
Elard terus mengedarkan pandangannya ke sembarang arah.
kemeja yang tadinya sangat rapi kini berubah menjadi lusuh di penuhi dengan keringat.
"Yura dimana kamu" gumam elard.
saat membalikkan tubuhnya mata elard terbelalak. ia melihat sosok istrinya yang berdiri di dekat jembatan, pikiran elard mulai meracau.
Ia berlari menghampiri istrinya, ia takut jika yura akan lompat dari jembatan itu.
"Hentikan yura!!!" teriak elard saat sudah menghampiri yura, kini jarak mereka hanya 2 meter saja.
Yura memundurkan tubuhnya.
"Yura aku mohon jangan melakukan tindakan yang bodoh, bagai mana pun bayi itu tidak bersalah" ucap elard dengan wajah tegangnya.
Yura yang tadinya menangis mulai menghapus sisa air matanya ia tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan suaminya itu.
"Anda yang sudah melakukan tindakan bodoh!" bentak yura.
"Iya aku memang bodoh, tapi ku mohon jangan sakiti bayi itu. kemarilah" ucap elard sambil mengulurkan tangannya, berharap istrinya itu akan meraih tangannya.
"Cepat kemari!! jangan sampai aku marah padamu!!!" bentak elard, tentu yura tidak paham dengan apa yang di bicarakan suaminya.
Yura menggelengkan kepalanya, tanda ia tidak ingin mendekati suaminya itu. kemudian yura membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan elard.
Tiba tiba dari belakang elard mendekap tubuh yura.
"Jangan pernah melakukan hal bodoh yura. aku mohon, dia tidak bersalah" ucap elard di telinga yura, membuat wanita itu merinding mendengarnya.
Yura melepaskan pelukan suaminya dan menatap elard dengan tajam.
"Apa yang anda katakan?" tanya yura.
"Aku tidak akan membiarkan kamu bunuh diri, aku memang bukan pria ahli ibadah tapi tindakan bunuh diri itu sangat berdosa" jawab elard.
"Bunuh diri?" tanya yura memastikan, dan elard mengangguk.
Yura mencoba menahan tawanya, yura tidak menyangka jika suaminya berfikiran bahwa dirinya akan bunuh diri.
"Siapa yang akan bunuh diri?" tanya yura lagi.
"Bukan kah kamu akan bunuh diri? lantas untuk apa kamu berdiri di pinggir jembatan seperti ini" ucap elard.
"Aku tidak sedang bunuh diri, hanya saja merasa lelah" jawab yura.
Elard nampak menepuk keningnya, bisa bisanya ia mengira istrinya akan bunuh diri karena kejadian tadi.
"Sekarang mendekatlah" kata elard.
"Tidak! untuk apa? lebih baik anda kembali melanjutkan pernikahan itu dan biarkan aku pergi" tolak yura.
"Kemarilah dan ikut denganku, aku akan membuat perhitungan denganmu karena berani meninggalkan aku" jelas elard.
Terjadi perdebatan di antara mereka, yura kekeh tidak ingin ikut dengan elard.
__ADS_1
Namun elard terus memaksa istrinya, ia berjanji akan menjelaskan semua setelah tiba di rumah.
Yura nampak berfikir haruskan ia ikut bersama suaminya.
"Ayolah yura, kamu juga wajib mendengarkan penjelasanku, setelah itu jika kamu mau pergi silahkan pergi" ucap elard.
Karena suaminya sudah memaksa, akhirnya yura bersedia ikut bersama suaminya.
Mereka berdua berjalan menuju rumah elard.
"Sebentar aku lelah" kata yura sambil membungkukkan tubuhnya.
Tanpa bertanya elard langsung menggendong tubuh istrinya itu.
"Apa yang anda lakukan tuan? turunkan aku!!" racau yura.
"Diam!!" sungut elard membuat wanita itu langsung menutup mulutnya.
Sedangkan di rumah elard sifanya terus saja menangis, tidak henti hentinya ibu el menenangkan sifa.
"Tante bagai mana ini, wanita itu hamil" kata sifa sambil terisak.
Mereka semua sudah tau jika yura sedang hamil. karena elard meninggalkan paperbag di sana.
"Tenanglah sifa, tante yakin itu bukan anak el. karena setau tante elard tidak pernah melakukannya" jawab ibu el.
Sifa terus saja menangis, kemarahan tampak di matanya.
Hari di mana seharusnya ia menikah dan sah menjadi istri elard, tapi karena kemunculan yura membuat semua impian sifa hancur.
ditambah lagi rasa malunya di hadapan banyak orang.
Yura menarik lengan baju elard membuat pria itu menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" tanya elard.
"Aku belum siap bertemu mereka" kata yura, yang dimaksud adalah ibu el dan sifanya.
"Ada aku disini, tenanglah" sahut elard.
merekapun melanjutkan langkahnya.
Elard menggandeng tangan yura saat memasuki rumahnya.
Mereka sedari tadi yang menunggu kedatangan elard terkejut, melihat elard pulang bersama yura.
Elard terus berjalan membawa istrinya, ia hendak membawa yura masuk ke dalam kamar.
"Berhenti" ucap ibu el, saat elard dan yura akan menaiki tangga.
Ibu el menghampiri elard dengan bantuan nita yang mendorong kursi rodanya.
"Untuk apa kamu membawa wanita ini kemari?" tanya ibu el.
Yura hanya menundukkan kepalanya, ia memilih untuk diam dan menyerahkan semua kepada elard.
__ADS_1
"Tentu karena dia istriku bu, dan apa lagi yura tengah mengandung anakku" ucap elard, entah kenapa elard seperti memiliki kekuatannya kembali saat sudah bertemu istrinya.
"El jangan percaya dengan wanita ini. kamu tau kan dia wanita murahan el, selama sebulan dia meninggalkan rumah ini. ibu yakin pasti anak itu bukan anakmu, melainkan anak dari pria hidung belang di luar sana" ucap ibu el panjang lebar.
Yura tiba tiba meremas tangan suaminya yang sedari tadi menggenggamnya.
Elard memperhatikan wajah yura yang matanya sudah mulai berkaca kaca.
"Ibu hentikan! dia adalah anakku darah dagingku bu" sahut elard, sambil menyentuh perut yura yang memang masih rata.
"Dia bohong el! dia bekas wanita malam pasti dia sudah tidur dengan banyak pria.. kamu tidak akan tau itu" kini sifa mulai membuka suaranya yang masih terduduk di sofa.
"Yura istriku, aku tau bagaimana dia" kata elard.
"Kamu tidak akan tau el, kamu belum pernah melakukannya. jangan mau di bodohi wanita itu nak" kata ibu el terbata sambil memegang dadanya yang sedikit sakit.
"Apa ibu pikir aku sepolos itu?" tanya elard, tentu membuat ibu el tidak mengerti dengan perkataan putranya begitupun dengan sifa.
"Ibu yura adalah istriku, kami sudah melakukannya. dan jelas aku tau bahwa yura masih suci" sambung elard lagi.
Ibu el membulatkan matanya, kini dadanya terasa sangat sakit mendengar ucapan elard.
Elard memerintahkan nita untuk mengambilkan air putih dan di berikan kepada ibunya.
Ibu el meminum air itu sampai tak tersisa.
"Baiklah ibu aku akan mesuk dulu bersama istriku. dan kamu nita" elard menunjuk nita selaku kepala pelayan di rumahnya.
"Cepat kamu bereskan rumahku, singkirkan semua dekorasi ini aku tidak ingin melihatnya lagi" sambung elard.
"Baik tuan" jawab nita.
Elard pun membawa istrinya menuju kamar mereka, dan meninggalkan semua orang disana.
"El, kita harus menikah. kamu tidak bisa membatalkan pernikahan ini!!!" teriak sifa sambil terus menangis.
Sedangkan elard sama sekali tidak memperdulikan sifanya.
Leo dan nita serta beberapa orang disana membersihkan semua dekorasi yang sudah tertata cantik itu.
Nampak senyum bahagia di bibir leo, ia lega akhirnya tuannya batal menikahi sifanya. gadis yang memang sudah tidak di cintai oleh elard.
"Nyonya bagai mana ini? putra anda sudah membuat keponakan dan kami semua malu" ucap bibi sifa, ia tidak terima jika keponakannya di perlakukan seperti itu.
"Pulanglah tenangkan fikiran kalian" jawab ibu el.
Ibu el sendiri tidak manyangka akan terjadi hal seburuk ini.
Keluarga sifa pun pulang dengan perasaan malu, marah dan kecewa.
*****
happy reading🥰
pembaca setia Wanita Malam Milik COE, yuk bantu rate karya author ya. berikan bintang5 kalian buat author🥺.
__ADS_1
supaya author semakin semangat.
terima kasih buat kalian yang sudah mendukung karya author🥰🥰🥰🙏