
Akhirnya gadis itu harus kembali tinggal di rumah mewah milik keluarga Elard, tinggal bersama beruang kutub yang selalu membuatnya kesal.
Namun karena Keyla sudah terbiasa menghadapi Noah, rasanya ada yang kurang jika tidak berdebat dengannya.
Selama beberapa hari tinggal di panti, Keyla sering teringat akan tingkah laku beruang kutubnya itu.
"Turunlah kita sudah sampai" kata Noah.
Tanpa menjawab Keyla turun dari mobil tersebut dan ia berjalan masuk ke dalam rumah itu.
Dan Noah lah yang membawakan koper Keyla.
Sesampainya di dalam Keyla langsung menuju kamar Yura, dan ia melihat wanita itu sedang berbaring di atas tempat tidurnya.
"Bibi...." Panggil Keyla.
Yura yang mendengar suara tersebut langsung melihat ke arah gadis yang berdiri di hadapannya.
"Keyla" Yura merentangkan tangannya dan Keyla langsung menghampiri Yura ia pun memeluk tubuh wanita itu.
"Bibi kenapa bisa sampai sakit seperti ini?" Tanya Keyla.
"Bibi merindukan kamu nak, setelah Nara pergi kamu lah yang menemani bibi" jawab Yura yang masih senantiasa memeluk tubuh Keyla layaknya putrinya sendiri.
"Maafkan aku ya bi, aku tidak bermaksud pergi dari sini" ucap Keyla.
"Lupakan saja nak semua sudah berlalu yang penting kamu sudah kembali" kata Yura.
Keyla tidak menyangka kepergiannya bisa membuat wanita yang masih terlihat awet muda dan cantik itu jatuh sakit.
Keyla menjadi merasa bersalah karena pergi tanpa berfikir panjang terlebih dahulu.
"Dimama paman bi? Aku ingin meminta maaf padanya" tanya Keyla.
"Paman ada di kantor Key, tidak perlu meminta maaf karena kamu tidak bersalah. Sekarang kamu pergilah istirahat di kamar ya" jawab Yura.
Noah yang sedari tadi berdiri di dekat sofa tidak menyangka jika bundanya sangat menyayangi Keyla.
"Noah kemari nak" panggil Yura.
Noah berjalan menghampiri Yura dan ia pun duduk di dekat bundanya.
"Terima kasih sudah membawa Key kembali" ucap Yura.
"Tidak perlu berterima kasih bunda, seharusnya aku yang minta maaf karena lama mambawa Key kembali" ucap Noah.
Yura pun mencium kening putranya dan ia kembali hangat kepada Noah, Yura tidak lagi mengacuhkan pria itu.
***
Malam harinya Noah pergi ke kamar Keyla, ia mengetuk pintu kamar gadis itu.
Tidak berapa lama Keyla pun membuka pintu tersebut.
"Ada apa Noah?" Tanya Keyla.
"Ini ambillah" Noah memberikan gantungan ponsel dan sebuah kartu debit kepada Keyla.
Itu semua barang barang yang Keyla tinggalkan saat pergi dari rumah tersebut.
Keyla mengambil barang barang itu.
"Terima kasih" ucap Keyla.
"Hmm" jawab Noah kemudian pria itu turun menuju ruang keluarga, dimana ayah dan bundanya juga berada di sana.
"Bagaimana kondisi bunda?" Tanya Noah.
"Sudah jauh lebih baik nak" jawab Yura.
"Dimana Keyla?" Tanya Elard.
"Dikamarnya yah" jawab Noah.
Kemudian Noah turut serta duduk bersama kedua orang tuanya itu.
Ini saatnya Elard kembali membahas pernikahan Noah dengan Keyla.
"Nita..." Panggil Elard kepada kepala pelayan tersebut.
"Iya tuan" Nita pun segera menghadap Elard yang sudah memanggilnya.
"Panggil Keyla sekarang" kata Elard.
"Baik tuan" Nita langsung bergegas menuju lantai dua dan ia pun memanggil Keyla.
Tidak berapa lama terlihat Keyla menuruni tangga.
Keyla sedikit bingung Ada apa sampai dirinya dipanggil.
"Paman memanggilku?" Tanya Keyla.
__ADS_1
"Iya Key, duduklah" ucap Elard.
Keyla duduk di sebuah sofa yang cukup jauh dengan Noah, meskipun di samping Noah masih Kosong gadis itu memilih duduk di sofa yang lain.
Terlihat wajah Elard kembali serius.
Mungkinkah pria itu akan membahas pernikahan antara Noah dan Keyla.
Keyla yang gelisah sampai mengeluarkan keringat dingin.
"Noah ayah tidak perlu menjelaslan lagi, sekarang jawab, kamu bersedia atau tidak menikah dengan Keyla?" Tanya Elard langsung pada intinya.
"Ayah! Kenapa ayah membahasnya lagi?" Bukannya menjawab Noah malah balik bertanya, ia fikir ayahnya tidak akan lagi membahas pernikahan gila itu.
"Tidak ada pertanyaan!! Jawab ia atau tidak dan sesuai dengan apa yang ayah katakan, apa konsekuensi jika kamu menolak pernikahan ini" jelas Elard.
Noah menatap ke arah Keyla, sama halnya dengan gadis itu Keyla pun juga menatap Noah.
Kini Keyla tidak ingin membantah apa pun lagi.
Keyla menyerahkan semua keputusan itu kepada Noah.
"Ayah aku masih sangat muda, tidak mungkin aku menikah di usia mudaku" kata Noah.
"Tidak ada yang salah jika menikah muda, dari pada kamu harus tidur bersama Key tanpa ada ikatan pernikahan lebih baik kamu menikahinya!!" Ucap Elard.
"Ayah tidak ada yang terjadi antara aku dan Key"
"Bagaimana ayah bisa percaya, di dalam foto itu sangat jelas kamu tidur dan memeluk Key. Apa susahnya bertanggung jawab!!" Jelas Elard.
Noah sudah kehabisan kata-kata lagi, Bagaimana mungkin ayahnya itu tidak percaya kepadanya bahwa sebenarnya tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Keyla pada saat itu.
Dan di sisi lain Keyla nampak berpikir.
pada saat itu dirinya sedang tidak sadar sehingga dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sudah Noah lakukan kepadanya.
Terakhir kali Noah mengakui jika ia hanya mencium kening Keyla.
**Tunggu!! Dia mencium keningku? Untuk apa Noah melakukannya apa dia juga mabuk sehingga dia menciumku. Aghh aku jadi bingung sebenarnya apa yang terjadi malam itu** batin Keyla mengingat kejadian saat ia berada di Amerika.
Cukup lama Noah terdiam tanpa membarikan jawaban apa pun.
"Noah bagaimana?" Tanya Elard lagi.
"Ayah aku... Aku" Noah bingung apa yang harus ia katakan.
Noah sama sekali belum siap untuk menikah di usianya yang masih muda.
"Aku bersedia menikahi Keyla" ucap Noah bersamaan dengan hembusan nafasnya.
"Apa!!" Mereka semua terkejut dengan jawaban Noah termasuk Keyla.
Keyla terbelalak saat Noah mengatakan kalimat tersebut.
Bukankah dia yang sangat bersikeras menolak pernikahan itu.
Atau mungkin Keyla salah dengar? Keyla menggelangkan kepalanya pelan ia ingin memastikan jika ini bukanlah mimpi.
"Katakan sekali lagi nak" ucap Yura.
"Aku bersedia menikahi Keyla bunda" ucap Noah lagi.
"Wahh akhirnya kamu menerima pernikahan ini" Yura mendekati Keyla dan ia pun memeluk tubuh gadis itu.
Sedangkan Keyla masih terdiam ia mencoba sekali lagi memastikan jika semua itu bukan mimpi.
Keyla menatap ke arah Noah.
Terlihat di wajah pria itu seperti pasrah karena tidak ada pilihan lain.
**Kenapa Noah menerimanya, terlihat jika dia sangat terpaksa. Kenapa semua jadi seperti ini? Aku memang menyukainya tapi... Tapi dia tidak menyukaiku** batin Keyla sambil menatap Noah.
"Tapi ada syaratnya!!" Sahut Noah.
Mereka bertiga menatap kearah Noah dengan rasa penasaran Syarat apa yang pria itu ingin berikan.
"Aku tidak ingin mengadakan resepsi karena aku masih ingin fokus menjalani kuliahku" kata Noah.
" Baiklah ayah dan bunda setuju" ucap Yura.
Yura dan Elard berpikir mungkin sebaiknya jika memang pada saat ini hanya diadakan ijab qobul saja, karena memang mereka masih sangat muda.
Yang terpenting Noah dan Keyla sah menjadi pasangan suami istri, perihal acara resepsi akan dipikirkan lagi setelah keduanya sudah saling mencintai.
Entahlah ekspresi apa yang harus ditunjukkan Keyla. Haruskah Ia senang dengan pernikahan ini atau sebaliknya.
"Karena Noah sudah setuju maka pernikahan kalian akan di adakan satu minggu lagi, lebih cepat lebih baik" ucap Elard.
"Terserah ayah" kata Noah.
Kemudian Noah beranjak pergi menuju kamarnya meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
Keyla menatap nanar ke arah Noah.
Satu minggu bukankah waktu yang begitu cepat? Lantas kenapa Noah tidak menolaknya.
Di sudut lain keluarga Axel mendengar obrolan mereka.
Axel beserta istri dan anaknya sengaja mengunjungi keluarga Elard.
Namun saat mereka masuk mereka harus mendengar obrolan mengenai pernikahan Noah.
Axel menatap ke arah putrinya yang sedari tadi juga mendengar keputusan Noah.
"Selamat malam El" sapa Axel.
Mereka bertiga langsung mengalihkan pandangannya kepada seseorang yang baru saja menyapanya.
"Axel" kata Yura.
"Kemarilah xel silahkan duduk" kata Yura.
Axel Jeny dan Freya pun berjalan menuju ruang keluarga dan duduk disana.
"Aku sengaja datang kesini untuk mengunjungi mu, Jeny mengatakan jika kamu sedang sakit" kata Axel.
"Iya Xel, tapi sekarang aku sudah baik baik saja" jawab Yura.
"Freya bagaimana kabarmu?" Tanya Yura.
"Baik bibi" jawab Freya singkat dan dengan tatapan kosongnya.
"Bibi, aku boleh menemui kak Noah?" Tanya Freya.
"Bo..boleh dia ada di atas" ucap Yura.
Tanpa menunggu waktu lama Freya langsung pergi ke lantai dua, tepatnya menuju kamar Noah.
"Key kamu pergilah untuk beristirahat" perintah Elard.
Karena akan ada obrolan serius antar orang tua itu sebabnya Elard meminta Keyla untuk pergi menuju kamarnya.
***
Freya masuk ke dalam kamar Noah, karena memang kebetulan kamar pria itu tidak di tutup dan di biarkan terbuka.
Freya melihat Noah yang duduk di balkon kamarnya.
Dengan memberanikan diri Freya mengampiri Noah.
"Kakak!!!!" Panggil Freya dengan nada ceria seperti biasanya.
"Freya kenapa kamu disini?" Tanya Noah.
"Maaf aku tidak permisi masuk ke kamarmu, bolehkan aku duduk di sini?" Tanya Freya sambil menunjuk sebuah kursi di samping Noah.
"Hmmm"
Freya duduk di samping Noah.
"Kak dimana gelangku?" Tanya Freya.
Hampir saja Noah lupa jika gadis itu meminta gelang kepadanya.
Noah mengambil sebuah paper bag berukuran kecil kemudian ia memberikannya kepada Freya dan Noah pun kembali duduk.
"Kak, apakah benar kamu akan menikah dengan gadis itu?" Tanya Freya.
"Kamu tau dari mana?"
"Tadi saat baru saja datang aku tidak sengaja mendengar obrolan kalian" jawab Freya.
Freya berharap pria itu mengatakan tidak.
Ia tidak sanggup jika harus mendengarkan kebenaran bahwa Noah benar benar akan menikah dengan Keyla.
"Iya benar" jawab Noah.
Degg!!!
Seketika jantung Freya berdetak begitu kencang dan terasa sakit.
Freya berusa sekuat mungkin menahan air matanya.
"Apa kamu mencintainya?" Tanya Freya dengan suara yang bergetar.
"Aku tidak perlu menjawabnya" kata Noah.
"Iya kak tidak masalah jika kamu tidak ingin menjawabnya, tapi bolehkah aku mengatakan sesuatu" kata Freya.
_____
happy reading🥰🥰
__ADS_1