Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Makan Malam


__ADS_3

Di sore hari Yura menyiram tanaman di halaman rumahnya, dan ia melihat mobil Elard baru saja memasuki pekarangan rumahnya.


Elard dan Leo turun dari mobil.


"Sayang" panggil Elard.


Yura pun mencium telapak tangan suaminya, kemudian Elard membalas dengan mencium kening Yura.


"Dimana anak anak?" Tanya Elard.


"Ada dikamarnya, Keyla sakit dan Noah sedang menjaganya" jawab Yura.


"Tuan kalau begitu saya pamit untuk pulang" kata Leo yang sedari tadi berdiri di samping Elard.


"Iya Le, salam untuk istrimu" kata Elard.


"Baik tuan dan nyonya saya permisi" setelah berpamitan Leo segera pergi dari kediaman Elard.


Ternyata Leo pun sudah menikah, dengan seorang wanita yang di kenalkan oleh Elard.


Wanita yang baik dan mampu merubah sikap dingin Leo, mereka menjalani rumah tangganya dengan bahagia.


Namun sampai 5 tahun pernikahannya Leo belum juga di berikan keturunan.


Namun itu tidak membuat rumah tangganya berantakan.


Leo tetap menyayangi istrinya dan ia terus berusaha serta berdoa agar segera di berikan keturunan.


***


Saat Yura dan Elard berjalan menuju kamarnya tanpa sengaja ia melihat putranya Noah sedang tertidur di sebelah Keyla.


"El lihatlah putra kita" ucap Yura sambil menunjuk ke arah Noah.


Elard hanya menatap ke arah putranya tanpa berkomentar apapun.


"Bukankah mereka lucu El? Noah yang begitu dingin kepada Keyla hari ini Dia terlihat sangat perhatian" kata Yura.


"Iya sayang, Noah sangat sulit menyadari perasaannya sendiri" jawab Elard.


Kemudian Yura menutup pintu kamar tersebut dan ia berlalu menuju ke kamarnya sendiri.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Keyla yang mulai sadar mengeliyatkan tubuhnya.


kini kondisinya sudah mulai membaik perlahan Keyla membuka matanya, saat ia hendak terbangun tiba-tiba mata Keyla menatap seorang pria yang sedang tidur di sampingnya.


Saat Keyla mulai menyadari jika pria itu adalah Noah Keyla pun berteriak histeris.


"Aaaaaa" teriak Keyla.

__ADS_1


Membuat Noah segera terbangun dan membuka matanya.


"Untuk apa berteriak seperti itu suaramu membuat telingaku sakit" ucap Noah sambil memegangi telinganya.


"Ka..kamu kenapa tidur dikamarku dan di tempat tidurku?" Tanya Keyla.


Dikamarnya?? Noah pun segera mengusap matanya dan ia memperhatikan setiap sudut kamar tersebut.


Noah terkejut saat ia menyadari jika saat ini dirinya berada di kamar Keyla dan lebih mengejutkan lagi ia satu tempat tidur dengan Keyla.


Noah langsung beranjak dari tempat tidur tersebut.


"Jangan salah paham, tadi bunda memintaku untuk menjagamu. Dan aku tertidur" ucap Noah kebingungan.


Keyla mengingat kejadian sebelumnya dimana dirinya terkunci di toilet dan Noah menolongnya.


"Noah terima kasih" ucap Keyla dengan malu malu.


"Hmmm" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Noah.


Dan Noah pun segera keluar dari kamar Keyla.


"Astaga apakah ini mimpi?? Aku tidur di tempat tidur yang sama dengan Noah" gumam Keyla, ia pun menepuk nepuk pipinya memastikan jika dirinya sedang tidak bermimpi.


"Sepertinya aku akan menjadi gila" kata Keyla saat ia mengingat Noah memeluk dan menggendongnya.


Karena hari sudah mulai gelap akhirnya Keyla memutuskan untuk segera mandi Ia pun masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Beberapa menit kemudian Keyla sudah selesai dengan aktivitasnya setelah selesai mengganti pakaian Keyla kembali duduk di atas tempat tidur.


Badannya memang sudah tidak panas lagi namun kepala Gadis itu masih terasa pusing.


"Keyla gimana kondisimu?" Tanya Yura yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


"Alhamdulillah sudah lebih baik bi" jawab Keyla.


"Syukurlah, kamu mau makan di bawah atau makanannya di bawa kesini?" Tanya Yura.


"Di bawah saja bi, aku sudah baik baik saja" jawab Keyla.


"Baiklah ayo kita turun" Yura pun membawa Keyla untuk turun menuju meja makan untuk makan malam bersama, sesampainya di sana sudah ada Noah dan Elard yang menunggu.


Keyla nampak canggung saat ia berada di dekat Noah, Keyla pun duduk di samping Noah.


Dan mereka memulai makan malamnya, tidak ada pembicaraam di antara mereka semua.


Belum selesai makan, terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah Elard mereka semua bingung Siapa yang bertamu ke rumahnya pada jam makan malam.


"Nita coba lihat siapa yang datang" perintah Elard.

__ADS_1


"Baik tuan" Nita pun segera melihat siapa yang datang ke rumah majikannya itu.


"Bibi... Paman....." belum sempat Nita melihatnya lebih dulu Freya masuk ke dalam rumah tersebut dan menyapa Yura serta Elard.


"Freya, kamu datang kemari dengan siapa?" Tanya Yura.


"Sopir bi" Freya pun bersalaman dengan Yura serta Elard.


"Apa kamu belum makan? Jika belum makanlah besama kami" tawar Yura.


"Terima kasih bi tapi aku sudah makan" jawab Freya.


Freya beralih menatap Keyla yang duduk di sebelah Noah.


Freya pun duduk di kursi kosong yang berada di dekat Keyla.


"Kakak bagaimana kondisimu?" Tanya Keyla.


"Sudah membaik" jawab Keyla canggung.


"Syukurlah, untung saja kakak Noah menemukanmu" kata Freya dan Keyla hanya tersenyum.


Freya memberikan sebuah paper bag kepada Keyla. sebelum dia pergi ke rumah Yura lebih dulu Gadis itu membeli sesuatu untuk diberikan kepada Keyla.


"Apa ini?" Tanya Keyla.


"Itu roti kak, aku sengaja membelikan itu untukmu" jawab Freya jujur.


"Terima kasih, kamu tidak perlu repot repot" kata Keyla.


"Tidak masalah kak" ucap Freya.


Sedangkan Noah tidak mengucapkan satu kata pun ia fokus menikmati makan malamnya.


Freya terus saja menatap kearah Noah yang sedang makan.


Yura menyadari jika sedari tadi gadis itu menatap putranya dengan tidak biasa.


"Freya apa kamu sudah membeli keperluan sekolahmu?" tanya Yura mengalihkan perhatian Freya.


"Tidak semua bi, sebenarnya aku dan kak Noah tadi masih ingin berbelanja banyak. hanya saja kak Keyla menghilang sehingga kak Noah mencarinya" jawab Freya.


mendengar jawaban Freya tentu membuat Keyla merasa tidak enak itu artinya karena dirinya pria tidak bisa berbelanja sepuasnya.


Keyla malas untuk menjawab perkataan Freya.


_____


happy reading

__ADS_1


__ADS_2