Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Sekretaris


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, hubungan antara Noah dan Keyla sudah mulai membaik.


Karena memang Keyla selalu berusaha untuk terus membujuk dan meminta maaf kepada Noah, agar pria itu tidak marah lagi kepadanya.


Namun sampai sekarang Noah masih belum mengetahui siapa yang sudah menceritakan semua kejadian itu kepada Keyla.


_


Pagi ini Noah hendak pergi ke kantor, sedangkan Keyla akan pergi ke kampusnya.


Selama Nara belum kembali ke Amerika maka gadis itu akan terus menemani Keyla ke kampus, meskipun ia harus menunggunya di perpustakaan.


"By... Boleh aku tau siapa yang menceritakan semuanya kepadamu?" Tanya Noah sambil memeluk Keyla dari belakang.


"Kenapa kamu baru menanyakan hal ini?" Bukannya menjawab Keyla malah bertanya balik.


"Itu karena aku ingin melupakan kejadian ini sejenak, terlalu banyak masalah yang kita hadapi. Dan sekatang aku ingin tau siapa yang menceritakannya kepadamu" jawab Noah.


"Dona...! Dia yang sudah menceritakannya kepadaku" jawab Keyla jujur.


Dugaan Noah benar, sebelumnya ia pun memiliki firasat jika gadis itu yang sudah menceritakan semuanya kepada Keyla.


Nampak Noah menarik nafas panjang saaf Keyla menyebutkan nama gadis itu.


"Noah kamu kenapa melamun?" Tanya Keyla lagi.


"Tidak By, kalau begitu lebih baik kita berangkat sekarang" ucap Noah.


Keyla melihat perubahan ekspresi pada wajah suaminya.


Nara sudah siap ia menunggu kakak dan kakak iparnya di halamam rumahnya.


"Nara apa kamu bisa menghubungi Rangga sekarang?" Tanya Noah saat ia baru saja menutup pintu rumahnya.


"Memangnya ada apa kak?" Tanya Nara.


"Hari ini Rangga harus pergi ke kantor, karena kakak sudah merekrut dia sebagai asisten pribadi kakak" jawab Noah.


"Benarkah?"


"Iya, maka dari itu cepat hubungi dia dan minta untuk segera datang ke kantor pagi ini juga. Sementara minta dia untuk absen kuliahnya terlebih dahulu" jawab Noah.


"Oke kak" balas Nara.


Itu artinya jika Rangga pergi ke kantor, maka ia tidak akan bisa bertemu Rangga di kampus.


Tapi Nara tidak ingin egois bagaimana pun mereka hanya sebatas teman.


Tidak mungkin Nara melarang Rangga untuk bekerja di tempat kakaknya.


Setelah mengirimkan pesan kepada Rangga mereka bertiga pun segera masuk ke dalam mobil. Noah melajukan mobilnya menuju kampus tidak butuh waktu yang lama mobil Noah pun sudah sampai di kampus tersebut.


"Bukankah itu Rangga?" Tanya Keyla saat melihat seorang pria yang berdiam diri di atas motor sport berwarna hitam tersebut, Noah segera keluar dari mobilnya dan menghampiri Rangga.


"Ada apa?" Tanya Rangga.


"Segera ikut aku ke kantor" jawab Noah.


"Apakah masalah pekerjaan?" Tanya Rangga lagi.

__ADS_1


"Hmmm" jawab Noah singkat.


"Kalau begitu kalian berdua hati-hati, dan Nara kakak ingin kamu benar-benar menjaga Keyla" kata Noah kepada Keyla dan Nara.


"Siap Kakak, tidak perlu khawatir" jawab Nara.


"Baiklah baby aku peegi dulu ya" kata Noah, Keyla tidak lupa mencium punggung tangan suaminya itu. Dan Noah pun turut mencium kening sang istri lembut.


Membuat kaum jomblo merasa iri melihatnya.


"Ehem...!! Hentikan drama romantisnya. Ini masih pagi dan kalian tidak perlu menghibur kejombloanku" celetuk Nara, sontak itu membuat Keyla dan Noah tertawa bersamaan.


" Apakah kamu juga ingin mencium tanganku? " tanya Rangga menggoda sambil menyunggingkan senyuman manis di wajahnya dan mengukurkan tangannya.


"Eitsss.... Jangan macam-macam!!" Cegah Noah seraya menepis tangan Rangga, tatapan Elang Noah seolah menusuk di wajah Rangga.


Rangga pun terpingkal melihat reaksi Noah.


"Hahahaha.... aku hanya bercanda "sahut Rangga, sedangkan Nara hanya bisa tersenyum melihat tingkah konyol Kakak dan temannya itu.


setelah kepergian Noah dan Rangga kedua gadis itu pun masuk kedalam kampus tersebut.


***


"Selamat pagi tuan...." sapa semua karyawan saat Noah dan Rangga baru saja memasuki lobi kantor tersebut.


"Hmmmm" seperti biasa, Noah hanya menjawab singkat dengan satu kali anggukan.


Sikap itu tidak beda jauh dengan sang ayah saat memimpin perusahaan tersebut, sehingga para karyawan yang lain tidak heran jika setiap pagi melihat wajah dingin bossnya.


Noah dan Rangga berjalan bersama memasuki lift khusus presdir.


"Ini kantor ayahku, bukan kantorku" jawab Noah.


Pintu lift terbuka, Noah segera membawa Rangga masuk menuju ruangannya.


"Selamat pagi tuan" sapa Sisil yang baru saja memasuki ruangan Noah.


Kini wanita itu telah menjadi sekretaris pribadi Noah.


Mengapa demikian? Bukankah Noah tau jika Sisil merupakan karyawan yang sudah sengaja menggodanya?


Flasback On.


Beberapa hari setelah melakukan seleksi dan beberapa tes.


Noah memutuskan untuk menjadikan Sisil sebagai sekretaris pribadinya.


Bukan tanpa alasan, Noah bisa melihat potensi Sisil lebih besar dari pada peserta yang lain termasuk Wilona.


Sisil mampu menghandle pekerjaan Noah dengan baik, dan wanita itupun benar benar melakukan pekerjaannya dengan sungguh sungguh.


"Bisakah paman membawa Sisil menemuiku sekarang?" Tanya Noah.


"Tentu tuan. Saya akan membawa nona Sisil sekarang juga" jawab Leo.


Leo segera keluar dari ruangan Noah, dan tidak butuh waktu yang lama Leo pun kembali dengan membasa Sisil bersamanya.


Leo turut menemani Noah di ruangan itu.

__ADS_1


"Duduklah" kata Noah. Dan Sisil pun langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Noah.


"Aku sudah melihat potensi kamu dalam beberapa hari ini menghandle pekerjaan, dan saat melakukan seleksi... Kamu memiliki kemampuan yang lebih besar di bandingkan dengan kandidat yang lain" ucap Noah.


Sedangkan Sisil hanya diam tersenyum mendengarkan penjelasan Noah.


"Terlepas dari masalah pribadi, Aku memutuskan untuk menjadikan kamu sebagai sekertaris pribadiku, karena kamu memang layak mendapatkan posisi tersebut" sambung Noah.


"Benarkah tuan??" Sisil seakan tidak percaya bahwa ia akan terpilih, karena setelah kejadian beberapa hari yang lalu Sisil mengira bahwa dirinya tidak akan terpilih.


"Iya benar, tapi ada yang perlu kamu catat...!! Kamu dilarang membawa urusan pribadi di kantor ini, sehingga menganggu serta mencoreng nama baik perusahan ini. Aku tidak akan perduli dengan apapun yang kamu lakukan itu urusan kamu, asal kamu bekerja dengan benar. Jika kamu melanggarnya maka aku tidak akan segan segan memecat kamu dari perusahan ini" ucap Noah tegas.


Sisil menelan salivanya dengan susah payah, Noah memang pria idamannya namun pekerjaannya lebih berarti baginya.


"B..baik tuan" jawab Sisil.


Setelah itu Noah mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Sisil.


"Ini apa tuan?" Tanya Sisil melihat amplop yang baru saja di letakkan Noah didepannya.


"Itu undangan pernikahanku, aku harap kamu bisa hadir" jawab Noah.


Sisil mengambil undangan tersebut perlahan, seolah ini menjadi peringatan keras bagi Sisil untuk berhenti berharap kepada boss mudanya itu.


"Baik tuan, saya pasti akan datang" jawab Sisil.


Kini gadis itu akan fokus dengan pekerjaan dan jabatan barunya, ia di percaya sebagai sekertaris pribadi Noah itu artinya Sisil harus bisa berhati hati dan menjaga sikapnya, sekali saja Sisil melakukan kesalahan maka ia akan terdepak dari perusahaan tersebut.


Undangan yang diberikan Noah benar benar akan menjadi pengingat keras baginya untuk menjaga sikapnya kepada Noah.


Flasback Off


"Anda memanggil saya tuan?" Tanya Sisil.


"Iya... Hari ini aku sedang ada urusan, dan aku ingin kamu mengatur ulang jadwal miting dengan beberapa klien" jawab Noah.


"Baik tuan, saya akan mengatur ulang jadwal anda. Ada lagi yang anda butuhkan?" Tanya Sisil.


"Tidak ada, kamu bisa kembali"


"Baik tuan saya permisi" Sisil pun segera keluar dari ruangan Noah dan ia menyiapkan jadwal ulang kerja sama dengan beberapa klien.


"Rangga aku sengaja membawamu kesini, selain masalah pekerjaan ada hal yang penting" kata Noah.


"Memangnya ada apa Noah, apa sangat penting?" Tanya Rangga.


"Iya ini sangat penting, sekarang antar aku ke rumah Dona... Bukankah kamu sempat berkunjung kerumah gadis itu" kata Noah.


"Untuk apa kita kesana?" Rangga masih Tidak mengerti kenapa tiba tiba Noah ingin pergi kerumah gadis itu.


Noah pun menceritakan semua kepada Rangga, jika sebenarnya Dona lah yang sudah menceritakan semua kejadian itu kepada Keyla, Noah benar benar geram dengan gadis itu.


Ternyata hukuman skorsing yang di terimanya tidak membuat Dona merasa bersalah, malahan ia terus saja membuat masalah terhadap istrinya.


Kini Noah tidak ingin diam saja, ia benar benar ingin memberikan peringatan keras kepada gadis itu.


"Baiklah, aku akan mengantarmu semoga saja aku tidak lupa" kata Rangga dan akhirnya Ranggapun mengantar Noah untuk menuju rumah Dona.


_____

__ADS_1


happy reading🄰


__ADS_2