
Keesokan harinya di rumah Tomi.
Tomi dan Vivian sedang menunggu kabar dari Noah, ia menantikan pria itu menghubunginya namun sampai saat ini tak ada satu panggilan pun dari Noah.
mereka sangat gelisah karena kondisi Dona sudah mulai menurun ia harus segera mendapatkan donor ginjal.
"Kenapa bocah itu belum juga menghubungi kita?" Tanya Tomi, sedari tadi Tomi melihat ponselnya ia berharap Noah akan segera menghubunginya.
"Mungkin dia benar benar tidak akan membiarkan citra mendonorkan ginjalnya untuk Dona mas" ucap Vivian.
"Lalu bagaimana lagi? Sampai sekarang kita tidak mendapatkan pendonor, sedangkan Dona sudah mulai drop. Pilihan satu satunya hanyalah anak haram itu".
"Mas bisakah kamu berhenti memanggilnya anak haram! Kamu membuatku mengingat masa laluku" ucap Vivian yang kesal.
Ia seperti mengingat mendiang kekasihnya jika Tomi terus memanggil Citra dengan sebutan anak haram.
"Itu kenyataan Vi, kamu tidak bisa menutupinya" sahut Tomi.
Kesal karena mendengarkan ucapan suaminya akhirnya Vivian memilih untuk bersiap, karena ia akan pergi kerumah sakit untuk mengunjungi Dona.
Saat Vivian hendak masuk ke dalam kamarnya, ia melihat kamar sang ayah terbuka lebar begitu saja.
Vivian berniat untuk menutup kembali pintu kamar ayahnya, namun Vivian terkejut saat melihat ayahnya sudah tergeletak di lantai.
"Ayah... Ayah kenapa?" Vivian berlari dan berusaha membangunkan kakek Sultan yang sudah pingsan.
Berkali kali Vivian mencoba membangunkan ayahnya, namun kakek Sultan tidak kunjung sadarkan diri.
"Mas..!! Mas Tomi!" Panggi Vivian.
Tomi yang mendengar istrinya berteriak ia langsung menghampirinya.
"Ada apa Vi?" Tanya Tomi.
"Mas ayah pingsan, lebih baik kita bawa ayah ke Rumah Sakit" ucap Vivian yang khawatir.
"Ayah... Ayah bangun!!" Ucap Tomi.
"Langsung saja kita bawa ke Rumah Sakit mas"
"Iya baiklah" Dengan susah payah Tomi membawa tubuh ayah mertuanya itu dan memasukkannya ke dalam mobil.
Tomi segera melajukan mobilnya menuju ke Rumah Sakit yang sama dengan Dona di rawat.
Di dalam mobil Vivian duduk di samping ayahnya, ia takut jika ayahnya kenapa kenapa.
Belum selesalai masalah Dona, kini ia harus menghadapi ayahnya yang tiba tiba pingsan.
Tidak butuh waktu lama, mobil Tomi pun berhenti tepat di depan Rumah Sakit tersebut.
Kakek Sultan segera mendapatkan pertolongan pertama.
"Kenapa ayah bisa pingsan?" Tanya Tomi.
"Aku sendiri tidak tau mas, tiba tiba aku sudah melihat ayah tergeletak di lantai" jawab Vivian.
Didalam ruangan itu dokter sedang menangani kakek Sultan.
Hampir setengah jam lamanya akhirnya salah satu dokter keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
"Dok bagaimana kondisi ayah saya?" Tanya Vivian.
"Keadaanya sudah setabil namun pasien terus saja memanggil nama Citra, mungkin ada keluarga yang bernama Citra? Lebih baik minta dia segera kemari" jelas Dokter.
"Ada dok, kami akan segera memintanya untuk datang kemari" jawab Tomi.
Kemudian dokter tersebut berlalu pergi.
"Vi, ini kesempatan kita untuk membawa anak itu kemari"
"Iya kamu benar mas, lebih baik kita datang ke panti sekarang juga. Dan meminta ibu Rahma untuk membawa Citra kemari" kata Vivian.
Karena memang mereka tidak mempunya nomer telepon ibu Rahma.
Secepatnya Tomi dan Vivian segera pergi ke panti asuhan tersebut.
***
"Nak jam berapa kuliahmu?" Tanya Yura kepada Keyla yang membantunya menata dan merapikan bunga di halaman belakang.
Kebetulan Keyla juga sangat menyukai bunga, sehingga dengan senang hati ia membantu ibu mertuanya.
"Nanti jam 12 siang bunda" jawab Keyla.
"Kalau Noah sendiri bagaimana?"
"Noah sepertinya akan pergi ke kantor bunda" baru saja namanya disebut Noah sudah muncul dengan pakaian lengkap dan rapi, itu artinya Noah sudah siap untuk pergi ke kantor.
"Dua wanita kesayangaku ini sedang apa?" Tanya Noah seraya menggoda ibu dan istrinya.
"Menyiram bunga nak, kamu sudah mau berangkat?"
"Iya bunda, By nanti kalau kamu mau berangkat hubungi saja aku" ucap Noah.
Lengkap sudah kebahagian Yura pagi ini, melihat anak dan menantunya yang semakin hari semakin romantis dan saling menyayangi.
"Noah ponselmu berbunyi" kata Yura.
Noah segera mengambil ponselnya dari dalam kantung celananya, pria itu tidak sempat melihat nama siapa yang tertera disana.
Ia langsung menjawab panggilan tersebut.
"Hallo"
"Assalamualaikum nak ini ibu"
"Wa...waalaikumsalam bu" Noah segera melangkah jauh dari bunda dan istrinya.
"Ada apa bu?"
"Nak mereka datang lagi, mereka mengatakan jika kakek Sultan masuk Rumah Sakit dan ingin bertemu dengan Citra"
"Kakek Sultan? Apa itu benar bu?"
"Ibu sendiri tidak tahu itu benar atau tidak nak, bisakah kamu datang kemari?"
"Begini saja bu, minta saja di mana alamat kakek Sultan di rawat saya dan ayah akan pergi kesana tanpa Keyla. Bagaimana pun membawa Keyla sangat beresiko, bisa saja itu alasan mereka"
"Baiklah kalau begitu, ibu akan meminta alamat kakek Sultan di rawat"
__ADS_1
"Iya bu terima kasih, Assalamualaikum"
Noah pun mengakhiri panggilannya, dan ia kembali menghampiri Yura dan Keyla.
Noah segera berpamitan kepada mereka berdua.
Sebelum berangkat ke rumah sakit Noah menemui ayahnya dan menceritakan semuanya.
Sudah saatnya Elard bertemu dengan pria yang telah menipu dan membawa kabur uangnya.
Elard sama sekali tidak berminat untuk meminta uang itu kembali.
Namun Elard akan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
Noah sudah mendapatkan alamat rumah sakit tersebut, ternyata rumah sakit itu masih sama dengan rumah sakit saat Keyla memeriksakan kandungannya.
Tanpa membuang waktu Noah pun segera berangkat ke rumah sakit tersebut.
***
Tomi dan Vivian lebih dulu sampai di rumah sakit, ia tidak sabar menantikan Noah serta Citra.
Vivian mondar mandir tidak jelas, ia bingung harus mengatakan apa jika bertemu dengan putri kandungnya.
Akankah putrinya mau mendonorkan ginjalnya untuk Dona? Atau malah menolak.
"Selamat pagi paman dan bibi, maaf sudah menunggu lama" sapa Noah yang baru saja tiba di rumah sakit tersebut.
Tomi dan Vivian melihat sekitar, kenapa Noah hanya datang seorang diri.
"Apa yang kalian cari?" Tanya Noah.
"Dimana Citra? Bukankah seharusnya dia datang bersamamu?" Tanya Tomi.
"Apa saya mengatakan jika akan datang bersama Citra?"
"Apa maksudmu? Kamu berani mempermaikan saya!!!" Sahut Tomi.
"Saya hanya ingin memastikan, benarkah kakek Sultan sedang sakit. Dan ini bukan rencana kalian untuk berjumpa dengan istri saya" kata Noah.
"Kami tidak berbohong, kakek berada di dalam ia sedang di rawat" ucap Vivian.
Tanpa menunggu persetujuan dari mereka Noah langsung masuk ke dalam ruangan dimana kakek Sultan dirawat.
Noah membuka pintu ruangan itu, dan ia melihat kakek Sultan terbaring di atas ranjang dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya.
"No..ah" panggil Kakek Sultan lirih.
"Iya kek" Noah berjalan menghampiri kakek Sultan.
"Bagaimana kabar kakek?"
"Kakek ingin bertemu dengan Citra" ucap kakek Sultan.
"Iya kek, sebentar lagi Citra cucu kakek akan segera kemari"
"Benarkah?" Tanya kakek Sultan.
"Iya benar kek" jawab Noah.
__ADS_1
_____
happy reading🥰🥰