Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Undangan pernikahan Elard dan Yura sudah di cetak, gedung pernikahan pun sudah di persiapkan. tinggal menghitung hari pernikahan mereka akan segera berlangsung.


Dan pada hari ini juga Elard telah mengambil cuti sampai ia selesai melangsungkan pernikahan.


Segala sesuatu sudah di serahkan kepada Leo.


Kini Elard hanya akan menunggu hari pernikahan itu tiba.


"El kamu tidak kekantor?" tanya Yura


"Iya aku akan kekantor sebentar karena ada beberapa urusan penting" jawab Elard.


"Bolehkah aku ikut?" tanya Yura.


"Boleh sayang" jawab Elard.


"Kalau begitu kamu tunggu di mobil dulu, aku akan menemui anak anak" kata Yura.


Elard pun segera masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Yura menemui anak anaknya.


"Kalian jangan nakal ya, bunda akan pergi ke kantor bersama ayah" ucap Yura kepada kedua anaknya.


"Baik bunda" jawab Noah dan Nara.


"Nita tolong jaga mereka ya"


"Baik nyonya" jawab Nita.


***


Beberapa menit kemudian, mobil Elard sudah sampai di depan gedung kantornya.


Elard memegang erat tangan Yura dan mereka berjalan bersama memasuki kantor tersebut, tak lupa Leo yang mengikuti mereka dari belakang.


"Selamat pagi tuan" sapa seluruh pegawai disana.


"Pagi" jawab Elard.


Mereka semua memperhatikan Yura yang berdiri di samping Elard.


"Apa kalian tidak ingin memberi salam kepada istriku?" tanya Elard.


"Selamat pagi nyonya" sapa mereka gugup.


"Pagi" jawab Yura tersenyum hangat.


kemudian Elard segera menuju ke ruangannya yang berada di lantai paling atas.


"Benarkah itu nyonya Yura?"


"Iya benar itu adalah nyonya Yura, istri pertama tuan Elard"


"Wahh cantik sekali ya, sepertinya dulu tidak secantik sekarang"


Begitulah bisik bisik para pegawai setelah kepergian Elard dan Yura.


Kini Elard sudah memasuki ruangannya, Elard segera melepas jas dan meletakkannya di kursi kebesarannya.


"Sayang apa kamu ingin sarapan dulu?" tanya Elard.


"Tidak El, aku akan menunggumu" jawab Yura.

__ADS_1


Kemudian Yura segera duduk di kursi berhadapan dengan suaminya, Elard membuka laptopnya dan ia segera mengerjakan beberapa laporan.


Yura memperhatikan suaminya yang tengah sibuk mengutak-atik laptopnya terlihat wajah Elard yang sangat serius.


"Ehem.. kenapa menatapku seperti itu? aku memang tampan kamu bisa menikmati ketampananku kapan pun" ucap Elard.


Karena ia sadar jika sang istri sedang sibuk memperhatikannya.


"Aku tidak menyangka memiliki suami seperti dirimu" kata Yura.


Elard menyingkirkan laptop yang berada di depannya kemudian ia fokus menatap istrinya.


"Memangnya kenapa?" tanya Elard.


"Sudah sudah selesaikan pekerjaanmu, kamu pergi ke kantor bukan untuk mengobrol denganku" sahut Yura.


Kemudian Yura mengeluarkan ponselnya, ia mengalihkan perhatian Elard dengan cara berpura-pura memainkan ponselnya.


**setelah kamu membuatku tidak fokus bekerja sekarang kamu mengacuhkan diriku** batin Elard.


Elard tersenyum nakal memperhatikan istrinya, kemudian ia beranjak dari duduknya dan menghampiri Yura.


Elard berdiri tepat di belakang Yura dan ia tiba-tiba memeluk Yura dari belakang membuat wanita itu terkejut.


"El apa yang kamu lakukan?" tanya Yura, wajah wanita itu mulai memerah. apa lagi jantungnya yang kini mulai berdegub sangat kencang.


"Aku tidak suka kamu mengacuhkanku" ucap pria itu.


Elard memegang ujung dagu Yura, dan sedikit mengangkat wajah istrinya agar berhadapan dengannya.


Dan benar saja, Elard segera mencium bibir ranum Yura yang selama ini menjadi candu bagi dirinya.


Yura pun tidak melakukan perlawanan, ia hanya terdiam menutup matanya dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Elard.


Matanya terbelalak melihat tuannya sedang bercumbu dengan seorang wanita yang tak lain adalah Yura.


Lebih mengejutkan lagi mereka tidak sadar atas kedatangan Fira.


Sekertaris pribadi Elard itu langsung menutup kembali pintu ruangan bosnya.


Dan ia segera kembali menuju ruangannya sendiri.


Brakkk!!!


Fira melemparkan beberapa berkas yang tadi dibawanya, wajahnya terlihat sangat kesal dan marah.


"Setelah Sifanya meninggal aku pikir tuan Elard akan menjadi duda, rupanya ia kembali kepada istri lamanya. dan apa tadi!! mereka bercumbu di kantor" gerutu Fira.


Rasa kesalnya bertambah setelah keberadaannya tidak disadari oleh tuannya itu. Fira berpikir setelah Sifanya meninggal ia akan lebih mudah mendekati Elard, namun rupanya tak semudah itu, ia lupa jika sebenarnya yang dicintai Elard adalah Yura bukanlah Sifanya.


Kini Jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Elard sudah selesai dengan beberapa laporannya.


"Tuan saya sudah membagikan undangan diseluruh kariyawan dan kolega anda" kata Leo.


"Terima kasih Le" jawab Elard.


"Kalau begitu kita pulang sekarang" sambung Elard.


Elard dan Yura pun segera keluar dari ruangannya mereka hendak menuju parkiran disusul oleh Leo yang sibuk membawakan tas dan beberapa barang milik Elard.


"Selamat pagi tuan" sapa pria yang baru saja hendak masuk kedalam gedung perusahaan milik Elard.


"Selamat pagi tuan Mike kita bertemu lagi" jawab Elard.

__ADS_1


Elard mengurungkan niatnya untuk langsung masuk ke dalam mobil ia membawa Mike duduk di sebuah sofa yang berada di loby kantornya.


"Perkenalkan ini adalah istriku namanya Yura" ucap Elard memperkenalkan istrinya.


"Mike"


"Yura" mereka saling bersalaman memperkenalkan diri.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Yura yang merasa wajah Mike begitu familiar.


"Sepertinya tidak nona, karena saya tinggal di Amerika. dan baru satu bulan ini kembali ke Indonesia" jawab Mike.


"Begitu rupanya" sahut Yura.


Elard meminta Leo untung mengambil satu undangan, kemudian Elard memberikan undangan itu kepada Mike.


"Ini adalah undangan pernikahan kami, aku harap anda bisa hadir" kata Elard seraya menyerahkan kartu undangan itu kepada Mike.


"Bukankah anda sudah menikah?" tanya Mike.


"Iya benar, kami akan melakukan pernikahan lagi karena kemarin sempat tidak ada resepsi" jelas Elard.


Mike pun mengangguk tanda mengerti.


"Baiklah saya pasti akan datang" ucap Mike.


"Kalai begitu maafkan saya karena tidak bisa berlama lama, masih banyak yang harus saya siapkan" ucap Elard berpamitan kepada Mike.


"Tidak masalah tuan, semoga lancar." jawab Mike.


Mereka sudah berada di dalam mobil, nampak Yura terdiam tanpa berbicara apapun.


"Kenapa sayang?" tanya Elard.


"Aku rasa aku pernah bertemu dengan tuan Mike, hanya saja aku lupa dimana" kata Yura.


"Hei" Elard memegang wajah istrinya.


"Jadi kamu memikirkan pria lain saat bersamaku? apa yang mengganggu fikiran mu?" tanya Pria itu.


"Bukan begitu El, sudah lah lupakan saja" Yura pun melepas tangan suaminya yang sedari tadi memegang wajahnya.


Tidak berapa lama mobil sudah sampai di kediaman Elard, mereka segera masuk dan menemui ke dua anaknya yang bermain di halaman belakang.


"El lebih baik kamu ganti pakaianmu dulu" saran Yura.


"Iya baiklah sayang, aku masuk dulu ya" ucap Elard dan Yura mengangguk.


"Bunda..." teriak ke dua anak kecil itu setelah melihat bundanya telah tiba.


Mereka berlari dan memeluk Yura.


"Bunda benarkah dua hari lagi akan ada pesta" tanya Noah.


"Iya benar sayang, makannya kalian banyak banyak istirahat agar nanti tidak jatuh sakit" jawab Yura.


"Sekarang kita masuk ya" Yura pun membawa ke dua anaknya untuk masuk kedalam rumah.


___


happy reading🄰


maaf jika masih ada typo bertebaranšŸ™

__ADS_1


__ADS_2