Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Kejutan untuk Elard


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan elard, kini axel sudah sampai di tempat yura. Ternyata yura sudah menunggunya di teras.


Axel berjalan menghampiri yura yang tengah terduduk santai.


"Kenapa menunggu di luar?" tanya axel.


"Aku bosan di dalam xel" jawab yura.


"Ayo masuk, udara malam tidak baik untukmu saat ini" kata axel.


Akhirnya yura dan axel masuk ke dalam rumah.


Mereka duduk di ruang tamu, nampak yura pergi menuju dapur membuatkan teh hangat untuk axel.


"Diminum dulu xel" kata yura sambil meletakkan secangkir teh di atas meja.


"Kamu tidak perlu repot repot" kata axel, yura pun duduk di depan axel.


"Oh ya ini yang kamu minta" axel menyerahkan paperbag berwarna merah muda kepada yura.


"Maaf sudah merepotkanmu" ucap yura, ia mengambil paperbag itu.


yura membukanya dan melihat seperti apa baju yang di beli axel.


Nampak binar bahagia di wajah yura saat melihat baju yang berukuran kecil itu.


"Lucu sekali" kata yura.


Baju bayi berwarna biru muda memiliki motif bulan dan bintang, sangat cocok jika di gunakan bayi laki laki atau perempuan.


"Apa kamu menyukainya?" tanya axel, dan yura mengangguk semangat.


"Syukurlah, aku tadi nampak bingung memilihnya" sambung axel.


"Terimakasih ya xel, ini sangat lucu" kata yura.


"Sama sama, lantas apa yang akan kamu lakukan?" tanya axel lagi.

__ADS_1


Yura memasukkan baju itu ke dalam paperbag dan ia beranjak memasuki kamarnya. wajah axel nampak heran melihat yura tiba tiba meninggalkannya.


Tidak berapa lama yura kembali dengan membawa kotak kecil di tangannya.


"Aku ingin memberinya kejutan xel, bagai mana nanti reaksinya, aku akan menerimanya" jelas yura sambil memasukkan kotak kecil itu ke dalam paperbag yang sama.


"Aku setuju dengan rencanamu, dan setelah ini kamu tidak perlu bekerja di tempatku lagi" kata axel, tentu itu membuat yura sangat terkejut.


"Tapi kenapa xel?" tanya yura, axel tampak serius menatap wanita yang berada di depannya.


"Yura. kamu sudah memiliki suami, terlebih kamu tengah hamil itu tidak akan baik untuk dirimu, biarkan suamimu yang bekerja" jawab axel. sebenarnya alasan yang lain karena exel tidak mampu jika terus berada di samping wanita itu.


"Tapi aku sangat nyaman dengan pekerjaanku xel, aku masih ingin bekerja" kata yura yang sudah memasang wajah cemberut. tentu itu membuat axel tersenyum geli.


Sedangkan di tempat lain elard baru saja tiba di rumahnya, ia terpaksa pulang karena leo memaksanya. terlihat wajah elard yang sangat lelah dan pucat.


Baru saja elard memasuki rumah mewah miliknya, tiba tiba ia melihat sang ibu yang berbaring di ruang tamu.


"Ada apa ini?" tanya elard, yang berlari menghampiri ibunya.


"Katakan apa yang terjadi?" tanya elard lagi.


"Tuan lebih baik kita bawa nyonya ke rumah sakit dulu" sahut leo.


akhirnya elard membopong tubuh ibunya memasuki mobil miliknya, sifa dan leo pun ikut bersama elard.


Mereka melaju menuju rumah sakit.


Sesampainya disana ibu el langsung di masukkan ke ruang UGD, sedangkan Elard sifa dan leo menunggu di luar.


"Sifa katakan apa yang terjadi!!!" bentak elard.


"Ini semua karena kamu el tante jadi seperti ini" sahut sifanya.


Elard mengeryitkan dahinya, ia masih tidak paham apa yang sudah di lakukannya sampai membuat ibunya jatuh pingsan.


"Apa maksudmu?" tanya elard.

__ADS_1


"Bukankah kamu memintaku untuk membatalkan pernikahan kita? dan aku sudah meminta itu kepada ibumu, tapi sepertinya tante hera tidak bisa menerimanya" jawab sifanya.


Elard terduduk di ruang tunggu, ia memegang kepalanya yang terasa pusing.


Tidak lama dokter yang menangani ibu el keluar, elard langsung beranjak dan menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana dengan ibuku?" tanya elard.


"Penyakit jantung nyonya kambuh lagi tuan, namun sekarang kondisinya sedikit membaik. kami akan memindahkannya ke ruang rawat" jelas dokter yang menangani ibu el.


Ibu el pun di pindahkan ke ruang rawat.


"Tuan apa anda tidak ingin masuk?" tanya leo yang melihat tuannya masih duduk di luar.


"Apa yang harus aku lakukan le? aku hanya memiliki ibu namun aku tidak bisa menuruti keinginannya yang tidak masuk akal" gumam elard.


Leo nampak prihatin melihat tuannya yang tidak berdaya. selama ia bekerja bersama elard, leo tidak pernah melihat tuannya selemah ini.


Biasanya elard akan melawan apa pun yang bertolak belakang dengan keinginannya.


"Tuan maafkan saya, tapi lebih baik anda menjelaskan secara perlahan kepada nyonya" ucap leo.


"Temani ibuku di dalam, jika ia sudah sadar hubungi aku" kata elard.


"Baik tuan" jawab leo.


Elard pergi menuju salah satu kantin yang berada disana, ia memesan secangkir kopi untuk meringankan beban pikirannya.


"Seandainya kamu tidak pergi, mungkin semua ini tidak akan terjadi" gumam elard, ia mengepalkan tangannya.


Elard sadar bahwa ia telah bersalah, namun tidak seharusnya istrinya itu meninggalkannya sampai selama ini.


*****


happy reading🥰 jangan lupa like n vote yaa.


maaf jika masih ada typo🙏

__ADS_1


__ADS_2