Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Kebingungan Axel


__ADS_3

Seharian ini Axel mondar mandir di depan ruangan yura, sesekali melihat jam yang melingkar di tangannya.


sudah hampir jam 10 namun yura belum juga datang.


"Apa el benar benar melarang yura untuk bekerja?" tanya axel.


"Apa perlu saya selidiki tuan?" tawar martin yang sedari tadi menyaksikan tuannya kebingungan.


"Iya aku butuh bantuanmu, segera kamu cek apakah el ada di kantornya atau tidak" perintah axel kepada martin.


"Baik tuan" martin pun segera menuju keruangannya untuk menghubungi seseorang.


"Apa aku menghubunginya? atau mengirim pesan untuknya?" gumam axel.


Pria itu seperti orang kebingungan, ia takut jika elard akan benar benar melarang yura untuk bekerja.


Saat axel kebingungan menunggu jawaban martin, tiba tiba clara datang menemui axel di kantornya.


"Sayang" sapa clara saat melihat putranya tengah mondar mandir.


"Ibu. kenapa ibu kemari?" tanya axel.


"Ibu tadi kebetulan lewat sini terus sekalian mampir" jawab clara.


Axel segera membawa ibunya masuk kedalam ruangannya.


"Kenapa kamu seperti orang kebingungan?" tanya clara kepada axel saat meraka sudah duduk di sofa.


"Apakah ibu bisa membantu axel?" bukannya menjawab axel malah bertanya balik kepada ibunya.


"Katakan sayang ada apa" sahut clara.


"Tapi janji, ibu harus mendengarkan cerita axel dulu. dan jangan berpikiran yang tidak tidak" ucap axel.


"Iya sayang, jangan khawatir katakan" jawab clara.


Axel pun mulai menceritakan kepada ibunya mengenai hubungannya dengan yura, dan siapa yura sebenarnya.


Nampak sesekali clara terkejut mendengarkan penjelasan dari putranya, dimana axel telah mencintai seorang wanita yang ternyata sudah menikah.


Axel juga meminta bantuan ibunya untuk menolong dirinya agar bisa bertemu dengan yura.


"Kasian sekali kamu nak, disaat mulai membuka hati untuk seorang wanita dia malah sudah menikah. tapi ibu lebih prihatin dengan nasib yura. kenapa dia bisa menikah dengan pria seperti itu" jelas clara setelah mendengarkan semua penjelasan putranya.


"Ibu, perasaan axel bukanlah menjadi masalah saat ini. yang penting ibu sudah tau jika yura bukanlah kekasih axel" ucap axel.


"Iya nak, ibu akan membantu kamu untuk bertemu dengan yura hari ini juga" kata clara.


Clara pun mengambil ponselnya dan hendak menelpon yura setelah mendapatkan nomernya dari axel.


Di seberang sana yura sedang tertidur bersama elard, setelah perdebatan kecilnya akhirnya yura terpaksa membiarkan suaminya itu tidur dengan memeluk dirinya.


Tiba tiba ponsel yura bergetar, ia menerima panggilan dari nomer yang tidak dikenal.


Sebelum mengangkatnya yura memastikan jika elard masih dalam kondisi tertidur.

__ADS_1


pelan pelan yura memindahkan tangan elard dan sedikit menggeser tubuhnya.


Yura beranjak dan duduk di sofa.


📞yura : iya hallo


Yura mengangkat telponnya dan sedikit berbisik.


📞08xxx: Apakah benar ini yura vradisty?


📞yura : iya. maaf ini dengan siapa?


📞08xxx: perkenalkan saya clara, dari perusahan RTC group. saya bermaksud ingin membicarakan kerja sama dengan perusahaan anda, namun sepertinya presdir axel tidak bisa dihubungi.


📞yura : maaf nyonya mungkin pak Axelnya sedang sibuk kebetulan saya sekertarisnya.


📞08xxx: kalau begitu bisakah saya bertemu dengan anda sore ini? jika anda setuju saya akan mengirimkan alamatnya.


Yura nampak terdiam, ia masih menimbang nimbang. memikirkan apakah suaminya akan mengijinkannya untuk pergi.


📞yura : baik nyonya, jam 4 sore saya akan menemui anda.


📞08xxx: baik nona yura, saya akan mengirimkan alamatnya. terima kasih dan sampai jumpa.


Setelah obrolan di antara mereka selesai yura pun mengakhiri panggilannya.


Selisih beberapa menit yura mendapatkan pesan dari nomor yang baru saja menguhubunginya.


"Aku harus ijin apa? tapi bagaimana pun juga aku masih bekerja di perusahaan axel. ini masih menjadi tugasku" gumam yura.


**


"Bagaimana bu?" tanya axel penasaran.


"Beres sayang, yura mau bertemu nanti sore" jawab clara.


"Thank you mom" kata axel kemudian memeluk ibunya.


Clara terpaksa harus berbohong agar bisa bertemu dengan yura.


ia juga penasaran seperti apa wanita yang di cintai putranya.


"Sama sama. lebih baik kamu selesaikan tugasmu agar kita bisa segera menemui yura" ucap clara.


Axel pun segera menyelesaikan pekerjaannya.


"Tuan permisi" ucap martin yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.


"Ada apa?" tanya axel.


"Manurut informasi, tuan el tidak ada di kantornya tuan" kata martin.


"Kamu terlambat, aku tidak membutuhkan informasimu, ibuku lebih cepat darimu. nah.. lebih baik kamu bantu aku menyelesaikan semua ini" jelas axel, sedangkan clara hanya tersenyum dan kembali memainkan ponselnya.


Setelah sekian lama bergelut dengan pekerjaannya, kini jam sudah menunjukkan pukul 16.00. axel segera merapikan barang barangnya karena sudah tidak sabar bertemu dengan yura.

__ADS_1


"Xel lebih baik kamu mandi disini dulu, tidak mungkin kamu menemui yura dengan penampilan lusuh seperti itu" ucap clara sedikit menggoda putranya.


Axel kemudian melihat penampilannya yang memang sedikit berantakan.


ia pun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Sedangkan sore ini elard berniat akan membawa yura pergi ke rumah sakit untuk control kehamilannya.


"Aku tidak ingin pergi" ucap yura yang masih dengan penampilan lusuhnya di atas tempat tidur.


"Kenapa? aku ingin dokter memeriksa keadaanmu" tanya elard.


"Tidak perlu aku baik baik saja" jawab yura yang masih memasang wajah cueknya.


Elard terheran karena melihat perubahan sikap pada istrinya.


"Apa kamu marah karena aku tidak mengijinkanmu bekerja tadi?" tanya elard lagi.


Mendengar suaminya mengatakan pekerjaan yura jadi teringat sesuatu, ia memiliki janji dengan kliennya jam 4 sore di sebuah cafe, yura menepuk kepalanya pelan bisa bisanya ia melupakan hal penting itu.


"Apa ada sesuatu?" tanya elard.


"Aku tidak bisa kerumah sakit hari ini, karena... karenaa" jawab yura yang terbata.


"Karena apa?" tanya elard lagi.


"Aku ada pekerjaan di luar, dan aku harus menyelesaikannya hari ini juga" jawab yura.


mau tidak mau yura harus mengatakan yang sejujurnya kepada elard.


"Aku tidak mengijinkanmu" ucap elard dan beranjak dari duduknya.


"Jangan egois el, bagaimana pun juga aku masih bekerja di perusahaan itu. axel pun tidak bisa terpaksa aku yang harus menemui nyonya clara" jelas yura.


"Jadi tidak ada axel disana?" tanya elard dan yura menggelengkan kepalanya.


"Klienmu seorang perempuan?" tanya elard lagi dan yura mengangguk.


Elard melihat wajah yura memperhatikan apakah istrinya berbohong.


Dan elard tidak menemukan itu, elard menghembuskan nafasnya lega akhirnya istrinya itu tidak bertemu dengan axel.


"Baiklah tapi sopir akan mengantarmu, dan jangan pulang terlalu malam" kata elard.


"Kamu mengijinkanku?" tanya yura.


"Iya" jawab elard singkat.


"Maaf aku tidak bisa mengantarmu" sambung elard.


"Tidak masalah. terima kasih" ucap yura, ia pun segera beranjak dari duduknya dan tanpa di sadari yura memeluk tubuh suaminya.


"Apa sebegitu bahagianya kamu?" tanya elard, yura yang terkejut langsung melepaskan pelukannya. dan berlari memasuki kamar mandi, elard hanya menggelengkan kepalanya yang melihat istrinya bertingkah seperti anak kecil.


**

__ADS_1


happy reading🥰


__ADS_2