
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Yura meminta Keyla untuk segera masuk kedalam kamar. Karena Keyla harus banyak banyak beristirahat.
Akhirnya Keyla pun menuruti perintah Yura, ia segera masuk ke dalam kamarnya.
Tersisalah Elard, Yura, Noah dan Freya di ruang keluarga.
"Freya ini sudah malam, apa tidak sebaiknya kamu pulang?" Tanya Elard.
Bukannya mengusir, hanya saja Elard merasa tidak baik jika Freya berada di rumahnya sampai larut malam.
"Iya paman, apa kah kakak Noah mau mengantarku? Karena sopirku sepertinya menjemput agak malam" ucap Freya.
Yura hanya menatap ke arah putranya yang tak kunjung memberikam jawaban.
"Bagaimana jika sopir yang mengantarmu." Jawab Noah.
"Boleh saja kak, tapi aku ingin kakak yang mengantar sekalian bertemu dengan daddy dan mommy ku" kata Freya.
Jika berhubungan dengan Axel, Noah sangat sulit untuk menolak. Ia merasa tidak enak hati jika harus menolak.
"Iya baiklah, aku akan mengambil kunci mobilku dulu" kata Noah.
Kemudian Noah segera menuju kamarnya untuk mangambil kunci mobil.
Setelah mengambil kunci tersebut Noah pun keluar dari kamarnya.
Saat baru saja ia menutup pintu tiba tiba Keyla berdiri di dekatnya.
"Ada apa?" tanya Noah.
"Kamu ingin pergi mengantar Freya?" Tanya Keyla.
"Hmmm" seperti biasa itulah jawaban Noah sambil mengangguk.
"Jika kamu tidak keberatan, bisakah kamu membelikan aku sesuatu?" Tanya Keyla berhati hati, ia takut Noah marah.
"Apa?" Tanya Noah.
"Gantungan ponsel seperti ini, punyaku rusak" jawab Keyla sambil menunjukkan gantungan ponsel lamanya yang sudah rusak dan tidak bisa di pakai lagi.
"Oke" Noah langsung mengambil gantungan tersebut dan memasukkannya kedalam saku kemudian ia berlalu meninggalkan Keyla tanpa berpamitan.
Setelah kepergian Noah, Keyla kembali masuk ke dalam kamarnya.
Sambil menunggu Noah kembali, Keyla membaca beberapa buku.
"Ayo berangkat" ucap Noah saat sudah berada di bawah.
Nampak Freya langsung bersalaman dengan Yura dan Elard. Mereka berpamitam kemudian segera masuk ke dalam mobil.
Noah pun melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya.
Di perjalan mereka hanya terdiam tanpa ada yang berbicara hingga beberapa menit.
"Kakak kita ketaman dulu yuk" ajak Freya kepada Noah.
"Ini sudah malam, lebih baik kamu langsung pulang" jawab Noah.
"Ayolah kak sebentar saja, ini masih belum terlalu malam" kata Freya.
__ADS_1
Noah melihat jam yang melingkar di tangannya, ia melihat saat ini jam menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
Akhirnya Noah pun menuruti keinginan Freya.
Noah membawa Freya ke sebuah taman di pusat kota yang berada di dekat rumah sakit.
Tidak berapa lama mereka telah sampai, setelah memarkirkan mobilnya Noah dan Freya segera turun.
Freya langsung berlari menuju ke sebuah Ayunan disana.
Sedangkan Noah duduk di sebuah bangku tepat di bawah pohon.
Momen itu mengingatkan Noah kepada adiknya Nara.
Dimana pertama kali mereka bertemu adalah di taman tersebut.
Noah jadi teringat dengan adik cantiknya itu. Meskipun usia mereka sama dan hanya selisih beberapa menit saja, namun Noah sangatlah menyayangi Nara.
Ia menganggap jika Nara masih tetap adik kecilnya.
"Nara sedang apa ya" Noah hendak menghubungi Nara namun ia mengurungkan niatnya.
"Belum saatnya, jika aku menghubunginya pasti dia akan menangis dan minta pulang." ucap Noah tertawa kecil.
Namun seketika di pikiran Noah terlintas wajah Keyla.
"Bukankah dia memesan sesuatu kepadaku"ucap Noah saat ia mengingat jika Keyla meminta Noah untuk membelikan gantungan Ponselnya.
"Freya.. Kita pulang sekarang" panggil Noah kepada Freya yang duduk di ayunan sambil berselfie.
"Sebentar lagi kak, aku masih belum puas" jawab Freya.
"Kakak kita foto bareng ya" Freya mengarahkan kamera depannya menghadap mereka berdua, namun Noah menolaknya.
"Maaf aku tidak suka berfoto, lebih baik kita pulang" kata Noah, kemudian ia segera berjalan menuju mobilnya.
"Kak!" panggil Freya, namun Noah tetap berjalan tanpa memperdulikan panggilan Freya. Akhirnya Freya pun turut masuk ke dalam mobil.
Diperjalanan...
"Kakak kenapa buru buru?" tanya Freya.
"Sudah malam, aku takut paman menunggumu" jawab Noah sambil fokus menyetir.
"Aku sudah ijin kepada daddy dan mommy" kata Freya.
"Tetap saja, tidak baik jika kamu pulang terlalu malam" kata Noah.
Beberapa menit kemudian mereka telah tiba di apartemen Freya.
"Kakak masuk dulu, ayah memintamu untuk ikut masuk ke dalam" kata Freya.
Noah kembali melihat jam tangannya dimana jam tersebut menunjukkan pukul 9malam.
"Ya baiklah, tapi hanya sebentar" jawab Noah.
Akhirnya Noah pun turut serta masuk ke dalam apartemen Freya.
Sesampainya disana Axel meminta Noah untuk duduk di ruang tamu.
__ADS_1
Jeny pun menyiapkan beberapa cemilan dan minuman hangat.
Mereka saling mengobrol sekaligus melepas rindu karena sudah lama sekali mereka berdua tidak mengobrol seperti ini.
Sedangkan di tempat lain, Keyla mondar mandir di atas balkon ia menunggu kedatangan Noah.
Sesekali Keyla melihat ke arah gerbang, berharap Noah segera kembali.
Namun sampai jam 9 lebih mobil Noah belum muncul juga.
"Apa mereka masih menghabiskan waktu bersama?" ucap Keyla.
"Sudahlah untuk apa aku memikirkan mereka, aku hanya ingin mendapatkan gantungan ponselku yang baru" lanjut Keyla Menghibur dirinya sendiri.
Keyla turun kebawah, dilihat lampu rumah tersebut sudah di matikan itu artinya seluruh penghuni sudah tidur.
Keyla pergi ke dapur untuk membuat secangkir teh.
Setelah siap Keyla membawa teh tersebut menuju kamarnya.
Di letakkan teh itu di atas meja yang berada di balkon.
Freya pun duduk di kursi yang berada di sana.
Keyla menikmati teh hangatnya sambil melihat bulan dan bintang.
Namun di dalam pikirannya ia menunggu beruang kutub itu segera kembali.
Sangking lamanya menunggu Keyla sampai tertidur di kursi tersebut.
"Baiklah paman ini sudah malam, Noah pamit pulang dulu" ucap Noah kepada Axel.
"Baiklah nak, hati hati di jalan" kata Axel.
Setelah berpamitan Noah segera berlari menuju mobilnya.
Ia pun melajukan mobilnya menuju toko untuk membeli gantungan ponsel yang di pesan Keyla.
Namun rata rata toko tersebut sudah tutup, Noah membuka ponselnya untuk mencari toko aksesoris yang masih buka.
Akhirnya Noah menemukannya.
Noah segera menuju ke toko tersebut.
Dan benar saja toko itu belum tutup, Noah mencari gantungan yang cocok untuk Keyla.
Saat sedang mencari Noah melihat gantungan ponsel Caouple.
Dimana jika gantungan tersebut saling berdekatan maka lampunya akan menyala dengan begitu indah.
"Ini sangat cocok tuan untuk anda dan kekasih anda" ucap salah satu pelayan toko itu.
"Kekasih??" tanya Noah dan pelayan itu mengangguk ramah.
Tanpa berfikir lagi Noah pun meminta pelayan itu untuk membungkus gantungan ponsel tersebut.
_______
happy reading.
__ADS_1
jangan lupa terus berikan dukungan kepada author yaa🥰🥰