
Noah melepaskan pelukannya, kemudian ia menatap wajah Keyla yang masih di basahi oleh air mata.
Noah mengusap air mata itu dengan telapak tangannya.
"Katakan kenapa kamu sangat takut kehilanganku?" Tanya Noah.
"A..apa maksudmu bertanya seperti itu?" Bukannya menjawab, Keyla malah bertanya balik.
"Iya aku bertanya, apa alasanmu sampai takut kehilanganku? Kenapa sampai kamu menangis seperti ini"
"Karena kamu suamiku" jawab Keyla dengan wajah yang tertunduk.
"Hanya itu saja? Lantas jika aku bukan suamimu aku tidak masalah jika harus kecelakaan?" Tanya Noah lagi.
"Tidak!!" Sahut Keyla tiba tiba.
"Lalu??"
"Karena... Karena aku mencintaimu" ucap Keyla pelan dengan kepala yang masih tertunduk.
Mencintainya, Noah terdiam mungkinkah ia salah dengar.
"Ucapkan sekali lagi dengan menatapku" Noah memegang dagu Keyla dan mengangkat wajah gadis tersebut agar menatapnya.
Keyla menatap Noah dengan nanar.
Ia merasa malu jika Noah melihatnya seperti itu.
"Katakan sekali lagi, aku tidak mendengarnya" perintah Noah.
Keyla masih diam, dia malu untuk mengungkapkan perasaannya kembali.
"Aku... Aku mencintaimu Noah, aku sangat mencintaimu" Keyla pun mengungkapkan perasaannya kepada pria itu.
Ini kali pertama Keyla mengungkapkan perasaannya lebih dulu kepada seorang pria.
Noah tersenyum saat ia kembali mendengar Keyla mengatakan jika ia mencintainya.
"Kenapa kamu hanya tersenyum? Apa kamu tidak mencintaiku?" Tanya Keyla karena respon pria itu hanya tersenyum.
Noah mendekatkan wajahnya, dan ia kembali memegang dagu Keyla.
Noah pun mencium bibir Keyla dengan sangat lembut.
Mendapatkan ciuman secara tiba tiba, tentu membuat gadis itu seakan tersengat listrik.
Noah memegang pinggang Keyla dan mendekatkan tubuh istrinya itu.
Sedangkan Keyla belum bisa merespon ciuman tersebut, otak Keyla seakan tidak bisa berfikir saat ini.
Kemudian karena Keyla tidak membalas ciuman itu, akhirnya Noah pun ******* bibir Keyla.
Tanpa di sadari Keyla pun melingkarkan tangannya di leher pria itu.
Keyla membalas setiap inci ciuman yang di berikan oleh Noah.
Entah mendapatkan ilmu dari mana, Keyla seakan sudah terbiasa berciuman dengan Noah.
Semakin lama ciuman itupun terasa semakin hangat.
Keyla dan Noah benar benar menikmatinya.
Bibir mereka bertemu seakan menolak untuk saling berjauhan.
Mereka tidak memperdulikan banyaknya orang yang berada di lokasi itu.
Bisa dikatakan dunia hanya milik mereka berdua, dan sisanya hanya numpang :)
Sampai akhirnya mereka pun mengakhiri ciuman hangat itu, karena Keyla mulai susah untuk mengatur nafasnya.
"Huuuuhh" Keyla menghembuskan nafasnya pelan.
"Waduhhh!!! Bahagia sih boleh, tapi jangan bermesraan disini" tegur salah seorang warga yang menyaksikan mereka berciuman.
Keyla dan Noah baru menyadari jika saat ini mereka berdua berada di tempat umum.
Keyla merasa malu karena banyak yang melihatnya berciuman dengan sang suami.
"Maaf kan kami, kami tidak menyadarinya" kata Noah meminta maaf.
"Kalau begitu kita pulang ya" kata Noah kepada Keyla dan Gadis itu hanya bisa mengangguk karena masih merasa malu.
Noah meraih tangan Keyla dan menggenggamnya.
Deg!!!
Jantung Keyla kembali bergemuruh saat Noah menggenggam tangannya.
Keyla mendongokkan kepalanya menatap Noah, dan pria itu hanya tersenyum.
Entah mimpi indah apa yang menimpa Keyla semalam.
Sehingga ia mendapatkan kebahagian yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
Keyla berharap, jika ini mimpi jangan pernah bangunkan dia dari mimpi indahnya.
__ADS_1
Dan jika memang ini kenyataan semoga saja ini tidak segera berakhir.
Karena mobil Noah hancur, mereka pun memutuskan untuk naik taxi.
Karena belum ada taxi yang lewat sehingga mereka berjalan kaki terlebih dahulu meninggalkan tempat itu.
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, senyuman itu tidak pernah lepas dari keduanya.
"Noah" panggil Keyla.
"Hmmm"
"Apakah ciuman itu mengartikan jika kamu juga mencintaiku?" Tanya Keyla.
"Aku rasa kamu sudah tau jawabannya, tidak mungkin aku mencium orang yang sama sekali tidak aku cintai" jawab Noah.
Dan Keyla tersenyum senang, meskipun Noah tidak mengungkapnya secara langsung. Keyla sudah bisa mengetahui jika Noah juga mencintainya.
Akhirnya penantian lamanya membuahkan hasil.
Beruang kutub itu telah mencintainya.
Saat mereka berjalan Noah tiba tiba menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" Tanya Keyla.
"Apakah kamu bersedia berpacaran denganku?" Tanya Noah.
"Apa!!" Keyla terbelalak dengan pertanyaan Noah.
Bukankah mereka sudah menikah, lantas untuk apa Noah meminta untuk berpacaran.
"Bukankah kita sudah menikah?" Tanya Keyla.
"Iya kita memang sudah menikah, tapi kita belum berpacaran. Jadi maukah kamu berpacaran denganku?" Tanya Noah lagi.
Keyla tidak langsung menjawab, ia masih terdiam seribu bahasa.
"Capat jawab!" Sahut Noah sedikit meninggikan nada suaranya.
"Astaga inikah caramu berlaku romantis?? Kenapa kamu harus membentak ku?" Tanya Keyla.
"Kamu lambat! Apa susahnya menjawab iya, kenapa harus berfikir dasar lambat" jawab Noah.
"Huh!!" Keyla melepaskan tangan Noah dengan kasar.
Keyla memalingkan wajahnya dan berjalan lebih dulu meninggalkan Noah dengan langkah kesal.
"Dasar wanita" gerutu Noah.
Keyla pun terhenti saat Noah memeluknya.
"Maaf. Aku tidak bisa bersikap romantis aku harap kamu memakluminya" ucap Noah tepat di telinga Keyla.
Keyla merasa merinding saat hembusan nafas itu mengenai telinganya.
"I..iya Noah" jawab Keyla.
Tak henti hentinya Keyla terus tersenyum.
Ia tidak menyangka ini semua bisa terjadi.
Mungkinkah ini yang dinamakan musibah membawa berkah.
"Sekarang cepat katakan apakah kamu mau berpacaran denganku?" Tanya Noah.
"Iya Noah, tentu aku mau" jawab Keyla mengangguk.
Noah melepaskan pelukannya dan ia mencium kening Keyla.
"Sekarang kita resmi berpacaran, tapi ingat kita tetap harus merahasiakan hubungan kita" ucap Noah.
"Iya Noah" Keyla mengangguk mengerti.
"Noah apa ini sakit?" Tanya Keyla.
Gadis itu baru menyadari jika kening Noah terluka dan berdarah.
"Sedikit, kamu tidak perlu khawatir" jawab Noah.
Keduanya kembali berjalan menyusuri jalanan yang cukup jauh.
Hingga mereka tidak terasa jika sudah berjalan cukup jauh.
Noah dan Keyla memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya.
Bagaimanapun musibah besar ini harus di beri tahukan kepada orang tuanya.
Noah menghentikan taxi yang baru saja lewat.
Ia sudah tidak mampu berjalan karena kepalanya yang terasa pusing.
Di dalam taxi Noah menyandarkan kepalanya di bahu Keyla.
Keyla pun tidak keberatan.
__ADS_1
"Bangunkan aku jika sudah sampai" ucap Noah.
"Hmmm" balas Keyla.
**Tuhan Terima kasih atas kebahagiaan sederhana yang telah kau berikan kepadaku aku sangat bahagia saat ini karena Noah sudah mengungkapkan perasaannya kepadaku dan aku berharap kebahagiaan ini untuk selamanya** batin Keyla.
Keyla melihat kearah Noah yang sudah tertidur, Gadis itu benar-benar bersyukur karena suaminya tidak mengalami luka yang cukup serius.
Keyla membelai rambut Noah dan entah mengapa air matanya pun kembali menetes namun kali ini air mata itu adalah bentuk kebahagiaannya.
Beberapa menit kemudian taksi sudah sampai di depan gerbang rumah mewah tersebut setelah memberikan sejumlah uang Keyla membangunkan suaminya.
"Apa sudah sampai?" Tanya Noah.
"Iya Noah, kita sudah sampai" jawab Keyla.
Noah berusaha keluar dari taxi itu namun kepalanya terasa sangat pusing.
"Biar aku bantu" Keyla meletakkan tangan Noah di pundaknya dan ia pun membantu Noah untuk berjalan memasuki rumah tersebut.
Para penjaga yang mengetahui kedatangan Keyla dan Noah dengan Sigap langsung menghampirinya dan membantu Noah.
"Apa bunda ada dirumah?" Tanya Keyla kepada salah satu penjaga.
"Iya nona, Nyonya besar ada di dalam" jawab penjaga itu.
Keyla dan Noah memasuki rumah tersebut, sedangkan Yura yang mendengar jika putranya kembali ia langsung turun dan menemui Noah yang sudah merebahkan tubuhnya di ruang tamu.
"Noah nak, apa yang terjadi kepadamu?" Tanya Yura.
"Bunda, Noah mengalami kecelakaan mobilnya hancur untung saja Noah selamat dan hanya mengalami luka ringan" jawab Keyla yang melihat kekhawatiran di wajah Yura.
Keyla meminta Nita untuk membawakan kotak obat dan beberapa perlengkapan yang lain serta menghubungi dokter pribadi keluarganya untuk segera datang ke rumahnya.
"Ini nyonya" Nita memberikan kotak obat tersebut.
Setelah mengambil kotak obat itu Yura langsung membersihkan luka Noah secara perlahan sedangkan Keyla langsung menuju ke dapur untuk membuatkan lemon hangat.
Mungkin Dengan meminum lemon hangat tersebut rasa pusing Noah sedikit berkurang.
"Noah apa yang terjadi?" Tanya Yura.
"Aku tidak apa apa bunda, ini hanya luka kecil" jawab Noah, agar bundanya tidak khawatir.
"Luka kecil bagaimana, kepalamu sampai terluka seperti ini." Kata Yura.
"Mobilku hancur bunda" ucap Noah.
"Jangan memikirkan mobilmu, tapi pikirkan keadaanmu nak. Bunda akan menghubungi ayahmu agar segera pulang" Yura hendak berdiri dan mengambil ponselnya.
Namun Noah menahannya.
"Tidak perlu bunda, ayah di kantor sangat sibuk biarkan saja. Lagi pula aku baik baik saja" ucap Noah.
Setelah itu Keyla datang dengan membawakan secangkir lemon hangat di tangannya, dan ia membantu Noah untuk meminum lemon tersebut.
Keyla tidak tega melihat wajah pucat suaminya itu.
Biasanya Noah terkenal dengan wajah dinginnya, tapi kali ini Noah terlihat sangat pucat dan tidak bersemangat.
Setelah meminumnya, Noah dengan di bantu beberapa penjaga menuju kamarnya di lantai dua.
Diletakkan tubuh lemas Noah di atas tempat tidur dan Keyla pun menyelimuti tubuh suaminya.
"Selamat sore nyonya" sapa dokter Hendra selaku dokter pribadi keluarga Elard.
Dokter Hendra baru saja tiba dan Nita langsung membawanya ke kamar Noah.
"Sore dokter, tolong segera periksa keadaan putraku. Dia mengalami kecelakaan" jelas Yura.
"Baik nyonya"
Dokter tersebut langsung memeriksa keadaan Noah.
Kemudian Dokter Hendra mengobati luka Noah dan menutupinya dengan plester.
"Tuan Noah baik baik saja Nyonya, ia hanya perlu istirahat dan meminum obat agar rasa nyerinya berkurang" jelas Dokter Hendra.
dokter Hendra segera memberikan beberapa obat dan vitamin kepada Keyla.
"Disini sudah terdapat aturan minumnya Nona" kata dokter tersebut.
setelah selesai memeriksa Noah dokter tersebut berpamitan untuk pulang.
"Key, bunda akan mengantar doter ke depan kamu jagalah Noah disini" kata Yura.
"Baik Bunda" jawab keyla.
Setelah kepergian Yura, Keyla kembali duduk di sebelah Noah dan ia melihat Noah sudah terlelap tidur.
"Lekas sembuh pacarku" bisik Keyla.
Keyla tertawa geli saat mengucapkan kalimat tersebut.
_____
__ADS_1
happy reading🥰🥰