
Sejak kejadian di mana Noah datang menemui Dona, pria itu pun tidak pernah lagi melihat keberadaan Dona di kampus maupun di luar.
bahkan Dona pun tidak lagi mengganggu istrinya. Tentu Noah merasa lega, akhirnya ancaman dirinya kepada Gadis itu tidak sia-sia.
tugas Noah hanya perlu menjaga Keyla serta kandungannya tanpa perlu mengkhawatirkan Dona yang akan mengganggu istrinya. Namun berbeda dengan Noah, hari ini Rangga merasa sedih karena gadis yang hampir satu bulan menemani hari-harinya harus pergi meninggalkannya.
"Sudah siap nak?" Tanya Yura.
"Sudah bunda" jawab Nara.
Memang benar hari ini Nara harus kembali ke Amerika. ingin sekali Nara berlama-lama di negeri kelahirannya namun tuntutan kuliah membuat Gadis itu harus kembali secepat mungkin.
Bagaimanapun Nara ingin segera menyelesaikan kuliahnya tanpa hambatan. Pagi ini mereka semua akan mengantar Nara ke bandara termasuk Rangga, pria itu dengan senang hati mengantar kepergian gadis yang selama ini memenuhi hatinya. bahkan semalaman Rangga tidak bisa tidur karena merasa gelisah.
"Jika sudah siap kita semua bisa berangkat sekarang" kata Elard.
"Iya ayah" jawab Nara. Mereka pun segera masuk kedalam mobilnya masing-masing. Kedua mobil itu segera melaju menuju bandara. hampir 1 jam akhirnya mereka sampai Rangga membantu Nara membawa beberapa barang-barangnya.
"Biarkan aku yang membawanya" ucap Rangga Seraya mengambil koper yang dipegang Nara.
"Terima kasih Ga" ucap Nara. mereka semua segera masuk kedalam bandara tersebut.
Sesampainya di dalam Nara pun berpamitan kepada mereka semua, nampak suasana haru menyelimuti kepergian Nara pagi ini.
"nak hati-hati ya, Jaga dirimu disana ingat jangan keluar malam" nasihati Yura.
"Benar apa kata Bunda, jaga dirimu terutama kesehatan kamu" sambung Elard.
"iya, Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir Nara akan menjaga diri dengan baik "jawab Nara. Elard dan Yura memeluk tubuh putrinya itu, ia tidak tega jika anak gadisnya berada jauh darinya. dan tanpa terasa akhirnya air mata Yura pun menetes.
"Jangan menangis bunda, aku akan segera menyelesaikan kuliahku dan segera pulang" kata Nara.
Kemudian Nara beralih menghampiri Kakaknya "Kakak, aku pergi ya" kata Nara.
"Iya adikku sayang Pergilah kamu jaga dirimu baik-baik" jawab Noah.
"Hmmm.... pasti Kak, Kakak juga harus menjaga key baik-baik karena aku sudah tidak bisa menjaganya di kampus "kata Nara.
"Tentu, Noah pasti akan menjaga aku dan aku akan benar-benar menjaga kehamilan ku ini "sahut Kayla. Tak lupa Nara pun memeluk tubuh kakak serta kakak iparnya.
Kini pandangan Nara beralih kepada seorang pria yang sedari tadi berdiam diri dengan memegangi kopernya.
"Rangga" Panggil Nara.
"Eh iya Nara" jawab Rangga terkejut karena sedari tadi pria itu hanya melamun.
"Aku pergi ya" ucap Nara.
"Iya hati-hati" jawab Rangga.
Nara memperhatikan wajah Rangga sepertinya pria itu masih ingin mengatakan sesuatu.
"Ada yang ingin kamu katakan?" Tanya Nara berharap pria itu akan mengatakan sesuatu sesuai prediksinya.
"Sesuatu?? Tidak ada Nara" jawab Rangga Sebenarnya ada sesuatu yang ingin pria itu katakan kepada Nara, yang membuat seharian ini tidurnya tidak nyenyak, namun keberadaan orang tua serta kakaknya membuat Rangga terpaksa harus menahan nya.
"Oh oke baiklah" shut Nara pelan.
"Baiklah Ayah, Bunda Nara pergi ya" kata Nara dan sekali lagi memeluk tubuh orang tuanya serta kakaknya itu, setelah itu Nara pun berjalan perlahan meninggalkan mereka semua dengan Melambaikan tangan.
Setelah Nara tidak terlihat lagi akhirnya mereka semua memutuskan untuk kembali pulang. namun saat hendak keluar dari bandara tersebut tiba-tiba Rangga berpamitan.
"Noah aku Aku akan pergi ke toilet sebentar "ucap Rangga.
" Cepatlah, aku dan Keyla akan menunggu di mobil" jawab Noah, dan Rangga mengangguk mereka semua segera berjalan menuju parkiran sedangkan Rangga segera berlari Namun bukan menuju ke toilet melainkan mengejar Nara.
__ADS_1
"Aku harus segera, jangan sampai Nara pergi terlebih dahulu sebelum mendengar isi hatiku "kata Rangga sambil terus berlari.
"Tunjukkan identitasmu nona!" kata penjaga tersebut, Nara pun menunjukkan paspor serta beberapa identitas yang lain.
"Silakan masuk Nona" ucap penjaga itu setelah selesai memeriksa identitas Nara.
"Nara...." terdengar seseorang memanggil namanya, Nara mengedarkan pandangannya ia mencari sumber suara tersebut.
"Rangga" kata Nara, saat ia melihat Rangga lah yang memanggilnya dan pria itu berlari ke arahnya.
"Ada apa Ga? Kenapa kamu menemui aku lagi?" Tanya Nara, gadis itu memperhatikan sekitar Mungkinkah selain Rangga masih ada anggota keluarganya yang juga menemuinya.
Rangga masih mencoba mengatur nafasnya karena pasca berlari tadi membuat pria itu sedikit kelelahan.
"Rangga ada apa? apa ada barangku yang tertinggal?" Tanya Nara lagi karena Rangga tak kunjung menjawabnya. Nara pun memeriksa tasnya yang sedari tadi melingkar di bahunya, Nara sedikit mengerutkan dahinya sepertinya barang-barangnya sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal pikirnya.
"Rangga Kenapa kamu menemuiku lagi apa benar-benar ada yang tertinggal?"
"Iya Nara ada yang tertinggal" jawab Rangga.
"Benarkah... apa?" tanya Nara lagi .
"Hatiku" jawab Rangga singkat dan berhasil membuatnya terkejut.
Nara membulatkan matanya dengan sempurna ia masih tidak mengerti apa yang dimaksud Rangga.
"Maksud kamu apa Ga?" Tanya Nara.
Rangga meraih kedua tangan Nara dan menggenggam nya.
" Maukah kamu membawa hatiku bersamamu?" tanya Rangga.
"Aku tidak mengerti Rangga ".
" Nara, Aku tidak tahu ini waktu yang tepat atau tidak, tetapi selama ini selama kita bersama aku merasa ada sesuatu di dalam hatiku untukmu" kata Rangga seketika Nara langsung mengerti apa yang dimaksud Rangga. gadis itu sedikit gugup saat Rangga menggenggam tangannya cukup lama.
"Aku tahu! aku hanya butuh jawabanmu Jika kamu juga memiliki rasa yang sama maka aku akan menunggumu kembali" jelas Rangga. Rangga terpaksa harus segera mengungkapkan perasaannya karena ia tidak ingin terlambat, Rangga pun juga tidak berniat meminta Nara untuk menjadi pacarnya.
Karena ia tahu jika orang tuanya dan Noah tidak akan mengijinkan.
Itu sebabnya Rangga hanya butuh jawaban dari Nara.
"Jawablah! Aku hanya ingin tahu bagaimana perasaanmu kepadaku" pinta Rangga karena Nara masih Diam seribu bahasa. Bagaimana tidak terdiam Nara sendiri tidak menyangka jika Rangga menyukainya, Nara berpikir hanya dirinyalah yang menyukai Rangga ternyata pria itu pun memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
"Rangga" kata Nara.
"Iya?"
"Sebenarnya... Aku, aku" Nara gugup untuk menjawab pertanyaan Rangga.
**Jangan katakan jika kamu sudah menyukai pria lain** batin Rangga sedikit cemas.
"Aku juga menyukaimu Ga, aku rasa aku juga sudah mulai nyaman denganmu" jawab Nara sedikit malu.
Biasanya ia tidak pernah merasa gugup saat berhadapan dengan pria manapun, namun Rangga berhasil membuat dirinya salah tingkah.
"Benarkah?" Tanya Rangga memastikan.
"Hmmm" Nara pun mengangguk.
"Yesss!!!" Rangga pun bersorak bahagia, akhirnya Nara juga menyukainya.
"Aku berjanji akan menunggumu kembali Ra" ucap Rangga.
"Iya Rangga, aku juga pasti akan segera kembali" kata Nara.
__ADS_1
Rangga mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam kantung celananya. Dan ia membuka kotak tersebut tepat di depan Nara.
Gadis itu terkejut saat melihat sepasang cincin yang sangat indah di dalam kotak tersebut.
"Nara jangan salah faham, ini hanya kenang kenangan dariku untukmu. Kita akan sama sama memakai cincin ini agar saling mengingat" kata Rangga.
Nara tidak bisa berkata apa apa, hari ini gadis itu sangat bahagia. Sehingga tidak bisa mengungkapkan rasa bahagianya secara langsung.
"Boleh aku memakaikan cincin ini di jarimu?"tanya Rangga.
"Hmmm" dengan malu malu Nara hanya mengangguk, dan Rangga langsung memakaikan cincin cantik tersebut di jari manis Nara.
Akhirnya cincin itupun melingkar sempurna di jari Nara.
Ingin rasanya Nara memeluk pria itu, namun dia sadar jika saat ini dirinya belum memiliki status bersama Rangga.
"Mmm maukah kamu memakaikan cincin ini di jariku juga?" Tanya Rangga.
Seketika Nara langsung menatap Rangga.
"Ehh jika tidak mau tidak masalah, aku bisa memakainya sendiri" ucap Rangga.
"Berikan kepadaku" kata Nara mengulurkan tangannya.
"Nara aku hanya...."
"Rangga! Berikan cincin itu kepadaku" kata Nara lagi meminta cincin yang masih berada di tangan Rangga.
Perlahan Rangga memberikan kotak tersebut kepada Nara.
Nara meraih sebelah tangan Rangga, dan ia pun memakaikan cincin tersebut.
"Nara terima kasih" ucap Rangga bahagia.
"Aku yang harusnya terima kasih, setidaknya kita saling menjaga perasaan satu sama lain" balas Nara.
"Nona pesawat akan segera lepas landas" kata petugas mengingatkan Nara.
"Baiklah pergilah" kata Rangga, sudah waktunya Rangga membiarkan gadis itu kembali.
"Sampai jumpa Ga" kata Nara.
Mereka melepaskan genggaman tangannya dan Nara pun mulai berjalan menjauhi Rangga yang masih berdiri di belakangnya.
Nara kembali melihat ke arah Rangga.
Rangga melambaikan tangannya dan tersenyum manis kepada gadis itu.
Nara pun membalas senyuman Rangga, namun dalam hati kecilnya ia sangat ingin memeluk Rangga sebelum dirinya benar benar kembali ke Amerika.
"Terima kasih Nara, aku akan menjaga hatiku untukmu" gumam Rangga yang terus melihat punggung gadis itu berjalan jauh meninggalkannya hingga tidak terlihat lagi.
Dengan Rasa bahagia Rangga pun segera keluar dari bandara tersebut dan menghampiri Noah yang sudah menunggunya di dalam mobil sedari tadi.
"Lama sekali?" Tanya Noah saat Rangga baru saja masuk ke dalam mobil.
"Iya, perutku terasa sangat sakit" jawab Rangga berbohong.
Akhirnya Noah segera melajukan mobilnya meninggalkan bandara tersebut. di dalam mobil Rangga terus saja memperhatikan cincin yang melingkar di jari manisnya, hari ini benar-benar hari bahagia untuk Rangga meskipun dia dan Nara belum memiliki status bahkan ikatan apapun namun dengan mengetahui perasaan Nara kepadanya itu sudah lebih dari cukup.
kini Rangga akan bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan perkuliahannya serta bekerja dengan keras. karena ia sudah mantap dengan pilihan hatinya untuk menjadikan Nara sebagai pendamping hidupnya kelak.
Noah menatap kearah sahabatnya yang sedang tersenyum sendirian, sebenarnya Noah pun mengetahui jika pria yang duduk di sampingnya itu kembali menemui Nara dan mengungkapkan isi hatinya.
namun Noah tidak ingin menanyakan hal itu kepada Rangga karena itu akan membuat Rangga merasa malu. Noah berharap mereka akan berjodoh jika memang Rangga ditakdirkan untuk adiknya.
__ADS_1
_____
happy readingš„°