Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
DF 17


__ADS_3

Lila dan Cindy kebingungan, mereka mencari satu sahabatnya yang sedari Tidak terlihat.


Cindy dan Lila mencari Freya dan bertanya kepada teman temannya yang lain.


"Kamu lihat Freya?" Tanya Cindy kepada salah satu teman perempuannya.


"Aku tadi melihat Freya berjalan di lorong itu dan sepertinya ia naik ke lantai dua" jawabnya.


"Terima kasih" Cindy pun berniat ingin naik ke lantai dua tersebut.


Namun ia bertemu dengan dua pria yang merupakan teman Daniel.


"Kamu mau kemana?" Tanya pria itu, terlihat jika dua pria itu bukan dari SMA yang sama dengannya.


"Aku sedang mencari temanku, sepertinya ia masih di atas" jawab Cindy.


"Tidak bisa, karena tidak semua orang bisa naik. Lebih baik kamu kembali dan menikmati pestanya" larang pria tersebut.


Cindy pun meninggalkan ke dua pria itu dan menghampiri Lila.


"Bagaimana Cin?" Tanya Lila.


"Lebih baik kita keluar dari sini, mungkin Freya ada di luar mencari udara" kata Cindy.


Kedua gadis itu berjalan keluar dari Club yang sudah membuat telinganya bising.


Mereka memperhatikan sekitar mencari keberadaan Freya.


Namun tak satupun menemukannya.


"Cindy, bukankah itu kakaknya Freya?" Tanya Lila saat melihat Damar baru saja memarkirkan motornya.


"Eh iya, kenapa kakaknya Freya datang kemari?" Mereka berdua beranggapan jika Damar benar benar saudara Freya.


Damar berlari cepat hendak masuk ke dalam Club tersebut, namun dua penjaga berbadan tegap menghentikannya.


"Tunjukkan kartu undangan anda" ucap pria itu.


"Kartu?".


"Semua yang ingin masuk harus menunjukkan kartu, jika tidak silahkan pergi" sambungnya.


Damar tidak memiliki kartu undangan itu, Damar pun menjauh dari dua pria tersebut.


Ia harus mencari cara agar bisa masuk ke dalam Club.


"Kak! Kakak!" Panggil Cindy, Damar pun melihat ke arah sumber suara.


"Apa kamu memanggilku?" Tanya Damar.


"Hmm kemarilah" panggil Cindy.


"Ada apa?".


"Kakak pasti sedang mencari Freya".


"Iya benar, kalian tau dimana Freya?" Tanya Damar.


Cindy mengambil kartu kecil yang dipegang oleh Lila sedari tadi kemudian Gadis itu menyerahkan kartu tersebut kepada Damar.


"Apa ini?" Tanya Damar.


"Ini kartu masuk milik Lila, kakak pakai saja agar bisa masuk. Aku akan menemani kakak mencari Freya" jelas Cindy.


"Iya kak, pakai saja! Aku akan menunggu kalian di luar" sahut Lila.


"Tunggu! Apa maksud kalian mencari Freya? Bukan kah dia ada di dalam" Damar merasa kebingungan.

__ADS_1


"Akan aku jelaskan nanti, lebih baik kita masuk kak" Cindy membawa Damar masuk ke dalam Club tersebut Sedangkan Lila menunggu di luar. setelah menunjukkan kartu tersebut kepada penjaga Damar dan Cindy segera masuk ke dalam Club.


"Aku akan menceritakan semuanya kak" Cindy membawa Damar untuk duduk di sebuah Sofa dan ia pun menceritakan jika sebenarnya Freya tidak terlihat sejak 15 menit yang lalu.


Cindy juga mengatakan jika kemungkinan Freya menuju lantai dua.


"Untuk apa Freya menuju lantai dua?" Tanya Damar.


"Aku juga tidak tau kak, dan lebih anehnya Daniel yang mengadakan acara ulang tahun ini juga menghilang" jawab Cindy.


Tidak salah lagi, pasti ada sesuatu yang terjadi dan ada hubungannya dengan pria bernama Daniel.


Damar beranjak dari duduknya.


"Kakak mau kemana?" Tanya Cindy.


"Aku harus segera menemui Freya" jawab Damar.


"Ahh tidak bisa kak, kakak lihat segerombol pria yang ada disana" kata Cindy menunjuk ke arah lorong yang menghubungkan tangga menuju lantai dua.


"Itu teman teman Daniel, sepertinya mereka sengaja berjaga disana agar tidak ada yang naik".


"Lalu aku harus berdiam diri disini?" Tanya Damar kesal.


"Kakak ikut aku sekarang" Cindy membawa Damar menuju meja bar, gadis itu memiliki rencana agar Damar bisa naik ke lantai dua.


Sedangkan di ruangan kosong itu Daniel mulai menggila.


Pria itu memaksa ingin menikmati tubuh Freya.


"Niel lepas! Aku bisa melaporkanmu ke polisi" teriak Freya.


"Lakukan sayang" Daniel mengambil ponselnya dan ia mengarahkan kamera ponsel tersebut ke arah Freya.


Di letakkan ponsel tersebut di atas meja.


"Aghhh sial!!" Daniel mengumpat saat wajahnya tergores oleh kuku Freya.


Goresan itu berhasil membuat wajah Daniel berdarah.


"Aku sudah sabar, tapi beraninya kamu membuat wajahku terluka. Gadis brengsek!!!" Daniel melayangkan tamparan di pipi mulus Freya.


"Niel hentikan!!" Freya berteriak saat kepalanya di benturkan ke dinding oleh pria itu.


Freya berdiri dan segera membalas pria itu dengan menendang perut Daniel.


Meski sedikit pusing Freya mencoba menguatkan dirinya.


Freya berlari hendak membuka pintu, namun pintu tersebut sudah lebih dulu di kunci oleh Daniel.


"Kamu mau kemana hah!!" Daniel manarik paksa Freya dan menghempaskan gadis itu di atas tempat tidur.


"Kamu sangat kurang ajar!" Kata Daniel memaki Freya.


Tangan Freya ia kunci ke atas, dan dengan bebas pria itu mencium bibir Freya.


Meski gadis itu berusaha melepaskan diri namun usahanya sia sia.


"Daniel le...pas!!!" Suara Freya mulai melemah karena kepalanya terasa pusing.


Danial menarik baju gadis itu, membuat kancing kancing baju Freya terbuka.


Daniel membuang baju Freya ke sembarang arah.


Nampak Freya setengah naked, ia hanya mengenakan bra dan rok pendek di atas lutut.


"Ayo sayang kita mulai sekarang!" Daniel menindih tubuh Freya.

__ADS_1


Gadis itu memukul dada Daniel berkali kali hingga meninggalkan bekas cakar di sana.


Namun Daniel tidak memperdulikannya, ia fokus ******* bibir Freya hingga berdarah.


Bahkan pria itu tak segan segan menciumi dada gadis itu.


BRAK!!!!


Dengan satu kali tendangan pintu yang terkunci itu terbuka.


"Beraninya kamu masuk!" Kata Daniel melihat ke arah pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kak Da..mar" ucap Freya lirih, pandangan gadis itu sedikit buram.


Damar mengeraskan rahangnya, tangannya mengepal saat melihat gadisnya setengah telanjang di atas tempat tidur.


Bahkan wajahnya berantakan.


"Br*ngs*k!!!" Damar berjalan cepat dan menarik baju Daniel, hingga tubuhnya terseret.


Damar menatap ke arah Freya yang menutupi tubuhnya dengan selimut.


Pukulan keras mendarat di wajah Daniel.


Damar benar benar akan menghabisi pria itu, Daniel belum sempat melakukan perlawanan karena Damar sudah membuatnya tidak berdaya.


"Beraninya kamu menyentuh Freya".


BUG!!!


"Dan mencoba untuk memperkosanya!".


"Pria Bejat sepertimu tidak pantas hidup!!!" Kemarahan tengah menyelimuti Damar.


Darah segar keluar dari mulut Daniel, mungkin saja ada beberapa giginya yang patah.


Damar bersiap siap untuk menginjak wajah pria itu namun Freya menghentikannya.


Freya berlari dan menahan Damar.


"Jangan kak... Aku mohon jangan, dia bisa meninggal... Aku tidak ingin kakak mendapatkan masalah karena diriku" ucap Freya dengan suara getirnya.


Damar menatap gadisnya dengan lekat, bagaimana bisa gadis itu sama sekali tidak mengeluarkan air mata sedikitpun.



Dahinya memar, bibirnya berdarah bahkan ia sudah tidak mengenakan pakaian.


Damar melepaskan jasnya kemudian memakaikan di tubuh Freya.


"Maafkan aku yang datang terlambat" kata Damar kemudian memeluk Freya.


Dan disitulah Freya mulai menangis, air matanya keluar membasahi wajahnya yang sudah berantakan.


Sedari tadi gadis itu berusaha kuat untuk melawan Daniel.


Namun di saat Damar memeluknya, ia pun mulai rapuh dan tidak tahan lagi.


"Ssstt jangan menangis lagi, ada aku disini... Sekarang kita pergi" Damar merapikan rambut Freya.


Ia membersihkan darah di bibir Freya dengan telapak tangannya.


Damar tidak melepaskan pelukan itu, namun saat akan keluar Damar melihat ponsel yang berada di atas meja.


Rupanya Daniel merekam semua kejadian yang ada di ruangan itu.


Damar berjalan dan mengambil ponsel tersebut kemudian menyimpan di kantung celananya, itu akan menjadi bukti jika Daniel sudah melecehkan dan melakukan kekerasan terhadap Freya.

__ADS_1


__ADS_2