Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Bermalam di Mobil


__ADS_3

Setelah cukup lama berbicara dengan Rangga akhirnya Noah merasa cukup tenang dan ia akan memikirkan ulang tentang keputusannya.


"Ga aku akan kembali menemui Key, kamu pulanglah..! Dan antar adikku sampai rumah" kata Noah.


"Maksudmu Nara?" Tanya Rangga, ia tidak yakin jika Noah membiarkan dirinya untuk lebih dekat dengan adiknya itu.


"Iya.. adikku hanya Nara, kamu pikir ada yang lain selain dia" kata Noah.


"Bukan begitu, aku pikir kamu akan melarangku untuk berteman dengannya"


"Selama kalian berteman aku tidak masalah, tapi jangan sampai meminta adikku untuk berpacaran denganmu..! Karena aku tidak ingin dia pacaran" ucap Noah.


"I..iya aku mengerti" sahut Rangga dengan ragu ragu.


Rangga mengelus dadanya, ia merasa lega karena setidaknya Noah sudah mengetahui jika adiknya saat ini sedang berteman dengan dirinya.


Keduanya meninggalkan kantin tersebut dan berjalan menuju ke ruangan di mana Keyla dirawat.


"Nara pulanglah ini sudah malam" ucap Noah saat melihat adiknya duduk di sebuah sofa yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Hmm baiklah kak, aku pulang dulu" jawab Nara yang sudah mulai mengantuk.


"Ga, antarkan Nara sampai rumah. Jangan turunkan dia di pinggir jalan" kata Noah.


"Siapp boss...!" Sahut Rangga.


Setelah berpamitan mereka berdua pun segera pergi dari rumah sakit tersebut.


Noah memperbaiki selimut Keyla kemudian ia naik ke atas ranjang yang sama dengan Keyla.


Untung saja ranjang rumah sakit tersebut ukurannya cukup besar, sehingga dengan mudah Noah bisa tidur di samping Keyla.


Noah memeluk tubuh istrinya itu dan ia pun turut terlelap.


***


"Kalian bicara apa saja tadi?" Tanya Nara saat mereka sudah dalam perjalanan.


"Tentang Key, Noah ada berniat untuk mengikuti ucapan dokter yang merawat Keyla. Yaitu dengan melakukan operasi, Tapi setelah aku bicara kepadanya sepertinya Noah akan berfikir ulang" jawab Rangga sambil terus fokus menyetir mobilnya.


"Terima kasih Ga, kamu sudah menjadi sahabat yang baik untuk kakakku" kata Nara.


"Itu semua karena Noah sudah berbuat banyak kebaikan untukku Ra, jadi aku akan selalu membantu dia dalam keadaan apa pun" jelas Rangga.


Nara melihat jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari.


Beberapa kali Nara terlihat menguap sampai akhirnya ia pun tertidur.


"Nara apakah...." Rangga menghentikan ucapannya saat ia melihat Nara sudah memejamkan matanya.


"Dia pasti sangat lelah, sampai sampai tertidur seperti ini" gumam Rangga.

__ADS_1


Rangga menghentikan mobilnya di pinggir jalan.



"Astaga aku tidak tau dimana rumah orang tua Noah, yang aku tau hanya rumah pribadi Noah... Bagaimana ini?" Kata Rangga.


Rangga segera mengambil ponselnya dan ia berusaha menghubungi Noah, namun sampai beberapa kali Noah tidak menjawab panggilan tersebut.


Karena memang malam ini ponsel Noah di silent.


"Apa aku bangunkan saja Nara"


"Tapi aku tidak tega, kasian sekali dia" ucap Rangga.


"Payah sekali!!! Padahal aku sudah berteman sejak SMP dengan Noah, tetapi mengapa aku tidak pernah tau dimana rumahnya" kata Rangga lagi.


Cukup lama Rangga berfikir, akhirnya ia memutuskan untuk membangunkan Nara.


"Nara... Nara bangun" kata Rangga pelan, pria itu menepuk nepuk bahu Nara.


Namun gadis itu tak kunjung terbangun.


"Nara... Nara bangun, aku tidak tau dimana rumahmu" kata Rangga yang masih berusaha membangunkan Nara.


"Bagaimana ini, tidak mungkin aku membawa Nara pulang ke apartemenku. Bisa bisa Noah menggantung ku" gumam Rangga yang sedikit frustasi harus bagaimana.


Rangga sendiri sudah mulai kesusahan membuka matanya yang terasa berat.


Dan akhirnya Rangga pun tertidur di dalam mobilnya bersama Nara.


***


Pagi harinya Nara bagun lebih dulu, ia merasa silau karena matahari sudah mulai memancarkan sinarnya.


"Rangga" ucap Nara, pada saat ia membuka matanya wajah Rangga lah yang terlihat lebih dulu.


Nara memperhatikan sekitar, ternyata ia berada di dalam mobil Rangga.


"Jadi semalam aku tidur di mobil bersama Rangga" kata Nara.


"Rangga bangun!! Sudah pagi" gadis itu membangunkan Rangga, tidak butuh waktu lama Rangga pun terbangun.


"Ga kenapa kita bisa tidur di mobil begini?" Tanya Nara.


"Maaf Nara, semalam aku tidak tau rumahmu dimana. Sedangkan kamu sudah tertidur" jawab Rangga.


"Jangan khawatir, aku akan mengantarmu pulang sekarang. dan akan mengatakan yang sebenarnya kepada orang tuamu" jelas Rangga.


"Kamu jangan khawatir Rangga, bunda dan ayahku tidak akan marah" sahut Nara.


Setelah keseluruhan nyawanya sudah berkumpul akhirnya Rangga pun memutuskan untuk segera mengantar Nara pulang.

__ADS_1


10 menit kemudian mereka sudah sampai.


Penjaga rumah tersebut membuka gerbang utama dan membiarkan mobil Rangga masuk.


Keduanya turun dari mobil tersebut.


"Ga kamu tidak perlu mengantarku sampai dalam" ucap Nara.


"Biarkan aku mengantarmu, bagaimana pun juga aku harus meminta maaf kepada orang tuamu karena tidak membawamu pulang semalam" jawab Rangga.


Karena pria itu memaksa, akhirnya Nara pun membiarkan Rangga masuk bersamanya.


"Selamat pagi bunda" sapa Nara, terlihat Yura dan Elard sedang bersiap hendak pergi.


"Pagi nak, kamu semalam tidak pulang?" Tanya Yura. Sedangkan Rangga sudah merasa cemas, ia takut bunda dan ayah Nara akan marah kepadanya.


Tapi sebagai lelaki Rangga harus bisa terima resikonya karena tidak memulangkan Nara semalam.


"Iya bunda, semalam Nara ke rumah sakit bersama Rangga. Saat akan pulang Nara tertidur di mobil dan Rangga tidak tau dimana rumah Nara. Jadinya kita sama sama ketiduran di mobil" jawab Nara jujur.


Rangga terkejut saat Nara menceritakan semua kejadian itu dengan sangat jujur, bahkan Nara sama sekali tidak khawatir jika bundanya marah.


Rangga melihat Elard yang hanya diam dengan wajah dinginnya. Hampir sama dengan Noah.


"Rangga sahabat Noah kan" kata Yura yang menyadari jika pria yang berdiri di sebelah putrinya itu adalah sahabat Noah.


"I..iya bibi saya Rangga sahabat Noah, maafkan saya yang sudah membawa Nara pulang terlambat" kata Rangga.


"Tidak masalah nak, asal kalian baik baik saja" ucap Yura.


**Astaga bundanya Noah cantik sekali, baik dan juga lembut. Pasti sikap Nara turun dari Bundanya** batin Rangga.


"Lain kali, jika sudah larut jangan memaksa pulang. Lebih baik kalian tetap tinggal di rumah sakit" kata Elard.


"Iya paman, sekali lagi saya mohon maaf" sahut Rangga.


"Lebih baik kalian mandi dulu setelah itu sarapan. Dan Rangga bisa gunakan kamar tamu untuk membersihkan diri" tawar Yura.


"Terima kasih bibi" ucap Rangga.


"Bunda sama ayah mau kemana pagi pagi sudah rapi?" Tanya Nara.


"Bunda sama ayah mau pergi ke rumah sakit. Kalian kalau mau kesana setelah sarapan bisa menyusul" jawab Yura.


"Oke bunda..! Nara mandi dulu ya. Ayo Rangga aku akan menunjukkan kamar tamunya" kata Nara.


Kemudian Nara segera mengantar Rangga menuju kamar tamu.


Sedangkan Yura dan Elard segera berangkat menuju Rumah Sakit sekaligus membawa beberapa makanan untuk Noah.


_____

__ADS_1


happy reading🄰


__ADS_2