
Hari bahagia yang di tunggu tunggu pun telah tiba, tepat malam ini di sebuah hotel mewah akan ada acara resepsi pernikahan Elard dan Yura.
Setelah pagi tadi mereka melakukan Ijab Qobul kembali, kini mereka akan merayakan pernikahannya.
Seluruh tamu undangan sudah hadir dan memenuhi Aula hotel yang menjadi tempat dimana pasangan itu telah resmi menjadi suami istri.
Elard dan Yura memasuki Aula tersebut.
Mereka tampak sangat serasi, pasangan yang malam itu sangat cantik dan tampan mampu menghipnotis seluruh tamu undangan yang hadir.
Gaun berwarna Gold serta hiasan rambut yang melekat di tubuh Yura membuat dia layaknya Ratu pada malam itu.
Semua tamu bergantian untuk bersalaman kepada mereka berdua, kemudian menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
"Selamat atas pernikahan anda Tuan" ucap Mike yang juga hadir di acara pernikahan tersebut.
"Terima kasih tuan" jawab Elard, mereka saling bersalaman.
Kini berganti Mike bersalaman dengan Yura.
"Selamat nona" kata Mike.
"Iya. terima kasih" jawab Yura sedikit gugup.
Lain halnya dengan pasangan yang tengah berbahagia itu, di sudut yang lain Fira memegang sebuah gelas minumannya.
Ia menatap sepasang yang sedang tersenyum manis di hadapan banyak tamu undangan.
"Seharusnya aku yang berdiri disana bersama tuan El" ucap Fira.
"Jangan berbuat rusuh di acara ini" ucap Leo mengingatkan Fira.
"Kamu mengejutkanku Le" ucap Fira terkejut.
"Aku tau wanita seperti apa dirimu" kata Leo kemudian meninggalkan Fira.
Leo akan terus memantau gerak gerik wanita itu agar tidak berbuat onar.
Karena ia tau pasti pernikahan tuannya akan membuat mantan kekasihnya itu patah hati.
Kesalahan terbesar Fira adalah melabuhkan hatinya kepada seorang Pria yang telah memiliki istri.
"Kamu sangat cantik malam ini" puji Elard.
"Aku tau" jawab Yura sombong.
"Apa kamu tidak ingin memujiku juga?" tanya Elard.
"Kamu sangat suka dipuji ya. tapi malam ini kamu juga sangat tampan" ucap Yura.
Tentu itu membuat Elard sangat bahagia.
Terlihat Axel dan Jeny juga hadir, mereka segera menghampiri Elard dan Yura untuk bersalaman.
"Selamat atas pernikahanmu brother" kata Axel.
"Thank you Xel" jawab Elard.
__ADS_1
Mereka terlihat akrab seperti dulu lagi.
"Yura sayang selamat ya" ucap Jeny kepada Yura.
mereka saling berpelukan, Jeny bahagia akhirnya sahabatnya itu kembali mendapatkan kebahagiannya.
Jeny berharap tidak ada lagi yang menganggu hubungan mereka.
Acara demi acara pun selesai, Elard dan Yura segera masuk kedalam kamar hotelnya.
Sedangkan Noah dan Nara berada di kamar hotel yang lain.
Yura duduk di atas tempat tidur hendak melepas sepatu tinggi yang menghiasi kakinya.
"Biar aku bantu" ucap Elard, pria itupun melepaskan sepatu istrinya.
"Apa kamu lelah?" tanya Elard.
"Iya, kakiku sangat sakit" jawab Yura.
Elard membantu Yura untuk melepas gaun yang melekat di tubuhnya.
"Aku bisa melakukannya sendiri" ucap Yura.
Wanita itu masih malu jika harus melepas pakaiannya di hadapan suaminya.
Yura segera membawa baju ganti dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Lucu sekali wajahnya jika sedang malu" gumam Elard yang tersenyum.
Selesai berganti pakaian mereka berdua duduk di sebuah sofa, Elard mengambil sebuah kotak berwarna biru dari dalam tasnya dan memberikan kotak tersebut kepada Yura.
"Aku tidak tau, Sebelum ibu meninggal beliau menitipkan kotak itu kepadaku. untuk dirimu" jawab Elard.
Dengan hati hati Yura mulai melepas tali yang terikat di kotak tersebut dan membukanya.
Terdapat satu set perhiasan dan juga sebuah map berwarna putih.
"Itu perhiasan turun temurun dari orang tua ayahku yang di berikan kepada ibu" kata Elard.
"Sekarang ibu memberikannya kepadamu" sambung pria itu lagi.
"Aku merasa tidak pantas menerima ini El" ucap Yura, ia tidak mengira ibunya akan memberikan hadiah yang sangat berharga.
bukan dari harganya yang mahal, tapi karena itu adalah perhiasan yang di wariskan turun temurun. dan kelak akan diberikan kepada calon istri Noah.
"Kamu pantas mendapatkannya, karena kamu menantu ibuku. ibu menyesali perbuatannya Yura, maka dari itu beliau memberikan semua ini kepadamu bukan kepada Sifa" tutur Elard.
Tentu itu membuat Yura sangat bahagia, kemudian wanita itu membuka map berwarna putih.
Dilihatnya sebuah akta tanah yang sudah menjadi namanya.
"El apa ini!" Yura terkejut dengan apa yang baru saja ia baca.
Elard mengambil map itu dan membacanya.
"Selamat Yura, ibuku juga memberikan rumah miliknya untukmu." kata Elard yang langsung memeluk istrinya.
__ADS_1
"Tapi untuk apa El? bukankah aku akan hidup bersamamu di rumah kita yang sekarang" tanya wanita itu.
Elard juga tidak tau mengenai rumah yang diberikan kepada Yura.
Setelah ibunya meninggal rumah itu memang kosong.
Hanya ada pelayan dan penjaga yang akan membersihkan rumah tersebut satu minggu sekali.
Elard pun tidak tau kapan ibunya merubah sertifikat rumah itu atas nama Yura.
"Aku tidak mengira ibuku begitu menyayangimu Yura" kata Elard.
"Aku pun tidak menyangka El" ucap Yura.
Ia terharu dengan semua pemberian ibu mertuanya, Yura menangis di dalam pelukan suaminya.
Selama ini ia berfikir ibu mertua sangat membencinya.
"Jika ada waktu aku ingin pergi ke makam ibu" kata Yura.
"Tentu sayang, sekarang kita simpan ini semua waktunya kita istirahat. yang penting aku sudah memberikan apa yang ibuku pernah titipkan kepadaku" jawab pria itu.
Mereka pun bersiap untuk istirahat karena keduanya sama sama lelah.
"Aaaaaghhh" tiba tiba Yura berteriak karena lampu kamarnya padam.
"Kamu tunggu disini aku akan memeriksanya" kata Elard.
Yura pun menunggu di kamarnya sedangkan Elard membuka pintu untuk melihat kenapa kamarnya padam.
Elard terdiam saat melihat bayangan hitam berada di belakangnya, terlihat bayangan itu seperti akan memukul Elard.
Dengan cepet Elard membalikkan tubuhnya dan menendang orang berjubah hitam itu dengan kuat.
"Siapa kamu!!" teriak Elard.
Setelah terjungkal orang itu langsung berlari.
"Heii berhenti!!" teriak Elard berlari hendak mengejar orang itu.
Namun Elard kehilangan jejaknya.
Elard kembali ke kamarnya dan menghidupkan kembali aliran listrik kamar tersebut.
"Ada apa El? kenapa kamu berteriak?" tanya Yura panik.
"Tidak ada apa apa sayang, semua aman" jawab Elard berbohong.
Ia tidak ingin istrinya khawatir di hari pernikahannya.
**Sial!! siapa orang itu, kenapa dia berusaha mencelakaiku?? nampaknya ada yang ingin bermain main denganku** batin Elard.
Sedangkan di luar hotel itu, seseorang memakai jubah hitam terduduk di bawah pohon, nafasnya nampak terengah enah.
"Brengsek!!! aku gagal membuat mereka kehilangan malam pertamanya" umpat orang tersebut.
_____
__ADS_1
happy readingš„°