Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Waktu Bersama


__ADS_3

Sebelum menonton Film Jeny mengambil beberapa camilan dari dapur serta soft drink dan membawa semua itu kedalam Mini Bioskop


"Mau nonton horor yang mana?" Tanya Axel sambil memilih DVD yang sudah tertata rapi.


"Yang ini saja, aku belum pernah menontonnya" Jeny menunjuk sebuah DVD namun anehnya cover DVD tersebut polos.


"Oke" Axel memasukkam DVD tersebut.


Ia pun duduk disamping istrinya sambil menikmati popcorn yang di bawa Jeny.


Mereka pun mulai menonton.


Awalnya biasa biasa saja tidak ada yang menyeramkan dalam Film tersebut.


**Kenapa perasaanku tidak enak, sepertinya ini bukan Film horor** batin Jeny.


Dan benar saja di menit ke 10 Film itu menampilkan sebuah adegan dimana seorang pria dan wanita saling berciuman dengan mesrahnya.


Deg!!!


Jeny yang terkejut langsung menatap ke arah Axel, begitupun dengan Axel.


Tanpa sengaja mereka saling bertatapan.


"Ehemm" Jeny segera mengambil sekaleng soft drink dan meminumnya.


Jeny memalingkan wajahnya.


Sedangkan Axel dia benar benar kikuk, adegan itu berhasil membuat Axel berkeringat. Padahal diruangan itu terdapat AC yang menyala.


Mereka masih bertahan dengan menonton Film tersebut.


Sampai masuk ke menit 20 adegan itu semakin panas, Jeny menundukkan kepalanya lesu.


"Sebenarnya apa yang sedang kita tonton ini?" Tanya Jeny sambil memijat pelipisnya.


"Ntahlah, bukankah kamu yang memilihnya" jawab Axel Enteng.


**Aghh aku benar benar malu, rasanya aku ingin menyembunyikan wajahku di dalam popcorn ini** batin Jeny.


Mereka terus menonton Film itu dengan perasaan malu malu.


"Bisakah kita mengganti Filmya?" Tanya Jeny.


"Aku akan menggantinya dengan yang lain" jawab Axel, dan ia segera beranjak dan mengganti dengan Film yang lain.


Beberapa menit kemudian....


Lagi lagi Jeny harus menundukkan kepalanya, bagaimana tidak Film di hadapannya sedang menampilkan wanita yang sedang hamil bersama suaminya.


Menjelaskan bagaimana menjadi suami yang sigap dan calon orang tua yang bisa mengurus anak anaknya kelak.


"Bukankah ini tontonan Edukasi?" Tanya Jeny.


"Aku tidak tau kenapa DVD nya semua aneh" ucap Axel.


Karena sudah lelah Axel langsung mematikan Filmnya dan keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Pasti ini rencana ibu" gumam Jeny.


Axel meninggalkan Jeny, pria itu masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Membosankan sekali" ucap Axel.


"Apa kamu mau tidur?" tanya Jeny yang baru saja masuk kedalam kamarnya.


"Tidak" jawab Axel Singkat.


"Bagaimana jika kita pergi ke halaman belakang, bukankah disana ada kolam ikan aku ingin belajar memancing" kata Jeny ia berharap suaminya bersedia memancing bersamanya.


Sebenarnya Axel sangat malas, namun ia tidak ingin membuat Jeny kecewa karena penolakannya.


"Baiklah, kamu bisa menunggu di belakang aku akan menyiapkannya" jawab Axel.


Jeny bersorak senang di dalam hatinya ia segera pergi ke halaman belakang, sedangkan Axel menyiapkan peralatannya untuk memancing.


Kini mereka sudah siap untuk memancing, Axel menunjukkan bagaimana cara yang benar untuk memancing Jeny pun mengikutinya.


Hampir satu jam mereka memancing namun Jeny belum juga mendapatkan ikan.


"Mereka tidak ingin memakan umpanku" kata Jeny sambil mengerucutkan bibirnya.


"Bersabarlah sebentar lagi kamu akan mendapatkan ikan" ucap Axel.


Sedangkan Axel sudah memperoleh 3 ikan berukuran cukup besar.


"Kamu tunggu disini, aku akan memindahkan ikan ikan ini" kata Axel.


"Iya baiklah" jawab Jeny.


"Axel lama sekali, aku sudah lelah" grutu Jeny yang masih setia duduk dipinggir kolam ikan itu


Jeny beranjak ingin menyusul suaminya namun kakinya terpeleset membuat tubuh Jeny tidak seimbang.


Dan...


Byurr....


Jeny jatuh ke dalam kolam ikan yang cukup dalam, sedangkan ia tidak bisa berenang.


"Tolongg.." teriak Jeny


"Axel tolong" panggil Jeny lagi.


Axel yang baru saja kembali dikejutkan dengan suara Jeny yang memanggilnya.


"Jeny!!" Teriak Axel. Dan pria itu langsung masuk kedalam kolam untuk membantu istrinya.


Tubuh Jeny sudah lemas karena banyak air kolam yang masuk kedalam tubuhnya, dan Jeny pun pingsan.


Axel berhasil membantu Jeny dan meletakkan tubuh Jeny di atas rumput.


Ia memberikan pertolongan namun istrinya tak kunjung sadar.


Terpaksa Axel memberikan nafas buatan kepada Jeny.

__ADS_1


Uhukk.. uhuk..


Jeny mengeluarka air yang tadi sempat masuk ke dalam tubuhnya, namun Jeny kembali pingsan.


"Astaga dia pingsan lagi" ucap Axel.


Axel kembali membawa Jeny masuk kedalam kamarnya, diletakkan tubuh basah Jeny di atas Sofa kamarnya.


"Bagaimana ini, apa aku harus mengganti pakaiannya?" Axel mulai kebingungan karena di rumah itu hanya ada mereka berdua.


dengan tekad yang kuat Axel memutuskan untuk mengganti pakaian istrinya yang basah.


Terlebih dahulu Axel mengambil baju ganti Jeny kemudian Axel mulai membuka kancing baju istrinya.


Tangan Axel sedikit bergetar, karena ini kali pertama ia melakukan itu setelah menikah.


Pelan pelan Axel mulai melucuti baju Jeny.


Nampak Axel menelan salivanya saat melihat Jeny hanya menggunakan Dalaman.


"Aku tidak sanggup cobaan apa ini!!" Axel mulai gusar, ia menutup tubuh Jeny dengan selimut.


Axel berperang dengan fikirannya, haruskah ia meneruskannya atau menghentikannya.


Jika dia membiarkan Jeny sepeti itu maka kemungkinan Jeny akan masuk angin.


"Axel tenanglah, dia istrimu lakukan saja sama sekali ini bukan dosa" gumam Axel.


Axel kembali membuka selimut itu, dan benar saja ia nampak dada istrinya yang sangat mulus.


Tiba tiba Axel tertegun, ia tidak mampu menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Jeny.


Axel mendekatkan wajahnya dan sekilas mencium bibir ranum Jeny.


"Lembut sekali" kata Axel yang tersenyum nakal.


Pandangan Axel beralih pada dua gundukan di dalam Br* yang terlihat sangat mulus itu.


Tanpa Axel sadari ia telah memberikan kissmark di dada mulus istrinya, sehingga nampak jelas disana.


"Axel kau sudah gila, bisa bisanya aku memanfaatkan istriku yang sedang pingsan" kata Axel.


Dengan cepat Axel mengganti semua pakaian Jeny, setelah beberapa menit bersusah payah akhirnya Axel sudah selesai.


Ia memindahkan Jeny di atas tempat tidur, dan Axel segera masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Setelah selesai Axel segera naik ke atas tampat tidurnya karena ia juga sangat lelah.


Axel merebahkan tubuhnya di sebelah Jeny, sekilas Axel memikirkan tingkah gilanya.


Ia pun tersenyum geli.


"Akhirnya aku bisa menyentuhnya" gumam Axel sambil memandangi Jeny yang masih pingsan.


"Bagaimana jika dia tau aku sudah memberikan tanda kepemilikan di dadanya. aku pasti sangat malu" Axel mulai meracau.


tak terasa ia pun tertidur sambil memeluk tubuh istrinya.

__ADS_1


_____


happy reading🥰🥰


__ADS_2