Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Elard Sadar


__ADS_3

Pasca transfusi darah Elard masih belum tersadar, hingga malam menjelang pria tampan itu belum juga tersadar.


Hal itu membuat Yura sangat khawatir, ia dengan setia menemani pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.


Begitu juga dengan Noah, anak laki laki itu tertidur disofa karena mereka akan bermalam disana.


Berbeda halnya dengan penghuni rumah mewah milik Elard.


Sifa terus saja mondar mandir di halaman rumahnya, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Namun wanita itu belum juga tertidur.


Ia menunggu kedatangan Elard yang sedari pagi keluar dan tak kunjung kembali.


"Kamu dimana El? Kenapa sampai jam segini belum pulang. Leo juga tidak bisa di hubungi" ucap wanita itu sambil mondar mandir.


Sifa curiga pasti ada sesuatu yang tidak beres, sekalipun mereka bertengkar hebat Elard pasti akan pulang dan tidur dirumah. Tapi tidak untuk malam ini.


"Mommy belum tidul?" Tanya Nara yang baru saja menghampiri Sifa.


"Loh.. Nara kok bangun lagi? Mommy masih menunggu ayah pulang nak" jawab wanita itu.


"Aku ingin tidul belsama mommy" ucap Nara.


"Iya sudah mommy akan menemani Nara tidur ya" akhirnya Sifa pun masuk ke dalam rumah dan ia menemani putrinya untuk tidur.


***


Pagi hari menjelang...


Terlihat Yura masih tertidur di kursi tepat di samping Elard, dan Noah di sofa yang berada disana.


Sedangkan Elard sudah sadar dari pingsannya.


Pria itu sengaja tidak membangunkan Yura, karena terlihat wajah Yura yang sangat kelelahan.


Elard membelai wajah istrinya, ia bahagia di saat membuka mata sudah melihat wajah istrinya yang dengan setia menemaninya.


Pandangan Elard berganti menatap Noah yang tengah tertidur pulas di dalam selimut tebal.


Karena merasa ada yang menyentuhnya Yura pun terbangun.


Ia membuka matanya perlahan dan melihat sosok Elard yang tersenyum kepadanya.


"El kamu sudah sadar?" Tanya Yura yang terkejut.


"Hmmm" jawab Elard mengangguk pelan.


"Aku akan memanggilkan dokter" Yura hendak berdiri untuk menekan bell.


Namun dengan segera Elard menahannya.


"Tidak perlu sayang, aku ingin kamu menamaniku disini" ucap Elard.


"Aku akan menemanimu, tapi biarkan dokter memeriksa keadaanmu dulu" ucap Yura, ia pun melepas tangan Elard dan segera menekan bell agar dokter dan perawat itu datang ke ruangannya.


Tak berapa lama dokter pun datang dan memeriksa keadaan Elard.


"Syukurlah keadaan tuan sudah membaik, hanya saja setelah ini tuan di larang beraktifitas terlebih dahulu.. karena takut jahitan di bahu anda terlepas" ucap dokter yang memeriksa Elard.


"Baik dok terima kasih" kata Yura.


Setelah memeriksa dokter itupun keluar dari ruangan Elard.


"Ingat kamu tidak boleh beraktifitas dulu" kata Yura memberi nasehat kepada Elard.

__ADS_1


"Siap ibu dokterku sayang" sahut Elard sambil mencubit pipi Yura.


Yura pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah beberapa menit Yura sudah selesai dengan aktifitasnya di kamar mandi, ia pun kembali menghampiri Elard.


"Apa kamu ingin makan sesuatu?" Tanya Yura.


"Iya" jawab Elard pelan.


"Apa?" Tanya Yura lagi.


"Aku ingin memakan ini" Elard menunjuk bibir mungil Yura, membuat wanita itu terkejut.


Yura membelalakkan matanya dan dengan refleks menepis tangan Elard.


"Aww" pekit Elard, tindakan Yura membuat bahu Elard kesakitan.


"Ma..maaf aku tidak sengaja, habisnya kamu jahil sekali" kata Yura.


"Hahahaha..... Kamu sangat lucu jika terkejut sayang" ucap Elard terkekeh.


"Sudahlah aku akan pergi ke kantin membelikan Noah sarapan" Yura pun pergi meninggalkan Elard.


"Tunggu sayang" panggil Elard, namun wanita itu terus saja berjalan keluar dari ruangan Elard.


"Bisa bisanya dia menggodaku dalam keadaan seperti ini" sepanjang perjalanan menuju kantin Yura terus saja mengomel.


Wajahnya memerah karena menahan malu, sekian lama tidak tinggal bersama Elard itu membuatnya merasa canggung.


Kini Yura sudah berada di kantin. Ia membeli makanan dan beberapa minuman, pada saat menunggu pesanannya tiba tiba Yura di kejutkan oleh seorang pria yang baru saja menghampirinya.


"Selamat pagi nona" ucap pria itu yang tak lain adalah Leo.


"Maafkan saya nona, tapi anda cukup memanggil nama saya saja" jawab Leo.


"Iya baiklah, silahkan duduk Le. Dan sekalian pesanlah sarapan untukmu" kata Yura.


Leo pun duduk di depan Yura, namun pria itu tidak memesan makanan karena ia merasa sungkan.


"Leo aku ingin tau apa yang di lakukan Alex kemarin saat menemui penjahat itu?" Tanya Yura.


"Semua sudah aman nona, tuan Axel sudah membereskannya" jawab Leo.


Flasback On


Axel dan Leo sudah sampai di markas.


Markas tersebut merupakan villa pribadi milik Elard, ia sengaja menjadikan vila tersebut sebagai markasnya. Karena memiliki ruangan bawah tanah.


Leo pun membawa Axel menuju ruangan bawah tanah tersebut.


Saat pintu dibuka terlihat 5 pria yang duduk di kursi dengan kaki, tangan, dan mulut terikat.


Lampu yang tadinya padam langsung ia nyalakan.


Membuat para pria itu mengernyit dan membuka matanya.


"Sepertinya kalian tidur sangat nyenyak" ucap Axel menggelegar di dalam ruangan itu.


"Leo, aku ingin pengikat mulut mereka di lepas" pinta Axel kepada Leo.


"Baik tuan" Leo pun memberi isyarat kepada anak buahnya untuk melepas pengingat mulut para pria tersebut.

__ADS_1


Anak buah itu pun segera melepasnya.


"Baiklah aku ingin bertanya pada kalian semua, dan kalian harus menjawabnya dengan jujur. Jika tidak maka nyawa kalian taruhannya" ucap Axel.


Pria itu saling melempar pandangan, seolah bingung siapakah pria blasteran yang berdiri di hadapannya.


"Siapa yang menyuruh kalian untuk menculik anak laki laki itu?" Tanya Axel dengan tegas.


Hening.... Tidak ada yang menjawab pertanyaan Axel.


Brak!!!!


Axel menendang kursi yang ada di dekatnya membuat mereka semua terkejut.


"Tu..tuan tidak ada yang menyuruh kami" ucap salah satu penculik itu, terdengar suaranya bergetar ketakutan.


"Benarkah.. Lalu apa motif kalian menculik Noah? Jika aku lihat kalian semua masih sangat muda" tanya Axel.


Namun lagi lagi pria itu tidak menjawab, mereka semua menundukkan kepanya.


"Siapa bosnya disini?" Tanya Axel.


"Saya tuan" jawab salah satu pria yang memiliki tubuh lebih besar dari yang lainnya.


"Kalau begitu apa motif mu menculik Noah?" Tanya Axel.


"Aku terpaksa melakukannya, karena kami sedang membutuhkan biaya untuk operasi ibu kami" jawab pria itu.


"Ibu kami?? Apa kalian berlima merupakan saudara?" Tanya Axel karena ia sedikit terkejut mendengar penjelasan pria itu.


"Iya tuan, kami adalah saudara" jawab pria itu.


Ternyata para penculik itu sengaja menculik Noah agar mereka mendapatkan uang dengan mudah, untuk biaya rumah sakit ibunya.


Ibunya sedang dirawat di rumah sakit, dan harus segera di operasi.


Namun kelima pria itu sungguh tidak memiliki biaya untuk melakukan operasi ibunya. Akhirnya merekapun nekat menculik Noah, dan anak pertamalah yang menjadi bosnya.


"Kami mohon tuan jangan bunuh kami" ucap pria itu memohon kepada Axel.


Axel sedikit tersayat saat mendengarkan cerita pria itu. Dimana para pria itu sangat ingin ibunya sembuh, namun mereka mengambil langkah yang salah.


"Aku tidak akan membunuh kalian, tapi kalian harus menerima hukumannya" jawab Axel.


"Hukuman apa tuan? Kami mohon ampuni kami" ucap pria itu lagi.


"Aku akan menanggung semua biaya operasi dan pengobatan ibu kalian, sampai ia pulih kembali. Dan membiayai kehidupannya" jelas Axel.


"Benarkah tuan, anda akan membatu ibu kami??" Tanya pria itu tidak percaya.


"Iya benar, tapi kalian tetap akan menerima hukuman atas kejahatan yang kalian lakukan" kata Axel.


"Tidak masalah tuan, asal ibu kami selamat"


Akhirnya Axel pun mengambil keputusan untuk memasukkan mereka semua kedalam penjara, apa pun alasannya tindakan mereka tetap salah.


Apa lagi mereka telah menusuk Elard.


"Leo masukkan mereka semua ke dalam penjara, dan penuhi seluruh biaya serta kebutuhan ibunya. Katakan pada ibunya jika seluruh putranya sedang bekerja jauh" perintah Elard kepada Axel.


"Baik tuan" jawab Leo


Flasback off

__ADS_1


__ADS_2