
Malam harinya Noah dan Keyla hendak makan malam bersama di rumahnya.
seperti biasa Keyla sendiri yang memasak makanan tersebut, kemudian setelah menatanya di atas meja makan Keyla pun meminta agar suaminya segera duduk dan makan bersama nya. namun Entah mengapa malam ini Noah terlihat seperti tidak nafsu makan.
"Sayang ada apa? Kenapa sepulang urusan tadi kamu terlihat murung?" Tanya Keyla
"Tidak By, aku hanya memikirkan tugas tugas yang menumpuk" kilah Noah.
Sebenarnya Noah masih memikirkan bagaimana cara agar orang tua Keyla berhenti mencarinya.
Tumben sekali Noah sampai tidak bersemangat hanya gara gara tugas, pikir Keyla.
"Jangan terlalu di fikirkan, apa lagi sampai tidak nafsu makan" tegur Keyla.
"Iya Baby" tidak ingin membuat istrinya menjadi khawatir akhirnya Noah pun berusaha untuk bersikap seperti biasanya.
Setelah cukup lama merekapun selesai menikmati makan malamnya, Noah membantu Keyla untuk merapikan meja makan tersebut.
Tidak lupa Noah pun turut mencuci beberapa piring piring yang kotor.
"Sepertinya kita tidak perlu Asisten untuk mengurus rumah ini, kamu saja sudah cukup untuk membantuku" ucap Keyla tepat di telinga Noah.
"Baby jangan berbisik seperti itu, aku sedang mencuci piring piring ini" ucap Noah yang merasa geli dan merinding di sekujur tubuhnya.
"Kenapa memangnya jika aku berbisik di telingamu?" Tanya Keyla.
"Baby hentikan kamu bisa membuat si junior terbangun!!" Sahut Noah.
" Benarkah?? Baiklah aku tidak akan menggodamu lagi" ucap Keyla sambil manahan tawanya.
"Eh!! Sayang apa ini milikmu?" Tanya Keyla seraya mengambil sebuah kartu kecil yang tergeletak di lantai.
Noah menghentikan aktifitasnya dan ia melihat kartu kecil yang di pegang istrinya itu.
Ternyata itu adalah kartu nama Tomi, yang tadi di berikan Vivian kepadanya.
Noah sendiri tidak tau kenapa kartu itu bisa terjatuh disana.
"Ohh... Ini tidak penting By" sahut Noah kemudian hendak membuang kartu tersebut.
Namun Noah mengurungkan niatnya, ia kembali melihat kartu tersebut dan pandangan Noah tertuju pada sebuah nama perusahaan RK Group tertulis di kartu itu.
"Tunggu!!"
Noah seperti mengingat sesuatu.
**Aku seperti pernah menjumpai nama perusahan ini, tapi dimana? Dikantor atau dimana... Apa aku bertanya kepada ayah** batin Noah bertanya tanya.
"Kenapa sayang, tidak jadi membuangnya?"tanya Keyla.
"Baby, malam ini kita pergi kerumah ayah bersiap siaplah" kata Noah.
"Memangnya ada apa Noah? Kenapa mendadak sekali?" Tanya Keyla lagi.
"Ada urusan pekerjaan Baby, ayo cepat bersiap" jawab Noah.
Keyla pun menuruti suaminya dan tidak berniat untuk bertanya lagi.
Mereka segera bersiap siap dan berangkat ke rumah orang tuanya.
Hampir 20 menit mereka sudah sampai, Noah memarkirkan mobilnya di halaman rumah mewah milik sang ayah.
__ADS_1
Sebelumnya Noah tidak memberitahukan orang tuanya jika ia ingin berkunjung, sehingga Yura dan Elard tidak mempersiapkan sambutan apapun untuk anak dan menantunya itu.
"Selamat malam ayah, bunda" sapa Noah saat sudah memasuki rumah tersebut.
Terlihat ayah dan bundanya yang sedang bersantai sambil menonton tayangan di TV.
"Noah... Kenapa tiba tiba kesini tidak memberitahu lebih dulu?" Tanya Yura.
Noah dan Keyla bergantian mencium punggung tangan orang tuanya.
"Iya bunda ada sesuatu yang penting tentang pekerjaan" jawab Noah.
"Memangnya ada apa Noah? Ada masalah dikantor?" Tanya Elard.
"Ehh iya ayah ada masalah" jawab Noah berbohong.
Noah seolah memberi isyarat kepada ayahnya.
"Baiklah kita bicarakan di ruang kerja ayah, sayang kamu bawa Keyla mengobrol bersamamu" ucap Elard kepada Yura.
"Key sini nak, temani bunda menonton TV" kata Yura.
Kemudian Elard membawa Noah menuju ruang kerjanya.
Mereka berdua duduk di sebuah sofa yang berada di ruang kerja tersebut.
"Ada apa Noah, sepertinya ini bukan masalah kantor?" Tanya Elard.
"Benar ayah, ini memang bukan masalah kantor" jawab Noah.
"Lalu apa?"
"Ayah mengenal nama perusahaan ini?" Tanya Noah seraya memberikan kartu tersebut kepada ayahnya.
Elard mengambil kartu itu dan melihatnya dengan teliti.
Elard terbelalak saat mengetahui nama perusahaan tersebut.
"Noah! Kamu dapat dari mana kartu ini?" Tanya Elard.
"Apa ayah tahu? Noah seperti pernah membaca nama perusahan itu tapi dimana dan kapan Noah lupa" ucap Noah.
"Noah!! Cepat katakan dari mana kamu mendapatkan kartu ini??" Tanya Elard lagi tanpa memperdulikan ucapan Noah.
Sepertinya ayahnya mengetahui tentang identitas tersebut, karena tiba tiba eksperi Elard berubah drastis saat membaca kartu nama tersebut.
"Aku mendapatkannya dari orang tua kandung Keyla ayah" jawab Noah.
"Apa!!" Elard terkejut.
Akhirnya Noah pun menceritakan semua kebenaran itu kepada sang ayah, mungkin saja ayahnya bisa membantu permasalahan tersebut.
Tidak ada yang Noah tutupi bahkan sampai akhirnya ibu Keyla memberikan kartu itu kepadanya.
"Jadi Tomi bukan ayah kandung Key?" Tanya Elard.
"Bukan, paman tomi bisa dikatakan ayah tiri Keyla. Dialah yang meminta bibi Vivian untuk membuang Keyla ke panti asuhan, itu sebabnya Noah sangat marah kepada meraka ayah" jelas Noah.
"Brengsek!!!" Elard menggebrak meja yang ada di hadapannya, sehingga membuat Noah terkejut bukan main.
"Ayah kenapa? Ayah terlihat sangat marah?" Tanya Noah.
__ADS_1
"Jelas ayah marah! Sudah lama ayah mencari pria yang bernama Tomi ini. Namun dia sudah pindah ke luar negeri dan perusahannya yang berada di Indonesia sudah di sita oleh bank" jawab Elard, pria itu meremas kartu nama yang sedari tadi di pegang.
Kemarahan yang sudah terkubur lama akhirnya membara lagi saat Elard tau jika pria yang bernama Tomi itu telah kembali ke tanah air.
"Ayah... Sebenarnya ada apa? Noah masih tidak mengerti" tanya Noah yang bingung.
"Tomi adalah direktur utama RK Group, dan kita melakukan kerja sama. Ayah berinfestasi hampir puluhan Miliar, namun setelah itu Tomi menghilang ayah mendatangi perusahannya ternyata sudah di sita oleh bank. Dengan kata lain Tomi telah menipu ayah besar besaran" jelas Elard.
Kini Noah mengerti kenapa ayahnya sangat marah, dan mengetahui Tomi berada di Indonesia seolah Elard telah mendapatkan santapan yang selama ini ia cari.
"Iya Noah ingat sekarang, Noah sempat membaca nama perusahan itu di dalam daftar hitam perusahaan kita" upan Noah.
"Iya, ayah sudah memblacklist dia dari perusahan kita" tutur Elard.
Elard ingin sekali bertemu dengan bajingan itu, dan Noah pun mempunyai rencana.
Sepertinya kesalahan Tomi kepada ayahnya bisa ia gunakan sebagai ancaman agar Tomi mengagalkan niatnya untuk meminta Keyla sebagai pendonor.
"Baiklah! Ayah setuju dengan rencanamu, sekarang lebih baik kamu temui istrimu dan bermalamlah disini" kata Elard.
"Iya ayah, terima kasih berkat ayah Noah memiliki cara untung melindungi Keyla"
"Sama sama nak, ayah juga senang akhirnya bisa menemukan pria brengsek itu" ucap Elard.
Cukup lama mereka mengobrol sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Noah kembali menemui Keyla yang sedang menonton TV dengan bundanya.
"Baby sudah malam, ayo kita tidur" ajak Noah.
"Jadi kalian bermalam disini?" Tanya Yura.
"Iya bunda aku dan key akan bermalam disini" jawab Noah.
"Baiklah nak, masuklah kekamarmu dan beristirahat"
Noah pun membawa istrinya masuk ke dalam kamar yang sudah beberapa bulan ini ia tinggal.
Tidak lupa Noah dan Keyla mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.
"Sudah selesai masalahnya?" Tanya Keyla.
"Sudah Baby, sebentar lagi semua akan membaik" jawab Noah.
"Maksudmu?"
"Sudahlah Baby, lebih baik kita tidur sekarang. Tidur larut malam tidak baik untuk kesehatanmu" kata Noah.
"Huhhff selalu saja membuat orang penasaran" gerutu Keyla.
Karena sudah sama sama lelah akhirnya tidak butuh waktu yang lama mereka berdua pun tertidur.
_____
happy reading.
jangan lupa like setiap bab dan berikan dukungan Vote kepada author🥰🥰
dukungan kalian sangat berharga.
terima kasih💜
__ADS_1