke kantor untuk belajar menghandle perusahaan" kata Elard di seberang sana.


"Apa harus sekarang ayah? Aku sudah perjalanan menuju kampus"


"Iya Noah, sekaligus ayah akan memperkenalkan mu kepada semua karyawan"


"Aghh baiklah ayah, aku akan mengantar Key terlebih dahulu"


Kemudian Noah mengakhiri panggilannya dengan Elard.


Mau tidak mau Noah harus menuruti ucapan ayahnya.

__ADS_1


Sebelumnya Noah sudah mengatakan hal itu kepada dekan nya jika ia akan bekerja.


Sehingga Noah bisa kuliah secara online saat ia bekerja.


"Ada apa?" Tanya Keyla.


"Ayah memintaku datang ke kantor pagi ini juga" jawab Noah.


"Lalu bagaimana kuliahmu?" Tanya Keyla lagi.


"Aku akan mengurusnya nanti, nanti setelah kamu pulang kuliah aku akan menjemputmu" jelas Noah.


"Hmm baiklah"


Beberapa menit kemudian Noah sudah sampai di depan kampusnya.


Ia menghentikan mobilnya tepat di depan kampus bukan di parkiran seperti biasa.


"Noah aku masuk kampus dulu ya" ucap Keyla hendak membuka pintu mobilnya.


"Tunggu" Noah memegang tangan Keyla.


"Iya. Ada apa?" Tanya Keyla.


"Hapus lipstik mu" ucap Noah tiba tiba.


"Hah!! Apa maksudmu? Aku menghapus lipstik ku?" Tanya Keyla bingung.


"Iya, kamu terlihat seperti berusia 50 tahun. Cepat hapus jelek sekali" kata Noah.


Keyla mengeluarkan kaca kecil dari dalam tasnya, dan ia melihat riasan di wajahnya.


Padahal itu adalah makeup yang di gunakan Keyla setiap harinya.


"Ini makeup ku seperti biasa, dan tidak terlihat seperti yang kamu katakan"


"Sudahlah cepat hapus, jika aku bilang tidak cocok itu tandanya tidak cocok" Kemudian Noah mengambil tisu yang berada di dalam tasnya.


Noah membenarkan posisi duduknya dan ia mendekati wajah Keyla.


Noah menghapus lipstik Keyla dengan tisu tersebut.


Keyla tidak berkutik, ia hanya terdiam sambil memperhatikan wajah suaminya yang semakin hari semakin tampan.


Namun di dalam hatinya Keyla benar benar bersorak bahagia.


"Sudah" kata Noah.


"Lalu aku pakai apa? Aku tidak mambawa warna yang lain" tanya Keyla.


"Ehem!! Pakailah ini" Noah memberikan lipstik baru kepada Keyla.


Keyla mengambil lipstik tersebut.


"Kamu beli dimana?" Tanya Keyla.


"Cepat pakai, jangan banyak bertanya" perintah Noah.


Keyla memakai lipstik tersebut pada bibirnya.


Lipstik tersebut berwarna dusty terlihat sangat manis di bibir Keyla.


"Bagaimana?" Tanya Keyla sambil memperlihatkan bibirnya.


"Oke lumayan, sekarang simpanlah lipstik itu dan gunakan setiap hari" kata Noah.

__ADS_1


"I..iya terima kasih" sahut Keyla.


Setelah selesai Keyla hendak keluar dari mobilnya dan lagi lagi Noah menahannya.


"Ada apa lagi? Apa aku harus menghapus bedak ku?" Tanya Keyla.


"Istri durhaka! Seharusnya sebelum kamu pergi kamu harus.. emm harus mencium tangan ku" jawab Noah malu malu.


Memang setelah menikah Keyla hampir tidak pernah bersalaman dengan suaminya.


Karena hampir setiap hari juga mereka akan bertengkar dengan hal hal kecil.


keyla meraih tangan Noah dan dengan wajah yang merona Keyla mencium punggung tangan suaminya itu.


"Hati hati di jalan" ucap Keyla tersenyum manis.


"Hmm kamu juga, dan ingat!! Jangan genit ingat jika kamu sudah menikah" ucap Noah.


"Iya, baiklah sampai jumpa" Keyla pun keluar dari mobil itu dan segera masuk ke dalam kampusnya.


Setelah melihat istrinya masuk ke dalam kampus Noah langsung melajukan mobilnya menuju kantor.


"Ayah aku sudah di perjalanan, dan sebentar lagi akan sampai di kantor" Noah mengirimkan pesan kepada ayahnya.


Setelah mendapatkan pesan dari Noah, Elard memutuskan untuk menunggu putranya itu di lobby.


***


"Tuan Elard, tuan muda Noah sudah sampai di parkiran" kata Leo.


"Bawa dia masuk Le" perintah Elard.


Tidak berapa lama Noah masuk ke dalam kantornya dan menemui ayahnya di lobby.


"Selamat pagi ayah" sapa Noah.


"Pagi nak, apa kamu sudah siap?" Tanya Elard.


"Sudah ayah, hanya saja sepertinya pakaianku kurang formal" kaya Noah.


"Tidak perlu khawatir Leo akan memberimu baju ganti. Le antarkan Noah ke ruangan ku, kemudian bawa dia keruang miting" perintah Elard kepada Leo.


"Siap tuan" kemudian Leo membawa Noah masuk ke dalam ruangan Elard untuk mengganti pakaiannya.


Sesampainya di ruangan Elard Noah nampak kagum.


Kerena ini kali pertama ia mengunjungi kantor ayahnya.


"Tuan muda ini kemeja anda, jika butuh sesuatu saya berada di luar" kata Leo.


"Paman, jangan terlalu sungkan seperti itu kepadaku" ucap Noah.


"Maaf tuan muda, ini sudah menjadi tugas saya untuk menghormati anda" jawab sopan Leo.


"Baiklah paman, aku akan mengganti pakaianku dulu" kemudian Noah masuk ke dalam kamar pribadi Elard yang berada di dalam ruangan tersebut.


Beberapa menit kemudian Noah sudah siap dengan kemeja rapinya.


terlihat sangat berwibawa, dan wajah Noah semakin terlihat dingin hampir sama dengan sang ayah.


_____


happy reading🄰


jangan lupa terus dukung author yaa.

__ADS_1


__ADS_2