Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Pertemuan ke Dua


__ADS_3

Karena hari sudah malam Yura membawa putranya masuk ke dalam kamar, kini saatnya Noah untuk beristirahat.


" Kamu tidur dulu ya sayang bunda mau menyelesaikan pekerjaan yang masih belum selesai" ucap Yura.


" Oke bunda" jawab Noah kemudian anak itu naik ke atas tempat tidur.


Tidak lupa Yura menyelimuti tubuh putranya, kemudian ia keluar dari kamar itu.


di ruang tamu masih ada jeny yang belum tertidur.


" Jen Apa kamu tahu dengan siapa tadi Noah bertemu" tanya Yura kepada Jenny.


" Tidak ra, memangnya ada apa?" Jeny bertanya balik.


" Tidak ada apa-apa, lebih baik sekarang kamu istirahat saja Mungkin aku akan lembur sampai malam" ucap Yura kepada Jeny.


Akhirnya Jenny pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat sedangkan Yura ia masih sibuk dengan laptopnya karena besok Yura harus meeting dengan beberapa investor.


***


Di rumah sakit...


Elard duduk di sebuah sofa yang berada di sudut ruang rawat Nara pria itu masih belum tertidur dilihatnya Putri kecilnya itu sudah tertidur dengan pulas.


Elard masih memikirkan anak laki-laki yang ia temui saat di halaman rumah sakit.


Entah mengapa Elard merasa pernah melihat wajah anak kecil itu, Elard tidak sadar jika wajah anak laki-laki yang ia temui sangat mirip dengan dirinya.


" Dimana Aku pernah melihat anak itu?" tanya Elard pada dirinya sendiri.


" El kamu sudah makan?" tanya Sifa yang baru saja masuk ke dalam ruangan Nara.


" Bukan urusanmu aku sudah makan atau belum" jawab Elard dengan ketusnya.


Kemudian Sifa berjalan menghampiri Elard ia duduk disebelah pria itu.


" El Ada yang ingin aku katakan" kata Sifa ia memulai percakapan di malam itu.


" Aku sangat lelah hari sudah malam" jawab Elard kemudian ia berpindah ke sofa yang lain.


Elard pun merebahkan tubuhnya dan tidak menghiraukan sifa sama sekali.


Sifa nampak kesal karena pria itu sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk berbicara.


" El dengarkan aku sebentar saja" ucap Sifa kemudian wanita itu menepuk bahu Elard.


" Berhenti terus menggangguku atau tidak kamu akan aku usir dari sini!!" ucap Elard.


Sifa pun tidak berani untuk melanjutkan perkataannya.


***

__ADS_1


Di pagi hari yang cerah ini Yura sudah bersiap untuk memulai aktivitasnya, ini adalah hari pertama Yura berada di kota itu setelah sekian lama ia meninggalkannya.


sebelum bersiap Yura sudah menyiapkan sarapan untuk anaknya dan sahabatnya itu.


Tidak Berapa lama terdengar seseorang mengetuk pintu apartemennya Yura pun dengan segera membuka pintu, ternyata di sana terdapat Axel yang baru saja tiba pria itu sengaja datang pagi-pagi untuk menjemput Yura karena mereka akan berangkat bersama untuk menghadiri meeting.


" Pagi Yura" sapa Axel yang baru saja masuk ke dalam apartemen Yura.


" Pagi juga Xel, Mmm... sepertinya Jeny masih mandi" ucap Yura.


" Iya biarkan saja, dimana jagoan kecilku?" tanya Axel.


" Daddy...." belum sempat menjawab Noah sudah keluar dari kamarnya dan langsung berteriak memanggil Axel, anak itu langsung berlari dan memeluk tubuh Axel.


" Wah kenapa anak daddy sudah tampan sekali Memangnya mau kemana?" tanya Axel kepada Noah.


" Aku pagi ini akan keluar bersama aunty jeny kita akan berjalan-jalan" jawab Noah.


Setelah itu Jeny pun keluar dari kamarnya wanita itu juga sudah bersiap karena rencananya pagi ini ia akan kembali berjalan-jalan bersama Noah. Noah ingin kembali lagi ke taman itu, mereka semua tidak sadar jika maksud dan tujuan Noah pergi ke taman itu agar bisa bertemu lagi dengan Nara.


" Jen kamu akan pergi bersama noah?" tanya Axel.


" Iya Xel, nampaknya Noah sangat ingin melihat seluruh kota ini" jawab Jeny sambil tertawa.


Axel mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya, dan memberikan kepada Jeny.


" Ambilah, Jika kamu ingin membeli sesuatu pakailah kartu ini. kemudian berhati-hatilah karena mungkin aku dan Yura akan pulang di sore hari" ucap Axel kepada Jeny.


" Iya sayang terima kasih" jawab Jenny keceplosan.


nampak Yura tersenyum senang karena akhirnya sedikit demi sedikit Axel mulai memberikan perhatian kepada jeny. sekalipun itu hanya ucapan hati-hati. Yura yakin cepat atau lambat Axel akan mulai mencintai dan menerima Jeny sebagai tunangannya.


" Kalau begitu kita sarapan dulu" ajak Yura kepada mereka semua. mereka semua pun duduk di meja makan dan menikmati sarapan yang sudah disediakan oleh Yura.


tak berapa lama sarapan pun selesai Yura dan Axel berpamitan untuk berangkat terlebih dahulu.


Setelah Yura dan Axel berangkat kini saatnya Jenny dan Noah untuk bersiap-siap.


" Sayang kita akan pergi kemana?" tanya Jeny kepada Noah.


" Kita pergi ke taman dulu ya aunty aku ingin bermain-main di sana" Jawab Noah. Jenny pun setuju.


Karena jarak taman itu tidak terlalu jauh dari apartemen, akhirnya Jeny kembali memutuskan untuk berjalan kaki.


Kini mereka sudah sampai di taman, Noah langsung naik ke atas ayunan.


" Noah main disini dulu ya, jangan kemana mana. aunty akan pergi membeli air minum sebentar" kata Jeny.


Noah terus saja memperhatikan Rumah sakit yang berada di seberang, ia berharap akan bertemu dengan gadis kecil yang ia temui semalam, gadis kecil itu tak lain adalah Nara.


" Apa dia baik baik saja" gumam Noah, karena ia belum juga melihat sosok Nara.

__ADS_1


Noah nampak tertunduk lesu sambil memainkan ayunannya.


Mobil mewah berwarna hitam keluar dari parkiran rumah sakit itu, Mobil itu adalah milik Elard ia hendak berangkat ke kantornya.


Tiba tiba Elard menghentikan mobilnya saat ia melihat sosok anak kecil yang membuatnya semalaman tidak bisa tidur.


" Dia ada disini lagi" ucap Elard.


Tanpa berfikir panjang Elard turun dari mobilnya, ia berlari kecil dan segera menghampiri Noah.


sedangkan Noah tidak sadar dengan kehadiran Elard karena dia terus saja melamun.


" Boleh Paman duduk di sini?" tanya Elard namun Noah tak kunjung menjawabnya.


" Ehem.. Ehem.." suara Elard pun mengejutkan Noah.


Noah melihat ke sumber suara itu, dan dia melihat seorng pria sedang berdiri tepat di belakangnya.


" Boleh paman duduk disini?" tanya Elard menunjuk ayunan yang berada di sebelah Noah.


" Iya" jawab Noah singkat.


Elard pun duduk di ayunan itu, entah kenapa perasaannya tiba tiba terasa hangat saat berada di dekat Noah.


" Apa kamu ingat dengan paman?" tanya Elard, dan Noah pun menggelengkan kepalanya tanpa menatap ke arah Elard.


" Benarkah?" tanya Elard lagi.


Dengan ragu ragu Noah melihat ke arah Elard dan ia memperhatikan wajah pria yang ada di hadapannya.


" Uncle yang kemarin kan?" tanya Noah antusias.


" Iya ini paman yang kemarin, sedang apa kamu disini?" tanya Elard lagi.


" Uncle apakah anak perempuan itu adalah anak...." ucapan Noah terhenti.


" Iya dia putri paman yang sekarang sedang sakit" jelas Elard.


Elard sadar jika anak kecil yang berada di depannya ini sedang penasaran.


" Uncle bagaimana keadaanya? Mm.. bolehkan aku menemuinya lagi?" tanya Noah, anak itu sangat polos.


Ia akan mengatakan apa yang memang terlintas di pikirannya.


" Tentu boleh nak, tapi paman belum tau siapa namamu.. bisakah kita berkenalan?" Elard mengulurkan tangannya.


Sontak Noah berdiri dan segera menjauh dari Elard, ia teringat pesan Bundanya yang mengatakan untuk tidak sembarangan berkenalan atau dekat dengan orang asing.


" Ada apa nak?" tanya Elard, ia terkejut karena Noah tiba-tiba menghindarinya.


*****

__ADS_1


happy reading🥰🥰


__ADS_2