Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~


__ADS_3

Elard baru saja pulang dari kantor, sesampainya di rumah Yura memberi tahukan jika putranya mengalami kecelakaan.


Dan Elard sama sekali tidak terkejut dengan kejadian tersebut.


Karena sebelumnya Elard sendiri sudah mengetahui jika putranya mengalami kecelakaan.


Flasback On.


10 menit setelah Noah pergi dari kantor Elard mendapatkan pesan dari Leo jika terjadi kecelakaan beruntun, dan berita itu sama persis dengan berita yang di terima Keyla.


"Astaga Noah!" Elard langsung beranjak dari tempat duduknya.


Ia segera meminta Leo untuk mengantarnya ke lokasi kejadian.


Elard terpaksa meninggalkan segala pekerjaannya yang menumpuk.


Karena nyawa sang anak lebih penting dari apa pun.


Butuh waktu sekitar 15 menit ke lokasi kejadian karena jalanan cukup macet.


Sesampainya di sana Elard melihat mobil Noah yang sudah hancur di bagian depan.


Elard benar benar takut jika putranya mengalami cidera yang cukup parah bahkan sampai meninggal.


Elard dan Leo mencoba mencari keberadaan Noah namun mereka tidak menemukannya.


"Tuan, tuan Noah tidak di temukan" kata Leo.


Elard mulai bingung dimana putranya, kenapa hanya tertinggal mobilnya saja.


Pada saat Elard mencoba mencari Noah ternyata di sudut yang lain Elard melihat pria yang ia kenal bersama dengan seorang wanita.


"Le, bukankah itu Noah dan Key?" Tanya Elard kepada Leo memastikan.


"Iya benar tuan. Itu adalah tuan muda Noah" jawab Leo membenarkan.


Elard sedikit mendekati mereka dan sepertinya putranya baik baik saja, ia melihat Keyla menangis dan Noah memeluknya.


Sampai akhirnya Noah dan Keyla berciuman di depan matanya.


"Hebat! Kamu lihat Leo dia sama sekali tidak memperdulikan sekitar, bukankah itu hebat" ucap Elard tertawa melihat tingkah laku putra serta menantunya.


Sedangkan Leo hanya tersenyum tanpa berkomentar apa pun


Elard berjalan menuju mobilnya dan ia mengambil topi kemudian memakainya.


"Waduhhh!!! Bahagia sih boleh, tapi jangan bermesraan disini" ucap Elard menyamar.


Noah sama sekali tidak mengenali jika itu adalah ayahnya yang sedang menyamar.


Setelah Noah meminta maaf mereka pun pergi.


"Ayo Le kita kembali ke kantor, kamu lihat kan putraku baik baik saja. Dia tidak membutuhkan aku di saat dekat dengan istrinya hahaha" kata Elard tertawa.


Kemudian Elard memutuskan untuk kembali ke kantor tanpa mengkhawatirkan apa pun.


Flasback Off.


Yura yang mendengarkan penuturan suaminya terkejut.


"Benarkah Noah melakukan itu?" Tanya Yura.


"Iya sayang, aku tidak tau apa yang terjadi kepada mereka saat tinggal di rumah barunya" jawab Elard.


"Aku sangat bahagia jika mereka benar benar mulai saling mencintai El" ucap Yura.


"Semoga saja sayang, sekarang biarkan mereka berdua beristirahat" kata Elard kemudian mereka masuk ke dalam kamarnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, selama itu Keyla menemani Noah sampai sampai gadis itu tertidur di samping suaminya.


Lebih dulu Noah terbangun, pria itu melihat Keyla yang sudah tertidur.


"Ternyata sudah malam" ucap Noah saat melihat jam yang menempel di dinding.


Noah segera masuk ke dalam kamar mandi kemudian ia membersihkan tubuhnya karena seharian tubuhnya terasa sangat lengket.


Noah mengguyur tubuhnya menggunakan air hangat.


Setelah selesai Noah pun keluar dengan menggunakan baju santainya dan ia masih melihat Keyla tertidur.


"Keong.. keong bangunlah" ucap Noah membangunkan Keyla.


"Noah kamu sudah bangun?" Tanya Keyla.


"Iya, cepatlah mandi sebelum hari semakin malam. Aku ingin menemui bunda dan ayah" kata Noah.


"Iya baiklah" kemudian Keyla segera masuk ke dalam kamar mandi.


Malam ini Elard dan Yura berada di ruang keluarga dan Menunggu Noah serta Keyla turun.


"Bunda.. ayah" sapa Noah.


"Noah" Yura langsung menghampiri Noah yang masih berdiri di tangga.

__ADS_1


Yura membawa putranya itu untuk duduk bersamanya.


"Bagaimana kondisimu nak?" Tanya Elard.


"Sudah lebih baik ayah" jawab Noah.


"Baguslah, jika masih sakit besok kamu tidak perlu ke kantor".


"Aku akan tetap pergi ke kantor ayah" ucap Noah, karena merasa sudah baik baik saja maka Noah memutuskan untuk tetap bekerja.


"Nak apa hubungan pernikahan kalian semakin baik? Jika memang semakin baik bagaimana kalau kita adakan acara resepsi pernikahan kalian" tawar Yura.


"Jangan terburu buru bunda, aku dan Key butuh waktu" sahut Noah menolak.


"Bukankah kalian sudah ehemm ehemm" kaya Elard.


"Sudah apa ayah?" Tanya Noah.


"Tidak nak lupakan saja, ayahmu memang seperti itu" Yura memberi isyarat kepada suaminya untuk berpura pura tidak tau.


Yura tau jika putranya belum siap untuk mengungkapkan hubungannya dengan Keyla saat ini.


Di dalam kamar mandi Keyla sudah selesai dengan aktifitasnya, namun Keyla lupa jika ia tidak membawa pakaian ganti.


"Bagai mana ini, aku lupa membawa baju ganti" gumam Keyla di dalam kamar mandi.


Keyla membuka pintu kamar mandi tersebut.


Keyla mengendap melihat apakah ada Noah atau tidak.


"Aman, dia masih di bawah" kata Keyla.


Di dalam kamar mandi itu hanya ada handuk berukuran Kecil.


Keyla memakai handuk kecil itu dengan cara melilitkan di tubuh mungilnya.


Dengan mengendap Keyla keluar dari kamar mandi.


Keyla berniat untuk mengunci pintu kamarnya, Keyla takut jika tiba tiba Noah masuk ke dalam kamar sedangkan Keyla belum memakai baju.


Keyla hendak memegang gagang pintu tersebut, namun lebih dulu pintu itu terbuka.


Seseorang membukanya dari luar.


Cklek...


Pintu pun terbuka, ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Noah.


Gleg!!


Noah menelan salivanya, pria itu melihat Keyla dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Noah sampai sulit mengedipkan matanya.


Sedangkan Keyla hanya bisa mematung.


Cukup lama mereka terdiam saling berpandangan.


Kemudian Noah menghentikan pandangannya pada dada mulus Keyla yang memang terpampang jelas di hadapannya.


"Kenapa kamu disini?" Tanya Keyla sambil menyilangkan tangannya di dadanya.


Noah langsung mengalihkan pandangannya di sudut yang lain.


"A..aku ingin beristirahat kenapa kamu tidak memakai baju?"


"Aku lupa tidak membawa baju ganti, sekarang kamu hadap ke arah dinding dan jangan balikkan tubuhmu sampai aku selesai" ucap Noah.


"Tanggung" sahut Noah.


"Apa??"


"Tidak! Aku tidak mengatakan apa pun, sekarang cepatlah memakai bajumu" perintah Noah.


Pria itu membalikkan tubuhnya menatap dinding polos kamarnya.


Sebenarnya dalam otak Noah sudah traveling kemana mana.


Keyla sedikit berlari hendak membuka lemari bajunya.


Brukk!!!


"Awww" pekik Keyla.


Keyla terpeleset karena kakinya masih basah.


Noah yang mendengar sesuatu jatuh langsung melihat ke sumber suara.


"Hahahaha apa yang kamu lakukan di bawah?" Tanya Noah saat melihat istrinya tergeletak di lantai.


"Suami siper tega, melihat istri terjatuh malah tertawa huhh" Keyla merasakan sakit pada pinggangnya.


Noah berjalan menghampiri Keyla.

__ADS_1


"Bangunlah!" Noah mengulurkan tangannya.


"Kalau aku sudah bisa bangun aku pasti sudah bangun dari tadi" ucap Keyla kesal.


"Astaga merepotkan sekali, aku tidak mungkin menggendong mu karena kepalaku masih terasa sakit" kata Noah.


Keyla lupa jika saat ini kepala suaminya masih di perban.


Akhirnya Keyla berusaha untuk berdiri dan ia meraih tangan suaminya itu.


Keyla berusaha bangun namun posisi Noah tidak seimbang, sehingga Noah pun terjatuh tepat di atas tubuh Keyla.


"Kamu sengaja melakukan ini?" Tanya Noah.


"A..apa? Sengaja apa" tanya Keyla gelagapan.


"Sengaja menggodaku, kamu menarikku dan membuatku harus terjatuh di atas tubuhmu seperti ini" jelas Noah.


"I...itu semua karena kamu yang" Keyla menghentikan ucapannya.


Noah menutup mulut Keyla dengan telapak tangannya.


"Ssttt kamu sudah terlalu banyak bicara" kata Noah.


Noah membenarkan posisinya dan ia mengangkat tubuh Keyla.


Noah meletakkan Keyla di atas tempat tidur, sedangkan Keyla masih menggunakan handuk tersebut.


Noah duduk di dekat Keyla yang terbaring dan ia pun kembali mencium bibir Keyla.


Melihat Keyla dalam keadaan seperti ini membuat hasrat seorang Noah memuncak dengan sendirinya.


"Noah apa yang..." Noah tidak membiarkan Keyla untuk bicara sedikitpun. Ia terus menciumi bibir gadis itu.


Keyla kembali terbuai, sedikit demi sedikit Keyla turut membalas ciuman yang di berikan suaminya.


Bukan hanya ciuman hangat, malam ini ciuman itu menjadi ciuman panas yang pertama di berikan oleh Noah.


Noah kembali ******* bibir Keyla.


Hingga terdengar nafas mereka yang memburu.


Sakit di kepalanya sudah tidak ia rasakan lagi.


Noah menikmati setiap inci bibir Keyla, hingga ciuman itu beralih ke leher jenjang Keyla.


Keyla merinding bukan main, mungkinkah ini akan menjadi malam pertama baginya.


Tangan nakal Noah mulai bergerilya, ia membelai wajah Keyla, membuat jantung gadis itu berdegup sangat kencang.


Noah mencium leher Keyla dan memebrikan tanda kepemilikan disana.


Desahan kecil keluar dari bibir gadis itu, membuat Noah semakin tergoda.


"Bolehkah aku menyentuhnya?" tanya Noah dengan berbisik di telinga Keyla.


namun Keyla tidak merespon, gadis itu hanya menutup matanya dan mengigit bibir bagian bawah.


Keyla seolah tidak bisa mendengar apapun saat Noah menciuminya, gadis itu benar benar sudah menikmatinya.


karena tidak ada jawaban dari sang istri, Noah pun memberanikan dirinya untuk menyentuh dua gundukan yang sedari tadi mengusiknya.


ia hendak melepaskan handuk kecil yang sedari tadi menutupi tubuh istrinya itu.


"Noah hentikan!" Keyla menahan tangan Noah dan ia pun melepaskan ciuman panas itu.


"Ada apa?" Tanya Noah yang sudah tidak bisa menahannya lagi.


"Aku tidak bisa melakukannya" jawab Keyla.


"Maksudmu? Kamu belum siap, atau kamu takut?" Tanya Noah.


"Aku... Sepertinya tamu bulanan ku datang" Keyla mendorong tubuh Noah pelan dan ia segera turun dari tempat tidur.


Keyla mengambil pakaian gantinya dan ia berlari menuju kamar mandi.


"Aghh kenapa tamu bulanan harus datang di saat seperti ini" Noah mengacak ngacak rambutnya kesal. Noah beberapa kali memukul tempat tidurnya.


Padahal sedikit lagi hasratnya itu akan segera tersalurkan.


Noah berjalan dan menggedor pintu kamar mandi itu.


"Apa tamunya benar benar datang?" tanya Noah berteriak.


"Iya Noah, maaf kita harus menundanya" jawab Keyla dari dalam kamar mandi.


Noah terlihat sangat kesal, ia naik ke atas tempat tidur dan segera menutupi tubuhnya dengan selimut tebal itu.


Tidur adalah solusi terbaik, pikir Noah.


_____


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2