Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Keputusanku


__ADS_3

Mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan sebuah Cafe, tampak Axel baru saja keluar dari mobilnya.


Ia segera masuk ke dalam Cafe itu, pandangan Axel menyapu setiap sudut ruangan di dalam cafe.


Axel mencari sosok Yura.


"Syukurlah dia belum datang, setidaknya aku tidak membuatnya menunggu" ucap Axel kemudian ia menghampiri bangku yang masih kosong.


Setelah itu Axel mengirimkan pesan kepada Yura, bahwa dirinya telah sampai dan menunggunya di dalam.


Tidak berapa lama taxi Yura pun tiba, sesudahnya memberikan sejumlah uang Yura segera turun dari taxi dan masuk kedalam cafe tersebut.


Yura melihat Axel sudah menunggunya.


"Sudah lama Xel?" tanya Yura.


"Baru 10 menitan" jawab Axel.


Yura pun duduk berhadapan dengan Axel.


"Apa Elard tau malam ini kamu keluar?" tanya Axel.


"Iya, tapi aku bilang jika aku dengan Jeny, biasanya dia akan melakukan panggilan vidio. tapi sepertinya dia sangat sibuk" jawab Yura.


Salah seorang pelayan menghampiri mereka, setelah mencatat pesanan tersebut pelayan itu pun pergi.


"Yura" ucap Axel ia hendak memulai percakapannya.


"Iya" jawab Yura.


"Apa kamu baik baik saja? maksudku mengenai berita itu..." kata kata Axel terhenti, ia bingung harus bagaimana mengatakannya.


"Jadi kamu sudah tau ya" ucap Yura tertunduk lesu.


"Yura semua orang sudah mengetahui berita itu, makannya aku khawatir dengan kondisimu" kata Axel.


Kemudian Axel mengeluarkan ponselnya.


Ia membuka Youtu** dan memperlihatkan kepada Yura.


Berita mengenai paman Yura sudah menyebar di seluruh media sosial.


Belum genap sehari sudah 10juta lebih yang menontonnya.


Dan komentar komentar negatif tak lupa mereka tulis disana.


Yura sangat terkejut melihat itu, karena ulah pamannya membuat wanita itu dalam kesulitan besar.


(Astaga.... tuan setampan itu harus menikah dengan wanita rubah)


(Wanita ****** yang licik, bisa bisanya ia menjebak tuan muda terkaya di Indonesia!!!)


(Menurutku itu bukan anak dari tuan Elard!!!)


(Aku harap mereka segera bercerai!!!)


Yura membaca beberapa komentar, rasanya ia ingin segera pergi jauh sehingga semua orang tidak bisa melihatnya lagi.

__ADS_1


Yura meletakkan ponsel milik Axel di atas meja dan ia menunduk sambil menangis.


"Yura tenangkan dirimu, aku dan Leo sedang berusaha mengatasinya" ucap Axel mencoba menenangkan Yura.


"Bagaimana caranya? bagaimana kamu mengatasi semua orang yang sudah menonton tayangan itu" tanya Yura.


Mendengar itu Axel hanya terdiam, ia sadar jika semua itu tidaklah mudah.


Sekalipun mereka melakukan klarifikasi namun bukti jika Yura adalah seorang wanita malam tidak akan bisa di pungkiri.


"Apa kamu tau Xel. ibu mertuaku memintaku untuk bercerai dengan El, dia membuka kembali surat perjanjian itu" jelas Yura, air matanya terus saja menetes.


"Kenapa tente hera melakukan itu?" tanya Axel.


"Baginya kejadian ini akan membuat kehidupan Elard hancur, masa depan dan bisnisnya juga akan hancur. serta anak anak kami nanti akan di hujat aku tidak ingin semua itu terjadi Xel" jawab Yura panjang lebar.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Axel.


Yura menghapus sisa sisa air matanya, terlihat iya menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan.


"Silahkan tuan.. nona" ucap pelayan meletakkan minuman hangat di atas meja.


"Terimakasih" jawab Yura dan Axel bersamaan, kemudian pelayan itu pun pergi.


"Xel... aku akan mengambil rencana kita sebelumnya" ucap Yura.


"Apa!!" sahut Axel terkejut.


Beberapa bulan yang lalu, setelah menandatangani surat perjanjian itu Yura dan Axel sudah memiliki rencana.


Dimana setelah melahirkan Axel akan membawa Yura pergi bersama anaknya.


"Yura apa kamu yakin? lalu bagaimana dengan El dan anak anakmu?" tanya Axel.


"Iya aku yakin Xel, tapi aku tidak akan membawa ke dua anakku" jawab Yura.


"Maksudmu kamu akan memberikan mereka kepada Elard?" tanya Axel yang masih tidak mengerti.


"Tidak. aku akan membawa salah satu dari mereka" jawab Yura.


"Bagaimana bisa kamu memisahkan anakmu dari saudaranya, pikirkan lagi Yura" nasehat Axel.


Namun Yura sudah bulat akan keputusannya, sepanjang perjalanan yura memikirkan hal itu baik baik.


Ia memutuskan untuk membawa salah satu dari anaknya, dan meninggalkan salah satu yang lain untuk tinggal bersama Elard.


"Yura aku tidak mengerti apa yang ada di pikiranmu.. seorang ibu tidak mungkin meninggalkan anaknya" sahut Axel.


"Lalu apa kamu pikir seorang Ayah bisa jauh dari anaknya? Xel semua sudah berubah, setelah Elard mengatakan bahwa ia menyayangiku ingin hidup bahagia bersamaku dan anak anak kami. tidak mungkin aku membiarkan dia sendiri" jelas Yura.


Mendengar itu Axel bisa melihat jika wanita yang berada di depannya sangat mencintai Elard, ia harus rela meninggalkan Suami dan salah satu anaknya untuk kebaikan mereka.


Demi kebahagian mereka Yura harus mengorbankan kebahagiaannya.


"Maafkan aku Yura, aku tidak memikirkan sampai sejauh itu apa pun keputusanmu aku akan membantumu" kata Axel.


"Terima kasih Xel, jika saatnya tiba kamu harus membantuku" sahut Yura.

__ADS_1


"Tentu" jawab Axel.


**Andai aku adalah suamimu, andai kamu milikku... aku tidak akan membuatmu menderita, tidak akan membuatmu jauh dari orang orang yang kamu sayangi... Yura aku masih sangat mencintaimu, ntah sampai kapan perasaan ini akan bertahan.. aku berjanji akan terus bersamamu** Axel


Setelah pembicaraan mereka selesai, Axel langsung mengantar Yura untuk kembali kerumahnya karena hari sudah mulai malam.


Didalam mobil tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka.


Keduanya sama sama larut dalam pikirannya masing masing.


Tak terasa mereka sudah sampai, dan Yura segera turun dari mobil Axel.


"Terima kasih Xel" ucap Yura.


"Sama sama Yura, beristirahatlah sampai jumpa" kata Axel.


Mobil Axel pun melaju, dan Yura masuk ke dalam rumahnya.


Baru saja masuk Yura sudah di kejutkan dengan suara ibu mertuanya yang ternyata masih belum tidur.


"Dari mana?" tanya ibu El.


"Keluar untuk membeli sesuatu bu" jawab Yura.


Ibu el memperhatikan Yura, ia tidak melihat jika menantunya itu membawa sesuatu.


"Sudah dapat yang kamu beli?" tanya ibu El lagi.


"Tidak bu" jawab Yura.


"Kalau begitu ibu tidurlah sudah malam, aku juga akan tidur" sambung Yura dan hendak pergi meninggalkan ibu mertuannya.


"Tunggu nak... bagaimana keputusanmu?" tanya ibu El membuat yura menghentikan langkahnya.


Yura kembali membalikkan badannya.


"Ibu maaf tapi aku sangat lelah" jawab Yura.


"Iya sudah tidurlah" jawab ibu El.


Kemudian Yura kembali berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar Yura duduk di sebuah sofa.


"Apakah ini sudah benar? apa keputusanku sudah benar?" tanya Yura kepada dirinya sendiri.


Yura berjalan menuju meja rias, ia melihat pantulan dirinya di dalam cermin.


"Apa sehina itu diriku, sampai tidak ada kebahagian untukku" gumam Yura dengan tatapan kosong.


BRAK....!!


Yura membuang semua barang yang berada di atas meja riasnya, membuat barang barang itu berhamburan di lantai.


"Aaagggghhh!!!!" teriak Yura frustasi.


Yura kembali menangis dalam keheningan malam, memikirkan nasib keluarga kecilnya.

__ADS_1


*****


happy reading🄰


__ADS_2