Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Hari Ulang Tahun


__ADS_3

Pagi ini begitu cerah, hari saat dimana 5 tahun yang lalu telah lahir anak perempuan berparas cantik.


Dan di tanggal serta bulan yang sama akan ada kebahagian serta kesedihan.


Tepatnya untuk Elard Desmon. dimana hari ini ia merayakan ulang tahun putrinya yang ke 5 tahun, serta memperingati kematian putranya.


semua orang di rumah mewah itu nampak sibuk, sengaja Elard meninggalkan pekerjaannya untuk merayakan ulang tahun Nara Putri satu satunya.


Perayaan ulang tahun Nara akan dilaksanakan pada pukul 15.00.


ruangan pun sudah di desain secantik mungkin sesuai keinginan Nara, kini Nara telah dirias layaknya seorang Princess.


"Anak mommy cantik sekali" ucap Sifa yang baru saja masuk ke dalam kamar Nara.


Sifa pun tak kalah cantiknya, ia menggunakan gaun mahal yang di beli dari butik terkenal.


" Sayang sudah siap?" tanya Elard yang juga baru datang.


"Sudah ayah" jawab Nara.


Elard pun menggendong tubuh putrinya untuk menuju ke halaman dimana pesta akan di selenggarakan.


Sifa memegang lengan Elard, karena ia ingin para tamu melihat bahwa mereka adalah pasangan yang harmonis.


"Jangan mengambil kesempatan, tetap jaga sikapmu!" bisik Elard kepada Sifa.


"Aku hanya tidak ingin orang lain membicarakan kita" ucap Sifanya tanpa melepas tangannya.


Elard nampak menghembuskan nafasnya kesal, akhirnya dia membiarkan wanita itu menggandeng dirinya.


Elard Sifa dan Nara pun berjalan menuju halaman belakang.


seluruh tamu undangan sudah berada di sana, mereka Menanti kedatangan sang pemilik acara. mereka semua bertepuk tangan saat melihat Elard sudah tiba.


Tidak lupa Elard dan Sifa memberikan senyuman kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir, di sana juga terdapat MC yang akan memandu acara tersebut, acara pun dimulai.


MC memulai dengan beberapa sambutan sambutan kemudian masuk ke acara inti dimana semua orang yang disana menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. Nara pun meniup lilin yang sudah dinyalakan dan ia pun memotong kue ulang tahun milik Nya.


Potongan pertama dia berikan kepada sang ayah yang tak lain adalah Elard. Elard pun mencium pipi putrinya serta mendoakan kebaikan untuk putrinya itu, tanpa terasa air matanya pun berlinang.


" Selamat ulang tahun sayang, semoga kebahagian selalu menyertaimu" ucap Elard.


Kemudian Nara memotong kuenya untuk yang kedua, hendak Ia berikan kepada Sifa namun dengan cepat Elard mengambilnya.


" Ini bukan untukmu" ucap Elard kepada Sifa.

__ADS_1


Lagi lagi di hari ulang tahun Nara, Sifa akan mendapatkan Kue ulang tahun di potongan ke 3.


Elard pergi sejenak membawa potongan kue itu.


" Le aku tinggal sebentar" ucap Elard.


" Baik tuan" jawab Leo.


Elard pun berjalan menuju kamarnya dengan membawa potongan kue itu, Elard meletakkan kue itu di atas tempat tidur Kemudian Ia membuka lemarinya dan mengambil baju milik Yura.


Di mana baju itu adalah Baju favorit milik Yura, diletakkan baju itu di atas tempat tidur Kemudian Elard menyalakan sebuah lilin kecil dan diletakkan di atas potongan kue ulang tahun milik Nara.


" Sayang, di manapun kamu berada Hari ini adalah hari ulang tahun putra putri kita, meskipun kita tidak bersama tapi aku akan tetap merayakan hari ini bersamamu. selamat ulang tahun untuk putra putri kita, dan selamat juga untuk dirimu mu yang telah menjadi seorang ibu dan istri yang sangat istimewa untukku" ucap Elard kemudian pria itu meniup lilinnya.


Setiap tahun Elard akan melakukan hal itu, hal yang sama, di mana setiap ulang tahun putrinya ia akan membawa sedikit potongan kue ke dalam kamarnya, dan membayangkan bahwa dirinya sedang merayakan kan ulang tahun bersama dengan Yura.


Tentu saja itu membuat Elard sangat sedih air matanya menetes, mungkin jika orang lain melihat itu maka dia akan mengira bahwa Elard sedang tidak waras. namun Elard tidak perduli akan hal itu ia merasa bahwa apa yang sedang ia lakukan merupakan bentuk kesetiaannya kepada Yura.


***


" Sayang kembali nak, jangan lari" teriak seorang Wanita di sebuah Apartemen mewah.


Wanita itu nampak lelah karena terus berlari mengejar ngejar seorang anak laki lakinya.


"No! jangan seperti itu nak teman temanmu sudah menunggu di bawah. Ayolah sayang" ucap Wanita itu memohon kepada anaknya.


Namun tetap saja anak itu tidak beranjak dari tempatnya.


Tidak berapa lama datanglah seorang pria dan wanita memasuki Apartemen tersebut.


"Yura.." panggil pria itu.


"Kenapa lama sekali? tamu undangan sudah hadir" ucap pria itu.


"Lihatlah dia! setiap tahun ia akan menolak untuk merayakan ulang tahunnya" kesal wanita tersebut yang tak lain adalah Yura.


"Daddy...." ucap anak itu berlari memeluk seorang pria yang baru saja datang.


"Hy Boy" ucap pria itu sambil menggendong tubuh anak laki laki tersebut.


"Hufh... Sudah bunda bilang, panggil paman Axel dengan sebutan paman oke, bukan Daddy sayang" kata Yura.


"Sudahlah Yura, itu tidak masalah" jawab wanita yang tadi datang bersama pria itu.


Flasback On

__ADS_1


Pada saat mereka keluar dari rumah sakit Axel langsung membawa Yura dan Jeny pergi bersamanya mereka menuju bandara untuk pergi ke Amerika. Sesampainya di bandara ternyata di sana ada dokter Pram. Iya sengaja menunggu kedatangan mereka.


" Pram untuk apa kamu memintaku datang kemari?" tanya Axel.


" Ini paspor kalian, pulanglah ke Amerika xel, aku sudah berbicara pada ibumu" ucap Pram.


Axel nampak bingung karena ternyata Pram sudah menyiapkan segalanya dimana paspor sudah disediakan olehnya.


"Mana Mungkin kita bisa pergi secepat itu Pram? Apa kamu tidak lihat kita harus segera menguburkan jenazah Putra Yura" ucap Axel.


"Mengapa harus dikuburkan?" tanya Pram.


"Kenapa kamu masih bertanya Bukankah...." kata kata Axel terputus.


kemudian Axel membuka kain yang menutupi wajah bayi Yura, Axel memperhatikan wajah bayi tersebut.


Dilihatnya wajah bayi itu masih merah dan tidak pucat kemudian ia merasakan jika bayi itu masih bernafas, dan nampak seperti bayi yang sedang tertidur pulas.


Akhirnya Axel menyadari bahwa memang bayi itu tidak meninggal.


"Apa maksud dari semua ini apakah ini rencana kalian berdua?" tanya Axel kepada Yura dan Pram mereka berdua pun akhirnya mengangguk.


"Astaga untuk apa kalian berbohong sebesar ini?" ucap Jeny yang tak kalah terkejutnya.


"Maafkan aku ini memang salahku, dan ini semua rencanaku bersama dokter Pram. aku sengaja melakukan ini untuk mengelabuhi ibu El" ucap Yura


Sebelum berangkat ke Amerika Yura dan dokter Pram menjelaskan kepada mereka berdua bahwa sebenarnya bayi laki-laki itu tidak meninggal.


setelah panjang lebar menjelaskan akhirnya mereka mengerti Mengapa Yura sampai melakukan semua itu.


Jika Ibu El tahu bahwa cucu laki lakinya masih hidup mungkin Ibu El akan membawa keduanya pergi bersamanya dan membiarkan Yura hidup seorang diri.


Akhirnya mereka pun berangkat ke Amerika, Awalnya mereka tinggal bersama dengan ibu Axel di sebuah rumah mewah yang berada di sana, tidak menyia nyiakan waktu di sana Yura pun memanfaatkan waktunya untuk menempuh pendidikan di Amerika Ia pun mengambil S1nya di Amerika.


Setelah 3 tahun lebih Yura memutuskan untuk kembali ke Indonesia mereka pun tinggal di kota YX. Yura pun melanjutkan bisnisnya di sana.


Kini Yura bukanlah wanita miskin yang dulunya dihina banyak orang, kehidupan Yura sekarang jauh lebih baik ia telah menjadi seorang wanita karir yang berpendidikan dan memiliki usaha yang sudah berkembang.


Sekalipun dia menjadi wanita yang sukses Yura tidak pernah melupakan tugasnya untuk menjadi seorang ibu untuk putranya. Ia benar benar Membagi waktu antara putranya dengan pekerjaannya.


Flasback Off


*****


happy reading🥰 maaf jika masih ada typo apa lagi author tidak pandai bahasa Inggris😁🙏

__ADS_1


__ADS_2