
Hampir 2 jam namun Keyla belum sadarkan diri juga.
Noah menemani gadis itu di dalam kamar, ia duduk di atas tempat tidur di samping tubuh Keyla.
Pria itu sampai mengantuk karena jam sudah menunjukkan pukul 23.30.
"Kapan dia akan sadar, aku sudah mengantuk sekali" gumam Noah.
Tidak terasa pria itu pun turut lelap bersama Keyla.
***
Pagi hari menjelang, sinar mentari memasuki cela cela cendela kamar pasangan yang baru saja menikah, mereka nampak nyenyam dalam selimut tebalnya.
Keyla merasakan ada sesuatu yang menimpa tubuhnya.
Keyla meraba raba perutnya, ia penasaran apakah yang terasa berat.
Keyla merasakan seperti sebuah tangan.
"Tangan siapa" gumam Keyla dengan mata yang masih tertutup.
Keyla pun merasakan hembusan nafas tepat di tengkuknya.
Keyla membuka matanya perlahan.
"Noah" ucap Keyla saat melihat ke arah suaminya yang tidur di sampingnya serta memeluk tubuhnya.
Pagi pagi sekali Keyla sudah harus senam jantung, melihat suami tampannya tidur tepat di sampingnya. Bahkan tidak ada sedikitpun jarak di antara ke duanya.
**Apa yang harus aku lakukan, apa aku membangunkannya atau pura pura tertidur** batin Keyla.
Namun sejenak Keyla menatap wajah Noah.
"Bagaimana dia bisa semanis ini saat tidur" gumamnya pelan.
Wajah yang sangat menenangkan, berbeda saat ia terbangun.
Saat tertidur Noah mirip sekali dengan seekor kucing yang lucu, namun jika terbangun ia sangat mirip dengan beruang kutub yang dingin.
"Ehem!! Sudah puas menatapku" kata Noah.
Keyla langsung memundurkan wajahnya karena terkejut.
"A..apa??" Tanya Keyla gelagapan.
Cletak!!!
Noah menyentil kening keyla dengan jarinya.
"Aww kenapa kamu menyentilku?" Tanya Keyla sambil mengusap keningnya.
"Itu karena kamu sudah berani keluar dari rumah ini tanpa seizinku" jawab Noah.
Cletak!!!
Lagi lagi Noah menyentil Keyla di tempat yang sama.
"Ini karena kamu sudah berani menatapku diam diam, mencuri kesempatan" kata Noah lagi.
"Maaf semalam aku benar benar kesal kepadmu" sahut Keyla tanpa menatap mata Noah.
"Hmmm" jawab Noah cuek.
"Noah bisakah kamu melepaskan pelukanmu?" Tanya Keyla karena ia merasa sangat sesak.
Seketika Noah langsung melepas pelukannya, ia sendiri pun tidak sadar jika sedari tadi sudah memeluk tubuh Keyla.
__ADS_1
"Kamu jangan salah paham, itu karena kamu sakit. Dan semalam kamu mengatakan jika kamu kedinginan" kilah Noah.
"Benarkah aku mengatakan itu?" Tanya Keyla.
"Benar, sudahlah aku akan mandi" Noah langsung turun dari tempat tidurnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Keyla yang masih di tempat tidur sempat berfikir, benarkah jika ia mengatakan kedinginan sehingga Noah memeluknya.
"Kenapa aku tidak ingat jika mengatakan hal itu" gumam Keyla.
Keyla terbangun dari tidurnya.
Namun ia merasakan kakinya terasa sakit.
Dan Keyla pun melihat jika lututnya sudah di perban.
Keyla tersenyum, ia yakin bahwa yang mengobatinya adalah Noah.
Keyla memaksa untuk berdiri, ia bermaksud untuk membuatkan sarapan roti selai.
Namun saat hendak keluar Keyla melihat sebuah bungkusan ada di atas meja.
"Ini sate yang ku beli tadi malam" Keyla membuka bungkus sate tersebut dan tenyata sudah habis tak tersisa.
"Aghh beruang kutub, dia menghabiskan semuanya tega sekali tidak menyisakan untukku" kesal Keyla kemudian ia pun membuang bungkusan tersebut.
Keyla berjalan tertatih tatih menuju dapur, ia mengambil roti dan mengolesinya dengan selai coklat.
"Sepertinya nanti harus belanja" kata Keyla.
Keyla menyiapkan roti selai dan teh hangat untuk Noah.
Sebenarnya ia tidak tau apa makanan dan minuman favorit Noah di pagi hari.
Namun ia berusaha untuk melayani suaminya sebaik mungkin.
Setelah menatanya di atas meja.
"Kamu dari mana?" Tanya Noah saat sudah bersiap mengenakan pakaian kuliahnya.
"Aku membuat roti dan teh hangat untukmu, aku tidak tau kamu suka apa di pagi hari" jawab Keyla.
"Tidak perlu melakukannya, kakimu sedang sakit bukan" kata Noah sambil menata rambutnya.
"Tidak apa apa, bukankah kamu sudah mengobatinya" kata Keyla sambil tersenyum memperlihatkan gigi putih dan rapinya.
"Jelek sekali wajahmu, cepat mandi jika ingin berangkat bersamaku" ejek Noah.
"Menyebalkan!! Tidak bisakah kamu membiarkan aku senang sehari saja" sahut Keyla kemudian gadis itu masuk kedalam kamar mandi.
Noah melihat Keyla yang berjalan dengan sangat kesalnya, membuat pria itu semakin gemas.
Noah turun menuju ruang makan.
Ia melihat semua sudah tertata di hadapannya.
Noah duduk dan menikmati teh hangat.
Baru pertama kalinya ia minum teh hangat di pagi hari.
Meskipun begitu ia tetap meminumnya hingga habis tak tersisa.
***
Beberapa menit kemudian Keyla menuruni tangga dengan langkah pelan.
Keyla duduk di hadapan Noah.
__ADS_1
"Maaf aku hanya membuat roti selai karena tidak ada apapun" ucap Keyla.
"Tidak masalah, sepulang kuliah kita pergi ke supermarket untuk berbelanja" jelas Noah.
"Ahh baiklah" dengan senang hati Keyla bersedia berbelanja bersama Noah.
Mereka sudah selesai menikmati sarapan bersamanya.
Kemudian Noah dan Keyla berangkat ke kampus bersama.
"Nanti diam saja di kelasmu, jangan berkeliyaran" kata Noah sambil fokus menyetir.
"Kenapa?" Tanya Keyla.
"Kakimu itu terluka cukup parah, lukanya tidak akan lekas kering jika kamu banyak berjalan" jelas Noah.
"Iya baiklah" ucap Noah.
Ternyata tinggal berdua bersama suami kutubnya itu tidak membuat hari harinya terlalu buruk.
Noah yang dingin cuek dan angkuh, kini terlihat cukup perhatian maskipun ucapannya sedikit menusuk ke hatinya.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai.
Biasanya Noah akan menurunkan Keyla di pinggir jalan dekat kampus.
Tapi kali ini Noah mengantarnya sampai ke parkiran.
"Turunlah" Noah membukakan pintu mobil milik Keyla.
"Terima kasih" ucap Keyla.
"Kamu bisa pergi sendiri ke kelasmu?" Tanya pria itu.
"Iya bisa, jangan khawatir" jawab Noah.
"Oke, jika sudah selesai tunggulah aku di parkiran" pamit Noah.
Kemudian pria itu berjalan lebih dulu meninggalkan Keyla.
Ruangan Keyla berada di lantai 2, sehingga ia harus naik lift untuk sampai kesana.
Keyla berjalan pelan sambil memegangi tembok di koridor kelasnya.
"Selamat pagi Key" sapa seorang pria yang berjalan di sampingnya.
"Pagi kak Joy" balas Keyla.
"Kenapa kakimu?" Tanya Joy, kemudian ia berjongkok dan melihat lutut Keyla.
"Kakak berdirilah, tidak enak jika ada yang melihatnya" kata Keyla.
"Maaf, aku tidak sadar melakukannya. Tapi perbanmu sepertinya harus di ganti" kata Joy.
Keyla melihat lututnya, ia lupa jika tadi pagi belum sempat mengganti perban tersebut.
"Iya aku lupa kak" kata Keyla.
"Kalau begitu aku akan mengantarmu ke ruang kesehatan, kemudian membantu mengganti perbanmu"
"Tidak perlu kak, aku bisa melakukannya sendiri" tolak Keyla.
Ia takut jika Noah melihatnya dan kembali salah paham.
"Sudahlah, jangan sungkan seperti itu" Joy masih berusaha memaksa Keyla agar mau pergi bersamanya.
"Iya baiklah kak" akhirnya Keyla pun bersedia agar Joy membantunya.
__ADS_1
______
happy reading🥰🥰