Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 32


__ADS_3

Tanpa menghiraukan Nara, gadis itu terus berlari menaiki tangga.


Tidak lama ia sudah sampai di depan gedung perpustakaan.


Gadis berkaca mata itu masuk ke dalam perpustakaan.


Dengan langkah pelan ia memperhatikan sekitar seperti sedang mencari sesuatu.


"Biasanya dia sudah disini membaca beberapa buku" ucap gadis berpenampilan cupu itu.


Tiba tiba senyuman terukir di wajahnya, gadis itu seolah menemukan apa yang ia cari.


"Permisi" ucapnya pada seorang pria yang sedang membaca buku, tidak lain adalah Rangga.


"Iya ada apa?" Tanya Rangga.


"Kak, bolehkan aku duduk disini?" Tanya gadis itu lagi, yang di maksud gadis itu adlah duduk di bangku tepat di depan Rangga.


"I..iya silahkan" jawab Rangga tidak keberatan, karena memang itu adalah tempat umum. Sehingga siapa saja bisa menempatinya.


"Kak kamu mengingatku?" Tanya gadis itu lagi dan Rangga hanya menggelengkan kepalanya.


"Namaku Lana kak, tadi kakak sudah membantuku tapi kita belum sempat berkenalan" gadis bernama Lana itu mengulurkan tangannya.


Rangga mencoba memperhatikannya dan pria itu pun akhirnya mengingat siapa gadis itu.


"Kamu yang tadi menabrak ku" kata Rangga dan belum membalas uluran tangan Lana.


"Iya benar kak, aku Lana" jawab gadis itu lagi sambil tersenyum.


"Rangga" balas Rangga kemudian sekilas membalas uluran tangan gadis itu.


Setelah berkenalan Rangga kembali fokus dengan bukunya dan nampak Rangga memperhatikan ponselnya.


"Kenapa Nara belum juga kemari" gumam Rangga.


Lana turut serta membaca buku yang ia pegang, sambil sesekali memperhatikan Rangga yang duduk di depannya.


"Ga !" Sapa seorang pria yang baru saja menghampiri Rangga.


"Noah, kamu lama sekali?" Tanya Rangga.


"Iya, tadi aku masih ke kelas Keyla tapi mereka berdua tidak ada. Aku pikir mereka sudah sampai" jawab Noah.


Padahal Keyla dan Nara pergi ke ruang kesehatan untuk memberikan balsem di tangan Nara, karena tangan Nara terasa cukup ngilu.


Sehingga Keyla membawanya ke ruang kesehatan.


Noah memperhatikan gadis yang duduk di depan Rangga, Noah memicingkan satu alisnya saat mengetahui bahwa gadis itu secara malu malu memperhatikan Rangga.


"Ga kita cari meja lain" kata Noah.


"Kenapa? Bukankah biasanya kita duduk disini?" Tanya Rangga.


"Aku bosan, ingin duduk di tempat lain" jawab Noah beralasan.


"O...oke" jawab Rangga terbata.


Kemudian Noah segera menuju ke meja yang lain, kebetulan ada 4 kursi sehingga istri dan adiknya juga bisa duduk disana.


Rangga mengemasi beberapa bukunya yang berserak di mejanya.


"Kak Rangga mau kemana?" Tanya Lana.


"Aku akan duduk bersama temanku" jawab Rangga.


"Tapi kak..." Belum sempat melanjutkan ucapannya, Rangga lebih dulu beranjak dan meninggalkan meja tersebut.


Lana hanya bisa terdiam sambil memperhatikan Rangga yang duduk di bangku lain bersama Noah.


Beberapa menit kemudian, Nara dan Keyla masuk kedalam perpustakaan tersebut.


Saat baru saja membuka pintu Nara langsung melihat ke arah gadis yang tadi menabraknya.


Biasanya ia dan Rangga akan duduk di bangku itu, namun Rupanya Rangga tidak ada disana.

__ADS_1


"Ra itu Noah dan Rangga" ucap Keyla sambil menunjuk ke arah mereka berdua.


Nara dan Keyla pun berjalan menghampiri suaminya yang sudah menunggu sedari tadi.


"Kalian lama sekali?" Tanya Noah.


"Iya tadi masih ke kantin kak" jawab Nara sedikit berkilah.


"Baby duduk sini aku akan membantumu belajar bahasa inggris" ucap Noah menepuk bangku kosong di sampingnya.


Dengan senang hati Keyla langsung duduk dan membuka bukunya. Begitupun dengan Nara.


Kemudian mereka ber empat fokus belajar, sambil beberapa kali bercanda karena memang Noah sangat usil terhadap istri dan adiknya.


Namun tidak dengan Lana, gadis itu meremas buku yang ia pegang saat melihat Rangga mengusap kepala Nara.


**Gadis itu kenapa menatapku seperti itu** batin Nara saat ia menyadari Lana menatapnya dengan tatapan yang berbeda.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Rangga.


"Gadis di belakangmu terus saja memperhatikan ku, membuatku tidak nyaman" jawab Nara jujur.


Seketika Rangga memutar kepalanya dan melihat siapakah yang di maksud istrinya.


"Ohh itu Lana, aku baru mengenalnya" jawab Rangga.


"Kalian berdua saling kenal?"


"Iya sayang, itu semua karena dia menabrak ku tadi pagi" jelas Rangga.


"Ternyata dia hobi menabrak orang lain" gumam Nara.


Nara merasakan ada yang aneh dengan gadis itu, sekalipun beru kenal tidak semestinya gadis itu menatap dirinya dengan sangat lekat.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 ini saatnya Nara dan Rangga mengakhiri kegiatannya di kampus.


Rencananya Noah akan pergi kekantor bersama Keyla, sedangkan Nara dan Rangga akan langsung pulang.


Mendengar namanya di panggil, Rangga pun langsung melihat ke sumber suara.


Termasuk Nara, ternyata yang memanggil adalah Lana.


Lana berjalan dengan tergesah gesah menghampiri Rangga.


"Ada apa Lana?" Tanya Rangga.


"Ponsel kakak tertinggal di perpustakaan, jadi aku sengaja membawanya kemari sebelum kakak pergi" kata Lana sambil menunjukkan ponsel di tangannya.


Di lihat memang benar itu adalah ponsel Rangga.


"Astaga thank you Lan, mungkin jika tidak ada kamu ponselku akan hilang" ucap Rangga.


"Hehehe iya kak sama sama" balas Lana tersenyum senang mendapat pujian dari Rangga.


"Ekhem!" Suara Nara berhasil mengejutkan Lana yang sedang bersemu semu.


"Mmm Lana kenalkan ini Nara, dia adalah istriku" kata Rangga memperkenalkan Nara yang sedari tadi berdiri di sampingnya.


"Istri?" Tanya Lana memastikan karena ia benar benar terkejut bahwa Rangga sudah menikah.


"Iya! Aku Nara istrinya Rangga" jawab Nara.


"Aku Lana teman kak Rangga, salam kenal" balas Lana. Mereka berdua saling berjabat tangan.


"Taman? Sejak kapan kalian berteman?" Tanya Nara lagi.


"Sejak tadi kak" jawab Lana tanpa beban.


Nara hanya tersenyum masam mendengar pernyataan Lana.


"Panggil saja aku Nara, karena sepertinya kita seumuran" kata Nara lagi.


Rangga mulai merasakan jika sepertinya Nara tidak terlalu suka dengan keberadaan Lana disana.

__ADS_1


Akhirnya pria itu pun segera berpamitan kepada Lana.


"Oke Lana, sekali lagi thank you! Aku permisi pulang" ucap Rangga, kemudian ia segera membawa sang istri masuk bersamanya ke dalam mobil.


**Bersiaplah Rangga... Sepertinya istrimu ini akan mengamuk saat di mobil** batin Rangga cemas.


Karena di saat Nara tidak menyukai seseorang itu akan sangat terlihat di wajahnya.


Di perjalanan Nara hanya diam saja, ia sama sekali tidak menanyakan mengenai Lana.


"Sayang kamu baik baik saja?" Tanya Rangga.


"Memangnya aku kenapa?" Bukannya menjawab Nara malah bertanya balik.


"Wajahmu seperti sedang tidak baik baik saja" jawab Rangga sambil fokus mengemudikan mobilnya.


"Sejak kapan kalian berteman?" Tiba tiba Nara menanyakan yang menyangkut Lana.


"Aku tidak berteman dengannya, baru tadi pagi kita berkenalan" jawab Rangga jujur.


"Lantas mengapa dia mengatakan kalian berteman?"


"Entah sayang, aku tidak mengerti mengapa dia mengatakan itu" jawab Rangga.


Hingga tidak terasa keduanya sudah sampai.


Setelah memarkirkan mobilnya Rangga dan Nara segera masuk ke dalam rumah mewah tersebut.


Setelah bertemu dengan Yura dan Elard, mereka berdua menuju ke kamar yang berada di lantai dua.


Nara yang merasa lelah langsung merebahkan tubuhnya.


"Apa kamu lelah sayang?" Tanya Rangga.


"Hmmm" jawab Nara singkat.


Rangga turut merebahkan tubuhnya di samping Nara, namun seketika gadis itu menghalanginya.


"Stop!! Lebih baik kamu mandi dulu ini sudah sore" sahut Nara.


"Baiklah, kalau begitu akan akan mandi lebih dulu" kata Rangga.


"Hmmm" lagi lagi Nara hanya menjawabnya dengan singkat.


Dengan langkah ragu ragu Rangga segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Sepertinya Nara sedang marah kepadaku, bagaimana agar ia tidak marah lagi" Rangga mondar mandir di dalam kamar mandi sambil terus berfikir untuk mengambil hati sang istri.


"Sepertinya ini cukup ampuh" gumam Rangga saat ia menemukan sebuah ide.


Namun itulah Rangga, ide ide yang muncul hampir 99% gagal.


"Nara sayang.... Sayang..." Panggil Rangga dari dalam kamar mandi.


"Iya ada apa Ga?" Tanya Nara yang masih merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Sayang, bisakah kamu membantuku? Aku lupa tidak membawa handuk. Bisa kamu mengambilkannya untuk ku" jelas Rangga.


Sebenarnya Nara masih kesal dengan suaminya.


Namun ia tetap mengambilkan handuk yang di minta Rangga.


Gadis itu membuka lemarinya dan mengambil handuk milik Rangga, dengan langkah malas gadis itu berjalan menuju kamar mandi.


"Rangga buka pintunya!" Pinta Nara.


Saat pintu terbuka, Nara mengulurkan handuk tersebut.


Namun bukannya handuk yang di ambil oleh Rangga melainkan tangan Nara lah yang ia raih.


"Rangga apa yang kamu lakukan!" Teriak Nara saat Rangga menarik tangannya.


Rangga membawa istrinya itu masuk ke dalam kamar mandi.


"Ra...Rangga kamu mau apa?" Tanya Nara terbata.

__ADS_1


_____


__ADS_2