Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
DF 18


__ADS_3

Freya melihat ke arah Daniel yang sudah terkapar, ia tidak menyangka selama ini pria yang sudah menjadi temannya selama hampir 3 tahun bisa melakukan tindakan bejat terhadap dirinya.


"Jangan melihatnya lagi, semua akan baik baik saja" ucap Damar pelan dan berhasil membuat Freya sedikit lebih baik.


Urusan Damar dengan Daniel belum selesai, namun untuk malam ini yang terpenting adalah membawa Freya pergi dari tempat itu.


Damar memegang erat bahu Freya untuk menuruni tangga.


Teman teman Daniel yang sedari tadi menunggu di bawah tiba tiba terkejut saat melihat Freya bersama orang lain.


"Menjauh!" Ucap Damar saat para pemuda itu hendak mendekat ke arahnya.


"Sekali lagi kalian melangkah, akan aku buat nasib kalian sama seperti pria itu" sambung Damar lagi


Wajah mereka yang tadinya sangar seketika langsung menciut setelah mendengarkan ucapan dan wajah Damar yang dingin.


Mereka semua memberikan jalan untuk Damar.


Lila dan Cindy masih setia menunggu Damar dan Freya.


Mereka berdua mondar mandir seperti setrika di depan Club tersebut.


"Kenapa lama sekali" gumam Cindy.


"I...itu itu Freya!!!" Ucap Lila histeris.


"Astaga apa yang terjadi kepadanya" Cindy dan Lila berlari menghampiri Damar.


"Kak apa yang terjadi?" Tanya Cindy, gadis itu melihat Freya yang berdiri dengan di pegangi Damar. Wajahnya tertunduk entah Freya masih dalam kondisi sadar atau tidak.


"Hal buruk menimpanya, aku harus segera membawa Freya pergi dari sini... Kalian berdua pulanglah" ucap Damar.


"Tapi bagaimana dengan Freya kak?" Tanya Cindy.


"Jangan khawatir, sekarang Freya akan menjadi tanggung jawabku. Terima kasih atas bantuan kalian berdua".


"Iya kak sama sama".


Lila berlari masuk ke dalam Club tersebut untuk mengambil tas Freya yang tertinggal kemudian memberikannya kepada Damar.


Damar pun berlalu membawa Freya menuju parkiran.


"Apa kamu masih kuat?" Tanya Damar.


Namun gadisnya tak kunjung menjawab, Damar memegang dagu Freya dan menatapnya.


Gadis itu memejamkan matanya setengah sadar, ia tidak mampu menjawab pertanyaan Damar.


Terpaksa pria itu harus membantu Freya untuk naik ke atas motornya.


Keduanya sudah berada di atas motor, Damar melingkarkan tangan Freya di pinggangnya.


Damar pun segera melajukan motor tersebut meninggalkan Club.


Damar memutuskan untuk membawa Freya ke Cafe miliknya, ia tidak bisa membawa gadis itu pulang kerumahnya.


Orang tuanya pasti akan merasa terpukul mengetahui kondisi putrinya.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Damar sudah sampai di Cafenya.


Jojo dan beberapa pegawai yang lain sedang membereskan Cafe tersebut, karena hendak tutup.


"Pak Damar datang" kata Jojo.

__ADS_1


Mereka semua menatap ke arah Damar yang menggendong tubuh Freya.


"Pak... Pak apa yang sudah terjadi?" Tanya Jojo.


"Dimana Fella?" Bukannya menjawab Damar malah menanyakan keberadaan Marfella.


"Ada di atas pak" jawab Jojo.


Dengan berjalan cepat Damar membawa Freya menuju ruangannya.


"Fella!!! Marfella" panggil Damar berteriak.


"Iya pak" Marfella yang mendengar namanya di panggil langsung berlari menemui Damar.


Marfella terkejut saat melihat Damar membawa tubuh Freya yang sudah tidak sadarkan diri.


"Pak dia kenapa?".


"Cepat masuk ke ruangan ku dan bantu aku" kata Damar.


Di letakkan tubuh Freya di atas sofa yang berada di sudut ruangan tersebut.


"Hufhhh...." Damar menghembuskan nafasnya panjang.


Damar duduk di dekat Freya dan menghapus keringat yang membasahi wajah gadis itu.


"Pak sebenarnya....".


"Tolong jangan tanyakan apapun" sahut Damar kepada Fella.


"I..iya baik pak" Fella pun mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut.


"Fella kamu membawa baju ganti?".


"Tolong pinjamkan bajumu untuknya dan bantu dia mengganti pakaiannya" ucap Damar lagi.


Tanpa berlama lama Marfella pergi menuju ruangannya dan mengambil baju miliknya.


"Pak..." Panggil Fella.


Damar yang sedari tadi melamun langsung tersadar oleh suara Marfella.


"Bantu dia mengganti pakaiannya" perintah Damar.


"Baik pak".


Damar beranjak dari duduknya kemudian di ganti dengan Marfella.


Damar berjalan menuju balkon ruang kerjanya.


Damar memejamkan matanya sejenak, ia tidak sanggup jika harus mengingat gadisnya yang setengah naked tidur tidak berdaya di ruangan kosong bersama Daniel.


"Pak... Pak Damar, pak!!!" Tiba tiba Marfella berteriak.


"Ada apa Fell?".


"Kemarilah" panggil Marfella.


"Ada apa?" Tanya Damar lagi.


"Itu..." Marfella menunjuk ke arah Freya.


"****!!!" Damar mengumpat saat ia melihat dada Freya di penuhi dengan kissmark, ulah pria bejat yang menjadi teman sekolahnya.

__ADS_1


Damar mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aghhh!!!!!!" Damar membanting barang barang yang ada di hadapannya.


Ingin rasanya ia menghabisi Daniel saat itu juga.



"Pak sebenarnya dia kenapa? Bapak jangan diam saja, ada apa dengan gadis itu" Marfella bertanya dengan penuh ketakutan.


"Fella, aku percaya kepadamu... Tugasmu sekarang menjaga Freya, aku akan pergi sebentar" kata Damar.


"Tapi pak, bagaimana dengan gadis ini?".


"Jaga dia untukku" jawab Damar kemudian pria itu membuka tas milik Freya dan mengambil sebuah kunci mobil milik gadis itu, karena mobil Freya masih berada di Club.


Setelah itu Damar keluar dari ruangannya.


Tidak ada yang bisa mencegah pria itu terlebih lagi dalam kondisi marah.


Marfella kini telah mengganti pakaian Freya.


Ia meminjamkan pakaiannya yang sengaja ia bawa ke tempat kerja.


"Siapa yang tega melakukan ini kepada gadis yang masih kecil. Tidak mungkin pak Damar" gumam Marfella.


Wanita itu melihat Dahi Freya yang memar serta bibirnya yang berdarah namun sudah mengering.


Bahkan paha gadis itu juga terlihat lecet.


"Merepotkan!" Ucap Marfella.


Marfella keluar dari ruangan itu dan menuruni tangga.


"Jo! Jojo" panggil Marfella.


"Iya bu, ada apa?" Tanya Jojo yang masih mengelap meja meja di cafe tersebut.


"Mmm tolong ambilkan air hangat sama Handuk kecil" kata Marfella.


"Buat apa bu?".


"Ck! Kenapa kamu selalu banyak tanya! Cepat lakukan saja!".


"I...iya baik bu" Jojo berlari mengambil apa yang di perintahkan oleh Marfella.


Beberapa menit kemudian...


"Ini bu" Jojo memberikan baskom berisikan Air hangat serta handuk kecil.


Marfella mengambilnya dan langsung kembali naik menuju ruangan Damar.


Marfella duduk di samping Freya, kemudian ia membersihkan wajah Freya dengan air hangat tersebut.


Wanita itu dengan perlahan mengusap luka luka Freya dan memberikan sedikit obat oles.


"Dia sudah makan atau belum? Mmm atau aku bangunkan saja" ucap Marfella.


"Biarkan saja dia tidur, tidak tega membangunkannya" Marfella mengambil jas Damar kemudian menyelimuti tubuh Freya.


Wanita itupun kembali menyelesaikan pekerjaannya, sebelumnya Marfella sudah mengambil beberapa dokumen dari ruangannya dan ia bawa menuju ruangan Damar.


Karena Damar sudah memerintahkannya untuk menjaga Freya sampai gadis itu sadar.

__ADS_1


_____


__ADS_2