Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 17


__ADS_3

"Rangga! kenapa kamu terlihat biasa saja? apa kamu tidak merasa malu karena kakak tadi melihat kita?" tanya Nara.


"Tidak, untuk apa malu" jawab Rangga.


Nara menghela nafasnya panjang, bagaimana bisa suaminya itu sama sekali tidak malu saat ketahuan berciuman oleh kakaknya.


Nara saja sampai bingung bagaimana setelah ini menghadapi kakaknya itu.


pasti Noah akan terus menggodanya.


"Kamu kenapa?" tanya Rangga, yang melihat Nara hanya diam saja dengan wajah memerah.


"Sudahlah aku mau mandi" jawab Nara kesal.


Nara turun dari tempat tidur tersebut, dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


sedangkan Rangga mengikutinya dari belakang.


"Astaga!! kenapa kamu ikut masuk?" tanya Nara terkejut saat melihat Rangga sudah berada di dalam kamar mandi yang sama dengannya.


"Aku ingin melanjutkan misi, sesuai perintah kakakmu" ucap Rangga menggoda Nara.


"Tidak! tidak ada misi misi apa pun, sekarang keluarlah" Nara pun mendorong Rangga hingga keluar dari kamar mandi tersebut, setelah sang suami keluar Nara dengan cepat mengunci pintu kamar mandinya agar Rangga tidak kembali masuk.


"Huffhh!!!" Rangga menjatuhkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur.


Ia masih teringat dengan wajah Nara yang menggemaskan saat berciuman tadi.


kemudian ekspresi Rangga berubah saat ia mengingat Noah yang dengan sengaja merusak momen itu.


"Noah benar benar menyebalkan! harusnya ia cukup menutup pintunya dan tidak perlu bersuara. sekarang Nara pasti sudah malu" ucap Rangga kesal.


***


Tepat pukul 19.00 Keluarga Elard sudah berkumpul di meja makan, ini saatnya mereka akan makan malam bersama seperti biasanya.


Namun Rangga dan Nara belum terlihat berkumpul bersama mereka.

__ADS_1


"Dimana Nara dan Rangga?" tanya Elard.


"Masih dikamar, sepertinya sebentar lagi mereka akan turun Yah" jawab Noah.


"Sayang kamu kenapa dari tadi tersenyum?" tanya Keyla kepada Noah.


"Ehh tidak By, aku hanya teringat dengan film yang tadi aku tonton" jawab Noah berkilah.


sebenarnya pria itu mengingat bagaimana ia berbuat usil kepada adik adiknya.


Noah sudah menduga jika saat ini pasti Nara sedang malu.


"Mmmm" jawab singkat Keyla.


Tidak berapa lama Terlihat Nara dan Rangga menuruni tangga.


"Selamat malam Bunda, Ayah" sapa Nara kemudian duduk di samping bundanya, dan Rangga duduk di samping Nara.


"Malam juga sayang" jawab Yura dan Elard.


"Nara! kamu keramas malam malam?" tanya Noah, karena ia melihat rambut Nara yang basah.


"Kakak!!! bisakah berhenti menggodaku" kesal Nara.


"Kakak hanya bertanya" sahut Noah sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya.


sedangkan Keyla dan yang lain hanya bisa melihat adik dan kakak itu yang sepertinya sedang tidak baik baik saja.


"Ada apa ini? memangnya kenapa jika Nara keramas?" tanya Yura kepada Noah.


"Hahahahahaa... ini kan sudah malam bunda, Noah hanya takut Nara jatuh sakit" jawab Noah yang tidak bisa menahan tawanya.


"Bunda... lihatlah kakak selalu saja menggodaku" rajuk Nara.


"Tenang nak, ayah akan memarahinya setelah ini" jawab Elard yang sedari tadi hanya memperhatikan perdebatan di antara ke dua anaknya itu.


seketika suasana makan malam di rumah mewah itu terasa berbeda.

__ADS_1


Tawa renyah pun terdengar, inilah kebahagian Yura dan Elard saat melihat anaknya yang sudah tumbuh dewasa namun masih terlihat seperti anak kecil dengan beberapa candaannya.


Elard berharap kedua anaknya kelak akan menjadi orang tua yang bisa mendidik anak anaknya dengan baik.


Dan selalu mendapatkan kebahagian dalam rumah tangganya.


"Noah jangan lagi usil kepada adikmu!" ucap Elard sambil memukul bahu Noah.


"Hahaha iya ayah, tapi tolong perbaiki pintu kamar Nara. dan gantilah dengan pintu otomatis yang bisa tertutup sendiri" jawab Noah.


lagi lagi pria itu mengungkit kejadian sore hari dimana ia melihat adiknya yang sedang mamadu kasih.


"Kakak!!!" teriak Nara agar kakaknya itu menghantikan ucapannya.


"Noah jangan menggoda Nara lagi" sahut Yura.


"Oke! siap bunda" jawab Noah, namun ia masih sulit menahan tawanya apa lagi wajah Nara yang sudah mulai memerah.


**Ternyata seperti ini sikap Noah saat bersama adik dan keluarganya. bahagia sekali aku bisa di antara keluarga yang hangat seperti ini. ayah ibu lihatlah, aku sudah memiliki keluarga baru yang begitu baik** batin Rangga.


Di saat Noah dan Nara masih berdebat, Rangga malah hanya diam saja tanpa terasa air matanya pun menetes.


Keyla yang tanpa sengaja melihat Rangga menangis, langsung memberikan tisu kepada Rangga.


Rangga menatap Keyla yang tiba tiba memberikan tisu kepadanya.


"Ambillah" ucap Keyla.


Rangga pun mengambil tisu tersebut dan menghapus air matanya.


Keyla dapat mengerti bagaimana perasaan Rangga yang baru saja menjadi bagian dari keluarga Elard.


Karena hal yang sama pun telah menimpa dirinya saat pertama kali masuk ke dalam keluarga tersebut.


Kehangatan keluarga Elard mampu membuat Keyla melupakan bahwa dirinya terlahir tanpa orang tua, dan hanya hidup di panti asuhan.


sama halnya dengan Rangga yang di tinggal ke dua orang tuanya di saat dirinya masih membutuhkan kasih sayang ayah dan ibunya.

__ADS_1


_____


happy reading🥰🥰


__ADS_2