
Visual Beberapa Tokoh
Yura Vradisty
25 tahun
Elard Desmond
32 tahun
Sifanya Laura
29 tahun
Axel Brandon
32 tahun
Jeny Eliza
24 tahun
Leo Abraham
30tahun
Noah Desmond
5tahun
Nara Desmond
5tahun
*****
Karena kemarin ada yang meminta Visualnya maka author sedikit memberikan Visual untuk beberapa tokoh yaa🥰 visual ini sendiri author buat sesuai pandangan author.
____________________
Tepat Hari ini Sifanya telah di makamkan, bersamaan dengan gemericik hujan yang telah membasahi pemakan tersebut.
Sedikit demi sedikit saudara dan kerabat dekat pun mulai meninggalkan pemakan.
"Ayo kita pulang sayang" ucap Elard.
"Jika kita sudah sampai di rumah, apa yang akan kita katakan kepada Nara?" tanya Yura.
sampai hari ini Nara belum mengetahui jika mommynya telah tiada.
Elard masih berusaha keras untuk mencari tau siapakah pelaku penembakan yang telah membuat nyawa Sifa melayang.
Setelah cukup lama akhirnya Elard dan Yura kembali ke rumah mereka.
Setelah beberapa menit mobil Elard telah sampai di pekarangan rumah miliknya.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya" sapa Nita saat mereka semua baru saja tiba.
__ADS_1
"Dimana anak anak?" tanya Elard.
"Mereka sedang tidur tuan" jawab Nita.
Memang saat ini jam menunjukkan pukul 13.00 dimana ke dua anak itu sudah terlelap dalam tidurnya.
Elard pun membawa Yura masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
karena selama di rumah sakit mereka berdua belum sempat untuk beristirahat.
"Yura kamu istirahatlah dulu, aku akan mandi terlebih dahulu" kata Elard.
kemudian Elard masuk ke dalam kamar mandi, dan Yura mulai merebahkan Tubuhnya di atas tempat tidur yang telah 5tahun ia tinggalkan.
Yura memperhatikan setiap sudut kamar itu, sama sekali tidak ada yang berubah.
Elard masih menjaganya agar tetap sama seperti dulu.
meski telah menikah dengan Sifa, dikamar itu hanya ada foto mereka berdua yang terpasang di dinding.
"Apa selama ini Sifa tidak tidur bersama Elard?" tanya Yura bergumam.
Ada rasa iba terbesit di hati Yura jika membayangkan Sifa yang tidak pernah di anggap oleh Elard.
Karena Yura pernah merasakannya meskipun itu hanya sesaat.
Karena tubuhnya yang sudah mulai lelah akhirnya Yura pun tertidur.
Beberapa menit kemudian Elard keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos polos berwarna putih dan celana pendek selutut.
Elard memperhatikan istrinya yang sudah mulai tertidur.
Pria itu menghampiri Yura, nampak senyum kecil terpancar di wajah pria itu.
Entah sudah berapa lama Elard tidak pernah tersenyum sebahagia itu.
Ia tidak menyangka akhirnya bisa kembali tinggal bersama istrinya lagi.
"Aku bahagia kamu telah kembali" ucap Elard.
kemudian pria itu turut merabahkan tubuhnya di sebelah Yura.
Elard memeluk tubuh istrinya yang sudah mulai terlelap.
sesekali Elard pun menciumi pucuk kening Yura.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Yura segera terbangun dari tidurnya, pada saat membuka matanya Yura melihat sang suami berada di sampingnya.
"Pantas saja tidurku begitu nyenyak" ucap Yura.
"Apa anak anak sudah bangun?" Yura segera turun dari tempat tidurnya.
Yura menuju kamar Nara, ia ingin memastikan apakah putrinya itu sudah terjaga.
Belum sampai di kamar anaknya Yura mendengar Nara yang menangis.
"Ada apa Nita?" tanya Yura, karena Nita juga berada disana.
"Nara menangis nyonya" jawab Nita.
"Keluarlah biar aku yang menenangkannya" ucap Yura. akhirnya Nita keluar dari kamar itu.
Yura mendekati Nara "Ada apa nak?" tanya Yura.
"Dimana mommy? kenapa aku tidak melihatnya sehalian ini" tanya Nara sambil menangis.
"Tenanglah nak disini ada Bunda, mommy sudah...." belum sempat Yura menjelaskan Nara langsung beranjak dari duduknya.
"Semua ini kalenamu, mommyku selalu menangis. sekalang mommy pelgi!!!" kata Nara.
Nara segera berlari meninggalkan Yura disana.
__ADS_1
"Aku sudah menduga jika Nara pasti akan sangat marah" ucap Yura.
Yura akan terus berusaha dan bersabar untuk membuat putrinya itu menerima dirinya.
"Ayah... ayah..." Nara berteriak dan berlari memasuki kamar Elard.
Elard yang sedari tadi tertidur langsung terbangun setelah mendengar Nara berteriak memanggilnya.
"Ada apa Nara?" tanya Elard dengan suara khas bangun tidur.
Nara naik ke atas tempat tidur dan memeluk Elard.
"Ayah.. dimana mommy? aku sangat melindukannya" ucap Nara di pelukan Elard.
"Nak mommy sudah pergi, sekarang Nara harus mengikhlaskan kepergian mommy" ucap Elard.
Elard berhati hati dalam berbicara kepada putrinya, ia takut jika Nara akan terkejut dan sulit menerima kenyataan.
"Pelgi kamana, kenapa tidak membawa Nala?" tanya anak itu lagi.
"Apa Nara ingin bertemu mommy?" tiba tiba Yura masuk kedalam kamar dan bertanya kepada Nara.
"Hmm" Nara pun mengangguk.
"Kalau begitu Nara jangan bersedih lagi, nanti malam Bunda akan membawa Nara bertemu mommy" kata Yura.
Bagaimana bisa Yura membawa Nara untuk bertemu dengan Sifa.
"Yura bagaimana bisa" kata Elard.
Yura hanya menganggukkan kepalanya sekali, tanda bahwa semua akan baik baik saja.
"Janji?" tanya Nara, anak itu memberikan jari kelingkingnya kepada Yura.
"Janji" balas Yura, ia pun melingkarkan jari kelingkingnya.
"Sekarang Nara pergi ke kamar Noah, bangunkan dia karena nanti malam kita akan bersenang senang" titah Yura.
Tanpa menjawab Nara pun keluar dari kamar itu untuk membangunkan Noah.
"Yura apa yang kamu katakan? kamu akan membuat Nara semakin bersedih" tanya Elard.
"El kita tidak bisa mengatakan kebenaran kepada anak kecil dengan pemahaman kita, dia tidak akan mampu menerimanya" jawab Yura.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan, mempertemukan dia dengan Sifa adalah tindakan yang tidak masuk akal" sambung Elard lagi.
Yura memiliki caranya sendiri untuk menjelaskan kepada Nara agar anak itu bisa mengerti, dan pelan-pelan mulai menerima kenyataan, nanti malam adalah waktu yang tepat bagi Yura dan Elard menceritakan semua kebenarannya kepada Nara beserta noah. jika sebenarnya mereka adalah saudara kembar.
"Apa kamu yakin Nara tidak akan bersedih, aku takut Nara akan membencimu" kata Elard.
"Jangan khawatir El, Nara adalah putriku sama dengan Noah. apakah setelah mengetahui kebenarannya Noah membencimu?" tanya Yura.
Elard mulai mengingat, saat Noah mengetahui jika Elard adalah ayahnya. memang Noah sama sekali tidak membencinya, bahkan anak itu sangat bahagia karena mengetahui ayahnya. telah kembali.
"Baiklah aku menyerahkan semuanya kepadamu" ucap Elard pasrah.
***
Ditempat yang lain Axel dan Jeny sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya karena beberapa minggu lagi mereka akan sah menjadi pasangan suami istri.
"Xel aku ingin bertanya kepadamu" kata Jeny.
"apa yang ingin kamu tanyakan?" jawab Axel penasaran.
"Beberapa minggu lagi kita akan menikah, apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" tanya Jeny.
Sudah lama Jeny ingin bertanya kepada Axel, sebelum ia benar benar menjadi istrinya Jeny ingin memastikan jika Axel juga akan bahagia dengan pernikahan mereka.
"Iya aku bahagia" jawab Axel dingin.
*****
happy reading🥰
__ADS_1