
Tepat hari ini Elard sudah di izinkan untuk pulang setelah 3hari di rawat di rumah sakit.
Selama itu pula Yura dan Noah menemani Elard.
Keadaan Elard lekas membaik dikarenakan ia ingin segera membawa kembali istri dan anaknya.
Yura membereskan beberapa barang barangnya yang berada di rumah sakit.
"El apa kamu serius ingin membawa aku dan Noah kembali? Aku sangat lelah jika harus berdebat dengan Sifa" tanya Yura kepada Elard.
"Aku serius sayang, dan kamulah nyonya di rumah itu. Kamu yang lebih berhak tinggal disana" jawab Elard meyakinkan Yura.
Yura sendiri tidak berniat ingin menjadi nyonya, apa lagi yang berkuasa di rumah itu. Dia hanya ingin menyatukan keluarganya yang sudah lama terpisah, dan hidup bahagia.
"Baiklah El, jika kamu yakin maka aku juga akan yakin" ucap Yura.
Kemudian wanita itu melanjutkan membereskan pakaiannya.
"Selamat pagi tuan Desmon" tiba tiba seorang pria yang baru saja masuk mengejutkan mereka berdua.
"Kamu" ucap Elard menunjuk pria yang berdiri di hadapannya.
"Iya ini aku, apa kamu sudah melupakan temanmu ini?" Goda pria itu.
"Axel!"
"Kenapa kamu bisa kemari? Dan satu lagi sudah 5 tahun kita tidak bertemu, kamu menghilang kemana?" Elard memberikan beberapa pertanyaan kepada Axel, membuat pria itu tertawa menggelegar.
"Hahaha... Syukurlah kamu mengingatku" kata Axel.
Sedangkan Yura hanya diam tanpa berkata apapun, ia merasa kikuk karena dirinya belum sempat menceritakan semuanya kepada Elard.
"Kamu tidak menjawab pertanyaanku Xel" sahut Elard.
"Lebih baik kamu tanyakan semua itu kepada istrimu, dan sedekat apa kita" kata Axel.
"Baiklah aku pergi, aku hanya ingin melihat kondisimu. Masalah penjahat itu aku sudah membereskannya, lain kali jangan sampai kamu terluka lagi. Jika tidak aku yang akan menggantikan posisimu untuk menjaga Yura" jelas Axel tersenyum sinis.
"Hei!! Beraninya kamu bicara seperti itu" sungut Elard yang kesal mendengar ucapan Axel.
"Hahaha.. aku bercanda tuan Desmon, baikalah aku pergi sampai jumpa" saat Axel hendak pergi. Tiba tiba langkahnya terhenti.
Noah yang tadi sedang mandi ternyata ia sudah selesai dengan aktifitasnya di kamar mandi, saat anak itu membuka pintu ia melihat Axel yang berada di ruangan Ayahnya.
"Daddy..." Noah berlari dan memeluk Axel, pria itupun menggendong Noah dan memeluknya.
Seperti ayah dan anak yang saling rindu.
"Hai jagoan, daddy sangat merindukanmu" ucap Axel seraya mencubit hidung Noah.
"Aku juga sangag rindu dengan mu dad. Daddy pergi lama sekali" jawab Noah.
Tanpa mereka sadari ekspresi Elard seketika berubah, ia bingung dengan tontonan yang ada di hadapannya.
Yura yang menyadari itu hanya menggenggam tangan Elard.
"Aku akan menjelaskannya nanti" bisik Yura.
"Kamu berhutang banyak penjelasan kepadaku" sahut Elard kepada Yura.
__ADS_1
Yura merasa suasana di dalam ruangan itu sangat panas, ia melihat jika Elard sangat tidak suka melihat putranya bermanja dengan Axel.
"Noah sayang biarkan uncle pergi, uncle harus bekerja" kata Yura.
Akhinya Axel pun menurunkan Noah.
"Daddy nanti kita berjumpa lagi kan?" Tanya Noah.
"Emmm" Axel melihat ke arah Elard.
Elard menatapnya dengan sangat tajam
Menunjukkan raut tidak suka, bukannya takut Axel malah menggoda Elard agar pria itu semakin kesal.
"Tentu saja nak, daddy akan menemuimu lagi.. jika tidak ada yang marah hahahaha" jawab Axel.
"Astaga Axel pergilah" kata Yura.
"Hahaha.. iya iya baiklah aku pergi, sampai jumpa" akhirnya Axel pun pergi meninggalkan mereka.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Yura yang menyadari jika Elard tengah menatapnya dengan sinis.
"Aku akan menunggu penjelasanmu Yura" jawab Elard.
Kini Yura sudah mengemasi barang barangnya, Yura berniat akan kembali ke apartemennya untuk mengambil barang barangnya yang berada disana.
Namun Elard tidak mengijinkannya, Elard sudah meminta Leo untuk membawakan seluruh barang barang Yura.
***
Sudah 3 hari Sifa tidak napsu makan, bahkan untuk tidur saja ia merasa sulit.
Sifa memikirkan suaminya yang tak kunjung kembali.
"Mommy kapan ayah akan kembali?" tanya Nara, setiap hari Nara akan menanyakan keberadaan ayahnya. Sifa mengatakan jika ayahnya tersebut sedang pergi ke luar kota.
"Mommy juga belum tau nak, kita tunggu saja ya sayang" jawab Sifa.
CIIIITTTT.....
Terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah mewah itu, Leo dan Elard keluar dari mobil terlebih dahulu.
kemudian mereka masuk ke dalam rumah.
"Selamat datang tuan" sapa para pelayan.
nampak Elard hanya menganggukkan kepalanya.
Sifa dan Nara yang tadinya duduk di ruang tengah tiba tiba beranjak saat mendengar suara yang dikenalnya baru saja masuk ke dalam rumah.
"Ayah...." teriak Nara berlari menghampiri Elard.
Elard langsung memeluk tubuh putrinya, ingin sekali Elard mengendongnya namun punggungnya masih terasa sakit.
"Ayah sangat merindukanmu nak" ucap Elard yang masih memeluk tubuh Nara.
"Aku juga sangat lindu dengan ayah, kenapa ayah kelja lama sekali" ucap Nara.
Kerja?? Elard langsung menatap ke arah Sifa yang berdiri di belakang putrinya.
__ADS_1
"Aku mengatakan kepadanya jika kamu bekerja El" jelas Sifa.
"Iya nak maafkan ayah, karena pekerjaan ayah sangat banyak" kilah Elard.
kemudian Elard melepas pelukannya.
"El kamu dari mana saja, dan kenapa wajahmu sangat pucaf seperti itu?" Sifa mendekati Elard.
Kemudian ia memeluk tubuh Elard, pria itupun tidak menolak Sifa yang memeluk tubuhnya.
**ada apa dengan El? dia tidak keberatan aku memeluknya seperti ini** batin Sifa.
Sifa tersenyum bahagia, ia tidak menyangka jika Elard tidak marah saat ia memeluk tubuh Elard.
Biasanya Elard sangat tidak ingin didekati oleh Sifa.
"El aku juga sangat merindukanmu" bisik Sifa kepada Elard.
"Apa sudah puas kamu memelukku? jika belum silahkan lanjutkan karena kesempatan ini tidak akan datang untuk ke dua kali" Elard balik berbisik ke telinga Sifa.
Apa maksudnya? Sifa tidak mengerti dengan ucapan Elard.
Sifa pun melepas pelukannya dan menatap Elard.
"Ada apa sebenarnya? kenapa aku merasa kamu sangat berbeda?" tanya Sifa.
"Le, bawa mereka masuk" perintah Elard kepada Leo.
Leo pun segera kembali ke mobil untuk membawa dua orang yang sedari tadi menunggu di dalam mobil.
Sifa nampak clingak clinguk memperhatikan siapakah yang akan masuk ke dalam rumahnya.
"Kamu membawa siapa El?" tanya Sifa.
"Kamu akan tau sebentar lagi" jawab Elard.
**perasaanku kenapa tidak enak seperti ini** batin Sifa.
Entah mengapa jantung Sifa berdetak sangat kencang, siapakah sebenarnya yang di bawa Elard kerumahnya.
"Nita ambilkan aku air putih" ucap Sifa.
Nita pun mengambilkan segelas air putih kemudian memberikan kepada Sifa.
Sifa mengambil air itu kemudian meminumnya.
Saat tengah meneguk air tersebut tiba tiba Sifa terkejut.
Uhuk.. uhuk.. uhuk...
Sifa tersedak saat melihat seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumah tersebut.
Cetar!!!!!
Gelas yang di genggam Sifa tiba tiba terjatuh dan pecah.
"Kamu" ucap Sifa terkejut.
Mereka saling betatapan, seperti Sifa sedang melihat hantu di hadapannya.
__ADS_1
*****
happy readingš„°