Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Keinginan Clara


__ADS_3

Axel dan Jeny sudah berada di Amerika, mereka menjalani kehidupan seperti biasanya.


Axel tetap bekerja dan Jeny tetap menjadi sekertaris pribadi suaminya itu.


Clara meminta mereka untuk tinggal di rumahnya, Jeny pun tidak menolak.


Pagi ini mereka akan bersiap untuk bekerja, Jeny menyiapkan pakaian kerja suaminya. Setelah selasai Jeny segera turun untuk menemui mertuanya .


"Dimana Axel?" Tanya Clara yang sudah berada di meja makan.


"Masih mandi bu" jawab Jeny dan ia turut duduk di dekat ibu mertuanya.


"Nak lebih baik kamu berhenti bekerja, ibu ingin kamu fokus untuk ikut program hamil" kata Clara.


Clara dan suaminya sungguh ingin memiliki cucu dari putra satu satunya itu.


Tapi apa boleh dikata, satu minggu setelah pernikahan mereka belum juga melakukan hubungan suami istri, Jeny belum menerima hak dari suaminya itu.


"Benar apa yang dikatakan ibumu nak" ayah Axel menimpali perkataan istrinya.


Jeny hanya terdiam, ia bingung harus menjawab apa.


Sampai akhirnya terlihat Axel menuruni tangga.


"Morning" sapa Axel, ia mencium pipi ayah dan ibunya.


Kemudian beralih mencium kening Jeny yang sudah resmi sebagai istrinya.


"Morning nak" jawab Clara.


"Xel ibu ingin Jeny berhenti kerja di tempatmu" ucap Clara.


"Kanapa bu?" Tanya Axel. Pria itu turut duduk di kursinya yang bersebelahan dengan Jeny.


"Ibu ingin Jeny fokus mengikuti program hamil" jawab Clara jujur.


Axel menatap ke arah Jeny yang sedari tadi tidak bersuara.


"Terserah Jeny saja" jawab Axel kemudian pria itu segera menyelesaikan sarapannya


Setelah selesai Axel dan Jeny berpamitan untuk berangkat ke kantor.


Sebelum masuk ke dalam mobil, Clara berpesan bahwa hari ini adalah hari terakhir Jeny bekerja.


"Kenapa kamu diam saja?" Tanya Jeny saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Apa yang harus aku katakan" sahut Axel yang masih fokus menyetir.


"Jika kamu keberatan dengan keputusan ibu seharusnya kamu menolaknya. Aku adalah istrimu aku akan mengikuti semua yang kamu katakan" jelas Jeny.


"Ketahuilah Jeny, dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah melarangmu melakukan apapun. Jika kamu ingin ikut program itu silahkan aku tidak melarangnya" ucap Axel.


Memang benar, selama mereka memiliki hubungan Axel tidak pernah membatasi Jeny.


Axel selalu memberikan apa yang Jeny mau dan memenuhinya.


Tapi sungguh itu bukan keinginan Jeny.


Wanita itu hanya ingin di perhatikan dan di anggap sebagai istrinya.


"Bagaimana bisa aku mengikuti program itu kalau kita saja...." Ucapan Jeny terhenti.


Kemudian Jeny terdiam ia tidak ingin melanjutkan kata katanya.


Jeny tidak ingin karena perdebatan itu membuat keduanya menjadi semakin canggung.


Sedangkan Axel mengerti apa yang akan di katakan istrinya.


Ia sadar selama menikah belum pernah menyentuh istrinya sekalipun.


Sesampai di kantor Jeny segera turun dari mobilnya dan ia masuk kantor terlebih dahulu.

__ADS_1


Biasanya Jeny akan berjalan beriringan bersama suaminya.


Axel hanya memperhatikan punggung istrinya yang sudah mulai menghilang dari pandangannya.


"Sabar Jeny.. sabar jangan marah kepada Axel, kamu harus bisa mengambil hati Axel dengan sabar" gumam Jeny di dalam ruangannya.


Wanita itu akan berusaha menahan rasa marah dan kecewanya.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang waktu Amerika.


Jeny pergi ke ruangan suaminya untuk makan siang bersama.


"Xel.." sapa Jeny.


"Iya " jawab singkat Axel sambil terus fokus menatap leptopnya.


"Aku ingin makan siang, apa kamu mau ikut?" Tawar Jeny.


"Kamu makan dulu saja, aku masih sangat sibuk" jawab Axel.


"Tapi ini sudah masuk jam makan siang Xel kamu bisa break sebentar" kata Jeny.


"Pergilah dulu aku akan menyusulmu" ucap Axel namun tetap saja pandangannya masih fokus menatap leptopnya itu.


"Baiklah aku menunggumu di restoran biasanya" tutur Jeny yang hanya di balas anggukan oleh Axel.


Jeny sengaja berjalan kaki menuju restoran tersebut, karena ia berfikir akan kembali ke kantor bersama suaminya.


Hampir 10 menit akhirnya Jeny telah sampai dengan berjalan kaki, ia duduk di sebuah kursi yang berada di dekat cendela.


Seorang pelayan menghampiri Jeny. Dan menyerahkan buku menunya.


"Saya sedang menunggu seseorang" kata Jeny.


"Baik nona kalau begitu saya permisi" kemudian pelayan itu meninggalkan Jeny.


(anggap saja percakapan mereka menggunakan bahasa inggris ya readers😁)


Terlihat Jeny merapikan rambutnya.


Namun setelah hampir setengah jam orang yang di tunggu tunggu tak kunjung datang, Jeny melihat ke arah pintu berharap suaminya akan segera masuk.


Jeny lupa tidak membawa ponselnya sehingga ia tidak bisa menghubungi Axel.


"Kenapa Axel belum juga datang" kata Jeny ia berusaha mengedarkan pandangannya.


Sedangkan orang yang di tunggu, sedang duduk menyelesaikan tugasnya.


Nampaknya Axel lupa jika dirinya ada janji makan siang bersama Jeny.


Perut Jeny sudah demo seolah ingin segera di isi, namun Jeny tetap menunggu suaminya.


"Yahh hujan" terdengar suara gemericik hujan yang semakin lama semakin deras.


Jeny melihat jam yang melingkar di tangannya.


1 jam lebih ia menunggu, Jeny sudah harus kembali untuk menyelesaikan tugasnya.


"Jika aku kembali dan ternyata Axel datang bagaimana??" Nampak Jeny kebingungan.


Wanita itu mondar mandir di depan restoran.


Jeny memutuskan akan menunggu suaminya 10 menit lagi.


10 menit pun telah berlalu namun Axel tak kunjung datang.


Ada perasaan kecewa di dalam hati Jeny.


Ditambah ia tidak membawa mobil, sedangkan hujan semakin lebat.


Jeny menunggu taxi, namun sepertinya wanita itu tidak menemukan taxi satupun.

__ADS_1


Dengan perasaan kecewa Jeny melangkahkan kakinya di bawah derasnya hujan.


Ingin sekali Jeny menangis saat itu juga, bagaimana bisa suaminya tidak datang.


Jeny menghentikan langkahnya saat merasakan hujan tak lagi membasahi tubuhnya.


"Axel" Jeny membalikkan tubuhnya dan melihat siapa yang berbaik hati memayungi dirinya.


"Siapa anda?" Tanya Jeny kepada pria tersebut saat melihat ternyata bukanlah Axel yang berada di hadapannya.


"Maaf nona, tidak baik jika anda berjalan kaki di bawah hujan seperti ini. Anda mau kemana? Saya akan mengantar anda" ucap pria itu.


Jeny tidak menjawab, ia membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan pria itu.


"Nona.. tunggu" ucap pria itu.


"Aneh sekali" pria itupun pergi karena Jeny tidak menghiraukannya.


Sepanjang jalan Jeny menangis, air matanya terbalut dengan derasnya air hujan.


Jeny terus berjalan menuju kantornya, sampai akhirnya ia sudah sampai.


Saat memasuki kantor tersebut, seluruh mata tertuju kepada Jeny yang sudah basah kuyub.


"Nyonya anda baik baik saja?" Tanya salah satu karyawan yang menghampiri Jeny.


Jeny terus berjalan memasuki lift menuju ruangannya.


Ting....


Pintu lift terbuka, bersamaan dengan itu Axel sedang berdiri di luar lift. Ia hendak menuju lobby untuk menemui rekan bisnisnya.


"Jeny" ucap Axel yang terkejut melihat istrinya basah kuyub serta sedikit mengigil.


Jeny tidak membalas tatapan suaminya ia kembali lagi berjalan.


"Jeny tunggu!! Kenapa kamu basah kuyub?" Tanya Axel.


"Bukankah kamu tau di luar sedang hujan" jawab Jeny.


"Iya aku tau, maka dari itu aku bertanya kenapa juga kamu hujan hujanan?" Tanya Axel lagi.


Acuh.. kini Jeny mengacuhkan pertanyaan Axel.


Jeny memasuki ruangannya masih dengan bajunya yang basah.


"Keterlaluan!! Ingin sekali aku mencekikmu Axel aaagghhhh" umpat Jeny di dalam ruangannya.


Sesampainya di lobby.


"Marcella.. pergi ke ruangan istriku barikan dia baju ganti" perintah Axel kepada salah satu karyawannya.


"Baik tuan" jawab Marcella.


Axel duduk di sebuah sofa menemui kliennya.


"Maaf saya terlambat, karena hujan tuan" ucap pria yang kini berhadapan dengan Axel.


"Tidak masalah tuan" jawab Axel.


"Rencananya saya ingin membawa anda makan siang, tetapi cuaca tidak mendukung" kata pria tersebut yang merupakan rekan bisnis Axel.


"Makan siang??" Axel teringat akan sesuatu. Axel langsung berlari meninggalkan rekan kerjanya.


_____


happy reading🥰


para readers tercinta, jangan lupa tinggalkan like dan bintang 5 kalian yaa😘


jika berkenan bisa bantu vote author🙏

__ADS_1


maaf jika masih ada typo..


salam manis author -Nafa- 💜


__ADS_2