Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Ikut ke Kantor


__ADS_3

Karena Keyla sudah menyetujui kesepakatan itu akhirnya Noah pun membawa istrinya masuk ke dalam kantornya.


seperti biasa saat Noah melewati lobi seluruh karyawan yang berada di sana memberikan salam.


Namun Mereka melihat ada yang berbeda pada bossnya hari ini, yaitu presedirnya masuk ke dalam kantor dengan seorang gadis diperkirakan usianya dibawa Noah.


"Selamat pagi tuan" sapa mereka.


Dan seperti biasa, Noah hanya akan membalas satu anggukan saja tanpa bersuara.


Sedangkan Keyla terus memberikan senyuman manisnya, meski gadis itu merasa canggung.


"Siapa yang bersama tuan Noah?"


"Entahlah, sepertinya masih sangat muda"


"Cantik sekali gadis kecil itu"


Begitulah bisik bisik para karyawan yang sangat gemar gibah. Mereka penasaran dengan gadis yang berjalan bersama bos brondongnya itu.


Ting!!


Pintu lift khusus Presedir pun terbuka.


Noah dan Keyla masuk ke dalam lift tersebut.


"Noah" panggil Keyla.


"Hmm" jawab Noah


"Di saat mereka menyapamu kenapa kamu tidak meresponnya?" Tanya Keyla


"Sudah By, apa kamu tidak lihat tadi aku mengangguk" jawab Noah.


"Mengangguk?? Kamu hanya menggerakkan kepalamu satu kali, dan itu kamu sebut mengangguk?" Tanya Keyla kesal.


"Iya memang begitu berbeda lagi jika kamu yang mengucapkannya" kata Noah.


"Jika aku yang mengucapkannya apa responmu? "Tanya Keyla.


"Coba saja" ucap Noah.


"Selamat pagi" Keyla mencoba menyapa suaminya.


"Kurang lengkap!"


"Selamat pagi Noah" ucap Keyla mengulang.


"Aku siapa?" Tanya Noah.


"Suamiku" jawab Keyla.


"Perbaiki"


"Hufhhh... Selamat pagi suamiku" ulang Keyla dengan benar, dan tiba tiba.

__ADS_1


Cuppp.....


Noah mencium bibir istrinya.


"Emmpp" Keyla bungkam sulit berbicara.


Gadis itu memukul pelan dada bidang Noah yang berada di hadapannya.


"Ihh Noah beraninya kamu" sungut Keyla saat Noah melepas ciumannya.


"Itu responku By, jika kamu yang mengucapkannya" kata Noah dengan wajah tanpa dosa.


"Bilang saja kamu modus,huh" kesal Keyla.


Tingg!!


Pintu lift pun terbuka, mereka segera keluar dari lift tersebut dan menuju ke ruangan Noah, sebelumnya Keyla mengambil kaca kecil yang berada di tasnya dan ia pun melihat bibirnya. Keyla takut jika lipstiknya belepotan karena telah dicium oleh Noah.


"Silahkan masuk tuan putri" ucap Noah membukakan pintu ruangannya.


Gadis itu dengan senang hati masuk ke dalam ruangan Noah.


Mata Keyla berbinar binar saat melihat ruangan Noah yang cukup besar, rapi dan wangi itu.


"Noah itu ruangan apa?" Tanya Keyla menunjuk salah satu ruangan yang berada di sudut.


"Kamar pribadi, jadi kalau kamu capek bisa tidur disana" jawab Noah.


Noah melepas jas kerjanya dan meletakkan di punggung kursi kebesarannya.


Ia bisa melihat sekitar kota dari atas sana.


"Noah aku ingin bekerja disini, pasti sangat menyenangkan. Noah lihatlah itu ada..." Keyla menghentikan ucapannya saat Noah memeluk tubuhnya dari belakang.


"Noah ini kantor nanti ada yang lihat" Keyla mengeliyat berusaha melepaskan pelukan suaminya itu.


"Sssttt, kamu jangan berisik Baby. Dan satu lagi kamu tidak perlu bekerja di kantor, kamu hanya perlu bekerja melayaniku" ucap Noah tepat di telinga gadis itu.


"Sejak kapan suami beruangku ini jadi mesum? Huh" tanya Keyla.


"Sejak kamu mabuk di Amerika" jawab Noah semakin menggoda istrinya.


"Dasar mesum, pasti kamu sudah macam macam ya" kata Keyla dan Noah pun tertawa melihat ekspresi dari istrinya itu.


Noah belum melepaskan pelukannya, pria itu masih memeluk tubuh istrinya dan mereka sama-sama menikmati pemandangan luar dari dalam kantornya tersebut.


"Tuan ini..." Leo masuk di saat yang tidak tepat, membuat Noah dan Keyla terkejut, dan Noah langsung melepas pelukannya.


"Maaf tuan saya tidak tau jika ada Nona, lain kali saya akan mengetuk pintu terlebih dahulu" kata Leo yang merasa tidak enak.


"Tidak masalah paman, jangan merasa tidak enak seperti itu" jawab Noah.


"Baby kamu bisa istirahat di sofa dulu ya" kata Noah.


"Iya Noah sudah sana lanjutkan pekerjaanmu" ucap Keyla.

__ADS_1


Gadis itu pun segera menuju ke sofa yang terlihat cukup empuk, dan ia langsung menjatuhkan tubuhnya di sana sedangkan Noah Kembali menuju meja kerjanya.


Noah mempersilakan Leo untuk duduk.


"Tuan ini beberapa calon kandidat yang akan menjadi sekertaris anda, anda bisa memeriksanya terlebih dahulu" kata Leo seraya menyerahkan map yang berisi data diri calon kandidat yang akan menjadi sekertaris Noah.


"Semua aku serahkan kepada paman yang lebih berpengalaman dalam hal ini" kata Noah.


sekalipun mereka sedang berada di kantor namun pria itu tetap memanggilnya dengan sebutan paman. itu karena Noah sangat menghormati Leo sebagai asisten pribadi ayahnya yang sangat setia sampai saat ini.


Mungkin beberapa hari lagi Noah benar-benar harus menyiapkan seseorang yang akan menjadi asisten pribadinya. Yang jelas dia harus seperti Leo memiliki tanggung jawab dan pastinya sangat setia kepada atasannya.


"Baiklah tuan, 50 calon dari luar dan 2 calon berasal dari kantor ini sendiri. Satu jam lagi saya akan membawa mereka berdua untuk menemui anda" jelas Leo dan Noah mengangguk mengerti.


Setelah menyelesaikan pembahasan mengenai recruitment sekretaris baru, Leo pun berpamitan untuk kembali ke ruangannya.


Keyla yang duduk di sofa hanya bisa memperhatikan suaminya dengan serius berbicara dengan asisten Leo.


"Baby kamu tidak masalah kan jika harus menunggu?" Tanya Noah.


"Tidak masalah Noah, aku akan memainkan ponselku selama kamu bekerja" jawab Keyla.


Noah membuka laptopnya dan pria itupun memulai aktivitasnya di pagi hari.


Keyla membuka tas yang sedari tadi melingkar di pundaknya Keyla merogoh tas tersebut dan mencari ponselnya.


"Astaga gantungannya lepas" kata Keyla saat ia melihat ponselnya gundul, alias gantungannya hilang entah kemana.


Keyla mengeluarkan semua isi tasnya, ia sama sekali tidak menemukan gantungan ponsel tersebut.


"Kemana gantungannya? Apa aku menjatuhkannya di rumah? Atau di kampus" Keyla masih mencari gantungan tersebut dengan hati hati.


"By kamu sedang apa?" Tanya Noah yang melihat istrinya seperti orang sibuk.


"Ehh ini... Gantungan ponselku hilang" jawab Keyla ragu ragu.


"Hilang?" Noah langsung beranjak dari kursi empuknya, dan ia segera berjalan mendekati Keyla.


"Cari dengan teliti By, siapa tau lepas di dalam tasmu" kata Noah.


"Sudah Noah, tetapi tetap tidak ada. Bagaimana ini" ucap Keyla bingung.


Noah meminta agar Gadis itu mengingat mungkin saja ia melepasnya dan lupa menaruhnya dimana.


Keyla mencoba mengingat kembali mungkinkah ia sempat melepaskan gantungan itu tetapi Keyla merasa bahwa dirinya tidak pernah melepaskan gantungan ponsel itu sama sekali. terkecuali saat pergi dari rumah Elard dulu.


"Apa jatuh di kampus ya" ucap Keyla.


"Sudah By jangan terlalu di pikirkan, besok kita cari di kampus ya" ucap Noah, karena ia tidak ingin melihat istrinya seperti orang yang kehilangan uang satu koper itu.


Satu jam kemudian...


____


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2