
Dan yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut adalah Noah dan Keyla.
"Ekhemm!!!" Suara Noah berhasil membuat Rangga dan Nara melepaskan pelukannya.
"Kakak! Kenapa sudah ada disini?" Tanya Nara.
"Kakak sengaja ingin menjenguk Rangga, wahh kamu sudah sadar Rangga" jawab Noah sambil berjalan mendekati Rangga.
"Iya, aku sudah sadar" kata Rangga.
**Kenapa Noah datang di saat yang tidak tepat** batin Rangga.
"Syukurlah kamu sudah sadar Ga, kami sangat menghawatirkanmu terutama Nara" kata Keyla.
Seketika membuat Rangga langsung menatap ke arah gadis itu.
Seharusnya Nara sudah menjadi istrinya, dan mereka hidup bersama.
"Maaf sudah membuatmu khawatir, seharusnya saat ini kita sudah menikah" kata Rangga pelan.
"Jangan bicara seperti itu Ga, kamu sudah menyelamatkan ayahku. Harusnya aku yang meminta maaf padamu" balas Nara.
Beberapa menit kemudian Elard dan Yura sudah kembali dari kantin.
Mereka ikut bahagia karena Rangga sudah sadar, Noah tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Rangga.
Karena dengan rela mengorbankan dirinya sendiri.
Yura segera menghubungi kakek dan nenek Rangga, memberitahukan jika cucunya itu sudah sadarkan diri.
***
Saat keluarganya sudah berkumpul di rumah sakit itu, Rangga pun bermaksud menyampaikan niatannya untuk melanjutkan pernikahannya yang tertunda.
"Paman, bolehkan saya melanjutkan pernikahan yang sempat tertunda?" Tanya Rangga kepada Elard.
"Rangga! Kamu masih sakit, tolong jangan fikirkan itu dulu" ucap Nara.
Sejujurnya Nara juga ingin segera menikah dengan Rangga.
Namun keadaannya sekarang tidak memungkinkan.
"Aku mohon Nara, aku hanya perlu mengucap ijab qobul maka kita akan resmi menjadi suami istri" jelas Rangga.
Nara tertunduk, ia tidak tau jawaban apa yang akan ia berikan.
__ADS_1
Saat ini Nara hanya memikirkan kondisi Rangga.
Dua hari tidak sadarkan diri msmbuat Nara hanya memikirkan agar Rangga cepat pulih.
Cukup lama mereka terdiam.
"Paman, ijinkan aku melanjutkan pernikahan saat ini juga" kata Rangga lagi.
"Rangga, kita bisa persiapkan ulang pernikahan kalian. Terpenting sekarang lekaslah sembuh" ucap Elard, secara tidak langsung Elard tidak setuju jika mereka menikah di rumah sakit.
"Ayah... Menurutku jika Rangga sudah siap sebaiknya kita lakukan pernikahan sekarang. Lagi pula surat surat mereka juga sudah siap, hanya perlu Rangga mengucap ijab qobul" jelas Noah.
Noah beranggapan jika adiknya segera menikah dengan Rangga, maka Nara akan lebih mudah menemani dan merawat Rangga hingga pulih.
Sedangkan Elard sangat ingin putrinya itu menikah dengan persiapan dan di saksikan banyak orang.
"Tapi..."
"El, apa yang dikatakan Noah benar. Pesta pernikahan bisa di langsungkan setelah Rangga sembuh. Asal mereka sah terlebih dahulu" kini Yura yang mencoba memberikan pengertian kepada suaminya itu.
Tanpa berkata apa pun Elard langsung keluar dari ruangan itu.
"Ayah mau kemana?" Tanya Noah
"Nak, mungkin ayah Nara ingin kamu sembuh terlebih dahulu" ucap nenek Rangga.
Nenek Tina melihat wajah cucunya yang mulai lesu kembali karena Elard tidak mengindahkan permintaannya.
Begitupun dengan Nara, gadis itu tidak akan bisa membantah keputusan sang ayah.
"Biar bunda yang bicara dengan ayahmu" kata Yura kepada Noah.
Yura hendak menyusul Elard yang keluar ruangan lebih dulu.
Namun belum sempat pintu di buka, Elard tiba tiba masuk bersama dengan Leo dan seorang pria.
"El... Kamu, kenapa kamu membawa penghulu kesini?" Tanya Yura.
"Bukankah kita akan menikahkan putri kita sekarang juga" jawab Elard.
Mereka semua menatap ke arah Elard, apa kah itu artinya Elard setuju jika pernikahan Nara akan diadakan di rumah sakit tersebut.
"A...ayah, bukankah tadi ayah tidak setuju?" Tanya Nara yang beranjak dari duduknya kemudian mendekati sang ayah.
"Apapun akan ayah lakukan asal kamu bahagia nak, dan sepertinya kamu juga sangat menginginkan pernikahan ini" jawab Elard seraya mengusap rambut putrinya itu.
__ADS_1
"Noah, sekarang kamu bantu Rangga untuk bersiap. sedangkan Bunda dan Keyla akan membantu Nara untuk bersiap juga" kata Elard.
Akhirnya Yura pun membawa putrinya untuk bersiap.
Meski tidak menggunakan gaun pengantin, tetapi Nara tetap akan di rias secara sederhana.
Tepat pukul 21.00 mereka sudah bersiap.
"Apakah sudah siap tuan?"tanya bapak penghulu.
"Siap pak, silahkan di mulai" jawab Elard.
Nara duduk di sebuah kursi di samping Rangga yang terbaring.
Penghulu itu pun berjabat tangan dengan Rangga.
Setelah bapak penghulu mengucapkan ijab, dengan satu kali tarikan Rangga pun mengucapkan kalimat indah yang membuat seisi ruangan merasa terharu.
"Saya terima nikah dan kawin Nara Desmon binti Elard Desmon dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap Rangga pasti tanpa ragu ragu.
Seketika seluruh orang yang berada disana mengucapkan SAH.
Tidak tinggal diam, Noah pun mengabadikan moment bahagia itu dia ponsel pribadi miliknya.
Kini adiknya telah menjadi seorang istri, dan akan menjadi milik Rangga seutuhnya.
Mungkin pernikahan sederhana ini tidak pernah di bayangkan oleh Nara.
Namun setelah semua orang mengucap sah, Nara pun langsung menitihkan air matanya.
begitupun dengan Yura dan Elard, kini kedua anaknya sudah memiliki keluarganya masing masing.
Penghulu meminta agar Nara mencium punggung tangan Rangga.
tanpa ragu ragu Nara pun mencium punggung tangan Rangga.
dan pria itu mencium kening wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya itu.
_____
happy reading.
maaf author sangat lama dalam up🙏
dan terima kasih sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini
__ADS_1