Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
DF 14


__ADS_3

"Jojo, terima kasih karena kamu sudah menjalankan tugas yang aku berikan dengan benar" kata Damar memberikan pujian kepada Jojo.


"Sama sama pak" Jawab Jojo.


"Dan untuk kamu" Damar menunjuk ke arah Marfella.


"Jojo melakukan ini semua atas perintahku, dia sama sekali tidak melakukan kesalahan. Jangan jadikan jabatan serta kepercayaan ku untuk bertindak semau mu" jelas Damar.


**Astaga! Kenapa harus aku yang mendapatkan hukuman** batin Marfella, wanita itu tidak bisa berkata apa apa lagi.


"Maafkan saya pak, tapi saya tidak tau jika itu semua perintah bapak".


"Seharusnya kamu bertanya lebih dulu Fella, tapi semua sudah terjadi. Jadikan surat peringatan itu sebagai pelajaran untuk memperbaiki perilaku mu" jelas Damar kemudian pria itu membawa Freya menuju ruangannya.


Tangan gadis itu terus saja ia genggam.


Membuat hati seorang Marfella semakin mendidih.


Sial sekali hari ini, dia harus mendapatkan surat peringatan untuk dirinya sendiri.


"Ayo kita lanjut bekerja" seru Jojo.


"Sabar ya bu" ucap Jojo mentertawakan Marfella.


"Sial!" Fella semakin emosi saat Jojo mentertawakan dirinya.


***


"Aagghh!!" Pekik Damar saat mereka berdua sudah berada di ruangan.


"Kenapa kamu mengigit ku?" Tanya Damar, pria itu merasakan sakit di telapak tangannya saat tiba tiba Freya mengigit nya.


"Kenapa kak Damar harus membuat kami semua terkejut?" Bukannya menjawab, Freya malah bertanya dengan sedikit kesal.


"Hahahaha, kenapa? Apa aku terlihat keren" Damar pun menjawab dengan candaan yang tiba tiba keluar dari mulutnya.


"Ishh kakak!!".


"Aww oke oke maafkan aku" Freya kembali menggigit telapak Damar.


"Aku sedang serius, kenapa kakak selalu bercanda" Freya melepas genggaman pria itu kemudian ia menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


"Aku tidak berniat membuatmu terkejut, hanya saja... Aku ingin mendengarkan penjelasan Fella terlebih dahulu" jelas Damar, dan Freya hanya mengangguk.


"Lupakan kejadian hari ini, ada yang ingin aku katakan" kata Damar.


"Ada apa kak?".


"Besok lusa akan ada reuni di SMA ku, apakah kamu mau ikut bersamaku?".


"Besok lusa..." Freya nampak berfikir sejenak.

__ADS_1


"Sorry kak, aku tidak bisa".


Raut wajah Damar yang tadinya bahagia langsung memudar ketika gadisnya menolak untuk ikut bersamanya.


"Ehh baiklah tidak masalah jika kamu tidak mau" ucap Damar.


"Bukan aku tidak mau kak! Tapi besok lusa aku juga mendapatkan undangan ulang tahun teman sekelas ku, jadi..."


"Apakah dia laki laki?" Damar memotong penjelasan Freya dengan pertanyaannya.


"Hmm" Freya pun mengangguk.


Terlambat, Freya lebih dulu mendapatkan undangan ulang tahun dari teman laki lakinya di sekolah.


"Baiklah tidak masalah" Damar mengacak acak rambut Freya pelan.


Mungkin lain hari ia akan mendapatkan kesempatan untuk pergi bersama gadisnya itu.


"Kakak tidak marah?" Tanya Freya.


"Tidak. Untuk apa aku marah hm?" Damar tersenyum sambil mendekatkan wajahnya membuat jarak di antara keduanya semakin dekat.


"Kakak bisa mundur sedikit?".


"Tidak mau" tolak Damar.


Lagi lagi mata mereka saling bertatapan, hembusan nafas itu berhasil membuat jantung Freya berdegup kencang, kedua pipinya mulai memerah.


"Kamu cantik" ucap Damar tiba tiba.


"Kamu sangat cantik jika di lihat sedekat ini".


Tidak tahan lagi, Freya hampir saja salah tingkah.


Gadis itu mendorong tubuh Damar dengan kuat.


Membuat pria itu terhuyung sampai jatuh ke lantai.


"Frey bantu aku... ****** ku sakit" Damar merengek berharap Freya membantunya.


"Hahaha No! Itu hukuman untuk kakak". Freya masih dengan posisinya duduk di sofa tanpa berniat membantu pria itu.


"Ayolah sayang bantu calon suami mu ini" Damar semakin menggoda gadis itu.


Freya melotot membulatkan matanya, seketika Freya beranjak dari duduknya dan duduk di hadapan Damar.


"Kakak berhenti mengatakan hal hal bodoh lagi!!" Freya mencubit kecil dada bidang Damar membuat pria itu mengernyitkan wajahnya, antara sakit dan geli.


"Hahahaha iya iya maaf, aww sakit Frey" ucap Damar.


"Haish!!! Cepat bangun" Freya mengulurkan tangannya dan membantu pria itu.

__ADS_1


Di luar ruangan itu sudah ada Marfella yang berdiri dengan selembar kertas di tangannya.


matanya memerah menahan marah saat Damar terus saja tertawa kepada Freya.


apalagi tangan Damar tidak henti hentinya menggenggam jemari lentik Freya.


"Permisi pak" kata Marfella.


"Iya kenapa Fell?" tanya Damar.


"Saya ingin meminta tanda tangan bapak" jawab Marfella dan berjalan menghampiri Damar.


Freya hendak melepaskan tangan pria itu, namun Damar semakin mengeratkan nya.


Damar mengambil pena dan segera memberikan tanda tangan di atas kertas yang berisikan Surat Peringatan untuk Marfella.


"Aku harap ini akan menjadi Surat Peringatan yang pertama dan terakhir untukmu".


"Iya pak, saya permisi" sebelum pergi Marfella menatap Freya dengan sinis.


"Ishhh kenapa dia melihatku seperti itu" gerutu Freya setelah Marfella keluar dari ruangan tersebut.


***


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Freya berjalan di koridor apartemennya. Gadis itu baru saja kembali dari cafe.


"Freya" panggil seorang pria, Freya pun membalikkan badannya.


"Daniel, kenapa kamu ada disini?" Tanya Freya setelah melihat ternyata pria itu adalah teman sekolahnya.


"Aku ingin memberikan undangan ulang tahunku" Daniel memberikan undangan berwarna silver.


"Bukankah aku sudah mendapatkannya?".


"Itu... Itu ada kesalahan tempat, jadi aku harus mengirim undangan yang baru" jawab Daniel.


Freya nampak ragu ragu mengambil undangan itu.


"Jangan khawatir, aku juga memberikan undangan yang beru kepada teman teman lainnya. Kamu bisa bertanya kepada Cindy jika kamu tidak percaya" jelas Daniel.


"Oke, thank you Niel" Freya mengambil undangan tersebut.


Daniel adalah teman satu sekolah dengan Freya, kebetulan dua hari lagi Daniel akan mengadakan pesta ulang tahunnya.


"Baiklah Frey, kalau begitu aku pulang. Sampai jumpa".


"Hmm sampai jumpa".


Setelah kepergian Daniel, Freya segera menghubungi kedua sahabatnya.


Untuk memastikan benarkah jika lokasi ulang tahun tersebut telah di ubah.

__ADS_1


"Jadi lokasinya benar benar berubah, aneh" gumam Freya setelah mengakhiri panggilan dengan sahabatnya itu.


 


__ADS_2