
"Aku akan tetap membawa mama kerumah sakit" kata Keyla.
Keyla benar benar ingin mamanya bisa di sembuhkan meskipun kesempatan itu hanya kecil.
"Keyla dengarkan mama" Vivian memegang tangan Keyla dengan erat.
"Ini sudah saatnya nak, mama harus pergi"
"Hentikan!! Mama tidak boleh berkata seperti itu, mama akan sembuh" sahut Keyla.
"Mama sudah sembuh, saat kamu datang kemari saat itulah mama sembuh. Rasa sakit ini sudah pergi, mama tidak merasakan sakit lagi nak. Selama ini mama menahannya berusaha tetap hidup sampai kita di pertemukan lagi"
"Dan sekarang mama sudah di pertemukan denganmu, mama sangat bahagia. Jadi jangan lakukan apa pun lagi, tetaplah disini bersama mama" ucap Vivian dengan susah payah.
"Aku tinggal sebentar" kata Dona.
Ia tidak sanggup melihat perbincangan antara Keyla dan ibunya, akhirnya Dona pun memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut dan mencari udara segar diluar rumahnya.
"Aku akan menemani mama disini" jawab Keyla.
Keyla pun turut naik di atas tempat tidur tersebut dan ia merebahkan tubuhnya di samping tubuh sang ibu.
Keyla tidak melepaskan genggaman tangannya, ia terus saja memegang tangan Vivian dan mendokan ibunya di dalam hati.
Noah pun meninggalkan istrinya, ia ingin membiarkan Keyla merasa tenang di samping ibunya.
Noah berjalan ke halaman rumah tersebut dan menemui Dona.
"Bisa kamu jelaskan kenapa bibi Vivian sampai seperti itu?" Tanya Noah tiba tiba dan membuat Dona terkejut.
"Kenapa kamu disini?" Tanya Dona.
"Keyla sedang tidur bersama ibunya itu sebabnya Aku tidak ingin mengganggu mereka berdua, sekarang cepat ceritakan apa yang sudah terjadi".
Dan akhirnya Dona menceritakan semuanya kepada Noah Seperti apa yang ia ceritakan kemarin kepada Keyla. Dona pun tidak menutupi apa-apa lagi Ia menceritakan bagaimana kondisi Ibunya bisa sampai sakit seperti saat ini.
"Setelah jatuh sakit dan berada di sini mama tidak pernah lagi berbicara dengan siapapun termasuk diriku, ia tidak pernah meminta makan dan minum. di saat aku menyuapinya mama menerimanya namun ia sama sekali tidak mengatakan apapun"
"Dan hari ini, untuk pertama kalinya mama berbicara kepadaku saat Keyla datang kemari" sambung Dona.
Itu artinya selama ini Vivian memang menunggu kedatangan Keyla, dan Vivian pun menahan sakit yang selama ini ia rasakan agar tetap bisa bertahan hidup dan bertemu dengan Kayla.
"Noah aku boleh bertanya sesuatu?" Kini Dona berganti mengajukan pertanyaan.
"Katakan!"
"Kenapa kemarin kamu mau membantuku saat di cafe? Mm..maksudku kenapa kamu sampai melakukan itu semua?" Tanya Dona ragu ragu.
Noah pun menatap Dona dan melipat tangannya di dada.
__ADS_1
"Aku rasa kamu sudah tahu alasannya" jawab Noah.
"Alasannya? Apa mungkin kamu masih..." Belum sempat melanjutkan ucapannya dengan cepat Noah memotong pembicaraan Dona.
"Serius kamu berfikir seperti itu?" Tanya Noah.
"Apa maksudmu?" Dona bingung.
"Serius kamu berfikiran bahwa aku masih perduli kepadamu?" Noah memperjelas ucapannya, dan Dona mengangguk.
"Hahahaha... Dona sadarlah! Sejak aku memutuskan hubungan pertemanan kita saat itulah kita bukan apa apa lagi, dan aku melakukan semua ini sudah jelas karena Keyla. Aku tidak pernah melupakan sedikit kejahatan yang kamu berikan kepada istriku" jelas Noah seketika membuat dada Dona terasa sakit.
Penjelasan Noah membuat gadis itu benar benar merasa tertampar, semalaman Dona berfikir jika Noah melakukan itu semua karena rasa perdulinya, ternyata tidak.
"Noah tapi Keyla sudah memaafkan aku" ucap Dona.
"Tentu, aku harap kamu tau jika hati istriku sangat lembut. Jangankan kepadamu, kepada ibu yang membuangnya saja sudah ia maafkan. Tapi tidak denganku!" Jelas Noah lagi.
"Aku hanya akan melakukan apa yang membuat istriku bahagia, jika dengan membantumu membuatnya bahagia maka aku akan melakukannya dan sebaliknya"
Dona kembali menitihkan air matanya, kini pertemanan itu tidak bisa di perbaiki lagi.
Penyesalan tidak akan membuat dirinya dan Noah berteman lagi.
"Iya aku mengerti, kamu hanya mencintai Keyla dari dulu sampai sekarang. Tapi bukankah kamu tahu jika aku juga sangat mencintaimu" kata Dona, gadis itu masih belum bisa menutupi perasaannya sampai saat ini. Karena ia masih sangat mencintai Noah.
"Lakukanlah, jika kamu ingin terus menyakiti hatimu maka teruslah mencintaiku. Tapi ingat! Aku hanya akan mencintai Keyla dan tidak ada namamu sedikitpun di fikiranku" jelas Noah untuk yang terakhir kalinya.
"Mama...!!!"
Di saat mereka berdua sedang berdebat, terdengar suara Keyla berteriak memanggil ibunya.
"Keyla" Noah langsung berlari kembali masuk kedalam rumah tersebut dan di ikuti oleh Dona.
"Baby ada apa?" Tanya Noah.
"Mama bangunlah! Aku mohon mama bangun!" Keyla mencoba membangunkan ibunya yang sudah menutup matanya.
"Mama, mama kenapa?" Dona yang tidak kalah panik langsung naik ke atas tempat tidur tersebut.
"Mama....!"
Noah memeriksa tubuh Vivian, dan Noah memegang keningnya saat ia mengetahui jika Vivian sudah meninggal.
"Noah apa yang terjadi dengan mama? Kenapa dia tidak mau bangun?" Tanya Keyla.
"Baby sabarlah" ucap Noah.
"Katakan Noah kenapa dengan mama" Keyla terus saja menepuk nepuk wajah ibunya mencoba membangunkan sang ibu.
__ADS_1
"Bibi Vivian sudah meninggal" ucap Noah.
"Meninggal??" Keyla menggelengkan kepalanya, seolah tidak percaya.
Bagaimana bisa ibunya meninggal.
"Tidak mungkin Noah, baru saja aku mengobrol dengan mama dan dia mengatakan ingin minum tapi... Tapi saat aku mengambilkan air mama sudah menutup matanya" jelas Keyla sambil terus menangis.
"Mama bangunlahh... Mama ini Dona jangan tinggalkan Dona ma"
Namun pada kenyataannya wanita itu sudah tiada, sekeras apa pun Keyla dan Dona membangunkan Vivian namun wanita itu tidak akan pernah membuka matanya lagi.
Kematiannya di temani dua orang anak yang sama sama menyayanginya, tanpa suami dan tanpa sanak saudara yang lain.
Begitulah takdir Vivian.
Ia meninggal tanpa rasa kebencian lagi, bahkan Keyla sudah memaafkan.
***
Satu hari setelah kepergian Vivian.
Vivian di makamkan di sana, karena tidak akan ada waktu untuk membawanya kembali.
Keyla pun sudah belajar untuk melepaskan kepergian sang ibu.
Setidaknya Keyla sudah menemani saat saat terakhir sebelum sang ibu meninggalkan dunia untuk selama lamanya.
Dona akan tetap tinggal di pulau dewata tersebut.
Namun Keyla sudah menyiapkan sebuah rumah yang baru dan layak di tempati untuk Dona.
Keyla berharap setelah ini Dona akan mendapatkan kebahagiannya sendiri tanpa harus merebut kebahagiaan orang lain.
"Baby apa kamu sudah siap?" Tanya Noah.
"Hmmm" jawab Keyla.
Mereka terpaksa harus kembali ke ibu kota, karena Noah tidak ingin semakin membuat istrinya merasa sedih dengan berada di sana terlalu lama.
Itu sebabnya Noah akan meninggalkan pulau dewata lebih awal.
"Baby, jangan bersedih lagi. Ingatlah kita akan segera pulang dan bertemu malaikat kecil kita" Noah duduk tepat di hadapan Keyla.
"Elena... Aku sangat merindukannya" ucap Keyla.
"Iya Baby aku juga merindukan putri kita, maka dari itu kita akan pulang sekarang dan lupakan semuanya" Noah memeluk tubuh Keyla memberikan ketenangan pada gadis itu.
_____
__ADS_1