Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Bermalam Di Pulau Dewata


__ADS_3

Entah sudah berapa lama Yura tidak pernah tertawa lepas hari ini, semenjak orang tuanya meninggal Yura tidak pernah lagi merasakan kebahagian.


Elard bahagia akhirnya perjalanan bulan madunya membuat sang istri bahagia.


Tidak lupa Elard mengabadikan momen bahagia itu melalui ponselnya.


Ia pun membagikan postingan tersebut di salah satu akun sosial media miliknya.


dengan memberikan Caption "Bunda tercantikku" di dalam vidio itu terlihat Elard memeluk dan bermain bersama Yura.


Hingga tak terasa hari sudah hampir gelap.


Setelah menyaksikan matahari tenggelam Elard membawa Yura kembali kedalam hotelnya.


"Sudah puas?" tanya Elard.


"Belum.. besok pagi aku ingin kesana lagi sambil melihat matahari terbit" jawab Yura.


"Siap tuan putri" sahut Elard sambil membungkukkan tubuhnya.


Yura tertawa geli melihat suaminya yang tidak tau mulai kepan sedikit lebay.


Mereka sudah berada di dalam kamar, terlebih dulu Yura masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terdapat banyak pasir pasca bermain di pantai.


Sedangkan Elard terduduk sambil memainkan ponselnya, nampak Elard tersenyum saat melihat beberapa gambar istrinya yang ia abadikan di dalam ponsel miliknya.


***


Brakk!!!


seseorang membanting ponselnya setelah melihat vidio Elard bersama Yura di sebuah akun sosial milik Elard.


"Bersenang senanglah, sebentar lagi aku akan menghancurkan kebahagian kalian" ucap orang tersebut dengan penuh kemarahan.


"Tuan apa perlu kita pergi menyusul mereka?" ucap asisten orang tersebut.


"Tidak perlu! biarkan mereka terlena dengan kebahagiaannya" jawab orang tersebut.


**


Malam ini tepat pukul 19.00 pasangan suami istri itu akan pergi ke sebuah restoran mewah untuk dinner romantis, Elard sudah menyiapkan semuanya.


Yura nampak menggunakan sebuah gaun berwarna silver senada dengan pakaian Elard.


Kini mereka berjalan menuju parkiran.


Sesampainya di mobil Elard segera melajukan mobilnya menuju sebuah Restoran.


"El kamu sudah menghubungi anak anak dirumah?" tanya Yura


"Sudah sayang, mereka baik baik saja dan meminta oleh oleh" jawab Elard.


"Aku sangat merindukan mereka" ucap Yura sambil menatap kaca mobilnya.


Elard merapikan rambut Yura yang menutupi sedikit wajahnya.


"Sabar sayang, nikmati saja bulan madu kita" ucap Elard.


Tak terasa kini mereka sudah sampai di sebuah restoran, Elard dan Yura turun dari mobilnya.


Elard menggenggam tangan Yura kemudian mereka berjalan beriringan memasuki restoran tersebut.


Para pelayan memyambut kedatangan mereka dan mengantarnya di sebuah meja yang sudah dipesan.


Para pelayan datang dengan membawa beberapa hidangan di tangannya, kemudian meletakkan hidangan tersebut di atas meja.


Terdengar alunan lagu romantis yang menambah rasa sahdu di antara mereka.


Yura tidak menyangka jika suaminya itu mampu bersikap sangat romantis.


sebelum menyantap makanannya Elard mengeluarkan kotak berwarna merah, kemudian berjongkok di hadapan Yura.


"Selamat ulang tahun Istriku sayang" ucap pria itu seraya membuka kotak merah yang ia pegang.


Yura terkejut, matanya nampak berkaca kaca.


Ia benar benar lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunnya.

__ADS_1


"El...." ucap wanita itu, Yura seolah terbius dan tidak bisa berkata apa apa lagi.


"Maukah kamu menemaniku hingga kita tidak bisa lagi bernafas?" tanya pria itu yang masih terjongkok.


Yura menganggukkan kepalanya pasti.


"Iya aku mau El, aku bersedia" jawab Yura yang mulai menitihkan air matanya.


Di dalam kotak tersebut terdapat cincin berlian yang ia beli di sebuah toko perhiasan miliknya.


Elard mengambil cincin tersebut dan melingkarkan di jari manis istrinya.


"Terima kasih atas kejutan ini El" kata Yura.


"Sama sama sayang" jawab pria itu.


Kemudian Elard beranjak dan mencium kening istrinya.


Mereka segera menikmati makan malam romantis itu bersama.


Beberapa jam kemudian, mereka sudah selesai makan malam.


Elard akan langsung kembali ke hotelnya.


"Apa kita akan langsung kembali ke hotel?" tanya Yura.


"Iya sayang" jawab Elard.


Yura melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Masih jam 9" ucap Yura.


Yura masih ingin berkeliling menikmati nuansa malam di pulau itu.


Namun nampaknya Elard sudah terburu buru untuk membawa istrinya kembali ke hotel.


Mobil Elard sudah terparkir, ia segera membawa istrinya masuk ke dalam hotel tersebut.


"Kenapa buru buru El?" tanya Yura.


"Iya aku sudah tidak sabar" jawab pria itu.


Pintu kamar pun terbuka, sebelum masuk Elard menutup mata istrinya dengan kedua tangannya, dan membawa istrinya masuk ke dalam kamar tersebut secara perlahan.


"Kenapa kamu menutup mataku?" tanya Yura.


"Sssttt.. diamlah ini kejutan" jawab pria itu.


Sesampainya di dalam kamar Elard melepaska tangannya, dan Yura mulai membuka matanya.


Yura terkejut setelah melihat kamarnya yang berubah.


Kamar tersebut dihiasi lilin lilin dan bunga mawar putih yang bertaburan disana.


sedang di atas tempat tidur terdapat bunga mawar merah yang berbentuk Love.


"El, ini benar kamar kita?" tanya Yura tak percaya.


"Iya benar" jawab Elard.


pasalnya beberapa jam yang lalu saat mereka akan pergi, kamar itu masih biasa biasa saja.


Namun dalam hitungan jam kamar itu berubah menjadi sangat cantik.


Yura mengambil setangkai bunga mawar merah yang berada di atas meja kemudian ia menciumnya.


Yura mengamati seriap sudut kamarnya yang di penuhi oleh bunga mawar putih.


Elard mendekap tubuh Yura dari belakang.


"Aku ingin menghabiskan malam yang indah ini bersamamu" bisik pria itu.


Yura seakan benar benar mematung, apakah suaminya akan meminta haknya kembali.


"Apa kamu sudah siap melakukannya?" tanya Elard.


Yura tidak menjawab, ia hanya mengangguk kecil sambil tersipu malu.

__ADS_1


Elard membalikkan tubuh istrinya untuk berhadapan dengannya.


"Benarkah kamu sudah siap?" tanya Elard lagi.


Lagi lagi Yura mengangguk pelan.


Elard tersenyum senang, namun di dalam hatinya ia sudah bersorak sorak bahagia.


Elard mencium kening istrinya, kemudian beralih menciumi pipi Yura yang sudah mulai memerah.


Elard mengambil bunga yang sedari tadi dipegang Yura.


Kemudian Elard membuang bunga tersebut ke sembarang arah.


Elard mendekatkan bibirnya hendak mencium bibir ranum Yura.


Seketika Yura menutup matanya saat merasakan suaminya itu mulai ******* bibirnya.


Elard tidak akan menyianyiakan malam ini.


Ia akan benar benar menikmati bulan madunya bersama Yura.


Elard mendekatkan tubuh istrinya, ia kesal karena Yura tidak membalas ciuman tersebut.


**apakah dia benar benar tidak punya pengalaman dalam berciuman** batin Elard.


"Kamu tidak akan bernafas sampai kapan?" tanya pria itu saat melepas ciumannya.


"Mm aku.. aku tidak" belum sempat menjelaskan lagi lagi Elard langsung mencium Yura.


Kini tangan pria itu mulai bergrilya di tubuh molek Yura.


Elard membuka kancing baju istrinya secara perlahan. sedangkan Yura sudah mulai menikmati ciuman serta sentuhan suaminya.


Terdengar Yura mulai sedikit mendesah, tentu itu semakin membuat Elard semakin bersemangat.


Elard menggendong tubuh istrinya, kemudian meletakkan di atas tempat tidur yang penuh dengan bunga.


Elard melepas semua kancing baju Yura, sedangkan Yura hanya menatap sendu suaminya.


nampaknya Yura sudah mulai terhanyut oleh setiap sentuhan Elard.


Kini Elard melakukannya dengan sangat lembut tidak seperti pertama kali mereka melakukannya.


Pria itu melucuti semua yang menempel di tubuh istrinya.


Kini Yura sudah tidak menggunakan apapun.


Awalnya sangat malu bagi Yura harus bertelanjang di depan suaminya, namun karena terlena wanita itupun pasrah.


Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi mereka.


Tidak ada satu orang pun yang menganggu. desahan demi desahan terdengar dari mulut pasangan suami istri itu.


Jam sedah menunjukkan pukul 1 dini hari, namun pasangan itu masih belum mengakhiri percintaannya.


Berkali kali Elard melakukan pelepasan di dalam rahim istrinya.


Ia benar benar ingin istrinya segera hamil lagi.


Sampai akhirnya Elard tumbang di sebelah istrinya, namun sebelum mereka tidur. Elard membawa tubuh Yura ke dalam kamar mandi, di letakkan tubuh polos istrinya di dalam bathup dan menyiramnya dengan air hangat.


"Aww" pekik Yura saat merasakan ada yang sakit di bawah sana.


"Kenapa?" tanya Elard.


"Tidak apa apa El, hanya sedikit sakit" jawab Yura.


"Mungkin karena sudah lama kita tidak melakukannya" kata Elard.


"Tapi tenang saja sayang, aku akan melatihmu. mulai saat ini kita akan melakukannya setiap hari" sambung Elard menggoda.


"El!!!" teriak Yura sambil memukul dada bidang suaminya.


Mereka pun sudah selesai membersihkan tubuhnya.


Elard dan Yura sudah mengenakan baju tidurnya, kini saatnya mereka segera beristirahat.

__ADS_1


_____


happy reading🄰


__ADS_2