
Begitupun dengan Keyla yang juga terlihat kesal.
"Kamu tidak lihat baju kurang bahan itu tidak cocok untuknya" kata Noah.
Karena mereka malas berdebat Nara dan Keyla pun memilih baju yang lain.
"Coba yang ini Key" kata Nara. Dan Keyla langsung mencobanya.
"Bagaimana?" Tanya Keyla lagi.
"Jelek, terlalu ribet" sahut Noah.
"Ganti kamu terlihat seperti balita"
"Ganti!! Kamu terlihat seperti tante tante"
Begitulah Noah terus meminta Keyla untuk mengganti pakaiannya, Keyla dan Nara mendengus kesal karena sudah mencoba banyak pakaian namun belum cocok juga di mata Noah.
"Kalau begitu kakak saja yang pilih" sahut Nara.
Dengan senang hati Noah langsung memilihkan baju untuk Keyla tidak butuh waktu lama akhirnya Noah pun menemukan baju yang pas menurutnya.
"Ini cobalah" Noah memberikan gaun selutut dengan dada tertutup berwarna maroon.
Keyla pun mencobanya.
Beberapa menit Keyla keluar dari ruang ganti dengan memakai pakaian yang dipilihkan Noah.
"Bagaimana kak?" Tanya Nara kepada Noah yang sedang memainkan ponselnya.
Noah pun mengalihkan pandangannya kepada Keyla.
Sejenak Noah termenung menatapi gadis di hadapannya.
"Cantik" ucap Noah.
"Apa?" Tanya Mereka berdua.
"Apa? Aku bilang bajunya cantik" jawab Noah yang mulai gugup.
"Perasaan tadi cuman bilang cantik" gumam Nara sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Karena Noah sudah memilih akhirnya Keyla mengambil baju tersebut.
Setelah mereka selesai berbelanja Nara berencana ingin makan di sebuah restoran.
Namun Noah menolaknya, Noah ingin langsung pulang karena merasa lelah.
Dua gadis itupun tidak bisa menolak, akhirnya ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke restoran, dan memilih untuk langsung pulang.
"Kakak kita nonton dulu yuk" rengek Nara.
__ADS_1
"Tidak! kita langsung pulang, istirahatlah karena nanti malam kita pergi ke pasta" jawab Noah.
dan mereka pun memutuskan untuk kembali ke Apartemen.
***
Pukul 11 malam waktu indonesia.
Di sebuah apartemen di seberang sana seorang gadis membuang barang barangnya, ia merasa marah saat ini.
"Freya apa yang kamu lakukan?" Tanya Jeny.
"Momm" Freya berlari memeluk Jeny yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa nak? Kenapa kamu marah marah seperti ini?" Tanya Jeny lagi.
"Mom, aku... Aku menyukai kak Noah" jawab gadis itu sambil menangis.
Jeny sungguh terkejut dengan pengakuan putrinya itu.
"Freya apa yang kamu katakan"
"Iya mom, aku menyukai kak Noah. Aku marah saat ia harus pergi berdua dengan Keyla ke Amerika" jelas Freya.
"Freya jangan mengatakan hal yang konyol, kamu masih kecil nak mommy tidak ingin kamu melakukan hal bodoh" jelas Jeny.
"Tapi mom... Aku benar benar menyukai kak Noah, aku tidak perduli dengan apapun" kata Freya.
Nampak wajah sendu Freya karena mengetahui mommy nya sama sekali tidak mendukung perasaannya.
Jeny duduk di ruang tamu, ia menyandarkan tubuhnya dan Jeny mulai menangis dalam gelapnya malam.
Axel yang sedari tadi tertidur mulai terbangun karena menyadari istrinya tidak berada di sampingnya.
Axel keluar dari kamarnya, dan ia mendapati Jeny sedang terduduk di ruang tamu sendirian.
"Jeny, kenapa kamu disana?" Tanya Axel.
"Xel, kenapa kamu bangun?" Bukannya menjawab Jeny malah balik bertanya.
"Iya karena kamu tidak ada dikamar, makannya aku bangun" jawab Axel.
Axel berjalan mendekati istrinya dan ia duduk di samping istrinya itu.
"Ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Axel.
"Aku bingung Xel" jawab Jeny.
"Bingung kenapa?" Tanya Axel lagi.
Dan Jeny mulai menceritakan jika baru saja ia menemui putrinya, Jeny juga mengatakan jika Freya sedang sedih dan marah ia membuang barang barang yang ada di kamarnya.
__ADS_1
Mendengar itu Axel menjadi khawatir karena tidak biasanya putrinya itu berlaku seperti itu.
"Aku akan menemuinya" kata Axel.
"Jangan Xel" Jeny menghentikan suaminya.
"Kenapa? Aku khawatir dengan keadaannya" kata Axel.
"Dia baik baik saja, mungkin saat ini dia sedang tidur biarkan saja" kata Jeny.
Axel masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Katakan ada apa?" Tanya Axel.
"Freya menyukai Noah, ia marah karena Noah pergi ke luar Negeri bersama Keyla. Aku takut nasibnya akan sama sepertiku dulu" jawab Jeny.
"Mengapa kamu mengatakan hal itu?" Tanya Axel.
"Xel, putri kita menyukai Noah sedangkan kemarin Yura mengatakan kepadaku jika ia ingin menjodohkan Noah dengan Keyla. Lalu bagaimana perasaan putri kita? Bukankah ini sama halnya dengan aku dulu, dimana aku menyukaimu namun kamu menyukai Yura" jelas Jeny yang sudah mulai terisak.
Ia tidak ingin putrinya merasakan hal yang sama dengannya.
Axel memeluk tubuh Jeny.
"Itu dulu, sekarang aku hanya menyayangi dan mencintaimu. Aku tidak akan membiarkan putri kita terluka" jelas Axel mencoba menenangkan Jeny.
Inilah yang ditakutkan Axel jika sampai putrinya menyukai Noah.
Dari faktor umur Freya masih sangat remaja untuk jatuh cinta, Axel ingin putrinya itu fokus dengan pendidikannya saat ini.
Mereka tidak sadar jika sedari tadi Freya mendengar obrolan mereka berdua, saat Freya ingin mengambil air ia melihat kedua orang tuanya berada di ruang tamu.
dan Freya pun mencoba untuk menghampirinya namun langkahnya terhenti saat mommy nya mengatakan jika Noah akan dijodohkan dengan Keyla.
"Apa benar kak Noah akan di jodohkan" gumam Freya.
gadis itu kembali ke dalam kamarnya.
"Apa nasib mommy dulu sangat buruk sampai ia takut jika aku mengalami hal yang sama" gumam gadis itu lagi.
Freya termenung di dalam kamarnya, hari sudah semakin malam namun gadis itu belum juga merasa mengantuk.
Dia mengingat kejadian saat bersama Noah, saat di taman di mana Noah menolak untuk berfoto dengannya.
kemudian ia mengingat saat Noah berpelukan dengan Keyla.
"Apa mereka saling mencintai?" tanya Freya pada dirinya sendiri.
Karena sudah mulai lelah dan mengantuk akhirnya Freya pun tertidur.
_____
__ADS_1
happy readingš„°