
Malam ini Elard dan yura bersiap untuk makan malam di luar, untuk sejenak melupakan kekacauan yang telah terjadi selama satu bulan ini.
Elard dan yura menggunakan baju yang senada, mereka nampak serasi tampan dan yang satu lagi sangat cantik.
Mereka berdua keluar dari kamarnya dan berniat akan berpamitan kepada ibu el.
Elard dan yura menuruni tangga, di lihatnya ibu el tengah terduduk di ruang keluarga.
"Bagaimana kondisi ibu?" tanya elard yang baru saja menghampiri ibunya.
"Ibu sudah membaik el" jawab ibu el.
Elard memperhatikan raut wajah ibunya, baru tadi siang ibunya marah dan menangis.
Tapi malam ini wajah ibu el nampak biasa saja seperti tidak ada masalah.
Yura melihat suaminya, seperti memberi tanda bahwa ia juga bingung.
"Ibu. aku dan yura akan makan di luar, apa ibu ingin ikut?" ajak elard.
"Ibu sudah makan, kalian berdua pergi saja" jawab ibu el.
Keduanya nampak heran, sebenarnya apa yang terjadi pada ibunya.
dalam waktu beberapa jam saja mampu membuat ibu el berubah.
"Ibu mengijinkan kami?" kini yura mencoba untuk bertanya.
Namun ibu el tidak menjawab pertanyaan yura, ia hanya mengangguk menandakan bahwa ibu el setuju.
Karena ibunya sudah memberi ijin akhirnya elard dan yura bergegas untuk berangkat, sebelum hari semakin malam.
Kini keduanya sudah berada di dalam mobil.
"Apa kamu tidak merasakan sesuatu pada ibu?" tanya yura kepada suaminya.
"Iya. padahal tadi siang ibu masih menangis dan marah, entah apa yang membuatnya berubah" jawab elard sambil fokus menyetir.
Sejenak yura terdiam, ia nampak berfikir semoga saja ibu mertuanya segera bisa menerima dirinya dan calon anaknya nanti.
Setelah beberapa menit, kini elard dan yura sudah sampai di restoran mewah, Dimana yang berkunjung kesana adalah orang orang dari kalangan atas.
Yura nampak memegang lengan elard, kemudian mereka masuk ke restoran itu dengan berjalan beriringan.
"Tuan.. aah maksudku el, apa tempat ini tidak terlalu berlebihan?" tanya yura yang baru saja masuk ke lestoran itu.
"Menurutku tidak, ini adalah restoran favoritku. jadi kamu harus coba" jawab elard.
Kemudian beberapa pelayan mengantar elard dan yura menuju ke sebuah meja yang memang sudah di pesan elard.
__ADS_1
Elard dan yura duduk berhadapan, seperti layaknya pasangan yang sedang berkencan mereka duduk di iringi musik yang romantis.
Terdapat lilin berwarna merah di atas meja.
"Kamu mau makan apa?" tanya elard dan memberikan satu buku menu kepada yura.
Yura nampak berfikir dan membolak balikkan buku menu tersebut.
"Mmm... sepertinya ini makanan eropa semua ya?" tanya yura setelah melihat buku menu itu.
"Iya. ini memang restoran eropa" jawab elard.
Sedangkan yura tidak banyak tau tentang makanan eropa, ia hanya pernah makan beberapa dari menu tersebut.
"Kalau begitu Beef burguignon saja" ucap yura.
Karena istrinya hanya memesan 1 hidangan maka elard menambahkan 1 menu yang sama dengan istrinya dan beberapa hidangan penutup serta minuman.
Pelayan pun segera pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.
"Aku pikir kamu tidak tau makanan eropa" kata elard.
"Aku tau beberapa, karena dulu saat masih SMP orang tuaku sering membawaku ke restoran yang menjual makanan luar. yaa meski tak semewah disini" jelas yura.
Kini raut wajah yura berubah menjadi sedih, yura kembali mengingat mendiang orang tuanya sudah meninggal.
Ingin sekali elard menanyakan perjalan hidup istrinya, karena sebagai suami elard sama sekali tidak tau cerita di masa lalu yura. namun elard mengurungkan niatnya setelah melihat kesedihan di wajah istrinya, dan itu juga tidak akan baik untuk kandungan yura.
"Baru tadi pagi pernikahanku batal, sekarang dia sudah bermesraan dengan el" gumam wanita itu yang tak lain adalah sifanya.
Ternyata sifanya mengikuti elard, ia berniat berkunjung ke rumah elard untuk membicarakan pernikahannya yang di batalkan secara sepihak.
Namun setelah sampai di depan rumah elard, sifa melihat mobil elard yang baru saja keluar dari pekarangan rumahnya.
Akhirnya sifanya mengikuti mobil elard sampai ke lestoran dimana mereka tengah makan malam.
Sifanya berdiri dan mengambil minuman miliknya yang baru saja ia pesan.
Dengan segera sifanya menghampiri yura.
Byur....
Sifanya menyiramkan minumannya ke tubuh yura.
"Apa ini!" teriak yura yang terkejut, yura membersihkan minuman yang membasahi matanya, dan kemudian melihat seseorang yang berada di dekatnya.
"Sifa" ucap yura.
"Apa yang kamu lakukan" sahut elard yang beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Suasana disana menjadi ricuh, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.
"Aku ingin membersihkan otak wanita yang tidak tau malu ini" kata sifanya.
"Hentikan sifanya, kamu membuat malu disini" sahut elard.
Namun sifanya sama sekali tidak perduli dengan hal itu, ia terus memaki yura di hadapan banyak orang.
"Biarkan semua orang tau, jika wanita berwajah polos ini yang telah membuat pernikahanku dan dirimu batal el, dasar tidak tau malu" ucap sifa, ia mengangkat tangannya dan hendak menampar wajah yura.
Namun dengan cepat elard menahannya, kemudian menghempaskan tangan sifa hingga wanita itu terpanting.
"Hentikan kegilaanmu sifa, jangan sampai kamu melihat sisi burukku!!!" bentak elard.
"El hentikan, lebih baik kita pergi" kata yura.
ia tidak ingin suaminya semakin emosi.
"Aku tidak pernah takut dengan sisi burukmu el, karena yang aku tau kamu mencintaiku dan kita saling mencintai. wanita ini hanya sebagai pelampiasanmu, bukankah begitu elard sayang" ucap sifanya dengan sedikit tersenyum sinis.
"Itu tidak benar" sahut yura.
"Benarkah? kalau begitu mari kita tanyakan kepada tuan elard" kata sifanya sambil menatap elard.
"El apakah kamu mencintai wanita ini?" sambungnya lagi.
Elard hanya terdiam, ia menatap sifanya dengan begitu tajam.
Sedangkan yura menantikan jawaban suaminya.
"Ayo kita pergi" kata elard, kemudian ia memegang tangan yura dan membawanya keluar dari restoran itu.
**kenapa dia tidak menjawab? apakah memang dia tidak memiliki perasaan apapun kepadaku??** batin yura.
Elard dan yura pergi dari restoran itu, meninggalkan sifanya disana.
sifa hanya mampu menyaksikan kepergian mereka.
"Apa yang kalian lihat!! dasar gak punya kerjaan" bentak sifa kepada beberapa orang disana yang menyaksikan pertengkaran mereka tadi.
Sifanya pergi ke toilet, ia merapikan rambut dan pakaiannya.
Kemudian sifanya mengambil ponsel dan menghubungi ibu el, tapi setelah beberapa kali di coba ternyata tidak ada jawaban dari ibu el.
"Tante Hera kemana sih, kenapa tidak menjawab panggilanku" tanya sifa pada dirinya sendiri.
*****
happy reading🥰 jangan lupa like n vote yaa🥰
__ADS_1
maaf jika masih ada typo🙏