
Dua bulan telah berlalu, mereka menjalani hari hari seperti biasanya.
Keyla sudah mulai ikhlas melepas kepergian ibunya.
Namun sampai sekarang kakek Sultan masih tidak mengetahui jika putri satu satunya telah tiada.
Noah melarang seluruh anggota keluarga memberitahukan hal itu kepada kakek Sultan.
Noah ingin sang kakek sembuh terlebih dahulu, karena saat ini kakek Sultan sedang menjalani pengobatannya.
Terlepas dari masalah itu Nara dan Rangga semakin romantis, Nara menjalankan perannya sebagai istri dengan sangat baik.
Bahkan pagi ini sebelum berangkat ke kampus, Nara menyiapkan minuman hangat untuk suaminya.
Itu sudah menjadi kebiasaan Nara setelah satu bulan belakangan ini.
"Sayang kamu kenapa pakai baju ini?" Tanya Nara, karena gadis itu melihat Rangga mengenakan baju casul bukan baju kantornya.
"Aku hari ini akan ke kampus sayang, ada presentasi" jawab Rangga.
"Syukurlah, akhirnya aku bisa berangkat kuliah bersamamu" Nara bersorak bahagia.
Karena kini gadis itu juga kuliah di kampus yang sama dengan suami serta kakaknya.
"Iya sayang, Noah juga akan pergi ke kampus" ucap Rangga.
"Benarkah? Yeyyy akan semakin seru jika kita ber empat berangkat bersama ke kampus. Selama ini hanya aku dan Keyla saja yang pergi ke kampus" sambung Nara.
Kini keduanya sudah siap, setelah sarapan Nara dan Rangga akan segera pergi ke kampus.
"Selamat pagi Ayah Bunda" sapa Noah dan Keyla yang baru saja masuk ke dalam rumah tersebut.
"Pagi nak" balas Yura dan Elard.
Ternyata dua minggu lalu Noah dan Keyla kembali tinggal di rumah mereka sendiri.
Karena sudah lama rumah itu tidak di tempati, sekaligus Noah ingin belajar mandiri mengurus istri dan anaknya.
Setiap akan pergi ke kampus ataupun ke kantor, mereka selalu menitipkan Elena kepada Yura karena tidak mungkin Keyla membawa Elena bersamanya.
"Apa kalian sudah sarapan?" Tanya Elard.
"Sudah ayah" jawab Noah.
"Kalau begitu kita langsung berangkat saja kak" ajak Nara.
Keyla memberikan putrinya itu kepada Yura, kemudian mereka ber empat segera berpamitan dan berangkat ke kampus dengan mobilnya masing masing.
***
__ADS_1
15 menit kemudian mereka sudah sampai. Di parkirkan mobil tersebut di parkiran kampus yang cukup luas.
Mereka ber empat pun turun dari mobilnya masing masing.
Seperti biasa, jika mobil Noah dan Rangga masuk ke dalam pekarangan kampus tersebut sudah pasti akan ramai kaum hawa yang berkumpul untuk menyaksikan kedatangannya.
"Wahh Noah lama tidak terlihat semakin tampan saja" ucap salah satu mahasiswa yang berkerumun di sana.
Namun mereka hanya mengagumi ketampanan Noah dan tidak ada maksud untuk mendekatinya.
Karena seluruh mahasiswa di kampus sudah tau jika Noah sudah menikah dengan Keyla.
Tentu mereka tidak ingin nasibnya sama seperti Dona, yang di keluarkan dari kampus karena berusaha untuk mengusik kehidupan Noah.
Namun berbeda dengan gadis yang berdiri di balik pohon seorang diri.
Gadis itu terus memperhatikan Rangga dengan sangat lekat.
"By, aku dan Rangga akan pergi ke ruangan ku. Kamu dan Nara segera masuk ya" ucap Noah.
Kebetulan Nara dan Keyla satu kelas yang sama, sehingga Nara tidak merasa kesepian.
"Iya sayang." Jawab Keyla.
"My Angel, semangat kuliahnya ya. Jam istirahat aku menunggumu di perpustakaan" ucap Rangga seraya mencium kening Nara.
"Ekhemm!!! Masih pagi sudah bucin" celetuk Keyla menggoda.
"Apa kamu juga menginginkannya Baby?" Tanya Noah.
"Ahh tidak! Ayo Nara kita masuk saja" ajak Keyla, namun Noah menghentikannya. Pria itu meraih tangan Keyla dan langsung mendaratkan ciuman di bibir ranum Keyla.
Namun itu tidak berlangsung lama, karena Keyla dengan cepat memukul dada Noah.
"Noah ini tempat umum" tegur Keyla dengan wajah yang masih memerah menahan malu.
"Kenapa? Siapa yang akan marah" tanya Noah enteng.
"Hentikan kebucinan kalian, sekarang masuk ke ruangan masing masing" ujar Rangga.
Rangga langsung menarik tangan Noah.
"Beraninya kamu menarik ku!" Ucap Noah tidak terima, namun tanpa rasa takut Rangga terus menarik tangan Noah.
"Apa kamu tidak melihat jika seluruh wanita di kampus ini memperhatikan kalian berdua?" Tanya Rangga.
Dan Noah pun memperhatikan sekitar, memang benar banyak pasang mata yang menatap ke arah Noah.
Ada yang tersenyum masam, ada juga yang mencoba mengalihkan perhatiannya.
__ADS_1
Saat Rangga berjalan hendak masuk ke dalam ruangannya, tiba tiba ia berpapasan dengan seorang gadis dengan kaca mata bulat tebal yang menempel di matanya.
"Permisi! Kamu menjatuhkan buku mu" tegur Rangga saat melihat buku gadis itu terjatuh.
Rangga pun mengambil buku tersebut dan memberikannya kepada gadis yang terlihat cupu.
"Te...terima kasih" jawab gadis itu sambil menundukkan wajahnya.
"Oke! Lain kali berhati hatilah" ucap Rangga, kemudian pria itu segera berlalu masuk kedalam ruangan tersebut.
"Tampan" ucap gadis itu pelan.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, kini Keyla dan Nara sudah selesai dengan beberapa mata kuliahnya.
"May bagaimana hubunganmu dengan kak Joy?" Tanya Keyla kepada Maylan.
"Setelah kak Joy lulus dia ingin melemar ku" jawab Maylan dengan wajah memerah.
"Wahh benarkan?" Tanya Nara dan Maylan mengangguk.
Kini Nara pun juga berteman dengan Maylan.
Mereka ber tiga berteman dengan sangat baik, kejadian pahit beberapa tahun lalu sudah benar benar di lupakan oleh Keyla.
"Kak ayo ke perpustakaan, Rangga dan kak Noah sudah menunggu di sana" kata Nara.
"Iya baiklah, Mmm May apa kamu juga mau ikut ke perpustakaan?" Tanya Keyla.
"Hehehe tidak Key, aku ada janji makan siang dengan kak Joy" jawab Maylan.
"Wahh wahh baiklah, semoga harimu menyenangkan. Aku ke perpustakaan dulu" pamit Keyla.
Keyla dan Nara segera berjalan menuju perpustakaan, dimana para suaminya sudah menunggu.
Keyla dan Nara menaiki tangga menuju perpustakan, sengaja mereka tidak menggunakan lift.
BRUKK!!!
Seseorang menabrak Nara dari belakang.
"Maaf maaf aku tidak sengaja" kata gadis itu sambil membenarkan kaca matanya.
"Ehh iya tidak masalah" jawab Nara.
Kemudian gadis itu kembali berlari menaiki tangga.
"Ra, apa ada yang sakit?" tanya Keyla khawatir.
__ADS_1
"Tidak kak, hanya lenganku sedikit ngilu karena gadis itu menebrak cukup keras"jawab Nara.
_____